Kembali

Kembali
KEMBALI (Kakak Cemburu?)


__ADS_3

"Nggak usah Kak, Kak Anggi, Kak Erick aku duluan ya."


"Ok." hanya Erick yang menjawab, sedangkan Anggi hanya memperhatikan Senja dengan tatapan kesal.


"Lo kenapa Bro liatin dia segitunya?" tanya Erick yang berhasil mengalihkan perhatian Hendra sehingga melihat ke arah Anggi.


Anggi melirik Hendra tidak suka.


"Kenapa mata lo?" tanya Hendra karena dilirik Anggi.


"Kok lo bisa main sama dia, pas malam Minggu lagi, lo pacaran sama dia?" Anggi mengabaikan pertanyaan Erick dan menanggapi Hendra.


"Oh itu, gue nggak sengaja ketemu dia pas di danau, dia main sama kakaknya, tapi pas udah mau sore dia masih pengen main tapi kakaknya nggak bisa nemenin, jadi dia main sama gue." Hendra menjelaskan alasannya.


"Kacang ah kalian berdua."ucap Erick.


"Garuda."balas Hendra.


"Nggak dua kelinci sekalian?"sahut Anggi.


"Emang lo main ke mana sama dia?" tanya Anggi.


"Rahasia, emang gue harus ngelapor ke lo ya Nggi?" balas Hendra.


"Kok lo kelihatannya nggak suka kalau Senja main sama Hendra, emang kenapa Nggi?" tanya Erick.


"Sss ss siapa bilang gue nggak suka, gue cuma tanya doang kok." balas Anggi tertatih.


"Sorry Nggi kalau lo nggak suka, tapi nggak semua yang gue lakuin harus lo yang lo suka." ucap Hendra kemudian pergi keluar kelas.


"Kenapa sih tu anak." ucap Erick.


"Mana gue tau." balas Anggi.


🍁🍁🍁


Sesampainya di kelas, Senja langsung duduk di bangkunya.


"Cepat banget bebz, biasanya juga suka lama." tanya Alarice.


"Lala, gue itu cuman ngembaliin HP jadi cepat lah, ngapain juga harus lama-lama."


"Iya juga, tapi kan biasanya lo ngikutin Kak Anggi ke mana-mana."


"Itu kan waktu gue di hukum sama dia."


"Kan sekarang juga masih di hukum."


"Bodo amat lah, habisnya dia ngeselin."


"Ih lo mah,suka gitu, awas aja kalau nanti gue lihat lo sama Kak Anggi lagi, gue jitak kepala lo bebz." ucap Alarice.


"Emang lo berani?"


"Enggak hehe..."


"Dasar Lala." kini malah Senja yang menjitak dahi Alarice.


"Duh, bebz sakit tau." Alarice mengusap-usap dahinya.


"Rasain."

__ADS_1


Tak lama bel masuk berbunyi, mereka mengikuti pelajaran sampai jam istirahat kedua.


Setelah makan siang, dan sholat Senja belajar lagi sampai waktu pelajaran selesai.


"Senja kapan-kapan lo main ke rumah gue ya." pinta Alarice ketika berpisah dengan Senja di parkiran.


"Ok."


"Gue duluan ya, bye bebz."


"Bye."


Senja masih berada di parkiran, dia baru akan menelephone Hendi namun panggilan dari seseorang membuatnya membatalkan niatnya.


"Senja tunggu." ucap orang itu.


"Kenapa Kak." tanya Senja.


"Lo pulang di jemput sama kakak lo?"


"Iya, baru aja mau nelephone tapi nggak jadi karena Kak Anggi manggil aku."


"Bagus deh, masuk ke mobil gue, gue anterin lo pulang."


"Makasih tawarannya, tapi aku nggaj mau."tolak Senja.


"Kenapa emang? kalau lo nunggu kakak lo bakal lama, mending bareng gue aja."


"Nggak mau, jangan maksa." balas Senja kemudian berjalan menjauh dari Anggi.


Dari kejauhan tampak mobil Hendra melaju melewati Senja, Hendra yang melihat Senja langsung menghentikan mobilnya kemudian membuka kaca mobilnya.


Senja yang melihat mobil berhenti di depannya langsung melihat ke arah mobil itu, dan saat pintu kaca terbuka Senja melihat Hendra tersenyum sambil menawarkan tumpangan.


"Senja bareng aku aja yuk, biar aku anterin pulang." ucap Hendra ramah.


Belum sempat Senja menjawab, namun Anggi lebih dulu berucap.


"Nggak bisa, Senja pulang bareng gue, udah sana lo cepat pulang." ucap Anggi.


"Aku kan udah bilang, aku nggak mau bareng sama Kak Anggi." protes Senja saat tangannya di tarik oleh Anggi menuju ke mobilnya.


Hendra yang melihat itu akhirnya mengalah, dan kembali melajukan mobilnya.


"Udah deh diam lo."


Anggi memaksa Senja masuk ke dalam mobilnya, Senja hendak turun tapi dengan cepat Anggi mencegahnya.


"Berani lo turun, gue nggak akan segan buat nyium lo di sini."


"Tcih..." Senja berdecak sebal.


Anggi segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang kemudi.


Di dalam mobil Senja hanya diam saja, dan menatap ke arah luar.


"Lo kenapa sih, selama satu minggu ini menghindar dari gue?" tanya Anggi.


"Nggak apa-apa." balas Senja dengan jutek.


"Oh, mungkin karena lo deket sama Hendra ya!" kata Anggi sinis.

__ADS_1


Senja melihat ke arah Anggi karena dia telah menuduh jika dia menjauh dari Anggi karena Hendra.


"Nggak ada urusannya sama Kak Hendra."


"Nggak ada urusannya, tapi malam minggu aja main berdua." balas Anggi lebih sinis dari sebelumnya.


"Emang kenapa kalau aku main berdua sama Kak Hendra?" tanya Senja dengan nada cuek bebek.


"Emang nggak ada yang lain apa yang bisa di ajak, kenapa juga harus Hendra."


Senja menatap Anggi dengan tatapan menyelidik.


"Kakak cemburu?" tanya Senja kemudian.


Seketika Anggi langsung mengalihkan pandangannya dari Senja.


"Enggak tu, ngapain juga cemburu sama lo."


"Oh, jadi nggak cemburu, kalau nggak cemburu kenapa juga mukanya jadi kaya kepiting goreng." Senja menggoda Anggi dengan mengatakan jika wajahnya memerah.


"Bukan urusan lo."


"Hmm..." ucap Senja.


Senja kembali melihat ke arah luar mobil.


🍁🍁🍁


Erick masih berada di sekolah, dia masih menunggu seseorang. Tapi Erick tidak tau kalau orang yang di tunggunya sudah pulang.


Sampai bunyi HP tanda pesan masuk mengalihkan perhatiannya. Dengan segera Erick membaca pesan itu.


"Dasar, gue udah nungguin lama malah di tinggal." gumam Erick setelah membaca pesan itu.


"Kak Erick!" seseorang memanggil namanya.


Erick mencari orang yang memanggil namanya, dan tatapannya berhenti pada seorang gadis yang menyebalkan menurutnya.


Gadis itu berjalan ke arah Erick, namun dengan cepat Erick langsung masuk ke dalam mobilnya.


Gadis itu melihat Erick masuk ke dalam mobil langsung berlari dan menghadang jalan Erick.


Erick membunyikan klakson mobilnya agar gadis itu minggir, namun gadis itu tidak mau menepi.


Erick turun lagi dari mobilnya, kemudian menyandarkan dirinya di badan mobil.


"Ngapain sih lo, ganggu orang aja, gue mau pulang minggir sana lo! kalau mau mati jangan libatin gue." bentak Erick.


Gadis itu berjalan mendekati Erick dan kini gadis itu sudah berdiri di hadapan Erick.


"Gue nggak mau mati kok, gue cuman mau ngasih ini." ucap gadis itu kemudian memberikan sebuah kotak ukuran sedang dengan pita di atasnya.


Erick melirik kotak itu sekilas dengan tatapan curiga, kemudian menatap tajam gadis yang berdiri dengan tersenyum-senyum di depannya.


"Apaan nih?" tanya Erick menunjuk kotak itu.


"Buka dong!" pinta gadis itu.


"Ogah." Erick kembali masuk ke dalam mobil kemudian segera melajukan mobilnya meninggalkan gadis itu.


Gadis itu memandang mobil Erick yang semakin menjauh dengan pandangan sedih.

__ADS_1


#Jangan lupa like, komen, rate dan votenya ya...


Terima kasih 😘💕...


__ADS_2