
"Biarpun banyak orang yang menyuka" i aku, yang aku sukai hanya kamu," ucap Anggi lembut dan sungguh-sungguh.
"Aku tidak percaya," ucap Senja.
"Setelah sembuh, aku akan menikahi kamu," ucap Anggi sungguh-sungguh.
Perlahan Senja melepaskan pelukannya dari Faris kemudian menatap mata Anggi dalam-dalam untuk melihat apakah Anggi berbohong atau tidak.
"Aku akan menjadi saksi pernikahan kalian, aku pulang." Faris mencium dahi Senja untuk terakhir kalinya dan berjalan ke luar ruang rawat Senja.
"Kak Faris," panggil Senja sebelum Faris benar-benar keluar.
"Ada apa?" tanya Faris lembut.
"Terima kasih untuk ... semuanya, aku berdoa semoga Kakak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku," ucap Senja sambil melambaikan tangannya dan tersenyum memberikan semangat untuk Faris.
"Terima kasih," jawab Faris kemudian berlalu pergi.
Anggi duduk di tepi ranjang rawat Senja, Anggi menarik Senja ke pelukannya dan mengelus kepala Senja dengan sayang.
"Maaf karena aku pernah melukai kamu," mohon Anggi.
"Aku memaafkan kamu, tapi Kak Anggi harus berjanji untuk tidak melukai aku lagi!" tutur Senja.
__ADS_1
"Aku janji," ucap Anggi dan mencium dahi Senja cukup lama.
***
Dua bulan berlalu, Senja sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Namun, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuknya karena hari ini ia akan menikah dengan Anggi.
Saat ini Senja sedang duduk di kamar ditemani Zara dan Alarice, dan akan turun ke lantai satu ketika MC memanggil namanya.
Samar-samar Senja mendengar suara Anggi yang mengucapkan ijab qobul dengan lantang.
"Saya terima nikah kawinnya Senja Stevia Davidson dengan mas kawin yang telah disebutkan tunai," ucap Anggi lantang.
"Bagaimana saksi, sah?"
"Sah," jawab para saksi.
Alarice dan Zara menuntun Senja turun ke lantai satu untuk disandingkan dengan suaminya. Seluruh tamu yang hadir melihat ke arah mempelai wanita yang terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya muslim sederhana dan elegan.
Senja sekarang sudah duduk di sebelah Anggi. Bertukar cincin, menandatangani buku nikah mencium punggung tangan Anggi dan Anggi mencium dahi Senja.
"Aku tunggu malam ini, Sayang," bisik Anggi pada Senja, wajah Senja langsung memerah mendengar perkataan Anggi baru saja.
Acara pernikahan cukup sederhana dan resepsi juga diadakan hari itu juga. Setelah acara selesai, Senja dan Anggi langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri karena merasa sangat lelah dengan aktivitas hari ini.
__ADS_1
Senja duduk di tepi ranjang dengan hanya memaki jubah handuk dan rambutnya yang panjang ia biarkan terurai begitu saja.
Anggi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya. Wajah Senja memerah melihat tubuh suaminya yang sangat menggoda iman.
Anggi mendekati Senja, mencium dahinya, dan mendorong tubuh Senja sampai telentang di ranjang.
Anggi melepas jubah handuk Senja hingga tubuh istrinya yang polos terlihat jelas di matanya.
Anggi juga melepas handuk yang ia pakai kemudian menindih tubuh polisi istrinya. Anggi menutup tubuh mereka dengan selimut dan Anggi mulai bermain bersama istrinya di ranjang.
Anggi mencium seluruh bagain tubuh Senja yang ia sukai, meremas dan memelintir gundukan di dada Senja dan membuat Senja mengeluarkan suara yang seksi dan membuat Anggi semakin bersemangat.
"Aku mulai, Sayang." Perlahan Anggi menerobos memasuki tubuh istrinya, walau sedikit kesulitan dan beberapa kali mencoba, akhirnya tubuh mereka menyatu. Senja merasakan rasa sakit ketika suaminya memasuki tubuhnya dengan sangat dalam dan tidak segera bergerak.
Air mata Senja mengalir menahan rasa sakit itu, ia bahagia karena telah memberikan kehormatannya pada Anggi.
Anggi mulai bergerak seperti orang yang menunggangi kuda, menghentakkan dengan cepat dan kadang lambat membuat Senja mengeluarkan suara berisik dan mencakar-cakar tubuhnya merasakan penyatuan mereka yang sangat menyakitkan namun juga nikmat.
Anggi membenamkan miliknya sampai ke pangkal saat menyemburkan benih yang ia harapkan akan menjadi anak nanti. Senja merasakan di dalam sana sangat hangat, Anggi tumbang di sebelah Senja dengan napas megap-megap.
"Terima kasih, Sayang. Nanti kita lakukan lagi ya sampai pagi," ucap Anggi.
Senja hanya mengangguk dan memeluk tubuh Anggi dengan erat, ia memejamkan matanya dan tidur dengan saling berpelukan.
__ADS_1
****
END.