
"Buka dong!" pinta gadis itu.
"Ogah." Erick kembali masuk ke dalam mobil kemudian segera melajukan mobilnya meninggalkan gadis itu.
Gadis itu memandang mobil Erick yang semakin menjauh dengan pandangan sedih.
"Kenapa Kak Erick sikapnya dingin banget sama aku?" batin gadis itu.
Sedangkan di dalam mobilnya, Erick sedang emosi, kenapa dia harus satu sekolahan dengan gadis itu.
"Kenapa sih dia harus hadir di hidup gue?" gerutu Erick.
Erick memang sedang marah namun itu tidak mengurangi fokusnya saat mengemudi.
Sesampainya di rumah dan setelah memarkirkan mobilnya, Erick segera masuk ke dalam rumah dan langsung di sambut mamanya.
"Assalamualaikum Ma, Erick pulang." ucap Erick sambil mencium mamanya.
"Waalaikumsalam sayang, kenapa muka kamu cemberut gitu?ada masalah ya?" tanya mama Erick.
"Nggak apa-apa kok Ma, Erick ke kamar dulu ya Ma." pamit Erick.
"Iya sayang."
"Putraku kenapa ya? tidak biasanya dia cemberut seperti itu, tapi aku juga tidak ingin memaksanya untuk bercerita."
Erick segera berjalan ke kamarnya, dia menoleh kepada mamanya sebentar dan melihat mamanya sedang tersenyum ke arahnya, Erick membalas senyuman itu kemudian kembali melangkah.
"Erick nggak mungkin ngasih tau Mama, Erick nggak mau bikin mama sedih." batin Erick.
🍁🍁🍁
Anggi dan Senja belum sampai rumah, karena bukannya mengantar Senja, Anggi malah membawa Senja ke taman kota.
Awalnya Senja tidak mau turun dari mobil, tapi lagi-lagi Anggi mengancamnya jika dia tidak ikut turun, dan dengan sangat terpaksa Senja turun.
Senja sekarang sedang duduk di kursi panjang bawah pohon, tempat di mana dia bertemu dengan seseorang dulu.
Sedangkan Anggi, dia sekarang sedang membeli sesuatu untuk dirinya dan Senja.
Senja mengingat kenangannya beberapa bulan yang lalu saat dirinya sedang menunggu Hendi balik dari toilet.
"Aku rindu banget sama dia, apa dia juga rindu sama aku? Tuhan mengapa dia pergi tanpa pamit?" batin Senja.
Anggi sudah kembali dan duduk di samping Senja. Anggi melihat Senja sedang melamun. Sehingga muncullah ide jail di otaknya.
Anggi menempelkan ice cream ke hidung Senja, sehingga membuat Senja tersentak karena merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh hidungnya.
"Kak Anggi, nggak usah jail bisa nggak sih?" ujar Senja dengan menatap Anggi kesal.
"Nggak bisa."
"Lihat nih kan hidung aku jadi kotor." maki Senja sambil membersihkan hidungnya dengan menggunakan tangan.
"Habisnya lo ngelamun sih."
"Bodo amat lah."
"Nih ice cream buat lo!" Anggi memberikan satu ice cream yang berada di salah satu tangannya.
"Nggak mau ah,kan itu udah kotor."tolak Senja dengan jutek.
"Kenapa emang?"
"Itu kan udah kena hidung aku Kak, buang aja sana!" Senja menatap Anggi sebal.
"Yaudah kalau nggak mau, gue buang sekarang." ucap Anggi sambil berdiri.
"Yaudah sana!"
"Ok." Anggi berjalan ke tempat sampah terdekat kemudian membuang ice cream tersebut.
"Yaudah nih, ice cream gue buat lo aja." Anggi memberikan ice cream miliknya.
"Nggak mau." tolak Senja.
__ADS_1
"Beneran nih nggak mau?padahal enak banget lho, seger banget tau." Anggi menggoda Senja dengan memakan ice cream itu seolah ice cream itu sangat enak dan menyegarkan.
"Iya nggak mau." Senja tidak tergoda sama sekali.
"Yaudah, lo kenapa sih jutek gitu sama gue? gue punya salah apa sama lo?"
"Pikir aja sendiri." ucap Senja.
"Emang ya kalau cewe lagi ngambek itu di tanya pasti jawabannya kaya soal teka teki, biar si cowo nebak isinya, emang kita peramal apa? kadang malah ngatain cowo itu nggak peka lagi."ujar Anggi sambil melirik ke arah Senja.
"Emang aku bilang kalau Kakak nggak peka?"ucap Senja sambil menatap tajam Anggi.
"Nggak bilang sih, tapi sikap lo yang seakan mengatakan kalau gue ini nggak peka." balas Anggi sok sedih.
"Bodo amat.I hate you."
"But i miss you." Anggi mencubit pipi Senja dengan gemas.
"Aku bukan sequshi, jangan cubit-cubit sakit tau." bentak Senja sambil memelototkan matanya.
"Enak tu cubit apa lagi kalau masih anget mmmm..."
"Bukan cubit kue Kak." ucap Senja sebal.
"Trus apa dong sayang?" tanya Anggi dengan mengedipkan salah satu matanya.
"Sayang-sayang, siap yang Kakak panggil sayang barusan?" bentak Senja.
"Kamu lah sayang siapa lagi?" Anggi yang merasa gemas dengan Senja dan langsung mencium pipinya.
"Kenapa Kakak nyium aku lagi sih?" Senja memukul lengan Anggi dengan keras karena merasa marah saat Anggi tiba-tiba mencium pipinya.
"Aduh, sakit!"
"Bodo amat, aku mau pulang!" Senja berjalan meninggalkan Anggi menuju parkiran taman di mana mobil Anggi berada.
Anggi menyusul Senja, kemudian masuk ke dalam mobilnya.
"Buruan masuk!" perintah Anggi.
Senja masuk ke dalam mobil dengan wajah di tekuk.
Sesampainya di depan gerbang rumah Senja, Senja langsung turun dari mobil dan membanting pintu mobil itu.
"Nggak usah ikut turun, pulang sana hush..." Senja mengusir Anggi.
Anggi menurut dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Senja.
"Galak banget sumpah, kaya ayam lagi jaga anaknya, tapi gue suka." gumam Anggi sambil tersenyum.
🍁🍁🍁
Ketika Senja berjalan melewati depan kamar kakanya, dia melihat Kak Hendi sedang mengobrol dengan temannya, yang Senja lupa namanya.
"Assalamualaikum Kak." salam Senja masuk ke dalam kamar kakaknya dan langsung mencium pipi kakaknya.
"Waalaikumsalam." balas Hendi dan temannya.
"Kok teman kakak nggak di sapa De?"
"Hehe... hay Kak." sapa Senja kemudian menoleh ke arah Hendi.
"Hay juga Senja, baru pulang ya?" balas Alex.
"Siapa nama teman Kakak?" tanyanya pada Hendi.
"Kak Alex."
"Oh." Senja kembali menoleh kepada Alex.
"Iya Kak Alex, Senja baru pulang, Kak Alex udah lama datangnya?" tanya Senja basa-basi.
"Lumayan lah." balas Alex sambil tersenyum.
"Ohhh... yaudah Kak, lanjutin ngobrolnya, Senja mau ke kamar dulu." pamit Senja kepada mereka ber dua.
__ADS_1
"Ok De, nanti kalau udah mandi ke sini lagi ya!" perintah Hendi.
"Ok Kak, Bunda di mana Kak?" tanya Senja sebelum keluar dari kamar kakaknya.
"Lagi belanja ke indomart." jawab Kak Hendi.
"Oke deh." Senja berjalan keluar dari kamar kakaknya kemudian masuk ke kamarnya sendiri, melepas semua pakaiannya dan langsung mandi.
Setelah mandi dan berpakaian Senja masuk ke kamar kakaknya setelah sebelumnya mengetuk pintu.
"Udah selesai De?" tanya Hendi yang sedang duduk di lantai dengan Alex, mereka sedang bermain catur.
"Belum Kak, ini Senja lagi mandi." balas Senja.
"Hahaha... Senja lucu ya." ucap Alex yang mendengar jawaban Senja ketika di tanya Hendi.
"Oh iya De, kok lo udah pulang? kan tadi kami bilang minta jemput kakak? tapi wajar juga sih ini kan udah lewat dua tiga jam dari waktu kamu keluar dari sekolah."
"Iya Kak, tadi Senja itu mau nelephone Kakak, tapi teman Senja mengajak Senja bareng dia, dan bukannya langsung nganter pulang, malah ngajak ke taman dulu." ucap Senja dengan nada kesal karena mengingat Anggi tadi.
"Cowo apa cewe temannya Senja?" tanya Alex.
"Cowo Kak."
"Jangan-jangan Anggi ya De?" tebak Hendi yang sangat tepat.
"Iya."
"Oh."
"Anggi siapa Hen? pacarnya adik lo ya?" tanya Alex ingin tau.
"Bukan, dia kakak kelasnya adik gue."
"Kak Alex kalau ngomong suka ngawur, jangan sampai deh Kak, Senja pacaran sama dia, orangnya nyebelin gitu kalau di ajak pacaran yang ada tiap hari berantem mulu." tempat Senja.
"Oh, jadi ada kesempatan dong buat aku." ucap Alex tanpa sadar.
"Maksud Kak Alex apa?" tanya Senja.
"Emang aku barusan bicara apa?"
"Lupain aja deh!" ucap Senja.
"Ayo Lex lanjut lagi mainnya!" ajak Hendi.
"Trus tadi nyuruh aku ke sini ngapain Kak?" tanya Senja karena merasa dirinya akan di abaikan.
"Ya nemenin kita."
"Ah nggak mau, Senja mau nyusul Bunda aja."
"Bunda udah pulang."
"Jangan bohong."
"Nggak bohong De, sekarang Bunda lagi di dapur itu buat kue."
"Oh, kalau gitu aku mau ke dapur." Sesaat Senja memandang wajah Alex yang mirip dengan seseorang, tapi Senja tidak tau siapa orangnya.
"Kak Alex kita pernah ketemu ya?" Senja yang tadinya berdiri kembali duduk di samping kakaknya.
"Pernah, pas di danau,kenapa emangnya?"tanya Alex.
"Rasa-rasanya aku sering lihat wajah Kakak." ucap Senja jujur.
"Oh ya?"
"Iya."
"Katanya mau ke dapur, nggak jadi?" tanya Hendi.
"Jadi kok, nih sekarang mau ke sana." Senja kembali berdiri kemudian keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur.
Senja ingin membantu Zara tapi karena sudah selesai dan hanya tinggal mengoven saja, akhirnya Senja cuma duduk di kursi dapur.
__ADS_1
#Jangan lupa, like, komen, rate, dan votenya...
Terima kasih 😘💕 ...