Kembali

Kembali
KEMBALI (Tidak Berubah )


__ADS_3

🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋


Namun orang itu sepertinya sangat mengenali Senja, untuk memastikan bahwa wanita di depannya ini benar-benar Senja, orang itu menundukkan badannya dan melihat wajah Senja kemudian dia tersenyum puas.


Senja yang melihat orang itu melihat wajahnya, dia juga melakukan hal sama.


"Kamu." pekik Senja dengan mata yang berbinar.


"Lo beneran Senja kan?" ucap pria itu tersenyum lebar.Kemudia menarik tangan Senja sambil meloncat-loncat kecil dan berputar.


"Wah mereka romantis sekali ya." ucap salah satu orang yang melihat mereka.


"Kau benar, mereka pasangan yang sangat cocok." komentar orang yang lain.


"Ya ini aku, sudah lama kita tidak bertemu, apa yang Kakak lakukan di sini?" tanya Senja kepada pria itu walaupun sebenarnya Senja sudah malu di lihat banyak orang.


"Gue tinggal di negara ini, lo sendiri ngapain di bandara?" tanya balik pria itu.


"Aku mengantarkan Kak Hendi, dia akan kembali ke negaranya." jawab Senja jujur apa adanya.


"Lo ke sini naik apa?" tanya pria itu.


"Aku naik mobilku, kalau Kakak?"


"Gue nggak bawa mobil , gue baru pulang dari luat negeri."


"Sayang sekali." ucap Senja.


"Sayang kenapa?" tanya pria itu sambil mengeryitkan dahinya.


"Aku tidak bisa mengajak Kakak balapan sekarang, apa Kakak mau aku antar ke tempat tinggal Kakak?"Senja menawarkan tumpangan.


"Gue nggak ngerepotin emang?"tanya orang itu.


"Jelas ngerepotin dong, tapi karena udah lama nggak ketemu jadi nggak papa lah Kak." Senja hanya bercanda.


"Lo masih sama, ngeselin."


"Really.Ayo cepat masuk ke mobilku, apa Kakak tidak malu menjadi tontonan banyak orang?" Senja menyuruh orang itu untuk segera masuk ke dalam mobil miliknya.


Pria itu memperhatikan situasi di sekitar mereka dan baru menyadari jika banyak mata yang melihat mereka, pria itu kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil.


"Kenapa nggak bilang dari tadi sih, dasar curut." pria itu menjitak dahi Senja, hal yang sering dia lakukan waktu SMA dulu.


"Arrrggghhh... Kak Anggi sakit." pekik Senja.


"Biarin,gue udah lama nggak jailin lo, gue kangen tau jailin lo, setiap kali gue usil pasti lo bakal marah sama gue, tapi nggak butuh waktu lama kita akrab lagi haha." ucap orang itu yang ternyata adalah Anggi.


Senja mengingat itu, kenangan saat mereka SMA dulu memang cukup menyenangkan.


"Dasar Kak Anggi ngeselin banget sih." ucap Senja kesal.


"Haha gue kan emang gini."


"Ok."


"Lo ngapain di sini?"


"Aku juga tinggal di sini Kak, aku kuliah di sini juga."


"Kenapa gue nggak pernah liat lo, padahal kan kita di negara yang sama, lagi pula kalau di hitung-hitung lo berarti di sini udah hampir satu setengah satun."tanya Anggi karena tidak menyangka jika dia satu negara negara dengan Senja.


"Jarang keluar rumah aku Kak."ucap Senja jujur.


"Oh."


"Alamat rumah Kakak di mana biar aku langsung tancap gas ke sana?"


"Di jalan XX no 25."


"Wah berarti kita tetanggaan dong Kak, aku juga tinggal di jalan XX no 29 tapi."


"Gila, kok gue nggak tau ya kalau kita bertetangga."


"Kan aku udah bilang kalau aku jarang keluar rumah."


"Padahal rumah kita dekat banget ya."


"Iya, Kak Hendra sama Kak Erick apa kabar Kak? Udah lama aku nggak ketemu sama mereka juga."


"Kok lo malah nanyain kabar mereka sih? kabar gue yang di sini aja nggak di tanyain" ucap Anggi cemberut karena merasa dirinya terabaikan.


"Haha, Kak Anggi aneh ya, kan aku udah lihat Kakak jadi aku tau lah kalau kabar Kakak sehat dan baik, kalau mereka kan aku nggak lihat jadi wajar lah kalau aku tanya kabar mereka." ucap Senja sambil melirik sebentar ke arah Anggi.


"Kabar mereka baik juga kok, mereka juga tinggal di sini, mereka tinggal sama aku."


"Wah, aku nggak nyangka banget."


"Kalau lo kangen sama mereka lo boleh main aja ke rumah gue." ucap Anggi.


"Oke deh Kak aku main. Sekarang ya tapi?"

__ADS_1


"Lo kangen banget ya sama mereka?"


"Iya aku kangen sama Kak Hendra." ucap Senja sambil melihat ke arah Anggi, karena Senja tau kalau Anggi tidak suka kalau Senja dekat sama Hendra.


"Kalau gitu, gue nggak ngizinin lo main ke rumah gue." ucap Anggi kesal.


"Haha ... Kakak masih sama ya tidak berubah." ucap Senja sambil tertawa.


"Ya gue emang gini mau gimana lagi." ucap Anggi ketus.


"Kakak cemburu ya?" ucap Senja sambil mengedipkan satu matanya ke arah Anggi Senja hanya asal mengucapkan kata-kata itu.


Tapi Anggi menanggapi itu dengan serius.


"Kalau iya kenapa?"


"Cemburu tanda cinta lho Kak."goda Senja.


"Trus?"


"Kalau Kak Anggi cemburu berati Kak Anggi cinta dong sama aku?" ucap Senja mengedipkan satu matanya lagi.


"Idih PD gila." ujar Anggi nerveous.


"Berarti kalau nggak cemburu sama aku cemburu sama Kak Hendra dong, Kaka Anggi kan dari dulu nggak suka kalau aku dekat sama Kak Hendra, jangan-jangan Kak Anggi takut lagi, kalau aku rebut Kak Hendra dari Kakak." ucap Senja.


"Bwahahahahaha... lo kira gue gay?" ucap Anggi terbahak dan langsung mencubit pipi senja karena merasa gemas dengan gadis itu.


"Haha...." Senja ikut tertawa melihat Anggi tertawa.


"Jadi boleh nggak nih aku main ke rumah Kakak?" tanya Senja.


"Iya-iya boleh."


"Kalau gitu aku langsung main sekarang ya." Senja membatalkan rencananya untuk pergi ke apartemen Alarice.


"Ok."


"Thank you Kak, you are very handsome." ucap Senja.


Anggi yang mendengar perkataan Senja wajahnya langsung panas, pipinya pasti merah sekarang karena malu, Anggi melihat ke arah luar dan dia tersnyum-senyum karena perkataan Senja barusan.


Senja tidak bisa melihat itu, karena pandangannya fokus menatap ke depan.


Setengah jam kemudian mereka telah sampai di depan gerbang rumah Anggi, setelah pintu gerbang di buka Senja melajukan mobilnya masuk ke halaman rumah Anggi.


"Parkir sini aja."


"Ok."


"Lo tunggu di sini dulu ya, gue panggilin Hendra dan Erick." perintah Anggi.


Senja kemudian duduk di sofa ruang tamu. Senja memperhatikan sekeliling, ternyata rumah ini mewah juga, tidak kalah mewah dari rumahnya.


🍁🍁🍁


Anggi berjalan menaiki tangga, dia menuju ke kamar Hendra dan juga Erick. Anggi melihat dua sahabatnya itu masih tidur.


"Bangun woy bangun, udah siang juga masih tidur aja." Anggi membangunkan mereka dengan cara menarik kaki mereka.


"Jangan ganggu deh lo, masih pagi juga, gue masih ngantuk, keluar sana!" ucap Erick masih dengan mata tertutup.


"Kalian kan punya kamar sendiri-sendiri kenapa malah tidur berdua sih? jangan-jangan tadi malam kalian." ucapan Anggi terpotong karena Hendra berbicara.


"Gue masih normal woy." teriak Hendra bangun dari tidurnya.


"Hahahaha... mandi sana kalian, ada cewe tu nyariin kalian." ucap Anggi.


"Siapa?" tanya Erick antusias langsung bangun dari tidurnya.


"Rahasia, buruan mandi sana, kalian nggak malu mau nemuin dia padahal belum mandi, ih jorok." ucap Anggi yang melihat kedua sahabatnya keluar dari kamar.


Hendra dan Erick langsung kembali ke kamar masing-masing. Dan segera mandi dengan cepat tapi ini Benar-benar mandi lho ya. Cowo itu kalau mandi cepat nggak kaya cewe bisa se abad.


Anggi berganti pakaian setelah itu kembali turun untuk menemani Senja.


Anggi menyuruh pelayanan untuk membuatkan minum dan membawakan cemilan.


"Tunggu ya mereka lagi mandi, baru aja bangun tidur." ucap Anggi ikut duduk di sofa.


"Padahal udah siang kok baru bangun."


"Palingan tadi malam bergadang mereka."


"Hmm." Senja menganggukkan kepalanya.


"Lo di sini tinggal sama siapa?"tanya Anggi agar ada topik untuk mengobrol.


"Aku tinggal sama pelayan."jawab Senja.


Sepuluh menit kemudian Hendra dan Erick turun bersamaan. Mereka melihat ada wanita berhijab sedang mengobrol dengan Anggi.

__ADS_1


Mereka menghampiri Anggi dan Senja.


"Senja, Hendra sama Erick sudah turun." Anggi memberitahu Senja.


Senja menoleh ke arah belakang dan tersenyum.


"Hay Kak Erick, hay Kak Hendra." Senja menyapa mereka.


Erick dan Hendra terkejut saat mengetahui gadis itu ternyata Senja, adik kelas yang menjadi musuh sekaligus teman Anggi.


"Hay juga, Senja kok bisa di sini?" tanya Kak Hendra kemudian langsung duduk di samping Senja begitu pula dengan Erick.


Anggi yang melihat kedua sahabatnya duduk dekat dengan Senja merasa tidak suka.


"Hehe... bisa dong Kak, kita tetanggaan."ucap Senja ramah sambil tersenyum.


"Maksud kamu?" tanya Hendra tidak paham.


"Dia itu juga tinggal di sini, di rumah no 29." Anggi yang menjawab.


"Baru pindah ya?" tanya Erick.


"Aku udah satu tahun lebih Kak tinggal di sini."


"Masa sih? kok gue nggak pernah liat lo." ucap Erick lagi.


"Gilq, padahal rumah kita deket banget ya, tapi emang hebat banget bisa nggak ketemu padahal selama itu." timnas Hendra.


"Iya, lebih ngapain aja emang di sini?"


"Aku nggak pernah keluar rumah Kak, keluar cuma kalau penting aja."


"Pantesan."


"Jangan pantesan bahaya, nanti kalau meledak gimana coba?" sahut Anggi.


Hendra dan Erick saking pandang, mereka tidak mengerti apa maksud perkataan Anggi barusan.


"Itu petasan Kak Anggi, bukan pantesan." ucap Senja tertawa.


Hendra dan Erick seketika jadi paham.


"Ohhh... gue baru tahu."


"Enak tu tahu di goreng, tambah sambal uhh nikmatanya." ucap Erick sambil membayangkan.


"Sambal mah enaknya di pakai di kaki." sahut Hendra.


"Sandal woy bukan sambal." Anggi menanggapi candaan Hendra.


"Kalian masih sama tidak berubah." ucap Senja memperhatikan ketiga pemuda itu.


"Hahahaha...." mereka bertiga tertawa.


"Senja kapan-kapan nonton yuk!" ajak Kak Hendra.


"Setuju gue sama Hendra." ucap Erick.


"InsyaAllah ya Kak."


"Gue cuma ngajak Senja nggak ngajak kalian."ujat Hendra dengan kesal.


"Nggak bisa." teriak Anggi yang berhasil membuat mereka melihat ke arahnya.


"Kenapa emang?" tanya Senja yang langsung membuat Anggi kikuk.


"Em-em... it-i-itu lho, kan mereka sahabat gue, jadi nggak bisa dong kalau cuma berdua sama lo." balas Anggi.


"Kak Anggi cemburu ya?" Senja menggoda Anggi.


Erick dan Hendra tersenyum puas melihat wajah Anggi yang memerah.


"Kenapa wajah lo merah Nggi?" ledek Erick.


"Oh jadi lo cemburu, haha... ternyata lo suka sama Senja." Hendra juga meledek Anggi.


Senja tersenyum melihat wajah Anggi yang berubah merah, karena wajahnya akan sangat menggemaskan.


"Apaan sih lo, mau gue lempar pakai vas?" ucap Anggi sambil mengambil vas yang terletak di meja.


"Jangan berantem ya, Kakak-Kakak aku mau pulang dulu ya, udah siang nih," pamit Senja.


"Kan baru sebentar di sini, masa udah mau pulang, bentar lagi lah," tahan Erick.


"Iya nanti aja pulangnya, katanya lo kangen sama Hendra, kan Hendra di sini, jadi lo pulangnya nanti aja." ucap Anggi ingin membalas membuat malu Senja.


"Emang benar Senja kangen sama Kakak?" tanya Hendra kepada Senja setelah mendengar ucapan Anggi.


"Iya Kak Hendra, i miss you." balas Senja sambil membentuk love dengan jari telunjuk dan kelingkingnya.


"Miss you too." balas Hendra.

__ADS_1


#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...


Terima kasih 😘💕...


__ADS_2