Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Tidur di perpustakaan


__ADS_3

"Stop! Stop! Udah gue turun di sini aja." kata Sari.


"Ngapain? Kan sekolah masih jauh."Balas Vicky.


"Udah berhenti aja! Cepatan."


Vicky menghentikan mobilnya. Sebelum keluar dari mobil, Sari melihat keadaan sekeliling. Merasa keadaan aman, Sari dengan buru - buru keluar.


Blam! Sari menutup pintu mobil dengan keras.


"Njir, bisa pelan nggak!" teriak Vicky kesal.


"Dasar keras kepala!" Vicky menjalankan mobilnya, dan membunyikan klason saat dia berpapasan dengan istrinya.


TINNNN!!!


"Arghh... ******, jantung gue." Sari mengelus dadanya.


Sari berjalan pelan menuju ke sekolahnya yang lumayan jauh. "Coba tadi gue di antar sama pak Mamat, kan gue nggak perlu jalan gini"gerutu Sari.


Tin!


Sari menoleh, saat ada sebuat motor berhenti di sampingnya. Sari sudah tau siapa pemilik motor itu. Siapa lagi kalau bukan Jepri.


"Sar, lo ngapain?"tanya Jepri membuka kaca helmnya.


"Lagi ngedance, gue."jawab Sari Asal.


"Hah, ngedance? Yang bener aja, sejak kapan lo hobi ngedance di jalan kayak gini?"


"Tc, dasar. Gitu aja percaya."


"Yaelah, gue kira. Yaudah yuk, bareng gue. Ngapain sih, pagi - pagi jalan kaki gini"


"Malas, ntar ada yang marah lagi."tolak Sari


"Siapa yang marah coba, orang bini gue cuma elo."ucap Jepri mengedipkan matanya.


"Bini, bini. Enak aja lo. kapan ijab kobulnya?" pungkas Sari.


"Pulang sekolaj kantor KUA yuk, biar sah."


Plak!


Sari menamplok kepala Jepri yang tertutup helm.


"Yudah yu, keburu telat!" Sari pun dengan semangat naik keatas motor gede milik Jepri.


Di sekolah, terlihat Vicky yang baru keluar dari mobil. Saat ia hendak melangkah meninggalkan pakiran. Matanya nggak sengaja, melihat istrinya di bonceng oleh seorang pria.


Vicky mengepal tangannya." Jadi, ini alasan lo nggak mau bareng sama gue."gumam Vicky, kesal


Dengan dada yang bergemuruh, Vicky meninggalkan pakira , dan berjalan menuju ke ruang Osis.


____

__ADS_1


"Cie, yang berangkat bareng.."


"Apaan sih lo, Lan. Gak jelas banget!"seru Sari, duduk di kursinya.


"Haha... Kok bisa sih kalian bareng gitu? Atau lo udah memutuskan untuk nerima si jeprik?"tanya Manda, berdiri di dekat Sari.


"Nggak gitu juga rumusnya, Tadi tu mobil gue rusak jadi gue naik bis,dan gue nggak sengaja ketemu sama dia. Ya dari pada jalan kaki yakan, mending gue bareng sama dia." ujar Sari.


"Wuuu, mobil Sari puspita rusak Guys, padahal kita tau banget kalau mobilnya nggak cuma satu."


"Ya... Pokoknya gitu deh, apaan sih kalian. Nggak di bahas lagi." kata Sari.


"Haha."


"Kalau lo beneran jadian sama jeprik juga nggak apa - apa kali Sar,"


Bugh! Sari melempar Ulan dengan tasnya.


"Aw, sakit njir" pekik Ulan kesakitan


"Mampus, makanya diam."


____


"Sar, lo yakin nggak mau ke kantin?"tanya Manda.


"Nggak, gue mau ke perpus aja. Gue belum paham sama materi tadi, lagian gue nggak nafsu makan."


"Yaudah kalau gitu kita duluan ya. Bye."


Setelah kedua sahabatnya pergi, Sari pun bersiap untuk pergi ke perpus. Sebenarnya, alasan Sari ke perpus bukan untuk belajar. Melaikan untuk nenangin hati dan pikirannya.


Di kantin


"Vic, lo lagi liatin apaan sih, kok dari tadi liatin kearah pintu mulu? Lo lagi nunggu siapa sih?"


"Makan aja tu makanan lo, nggak usah urusin gue."


"Yaelah, sensi bener. Perasaan dari tadi pagi lo badmood mulu deh, ada apa sih? Nggak biasanya lo kaya gini?"


"Lan, lo mau makan apa? Gue pesenan, lo nyari meja ya." Vicky menoleh saat mendengar suara Manda sahabat Sari.


"Kok mereka cuma berdua, Sari kemana? "batin Vicky


"Samain aja sama lo, kita duduk di pojokan sana aja ya." ujar Ulan sambil menunjuk meja kosong du sudut kantin.


"Ok"


Ulan pun berjalan menuju meja, sambil menunggu Manda, ia memutuskan untuk memainkan ponselnya.


"Hai, ulan. Kok sendiri aja, temen lu yang lain mana?"tanya Davit.


"Iya, itu manda lagi pesan makanan. Kenapa emangnya?"tanya Ulan.


"Nggak ada, kita boleh gabung nggak?"tanya Davit

__ADS_1


"Hmm, Sorry meja ini sudah penuh."tolak Ulan sambil tersenyum


"Kan kalian cuma berdua, masih kosong 2 kursi lagi dong. Bisa lah buat kita."


"Lo ngerti bahasa manusia kan?!" tanya Ulan dengan nada tak suka.


"Tc, begulu bener lu jadi cewek."


"Ya kali gue cowok, udah sana deh. Nggak usah rusak mood gue." usir Ulan.


Davit pun pergi dengan menendang salah satu kursi.


"Yee, pake nendang segala, lo kira itu kursi di beli nggak pake duit, dasar sok kecakepan." dengus Ulan.


"Kenapa lu?"tanya manda, yang baru datang.


"Biasa, Si Davit."


"Bener - bener deh tu cowok ya, nggak capej apa deketin lo mulu?" Ulan hanya mengedikkan bahunya.


"Udalah nggak usah urusin dia mending kita cepat makan, biar bisa nyusul Sari ke perpus." kata Sari


"Oo, jadi dia di perpus." Vicky beranjak berdiri.


"Mau kemana, Ky?"


"Biasa, ke kelas."


"Ngapain?"


"Beranak!"Vicky pun berlalu pergi, meninggalkan kantin.


___


Di perpus Sari mengambil sebuah buku, entah itu buku apa dia pun tak tau, yang penting tadi dia mengambil buku tanpa melihat judulnya.


Sari berjalan ke meja yang paling sudut, ia membuka bukunya dan meletakkannya di atas meja.


"Ngantuk banget gue." Sari mulai merebahkan kepalanya dengan buku yang di jadiin bantal.


Tak butuh waktu lama, Sari sudah tertidur. Bahkan dia tidak menyadari kalau sekarang Vicky sudah duduk di sebelahnya.


"Ke perpus bukannya baca, ini malah tidur." Vicky menggelengkan kepalanya. Ia ikut merebahkan kepalanya di atas meja.


"Kalau lo diam gini, sumpah lo cantik banget."puji Vicky sambil tersenyum, entah kenapa dia sangat suka melihat.


Sekitar 1 jam lama nya, Sari tidur di perpus. Dia sangat kaget saat melihat jam tangannya.


"Astagfirullah, gue telat." Sari buru - buru berlalu dari perpus.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2