
Kenapa rasanya sangat menyakitkan, gue tahan dengan semua pemandangan yang ada di sebelah . Dari pada gue mati karena jantungan di sini, mending gue keluar aja deh..
Tanpa Ba Bi Bu Be Bo, gue langsung minta izin pada pak bambang selaku guru kesiswaan. Awalnya gue berniat menyendiri di kelas, tapi saat gue melihat jam, jadi gue putuskan untuk pilang saja sekalian. Palingan besok cuma di suruh hormat bendera.
Gue berjalan ke pakirn, kebetulan hari ini gue bawa mobil jadi nggak perlu nunggu mang ujang dulu. Saat sampai di pakiran , tanpa engan gue melewati mobil Vicky.
"Rasain lo!!'
____
Pukul 7 malam, Sari baru saja menyelesaikan makan malamnya bersama para pelayan ke sayangannya, siapa lagi kalau bukan mbok Darmi dan mang Ujang.
"Non, Den Vicky kemana? Kok jam segini belum pulang?" tanya mbok Darmi duduk di sebelah Sari di ruang keluarga.
"Nggak tau mbok, tadi kan aku pulangnya duluan dari yang lain adi aku nggak tau di kemana, dan dia juga nggak ada ngehubungin aku." ujar Sari enteng
"Apa terjadi sesuatu ya non, makanya Aden pulangnnya lama.." tebak mbok Darmi.
"Doain aja, sebuanya baik - baik aja mbok." ucap Sari.
"Udahlah mbok nggak usah bahas dia lgi, aku lagi malas denger nama dia." kata Sari menyalakan tv.
"Kenapa? Apa kalian lagi berantem?" tanya mbok lagi.
Sari menoleh dan tersenyum, inilah yang dia sukai dari mbok Darmi. Mbok Darmi adalah orang yang ppaling mengerti tentang Sari.
"Nggak kok mbok, kita ai - baik aja." ucap Sari memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
"Malam ini, mbok mau nggak tidur bareng Ai?" tanya Sari
Mbok Darmi, menoleh kebawah menatap wajah nonanya dengan kening yang berkerut. "Nggak boleh nona, nona sekarang bukan anak kecil lagi yang bisa mbo temenin kapan aja. Nona sekarang udah punya suami."ucap Mbok Darmi.
"Tapi aku kangen tidur sama mbok.." rengek Sari.
Mbok Darmi tersenyum, dia tau kalau nonanya sudah seperti ini pasti ada suatu hal yang sedang membebaninya.
"Atau gimana mbok, kalau mang ujang tidur sama Vicky dan ku tidur sama mbok.." kata Sari, yang entah dapat ide dari mana.
"Nggak Mau!!" Saut seseorang dari pintu masuk.
Sari dan Mbok Darmi menoleh ke sumber suara, Sari dengan malas mengalihkan pandangannya lagi setelah mengetahui siapa pemilik suara itu.
"Nggak ada yag boleh, change - change kamar11' tegas Vicky menghampiri ruang keluarga.
"Non, kalau gitu Mbok kebelakang dulu ya. permisi." ucap mbok Darmi melepaskan pelukan Sari dan berpaitan pada Vicky, mbok Darmi berlalu prgi dari hadapan mereka. Kii tinggallah Sari dan Vicky yang ada di ruangan itu.
Sari memilih menatap ke layar Tv, mengabaikan Vicky yang sedang menatapnya tajam.
__ADS_1
"Nggak usah sok cuek. Gue tahu lo pelakunya." ujar Vicky.
Sari pura - pura tidak dengar, dia beranjak dari sofa dan hendak berlalu dari sana . Dia sedang malas untuk berdebat.
"Jangan lari dai masalah!!" Vicky menahan tangan nya.
"Apaan sih, lepasin tangan gue!!"Sari menepis tangan Vicky.
"Lo sebenarnya ada apa sih, Ai? Gue perhatiin lo kaya nahan sesuatu gitu, gue punya salah apa sama lo?" tanya vicky.
"Nggak ada masalah, dan gue baik - baik aja, itu perasaan lo aja." jawab Sari menunduk, dia nggak berani menatap mata Vicky karena dia sedang berbohong.
"Kalau ngomong sama orang itu jangan nunduk! Nggak sopan tau nggak." Vicky mengangkat kepala Sari hingga kini Sari menatapnya.
"Sekarang baru ngomong, lo bilang apa tadi?" tanya Vicky yang menyuru Sari buat mengulang kata-katanya.
" Lepasin gue mau tidur!" seru Sari menatap vicky tajam.
"Nggak boleh! Lo boleh tidur kalau masalah di antara kita udah selesai. Gue tahu lo lagi kesal atau marah sama gue. Dan gue pengen denger apa yang membuat lo marah sama gue."ujar Vicky
"Gue nggk lagi kesal atau pun marah sama lo, emang apa hak gue marah sama lo." balas Sari.
"Bohong, kalau lo nggak marah. Terus kenapa lo kempesin semua ban mobil gue?!" tanya Vicky menatap Sari dengan tataan selidik.
"Itu buk...."
Cup
"Dasar tukang bohong, itu hukuman untuk semua kebohongan yang lo ucapkan." ujar Vicky, Sari terdiam tak brgeming.
"Gue tahu kalau lo pelakunya , karena gue udah lihat cctv pakiran, dasar bodoh lo nggak tahu ya kalau pakiran ada cctvnya." ucap Vicky.
"Terserah.." Sari menghempaskan tangan Vicky dan berlari masuk ke dalam kamar.
"Ai tunggu!" teriak Vicky mengejar sari dan sialnya, Sari mengunci pintu kamar.
"Ai buka!!" teriak Vicky mengedor - ngedor pintu kamar.
"MALAM INI LO TIDUR DI KAMAR TAMU. " teriak Sari dari dalam kamar.
"Gue doobrak nih pintu!" ancam Vicky
"Ai, gue nggak main - main, kalau dalam hitungan 3 lo nggak buka pintu. jangan salahi gue kalau pintu lo bakalan gue rusak." ancamnya lagi. Vicky menempielkan telinganya ke pintu dan tidak mendengar adanya pergerakan di dalam.
"Baiklah kalau itu ke mauan lo..."
"1... 2..."
__ADS_1
CLIK
Sari membuka kunci, Vicky masuk ke dalam kamar dan melihat kalau Sari sudah tidur di sofa dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Ai!!"panggil Vicky
"Ai, gue tahu kalau lo belum tidur." ucap Vicky.
""Ai, gue nggak mau di antara kita ada kesalah pahaman lagi." Sari masih tak bergeming
"Jangan kekanak - kanakan deh Ai. Kita udah sama - sama dewasa., kalau lo massih kayak gini gimana masa edpan rumah tangga kita kelak. "
"Gue nggak mau, dalam hubungan kita ini ada kebohongan dan gue juga nggak mau kalau salah satu dari kita ada yang tersakiti." ujar Vicky lagi.
Sari membuka selimutnya dengan kasar, di tatapnya Vicky dengan tajam.
"Ke kanak - kanakan? Kebohongan? Kesalah pahaman?... Gue saranin sebelum lo ngomong gitu , mending lo ngaca dulu deh..." ucap Sari
" Lo bilang gue ke kanak - kanakan. Lo sendiri nyadar nggak gimana sikap lo ke gue. Lo bilang gue pembohong, Kebohongan apa yang udah gue lakuin sama lo? Kesalah pahaman ini terjadi semuanya karena lo!!" ujar Sari emosi.
"Maksudnya?" Tanya Vicky yang seolah tidak mengerti
"Udahlah , Vick. Gue lagi nggak mau berantem," ujar Sari membuang muka.
" Kenapa lo marah sama gue? apa kesalahan gue?" tanya Vicky.
"Pikir aja sendiri!" serunya
"Kalau lo nggak bilang , mana gue tau kesalahan gue apa?" tanya Vicky lagi.
"Tc, pokoknya gue nggak mau ngomong sama lo. Sebelum lo menyadari apa kesalahan lo." ucap Sari beranjak dari sofa.
"Lo mau kemana?" tanya Vicky
"Gue mau ke kamar tamu, gue muak lihat muka lo." ujarnya. Sari melangkah keluar kamar.
Saat sampai di ambang pintu, Sari menoleh kebelakang . " Oiya, gue nggak mau tau pokokna lo harus batalin surat izin gue ikut camping. Gue nggak mau ikut acara itu!!" seru nya, kemudian Sari hendak melanjutkan langkahnya.
"Ai..."
"Apa lagi? " tanya Sari tanpa melihat wajah cowok itu.
"Suratnya udah nggak bisa di batalin karena nama - nama pesertanya udah di serahkan ke yayasan dan timnya juga udah d bentuk." ujar Vicky
"APA?" teriak Sari tambah kesal, ia menatap Vicky dengan tatapan membunuh.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜