
Seusai lari mengelilingi lapangan , Sari pun duduk melonjorkan kakinya dengan kelelahan . tiba-tiba Vicky menghampiri Sari dengan memberikan sebotol air minum dan sapu tangan.
" Minumlah , kamu pasti sangat lelah " Uca Vicky membukakan botol minum tersebut untuk Sari, Sari mengerutkan keningnya seketika .
" Sudah tahu lelah masih saja banyak bicara , aku tidak butuh minum darimu . ini semua gara-gara kamu! Jadi pergilah sana !" Kata Sari dengan melototkan matanya, ia membuang wajahnya dan menelan ludahnya dengan begitu kasar karena menahan kehausan. Vicky pun tak bergeming dan hanya memperhatikan sari dari samping .
" Kenapa Kakak masih di sini ?Pergilah !" seru Sari dengan meninggikan suaranya . Vicky pun hanya diam , ia meletakkan botol minum dan sapu tangan tersebut di samping Sari, dan Beranjak Pergi Meninggalkan Sari tanpa berkata sepatah kata pun .
Sari pun melirik ke arah botol minum tersebut dan ia memperhatikan Vicky yang sudah tidak terlihat dari jangkauan pandangannya.
Glek
" Sialan , aku sangat haus sekali." gumam Sari dengan memelaskan wajahnya. Dengan terpaksa Sari pun meminum air yang di bawakan Vicky tadi.
Beberapa bulan kemudian.
Sari pun sudah terbiasa belajar dan melakukan aktivitas di sekolah barunya tersebut, dia juga sudah memiliki sahabat yang sangat baik.
Waktu itu kelas tari dan kelas Vicky hanya berjarak dua ruangan , setiap kali istirahat Sari Tak pernah melewatkan untuk makan di kantin dengan cepat-cepat kemudian seusai makan seperti biasa ia langsung pergi ke perpustakaan untuk membaca buku dan terkadang ia pergi ke sana hanya untuk pergi tidur atau menenangkan pikirannya . Begitu juga dengan Vicky , semenjak Sari bersekolah di sekolahan yang sama dengannya dia selalu pergi ke perpustakaan untuk membaca buku atau hanya sekedar untuk melihat Sari dari kejauhan.
Kala itu Sari sedang memilah-milah buku untuk dibacanya , Vicky pun menghampirinya .
" Buku ini sangat bagus , apa mau coba baca ." pikir fiqih menyodorkan sebuah buku bercampur biru tua .
" Gue nggak tertarik." celetuk Sari, ia mengambil satu buku dan berlalu meninggalkan Vicky. dan duduk di salah satu bangku perpustakaan tersebut .
Saat sedang asyik membaca buku, tiba-tiba salah satu teman Sari memanggilnya , Sari pun terpaksa mengikuti temannya tersebut . Dan meninggalkan buku yang sedang ia baca di atas meja namun seseorang menyenggol buku Sari hingga terjadi tanpa mengembalikannya lagi ke atas meja .
Vicky pun mengambil buku itu dan hendak meletakkannya kembali di atas meja ,namun tangannya tiba-tiba usil seketika , Iya Malah menyembunyikan buku tersebut dalam laci meja yang ia tempati .
Tak lama Sari datang menghampiri meja yang ia duduki tadi . Iya kebingungan mencari buku yang ia baca tadi , tiba-tiba tidak ada lagi di atas meja . sementara Vicky hanya meliriknya dan berpura-pura fokus membaca buku miliknya.
" Bukunya ke mana? Perasaan tadi masih di sini." gumam Sari dengan menggaruk-garuk kepalanya. ia begitu kebingungan mencari bukunya namun Sari tidak berani tanya kepada teman-teman sekitarnya yang sama-sama sedang membaca buku, karena Sari merasa takut mengganggu teman-teman lainnya. hingga Sari kembali ke rak buku perpustakaan dan mencari buku yang sempat ia baca tadi, namun buku tersebut tidak ada . kedua mata Vicky masih memperhatikan Sari . Vicky pun tidak tega melihat Sari yang kebingungan mencari bukunya , saat hendak mengembalikan bukunya .
Kriiiiinggggg.... Bel masuk kelas pun berbunyi.
"Tc sial... padahal gue belum selesai baca bukunya ." gumam sari menggerutu kesal,Vicky pun menghampiri Sari .
__ADS_1
" Lu cari buku ini?" tanya Vicky menyodorkan sebuah buku, mata Sari langsung melotot kepada Vicky .
" Lo nyembunyiin buku gue?" Triak Sari. Sari merampas bukunya dari tangan Vicky dengan begitu kasar .
" Siapa yang menyembunyikannya , tadi buku ini terjatuh dan gue ambil. Ini bukan bukumu tapi buku milik perpustakaan !" terus Vicky menekan kata bukan milikmu .
" Sama saja, jadi buku ini sementara menjadi milik gue.
Alasan saja,bilang aja kalau lo emang nyembunyiin buku gue .Kalau nggak lo sembunyiin, buku ini nggak akan hilang dan gue nggak akan kebingungan mencarinya ." kata Sari Ketus.
" Ya mana gue tahu kalau tadi lo lagi cari buku ini ! Salah siapa juga tidak bertanya , coba jauh tadi nanya sama gue, pasti lo nggak akan kebingungan nyarinya ." balas Vicky .
Mereka berdua pun berdebat hingga melupakan jam masuk kelas dan sangat kembali ke kelas masing- masing dari Justru malah dihukum karena terlambat mengikuti pelajaran.
Sepulang sekolah sehari dihukum oleh gurunya untuk membantu tukang kebun untuk mengiringi seluruh tanaman sekolah , Sari pun dengan terpaksa mengiyakan dengan mulut yang tak henti-hentinya menggerutu kesal .
" Ini semua gara-gara itu , gue nggak akan memaafkannya." gumam Sari. tangannya ganti-ganti menyirami tanaman yang ada di sekitar sekolahnya satu persatu, tiba-tiba Vicky menghampirinya .
" Kenapa lo nyiram taman? Ini kan Pekerjaan tukang kebun , sok rajin banget lo." kata Vicky dengan heran.
"Iya, ini semua gara - gara lo. Gue tadi telat masuk kelas dan gue di hukum sama bu Mega. Dan ini semua karena lo!!! Pergi dari sini!!" teriak Sari melototkan matanya pada Vicky.
"Nggak perlu! Gue nggak butuh bantuan lo!!" tolak Sari.
"Lo itu perempuan, tapi kenapa mulut lo itu kasar sekali? Gue nggak suka banget cewek bermulut kasar kayak lo." kata Vicky.
"Terserah gue mau bicara bagaimana itu bukan urusan lo! Lo mau suka atau nggak, gue nggak peduli.! Gue nggak bisa berpura - pura bermulut manis kaya perempuan lainnya. Dan gue nggak peduli orang mau suka apa nggak!" teriak Sari.
Vicky terdiam seketika mendengar kata - kata Sari, Vicky pun merampas selang air dari tangan Sari dengan kasar.
" Elu itu terlalu banyak bicara" ujar Vicky. ia menyiram dan membasahi tubuh Sari dengan air yang mengucur dari selang tersebut..
" Vicky hentikan ! Kenapa lu malah nyiram gue? baju gue jadi basah semua ,tolong hentikan !" Teriak Sari dengan menghalangi air yang mengucur tersebut dengan kedua tangannya. ia mencoba menghindar namun Vicky malah mendekatinya dan semakin menyiram seluruh tubuh Sari
Tiba-tiba Jefri datang , Jefri yang melihat Vicky sedang menyiram Sari dengan air , ia langsung menuju ke arah kran air dan mematikan Keran air tersebut .
" Vicky! Lu apa-apaan sih keterlaluan banget ." kata Jefri
__ADS_1
"Ngapain lu ke sini , ganggu aja !" seru Vicky membuang selang air tersebut.
" Vicky ...Ini tidak lucu! baju sari jadi basa semua" kata Jefri yang tak suka dengan perlakuan Vicky. Vicky hanya diam saja , Jefri pun mencoba mendekati Sari .
" Sar, lu Pergilah ke kamar mandi dan ganti baju dan pakailah sweater gue ini." minta Jefri dengan menyodorkan baju sweater yang berwarna dongker .
" Nggak usah jep, gue nggak apa-apa kok ." kata Sari, Sari Pun menghampiri Vicky dan melototkan kedua matanya.
" Vicky, lo bener-bener brengsek! gue sangat membenci lo ." teriak Sari di depan wajah Vicky .
" bilang apa Lu barusan ? berani banget lo bicara seperti itu di depan gue ! apa lu tidak diajarkan untuk berbicara sopan kepada orang ?" teriak Vicky, ia terlanjur geram akan kata-kata yang keluar dari mulut Sari .
" lo nggak pantas untuk gie sopa ! gue sangat membenci lo , gue nggak akan pernah mau bicara sopan sama lo , Dasar brengsek !" Ketut Sari Ia pun berlalu pergi meninggalkan Jefri dan juga Vicky .
Jefri pun menertawakan Vicky.
" Vicky.. Vicky.. gue nggak habis pikir deh sama lo, Kenapa lo bego banget sih ? Oh ini benar-benar keterlaluan sama Sari ! Lihatlah dia Sampai berani memaki-maki lo seperti itu dan lebih parahnya Itu semua terjadi di depan gue." Kata Jefri kepada Vicky. ya tak henti-hentinya menertawakan Vicky.
" Bisa diam nggak !" bentak Vicky , Ia pun berlalu pergi meninggalkan Jefri , Jefri pun juga pergi dari kebun belakang dan menyusul Sari.
" Berani sekali dia bicara seperti itu sama gue, kenapa dia berubah ?" gumam Vicky dalam hati dia terlihat begitu kesal.
Sementara Sari ya kembali ke kelasnya untuk mengambil tas dan segera bergegas pulang , ia terlihat menangis dan berjalan kaki menuju rumahnya dengan baju yang basah kuyup .
Sari malas untuk menunggu mang ujang yang tadi sempat disuruhnya pulang , karena saya pikir dia akan pulang sangat lama dan kasihan Mang Ujang jika harus menunggunya terlalu lama di depan gerbang .
Tujuan Sari berjalan kaki ialah untuk meluapkan segala emosi yang ia pendam .Sari bukanlah tipe orang yang suka mengadu sama orang tua ataupun sama orang lain . dia lebih memilih untuk memandang masalahnya sendiri dan mencari solusinya pun sendiri .
dan semenjak kejadian itu sehari sangat tidak menyukai Vicky, ia tidak pernah mau Bertemu ataupun berdekatan dengan Vicky. sebisa mungkin seri selalu menghindari Vicky , namun seolah tak gentar Vicky selalu saja mencari cari cara agar gak bisa bertemu dan membuat Sari kesal .
Karena menurut Vicky semakin sehari menghindarinya maka semakin pula ia tertarik dengan cewek itu.
" Kenapa kamu jadi sangat berubah Ky. makin ke sini aku makin yakin kalau memang kamu itu sangat tidak menyukaiku . dan aku juga semakin yakin kalau kamu sengaja menyebar aibku dulu."batin Sari
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜