Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Siuman


__ADS_3

Drrrtttt.... Drrtttt....


Mia mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas. Dia melihat Daffa menghubungi nya dan tanpa pikir panjang Mia menerima panggilan itu.


"Daffa..." panggil Mia sambil menangis, bahkan dia lupa menjawab salam dari keponakan nya itu


"Tante kenapa?"tanya Daffa panik saat mendengar suara tante nya yang terdengar sedang menangis.


"Vicky drop nak, dia barusan pingsan... Apa kamu belum juga menemukan dokter untuk Sari?"tanya Mia.


"Apa Vicky pingsan, udah tan ini aku sedang ada di bandara untuk penerbangn pulang bersama seorang dokter" jawab Vicky.


"Syukur lah, kamu hati - hati Daff."Mia memutus kan sambungan telpon nya.


"Ai, kamu dengar, kak Daffa udah dapat dokter buat kamu. Bunda harap kamu akan segera sadar nak, sudahi lah acara tidur mu ini. Kamu nggak bosan ya tidur terus,." ucap Mia mengelus wajah anak nya dengan sayang.


____


Malam hari nya ketika semua orang pada sibuk mengkhawatir kan keadaan Vicky, di ruangan Sari tidak ada yang menjaga nya. Saat ini keadaan Vicky benar - benar down karena pria itu tidak mau beristirahat, bahkan saat sadar tadi hal yang di ingat nya pertama kali adalah keadaan istri nya.


Dia bersikeras ingin ke ruangan Sari, bahkan Maya sang mama pun tak bisa melarang nya dan dengan terpaksa dokter memberi kan nya suntik kan penenang pada pria itu.


Sementara Sari di ruangan nya sendirian, wanita itu tampak mulai menggerak kan jari nya, tak lama kemudian mata nya pun mulai bergerak dan terbuka secara perlahan. Mata yang selama dua minggu ini selalu terpejam pun mulai menyesuai kan netra nya dengan pencahayaan lampu di ruangan itu.


"Ky.... Vic...Ky..." ucap nya lirih.


Sari melihat ke seluruh ruangan, ia mengernyit kan kening nya karena ia tidak mengenali di mana dia saat ini.


"Ini... Di mana?"tanya nya sambil memegang kepala nya yang terasa pusing.


"Bunnn... Daaaa.."panggil Sari namun tak juga ada yang datang.


"Bundaaaa...." panggil nya lagi


"Aku hauss...."ucap nya, Sari menoleh ke sebelah nya, di sana dia melihat ada segelas air minum di atas meja samping ranjang nya. Sari berusaha untuk menggapai gelas itu. Dengan bersusah paya, akhri nya Sari bisa meraih gelas itu, namun saat sampai di pinggir meja tangan Sari tiba - toba terasa kebas hingga gelas itu pun terjatuh dan pecah.


Seorang suster masuk ke dalam ruangan nya saat mendengar suara pecahan gelas tersebut.


"Astaga, anda sudah sadar?"tanya suster itu senang, suster itu pun langsung berlari keluar untuk memanggil dokter. Dengan segera dokter pun datang ke ruangan Sari dan memeriksa keadaan Sari.


Mia dan anggota keluarga yang lain pun terharu mendengar kabar Sari yang sudah siuman. Saking senang nya Mia dan Maya memeluk suami mereka masing - masing mereka tak lupa juga mengeluar kan air mata haru nya.


"Ky, sayang ayo bangun, Sari udah bangun"kata Maya senang di samping putra nya. Namun Vicky tetap menutup mata nya, karena dia masih berada dalam pengaruh bius.


Tak berapa lama dokter pun keluar dari ruangan itu, dengan cepat Mia mendekati nya. "Bagaimana keadaan putri saya dok?"tanya Mia.


"Alhamdulillh buk, semua nya dalam keadaan baik. Putri ibu bisa di kata kan mendapat kan mukzizat yang mana semua nya atas izin allah sehingga semua prediksi saya menjadi tidak kenyataan. Kondisi putri anda sangat baik dan sehat. Sekarang kita tinggal pemulihat nya saja. Selamat ya bu, pak."ucap dokter itu tersenyum, dan berlalu pergi.


Semua anggota keluarga sangat senang mendengar nya. Mereka langsung masuk dan tersenyum bahagia saat melihat Sari yang sedang duduk di atas ranjang nya.

__ADS_1


"Ai..."Mia dan Izam segera menghampiri putri nya dan memeluk nya.


Izam tak henti - henti nya mengucap kan rasa syukur nya, kedua suami istri itu menangis dalam pelukan anak nya.


"Ayah, Bunda kenapa nangis?"tanya Sari saat merasa kan air mata kedua orang tua nya membasahi baju nya.


"Ini air mata bahagia, nak."ucap Izam mengecup dahi Sari. Sari sangat bahagia karena sudah lama dia tidak mendapat kan pelukan seperti ini dari kedua orang tua nya.


"Kalian udah dong, kita juga mau peluk.."protes Maya yang kesal karena Mia dan Izam yang tak kunjung melepas kan pelukan nya pada tubuh menantu nya itu.


"Apaan sih kamu Maya, aku tuh masih kangen ."kata Mia.


"Udah - udah, sekarang giliran kita. Ini bukan hanya anak kalian tapi juga menantu kami."kata Maya.


Sari tersenyum melihat para orang tua nya itu. "Ya udah mama sama papa juga sini, kita pelukan sama - sama"kata Sari, dengan senang Maya dan Mail pun memeluk Sari. Sari tersenyum senang.


Di kamar sebelah, Vicky pun mulai membuka mata nya. Ia mengerjap - ngerjapkan mata nya untuk menyesuai kan cahaya. Dia melihat ke sekeliling ruangan, tidak ada seorang pun.


"Pada kemana? Tumben aku di tinggal sendiri"gumam nya, Vicky bangkit dari tidur nya. Seketika ia teringat kembali dengan sang Istri.


"Sari, aku sudah meninggal kan nya terlalu lama."ucap nya pelan. Vicky berjalan dengan pelan keluar ruangan sambil memegang tiang infus.


Di luar ruangan Sari, Vicky mendengar suara orang yang tertawa. "Siapa yang di dalam? Kenapa tertawa nya keras begitu? Apa di nggak tau kalau di dalam ada orang sakit."gumam Vicky kesal.


Vicky membuka pintu dan betapa kaget nya dia saat melihat istri nya yang sedang duduk.


"Ai.."panggil Vicky pelan. Saei pun menoleh dan tersenyum saat melihat Vicky yang sedang berdiri sambil menatap nya. Sari merentang kan tangan nya untuk menyambut Vicky yang sedang berlari pada nya.


"Ky... Uhuk.. Uhuk... Sesak.."bisik Sari yang kesulitan benapas karena pelukan Vicky yang terlalu erat.


Bukan nya mengendor kan Vicky malah semakin mengerat kan pelukan nya, dengan terpaksa Sari pun mencubit pinggang Vicky.


"Aw.."pekik Vicky melepas kan pelukan nya dan mengusap bekas cubitan istri nya tadi.


"Apa kamu ingin membunuh ku?!"seru Sari kesal.


"Sorry sayang, sorry. Aku terlalu bahagia, aku kira ini hanya mimpi maka nya aku memeluk mu erat agar mimpi ini tak cepat berlalu."kata Vicky.


"Apa, kamu panggil aku apa?"tanya Sari


"Yang mana?"tanya Vicky.


"Itu tadi, yang kata pertama."ucap Sari.


Vicky mengingat kembali perkataan nya. "O sayang" kata Vicky tersenyum.


Sari tersenyum, pipi nya langsung memerah seketika.


Vicky tersenyum melihat ekspresi wanita nya itu, Vicky menoleh ke belakang dia sudah tidak melihat ada orang tua nya lagi. Vicky tidak tau kapan mereka keluar tapi Vicky sangat senang dengan itu. Berarti mereka sangat paham kalau saat Vicky hanya ingin berdua dengan Sari.

__ADS_1


Vicky kembali memeluk Sari, " Aku sangat merindu kan mu sayan."ucap nya.


Sari tersenyum, dia tidak menyangka kalau kecelakaan nya bisa membuat semua orang berubah total terhada nya. Sari kira hanya kedua orang tua nya saja yang berubah ternyata suami tampan nya juga ikut berubah.


"Jangan kaya gini lagi ya, aku nggak akan izin kamu pergi dari aku. Aku sangat takut kehilangan mu sayang"ucap Vicky menangis. Sari bisa merasa kan tetesan air mata Vicky yang membasahi baju nya.


"Maaf" ucap Sari lirih. Vicky melonggar kan pelukan nya.


"Untuk?"tanya Vicky.


"Karena tidak mendengar kan penjelasan dari kamu terlebih dahulu, seandai nya aku nggak pergi malam itu mungkin semua nya nggak akan kaya gini dan kamu nggak akan sakit karena aku."ucap Sari menetes kan air mata nya.


"husss... Semua nya terjadi bukan salah kmu, tapi ini adalah takdir dari allah. Dan kalau pun ada yang patut di salah kan di sini, itu hanya aku yang pantas mendapat kan nya. Karena aku yang tidak bisa menjaga mu" ucap Vicky.


"Tapi..."


Cup! Vicky mengecup bibir Sari sekilas.


"Nggak baik ngebantah ucapan suami"kata Vicky, Sari tersenyum bahagia.


"Kamu baru sadar, ayo sekarang istirahat lah. Aku akan di sini menjaga mu."kata Vicky membaring kan tubuh Sari dan menyelimuti nya. Sari menggeleng.


"Kenapa?"tanya Vicky.


"Bukan hanya aku yang baru sadar, tapi kamu juga, ayo kita istirahat bareng."kata Sari menggeser tubuh nya dan memberi kan tempat untuk Vicky.


Vicky tersnyum, dengan senang hati Vicky pun naik dan berbaring di samping sang istri.


"Peluk.."pinta Sari, dengan senang hati dong Vicky memeluk nya.


____


Manda dan Wulan yang sedang berada di sebuah cafe mereka sedang makan malam bersama. Hari ini mereka sangat lelah karena seharian mereka sibuk mengurus pendaftaran masuk ke universitas. Tidak hanya satu kampus yang mereka datangi tapi lima kampus. Untuk mewanti - wanti ketidak terima nya mereka, maka ny memereka memutus kan untuk mengajukan pendaftaran di beberapa kampus.


"Sumpah gue capek banget, gini amat ya pengen kulia."kata Manda sambil menyeruput jus alpukat nya.


"Iya, bener banget, semoga aja kita bisa ke terima di salah satu kampus. Karena kalau nggak keterima papi gue akan mengirim gue ke luar negeri dan gie nggak mau itu." kata Wulan.


"Lo mnding di kirim ke luar negeri. Lah gue, kalau nggak di terima, bokap gue akan jodohin gue sama anak rekan bisnis nya dan gue nggak mau itu terjadi."kata Manda frustasi.


"Ngeri banget bokap lo."kata Wulan bergidik ngeri.


"Itu maka nya gue, berusaha banget untuk daftar kuliah. Nggak kebayang kalau gue harus nikah sama orang yang nggak gue sukai."lanjut Manda.


"Bener banget, dan gue masih nggak kebayang bagai mana nasib nya Sari yabg harus menikah dengan orang yang sangat di benci nya." tambah Wulan


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.

__ADS_1


Terimah kasih💜


__ADS_2