
Pintu ruang operasi seketika terbuka, seorang dokter yang masih mengenakan pakaian operasi lengkap bdrdiri di ambang pintu tersebut, membuat vicky dan yang lainnya segera menghampiri dokter itu.
"Tuan, selamat anak anda sudah lahir dan berjenis kelamin perempuan..."tutur dokter itu. Senyuman Vicky mengembang, dengan kedua mata yang berkaca - kaca.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya?"tanya Vicky
"Nona, Sari kehilangan kesadaran, karena tubuhnyabkehilangan banyak darh, kita membutuhkan golongan darah rhesus A negative, dan stok di bank darah kamibsedang kehabisan dan hanya terasisa satu kantong saja, sementara kami membutuhkan 2 kantong darah. "Ujar dokter. Penuturan dokter itu seketika menghenyakan rasa bahagia Vicky dan keluarganya, mereka seketika khawatir. Sebab golongan darah itu terbilang sangatlah langkah.
"Kenapa harus golongan darah itu?"dada Vicky tiba - tiba sesak akan ketakutannya yang berlebihan.
"Iya, Tolong barang kalin teman atau saudara Anda yang memiliki golongan darah tersebut , harus segera menghubungi kami karena kami butuh secepatnya "
golongan darah saya rhesus A negatif,dok. Ambil darah saya saja. kata Mia tiba-tiba menyahut menawarkan dirinya , namun dokter memperhatikan kondisi wanita itu yang terlihat tidak sehat .
" dokter, Sari itu Putri kandungan saya, dan golongan darah saya juga rhesus a negatif , jadi Ambillah Darah saya." ucap Mia dengan penuh pemaksaan
" Maaf nyonya . Sepertinya anda tidak bisa mendengarkan darah anda karena saya lihat anda kurang sehat," kata dokter tersebut, yang melihat Mia sedang pucat dan sedikit lemas .
" Tidak apa-apa dokter, ambilah dariku asalkan putri saya selamat ." kata Mia.
" Maaf nyonya , kami tidak bisa melakukannya karena semua dilakukan harus sesuai dengan prosedur yang ada ." kata dokter, Izam pun memegang bahu sang istri mencoba memberikan ketenangan.
"Vicky..." suara seorang pria yang tak lain ialah Rian, terdengar menggema dari lorong rumah sakit itu. dengan tas ransel di punggungnya ia berjalan cepat menghampiri yang lainnya . Karena ada telah mendapatkan kabar bahwa Sari akan melahirkan , pria itu segera pergi ke rumah sakit .
"Vick, Bagaimana keadaan Sari ? memegang bahu Vicky sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. suasana hening membuat Rian semakin bertanya-tanya .
" Tante , apa sari sudah melahirkan ? " tanya Rian kepada Maya. Tapi pria itu juga tidak mendapatkan jawabannya .
"Hai om tante, Kalian kenapa pada diam semua sih ?"tanya Rian yang mulai kesel .
" Vicky Apa sebenarnya terjadi ? Sari baik-baik saja kan ?" tanya Rian yang mulai cemas .
" Ryan , Sari kehilangan banyak darah dan sekarang dia sedang membutuhkan golongan darah rhesus negatif. Dan yang bisa mendonorkan darahnya di sini cuman Bunda Mia , Tapi Bunda sedang tidak sehat jadi dokter tidak mengizinkannya ." jawab Vicky lemah
__ADS_1
" Kenapa tidak mengatakannya dari tadi ?" kata Rian ya pun berjalan menghampiri dokter .
" Golongan darah saya rhesus a negatif , dan Silakan ambil darah saya secukupnya untuk Sari ." kan Rian yang membuat semua orang tercengang.
"Rian, Lu beneran mau mendonorkan darah lu untuk Sari?" tanya Vicky yang masih tak percaya.
"Tentu saa, kenapa memangnya, apa tidak boleh? Darah gue benaran sama dengan dia, jadi tidak masalah bukan?" tanya Rian
"Ayo dokter jangan biar kan Sari menunggu lama, kasihan sahabatku ini kelamaan menunggu istrinya sadar." kata Rian mengajak dokter untuk berlalu pergi dari sana
___
Beberapa menit kemudian, Rian keluar dari ruangan itu, dengan wajah yang ceria dan senyuman yang mengembang . ia berjalan menghampiri Vicky dan yang lainnya.
" Rian Apa benar kau sudah melakukan transfusi darah?" tanya Wulan yang masih tidak percaya .
" Tentu saja sudah ." jawabnya , Rian memegangi kain kasa yang terlihat ada sedikit bercak darah yang membalut di lengannya.
" Tante keponakanku di dalam lucu sekali ... Dan cantik seperti sari, pipinya merah bulat dan ingin sekali memberi selai coklat lalu menggigitnya" ucap Ryan dan begitu gemesnya sambil mencubit dan menggoyang-goyangkan pipi Wulan.
"Rian." Vicky berjalan mendekati sahabatnya itu. Ia tiba - tiba memeluknya, dia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Rian.
"Thanks ya, berkat lo istri gue jadi selamat" ucap Vicky, Rian menepuk punggung Vicky.
"Itulah gunanya sahabat."balas Rian.
"BTW, selamat ya bro lo udah jadi ayah"Imbuh Rian membalas pelukan sahabatnya itu.
Semua orang mengucapkan banyak - banyak terima kasih pada Rian yag datang sebagai penyelamat Sari
Tak lama kemudian, seorang perawat keluar dari ruangan dan menyuruh Vicky untuk masuk ke dalam sana.
Dengan langkah kaki yang gemetar, Vicky pun mengikuti langkah di perawat itu mengarah.
__ADS_1
Dari kejauhan, kedua mata Vicky tertuju kearah baby box yang menampakan seorang bayi perempuan mungil yang sedang mencoba bergerak membuka kedua matanya. Vicky menatap lekat wajah bayi yang rupanya mirip dengan istrinya, cantik. Matanya berbinar bagaikan kilauan berlian. Kedua mata Vicky terlihat berkaca - kaca.
Perawat itu menggendong bayi tersebut dan memindahkannya di tangan Vicky. Seakan tidak mempercayainya , hari ini dirinya telah menjadi seorang ayah . Vicky masih menatap bayi mungil itu, memberinya ciuman hingga tak terasa kedua sudut matanya basah, bayi itu tersenyum kepadanya.
Tangannya yang masih kaku berusaha berarti memindahkan bayinya itu ke tangan perawat tersebut agar diberikan kepada Sari. Vicky kembali mengikuti perawat itu untuk menemui Sari terlihat masih berada di atas pembaringan dan baru saja sadarkan diri.
Kedua mata wanita itu masih menyesuaikan cahaya sekitar lampu ruangan . Perawat kembali mengalihkan bayi itu pada ayahnya dan berpamitan pergi dari sana.
"Sayang, ini anak siapa? Cantik sekali?"tanya Sari yang berusaha mengumpulkan tenaganya untuk mengambil alih bayi mungil yang di gendong oleh suaminya tersebut.
"Ini anakmu... Anak kita"jawab Vicky sambil tersenyum.
"Apa? Benarkah ini anakku?"tanya Sari seolah tak percaya.
"Iya sayang, ini anak kita, mana mungkin aku gendong anak orang lain"akta Vicky. Seketika tangan Sari meraba perutnya yang sudah datar,lalu terkekeh.
"Oiya aku lupa, kalau aku baru saja melahirkan.." Vicky pun tersenyum melihat kepolosan Sari. Senyuman itu pun sirna seketika akan tatapan haru Sari saat memandangi wajah cantik nan mungil putrinya tersebut. Kedua sudut matanya terlihat basah.
"Dia cantik sekali ya sama sepertimu"ucap Sari.
"Kamu yang benar aja dong, yang. Masa aku cantik!"seru Vicky. Sari pun terkekeh
"Maksudku dia cantik sepertiku dan mirip denganmu"jalas Sari
Vicky tsrsenyum." Iya, kamu benar dia sang cantik."ucap Vicky
"Kita beri nama dia siapa?"tanya sari.
"Sharena cantika."ucap Vicky
"Sharena.... Aku menyukainya." ucap Sari.
"Selalu tersenyumlah ya sayang, seperti ibumu dan bawahlah kebahagiaan untuk semua orang"ucap Sari.
__ADS_1
Vicky memeluk dan mencium anak dan istrinya berulang kali, dia sangat bahagia sekarang. Dia sangat bersyukur karena memiliki istri yang baik dan cantik seperti Sari, sekarang di tambah lagi putri cantiknya.
TAMAT