
Vicky mulai mengerjapkan mata, ia merasa sangat berat di lengannya. Vicky menoleh, lalu tersenyum saat melihat Sari yang teetidur sambil memeluk lengannya.
Pantesan tangannya terasa kebas ternyata dipelukin istri semalaman.
Vicky merubah posisi tidurnya, ia membalas pelukan sang Istri. Sari terbangun karena merasakan pergerakan.
"Apa dia sudah bangun?"Gumam Sari, mendongak dan melihat wajah Vicky.
"Dia masih tidur? Apa kami tidur sambil pelukan semalaman?" Sari tersenyum.
Sari menulusuri wajah Vicky dengan jari telunjuknya. "Tampan, "ucap Sari pelan.
"Kenapa hidungnya mancung banget? Mata ini, yang selalu mandang gue tajam dan sinis. Mulut ini yang selalu bikin gue naik darah, tapi bibir ini pernah bikin gue kejang - kejang" kata Sari menatap, ia terus mengamati wajah suaminya itu.
"Apa yang gue lakuin?" Saei menggeleng. Dengan perlahan ia menyingkirkan tangan Vicky.
Saat Sari hendak melangkah, tiba - tiba Vicky menarik tangannya. Hingga Sari jatuh dan kembali terbari di pelukan Vicky.
"Mau kemana?" tanya Vicky.
"Mandi."
"Ntar aja, masih pagi juga." Vicky semakin mengeratkan pelukannya.
"Nggak mau, minggir. Gue ada urusan, jadi awas tangan lo!" seru Sari
"Nggak mau, pokoknya lo harus tanggung jawab."kata Vicky.
"Tanggung jawab apaan si?"tanya Sari tak mengerti.
"Karena lo yang udah bikin gue, jadi kayak gini. Pokoknya lo harus rawat gue sampai sembuh."
"Ihh apaan, siapa suruh lo makan mi itu. Nggak ada."
"Tega lu, suami sakit gini. Tapi malah nggak ada yang ngurusin."kata Vicky dengan ekspresi memelas.
Sari menghela napas, setelah di pikir - pikir. Kayaknya ia memang harus bertanggung jawab akan semua ini.
__ADS_1
"Baiklah, gue akan rawat lo hari ink. Tapi ingat..."
"Apa?"potong Vicky.
"Sewajarnya saja, lo nggak boleh berlebihan."
"Baik lah. Pokoknyq hari ini gie pengen lu nuruti semua kemauan gue."ujar Vicky.
"Ngerawat, bukan jadi babu" sanggah Sari.
"Iya itu."
____
"Suapi!" perintah Vicky
"Ogah, kan lu punya tangan. Gunain itu, biar nggak mubazir"ujar Sari.
"Bodo, cepetan suapin! Gue laper banget "suruh Vicky
"Ingat, janji lo tadi Ke gue."kata Vicky.
"Buka mulut, lo!"
"Jangan banyak - banyak, lo mau bikin gue ke seleg?"tanya Vicky.
"Kalau bisa kenapa nggak, coba"jawab Sari santai.
"Nah, buruan . Gue juga laper."ujar Sari lagi.
____
"Sariiii!"panggil Vicky. yang sedang duduk di sofa rung keluarga.
Sari yang sedang ada di kamar, langsung berlari.
"Ada apa?"tanya Sari.
__ADS_1
"Tolong ambilin remote tv dong!" seru Vicky
"WHAT?" Sari kaget.
"Kenapa?" tanya Vicky
"Lo, kira - kira dong. Iti remotenya kan nggak jauh dari elo. Jadi bisa lah ngambil sendiri! Nggak harus manggil gue!" ujar Sari kesal
Bagaimana tidak kesal, hampir seharian ini Sari selalu saja nuruti kemauan Vicky.
"Nah," dengan kesal Sari mengabil remote itu dan menyerahkannya ke Vicky
Setelah memberikan remote, Sari berlalu masuk ke dalam kamar dan menghubungi orang kepercayaannya.
Setelah mendapatkan info yang pasti, dari orangnya. Sari bergegas memasukkan bberapa potong pakaian kedalam tasnya.
"Pokoknya, semuanya harus terlihat jelas."gumam Sari.
Sari slesai bersiap, ia keluar dan menemuin Vicky yang masih betabdi ruang keluarga.
"Mau kemana, lo?"tanya Vicky.
"Gue mau pergi? Ada urusan."jawab Sari.
"kemana? dan sama siapa?" tanya Vicky.
"Ke rumah temen" Jawab Sari
"kerumah sipla?"tanya Vicky..
"Kepo"balas Vicky.
"Gue suami lo, jadi suadah sewajarnya kalau gue itu harus tau kemana lo akan pergi."ujar Vicky.
"terus itu kenapa lo bawak - bawak Ransel ? Baiasanya elu paling malas make tas.?"tanya Vicky mengernyitkan bahunya
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜