Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Flashback


__ADS_3

Vicky menguraikan pelukannya dan menatap wajah cantik gadis polos yang duduk di pangkuannya itu.


"I love you, My Wife" ucap Vicky disusul dengan sebuah kecupan ringan di bibir Sari. Gadis itu memejamkan matanya ketika bibir panas Vicky mendarat di bibirnya. Kemudian Vicky menempelkan kening mereka satu sama lain dengan dada naik turun Karena deru napas yang tak beraturan.


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku. Sari Puspita hanya milik Vicky Saputra selamanya."bisik Vicky.


Tanpa menunggu lagi Vicky meraih tengkukbSari dan mencium bibir ranum yang sudah menggodanya sejak tadi, mengeratkan pelukannya sehingga kini tubuh mereka merapat satu sama lain. Sari tidak menolak, ia memejamkan matanya, meresapi rasa yang menuntunnya untuk merasakan cinta yang mulai bergelora.


Hujan mulai berhenti ketika fajar bersiap - siap untuk menghiasi langit dengan pesona cahaya nya saat waktu nya tiba. Kunjungan nya semalam masih meninggal kan jejak basah di tanah dan tumbuh - tumbuhan yang di sembangi nya.


Hawa sejuk yang di ciptakan, membuat dua insan yang masih bergelung di bawah selimut saling mendesak kan diri saling mencari kehangatan satu sama lain.


Sari merasakan tubuh nya merinding karena hawa dingin yang menyapa kulit nya yang terbuka, ia menarik selimut dan menutupi tubuh nya hingga leher, kemudian semakin merapat kan tubuh nya ke sumber hawa panas yang berada di belakang punggung nya.


Ia merasa kan ada yang mendekap tubuh nya dengan sangat erat. Sari mengintip ke dalam selimut dan itu adalah lengan kokoh Vicky yang memeluk tubuh nya dengan posesif. Sari sedikit kaget, menoleh kan kepala nya dan mata nya langsung di suguhi pemandangan ketampanan seorang Vicky Saputra, sang ketua Osis yang sangat di gilai oleh para kaum hawa di sekolah nya.


Potongan - potongan kejadian tadi malam terpampang jelas di benak nya. Sari sama sekali tidak menyangka, kini diri nya telah menjadi wanita seutuh nya, menjadi istri yang sesungguh nya setelah tadi malam Vicky memilki nya seutuh nya tadi malam.


Wajah nya merona, rasa malu masih meliputi nya. Bagaimana tidak, ini adalah pengalaman pertama kali nya dia tanpa busana di hadapan pria. Meski pun mereka sudah sah jadi pasanga suami istri, tapi tetap saja Sari belum terbiasa dengan kedekatan yang begitu intim.


Sari Pun mengingat-ingat Bagaimana diri nya yang hana begitu memikirkan perasaan nya saja tanpa memikirkan perasaan suami nya selama ini. Hati nya begitu sakit mengingat surat yang pernah di tulis kan oleh Vicky untuk nya. Bahkan Sari masih belum percaya bahwa Vicky menyukai nya dari dulu.


" Vicky, Aku juga sangat mencintai mu." Ucap Sari dengan menepis air mata nya, ia menatap wajah pria yang masih tertidur lelap di sebelah nya.


" Aku benar-benar tidak tahu kalau selama ini kamu begitu mencintai ku dan semua itu hanya lah kesalah pahaman." Imbuh Sari dengan suara yang begitu berat.


FLASHBACK SAAT SARI PINDAH KE SMA Vicky


Hari itu, ialah hari pertama Sari masuk ke sekolah barunya yaitu SMA 05 Santosa. Dan hari itu juga Sari melakukan Masa Orientasi Siswa. Meski pun Sari pindah nya pada saat kelas 2, tapi Sari juga harus mengikuti Masa Orientasi karena itu adalah suatu syarat untuk kelulusan di SMA tersebut.


Semasa itu Vicky menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahn ya, jadi Vicky sudah menjabat sebagai ketua OSIS selama 2 tahun berturut-turut.

__ADS_1


Kala itu Vicky dan OSIS lain nya melakukan masa orientasi pada semua murid baru dan hanya Sari sendiri lah anak kelas 2 yang ikut MOS.


Mata Vicky tertuju pada satu gadis cantik dan polos dengan rambut di kepang samping dan Syal yang membaluti sebagian lehernya, Gadis itu ialah Sari. Ya sedang duduk menyendiri sembari membaca sebuah buku di tangannya, Vicky menatap Sari dengan penuh keheranan karena semua murid baru lain nya sedang berbondong-bondong meminta tanda tangan semua OSIS sementara ia malah duduk menyendiri.


"Sungguh membosan kan, Aku sangat membenci situasi seperti ini. Lebih baik aku minta tanda tangan para OSIS sekarang, sepertinya teman-teman yang lain sudah tidak berebut tanda tangan para OSIS." Gumam Sari Seraya menutup bukunya, Ia pun beranjak berdiri menghampiri para OSIS, ia meminta tanda tangan mereka satu persatu secara bergantian, hingga tiba lah giliran Sari yang meminta tanda tangan pada Vicky.


" Kak, Aku mau minta tanda tanganmu." Pinta Sari ia menyunggingkan senyum nya sembari menyerah kan kertas dan bolpoin. Vicky menatap Sari dengan tajam, mereka berdua sejenak beradu pandang.


" Siapa namamu?" Tanya Vicky kepada Sari.


" Namaku Sari Puspita!" Ucap Sari, Vicky bergeming akan pandangan nya.


" Lepaskan syal mu dan berikan kepada ku!" Minta Vicky dengan menandakan tangannya.


" Maaf sebelumnya Kak, untuk apa Kakak meminta syal ku?" Tanya Sari dengan mengerutkan dahinya.


" Jangan banyak tanya, jika kau mau meminta tanda tangan dariku! Cepat berikan syalmu!" Seru Vicky.


" Kalau begitu, berikan bukumu saja kepadaku!" pinta Vicky kembali.


" Enak sekali kalau kakak bicara! Aku tidak akan pernah memberikan barang-barangku kepada siapapun! Apalagi pada dirimu!" seru Sari dengan membuang wajahnya.


" Kalau kau tidak memberikannya untukku, Aku tidak akan memberikan tanda tanganku pada dirimu dan kau tahu kan jika kau tidak mendapatkan tanda tangan dari semua OSIS kau akan dihukum dan sertifikat mu tidak akan pernah keluar kecuali kau telah lulus masa orientasi ini." Ucap Vicky dengan menyiniskan senyumnya.


" Kau pikir kau ini siapa? Aku tidak peduli jika tidak mendapatkan tanda tanganmu! Kau pikir aku takut akan hukuman? Aku lebih baik dihukum daripada harus memberikan barang-barangku kepada tukang rampas seperti dirimu. Dan masalah sertifikat aku tidak peduli akan itu." Ketus Sari. Ia pun berlalu meninggalkan Vicky. Vicky pun tersenyum lirik mendengar ucapan Ketus yang terlontar dari mulut Sari.


Kemudian semua OSIS memeriksa kertas tanda tangan seluruh siswa baru namun hanya kertas tanda tangan milik Sari yang tidak lengkap. Salah seorang OSIS perempuan yang bernama Tiara pun menyuruh Sari ke depan.


" Kenapa tidak ada tanda tangan dari ketua OSIS?" Tanya Tiara dengan mengernyitkan dahinya.


" Kak Vicky tidak mau memberikan tanda tangannya kepadaku Kak." Ucap Sari dengan polos, Vicky pun hanya memperhatikannya dari belakang.

__ADS_1


" Ya kamu harus berusaha dong, dia itu ketua OSIS dan kamu harus mendapatkan tanda tangan darinya!" Seru Tiara.


" Dia tidak mau memberikan tanda tangannya Kak ,Dia mau merampas syal dan bukuku, dan aku tidak mau memberikan itu ." jawab Sari


" Kamu harus memberikannya agar kamu dapat tanda tangan darinya , Kalau kamu tidak dapat tanda tangan dari ketua OSIS terpaksa kamu akan aku hukum dan sertifikat kamu tidak akan keluar." kata Tiara kembali


" Kalau kamu mau menghukumku kak ya udah hukum saja , kenapa harus repot-repot . Cepat berikan aku hukuman ." Ketus Sari. Tiara pun terkejut dan terheran mendengar kata-kata Sari begitu pun juga dengan Vicky .


Sari Pun dihukum untuk lari sebanyak 10 putaran lapangan sekolah.


" Sekolah macam apa ini? Kenapa ayah harus memindahkanku ke sini ? Tapi tidak apa-apa , lebih baik aku dihukum seperti ini daripada harus memberikan barang-barangku kepada cowok nyebelin itu ." gumam Sari dengan nafas tersengal-sengal karena lelah berlarian seraya mulutnya tak berhenti menggerutu kesal .


seusai lari mengelilingi lapangan , Sari pun duduk melonjorkan kakinya dengan kelelahan . tiba-tiba Vicky menghampiri Sari dengan memberikan sebotol air minum dan sapu tangan.


" Minumlah , kamu pasti sangat lelah " Uca Vicky membukakan botol minum tersebut untuk Sari, Sari mengerutkan keningnya seketika .


" Sudah tahu lelah masih saja banyak bicara , aku tidak butuh minum darimu . ini semua gara-gara kamu! Jadi pergilah sana !" Kata Sari dengan melototkan matanya, ia membuang wajahnya dan menelan ludahnya dengan begitu kasar karena menahan kehausan. Vicky pun tak bergeming dan hanya memperhatikan sari dari samping .


" Kenapa Kakak masih di sini ?Pergilah !" seru Sari dengan meninggikan suaranya . Vicky pun hanya diam , ia meletakkan botol minum dan sapu tangan tersebut di samping Sari, dan Beranjak Pergi Meninggalkan Sari tanpa berkata sepatah kata pun .


Sari pun melirik ke arah botol minum tersebut dan ia memperhatikan Vicky yang sudah tidak terlihat dari jangkauan pandangannya.


Glek


" Sialan , aku sangat haus sekali." gumam Sari dengan memelaskan wajahnya.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2