
Cowok itu menduduk kan diri nya,lalu netra nya terbuka. Vicky terkesiap melihat Sari yang duduk di tepian tempat tidur hanya dengan mengguna kan bathrobe dengan rambut setengah basah yang di biarkan tergerai. Aromah wangi sabun dan shampo dari tubuh Sari, menguar menggoda indera penciuman nya.
"Gu- gue ngga laper" jawab nya sambil megalih kan pandangan nya dari makhluk ranum nan menggoda di depan nya ini.
"Gue nggak mau tau, pokok nya lo harus makan , biar cepat sehat dan pulih, cepat buka mulut lo, biar gue suapin... Aaa.."
Sari menyodor kan sesendok penuh sup ayam ang masih hangat di depan mulut Vicky.
" Ayo cepat makan, nanti sup nya keburu dingin!" seru nya kesal karena Vick masih setia menutup mulut nya.
Vicky akhir nya membuka mulut nya dan membiar kan Sari menyuapi nya, walau pun sejak mata nya terbuka tadi degupan jantungnya menggila seolah hendak meledak kan diri nya efek dari pemandangan di depan nya.
Selesai menyuapi Vicky, sari menyantap makanan nya, hingga isi meja yang tadi nya penuh dengan hidangan kini hanya menyisa kan mangkuk dan piring kosong. Ia menggeser meja itu menjauh dan kembali duduk di sisi tempat tidur.
"Bagaimana, keadaan lo sekarang? Apa udah mendingan?" tanya Sari.
" Sudah lebih baik." jawab vicky singkat.
" Cuaca di luar masih hujan, jadi gue putus kan untuk menginap dulu disini. Maaf gue nggak minta persetujuan dari lo terlebih dahulu, karena gue terlalu panik dan menurut gue hanya ini solusi yang tepat dan terbaik." kata Sari.
"Baik lah ini sudah malam, sebaik nya lo tidur lah kembali agar besok lebih segar, gue akan tidur di sofa." lanjut Sari.
Sari hendak beranjak, tetapi Vicky menarik lengan gadis itu hingga tubuh nya terjatuh ke dalam pelukan nya. Vicky merengkuh nya dengan erat dan menghirup aromah tubuh sari dalam - dalam.
"Tetap lah di sini, aku membutuh kan mu." bisik nya dengan suara parau."Kenapa? Apa lo masih merasa takut? Apakah bayangan itu masih menghantui hmm?" tanya Sari mengusap - usap sisi punggung Vicky. Dia membiar kan Vicky memeluk nya tampa perlawanan, saat ini Sari hanya berpikir, mungkin Vicky masih ketakutan.
"Tetap lah begini, sebentar saja." pinta Vicky, cowok itu memejam kan mata nya dan kembali menghirup aromah tubuh Sari sedalam - dalam nya seolah ingin melahap nya.
Hembusan napas panas Vicky, menggelitik tegkuk Sari, dan mulai membuat nya merasa kan hal yang aneh. Seluruh tubuh nya meremang, otak nya menyuruh nya untuk melepas kan diri, namun tubuh nya berkata tidak ingin lepas.
Vicky makin mengerat kan peluk kan nya dan hal itu membuat Sari merasa sesak.
"Vicky,... Sesak" ucap Sari. Mendengar suara Sari, ia segera tersadar bahwa rengkuhan nya menyakiti gadis itu.
__ADS_1
"Sorry." Vicky mengurai peluk kan nya tetapi tidak sepenuh nya, kedua lengn nya masih memerangkap tubuh Sari.
Sari masih berada di atas tubuh kokoh itu, saat Vicky melonggar kan pelukan nya ia mengangkat wajah nya dan kini mata mereka saling bertemu pandang dengan jarak wajah masing - masing hanya satu jengkal saja. Vicky mengangsur kan jemari nya, menyelip kan rambut Sari ke telinga nya dan mentap wajah gadis itu lamat - lamat wajah cantik nan menggemas kan itu.
"Ada apa? Gue disini menemani lo, jadi jangan takut lagi ya." ucap Sari tersenyum, ia mencoba memberi kan ketengan pada cowok itu. Vicky yang melihat senyum itu jadi membuat cowok itu menahan sesuatu yang dari tadei mendesak dalam tubuh nya.
Lalu Vicky teirngat jika kaki Sari sedang sakit, tetapi gadis itu dan menggantikan nya menyetir tadi, dan bahkan gadis itu juga memapah nya ke kamar hotel.
"Kaki lo gimana? Bukankah kaki lo lagi sakit?"tanya Vicky dengan sorot mata cemas.
"Apa dia lupa kalau tadi gue udah bilang kalau ini hanya pura - pura?"batin Sari mengernyit kan dahi nya.
"Hmm... I- itu, kaki gue... Mmm... Su - sudah lebih baik."jawab Sari tergagap, kemudian memalingkan wajah nya kearah lain.
Ia sangat bingung dengan Vicky yang seolah lupa kejadian tadi.
"Secepat itu? Ajaib sekali." ujar Vicky.
"Akhhh... Baiklah baiklah, gue akan mengaku."seru nya frustasim
"Sebenar nya tadi gue udah mengaku ya kan dan kita juga membahasnya. Baik lah sekarang gue ulangin lagi."
"Gue ngaku kalau sebenarnya kaki gue baik - baik saja, nggak sakit sama sekali"Sari menunduk berusaha menyembunyi kan wajah nya karena malu.
Vicky menahan tawa. "kenala lo bohong? Untuk apa hmm...?" Vicky bertanya sambil mengulum senyumnya.
Sari memejam kan mata nya, menggigit bibir nya dan mendesah kan napas kasar. Lalu berusaha banhkit dari posisi nya dan menduduk kan diri nya, di susul oleh Vicky yang melakukan hal yang sama.
"ya itu karena... Karena.. Hmm karena gue nggak suka lihat lo terlalu dekt dengan Tiara, jadi gue...."
Vicky terkekeh dan kembali bertanya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. " apa kamu cemburu?"goda nya.
"Ti- tidak gue nggak cemburu." sanggah Sari menolehkan kepalanya dan melemparkan tatapan gaalknya dengan bibir mencebik sebal.
__ADS_1
"Ahahahah...."Vicky tertawa. Kemudian tanpa aba - aba ia menarik Sari ke atas pangkuannya. Gadis itu berusaha melepaskan diri tapi lengan kokoh Vicky memerangkap tubuh mungilnya.
"Apa kamu tau, aku juga merasakan hal yang sama saat melihatmu bersama dengan laki - laki lain. Apa lagi tadi kamu terlihat sangat dekat dengan lelaki itu, aku sangat cemburu mekihatnya."ucap Vicky. Cowok itu tanpa ragu mengakui perasaannya di depan Sari, membuat gadis yang awalnya meronta minta di lepaskan jadi terdiam tak berkutik.
"Dan juga apa yng kamu rasakan tadi terhadapku adalah hal yang sama. Itu namanya cemburu. Apa kamu tau dari mana asalnya cemburu hmm? "tanya Vicky menjedah kalimatnya.
Sari menggelengkan kepalanya dengan ekspresi menggemaskan.
"Sumbernya... Sumbernya dari semua itu adalah rasa cibta." sambubg Vicky kembali dengan nada lembut .
"Ci- Cinta?"sahut Sari pelan dengan tatapam mata polosnya. gadis itu terlihat kaku masih mencerna dengan apa yang di ucapkan Vicky
"Iya itu adalah cinta, itu adalah rasa yang selama ini aku rasakan pada mu. Dan aku sangat senang akhirnya kamu juga menyadari dan merasakan hal yang sama terhadapku." ucap Vicky.
Deg!
"Dia mencintaiku sejak lama?"batin Sari kaget mendengarnya.
Sari menggeleng kan kepala nya tak percaya. "Nggak mungkin... Nggak mungkin lo suka sama gue dari lama." kata Sari.
" Apa maksudmu tak mungkin?"tanya Vicky.
"Bukankah dari dulu, lo sangat membenci gue?"tanya Sari.
"Siapa yang bilang, kamu itu cuma salah paham, Ai. Apa yang kamu dengar dulu itu tidak benar."kata Vicky.
Sari kembali menggeleng, " Bagaimana mungkin gue salah dengar sementar gue mendengar semuanya dari mulut lo sendiri."Kata Sari menatap mata Vicky menvoba mencari kebenaran di sana.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1