Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Kecelakaan


__ADS_3

Drrtttt.... Drrrtttt....


Vicky merasa kan getaran dari ponsel nya yang di simpan di saku celana. Tapi karena situasi yang tidak mendukung Vicky pun tidak bisa menerima panggilan tersebut.


Tiara yang melihat Vicky sedang gelisah pun tersenyum menang. Karena dia berhasil membuat Vicky jauh dari Sari. Tadi dia sengaja naik ke atas Panggung saat mc menyuruh orang yang spesial bagi Vicky. Dia pun melihat dengan jelas kalau sepanjang lagu Vicky selalu menatap Sari, dan sampai Vicky menyuruh Sari naik pun Tiara melihat nya.


Dia juga sudah tau kalau Vicky akan marah pada nya tapi, Tiara mengabaikan semua itu. " Kalau gue nggak bisa mendapat kan nya, berarti nggak akan ada seorang pun yang boleh mendapat kan nya"ucap Tiara dalam hati.


Tiara melakukan segala cara agar Vicky tidak bisa mengejar Sari, bahkan Tiara juga lah yang melapor kan Vicky ke bu Mega. Dia mengata kan kalau Vicky ingin kabur dari acara tersebut.


___


Mia yang sedang menonton tv di ruang kerja suami nya. Entah kenapa hari ini Izam begitu manja sampai kerja di rumah pun ia minta di temenin.


"Mas, bulan depan kita liburan yuk."ajak Mia saat melihat sebuah acara yang melihat kan sebuah pulau yang sangat bagus.


Izam menoleh dan tersenyum." gimana kalau kita suruh Sari dan Vicky buat honeymoon aja. Dan kita liburan nya di rumah aja."kata Izam.


"Ihhh... Bener juga apa kata kamu Mas, biar aku yang urus semua nya."kata Mia semangat.


Izam tersenyum dan menggeleng kan kepala nya, meski pun mereka sudah berumur, tapi sifat mereka masih sama. Tidak ada rasa bosan dalam rumah tangga nya, malah semakin hari hubungan mereka semakin hangat dan harmonis.


Izam kembali berkutat dengan tumpukan kertas yang ada di depan nya.


Sedangkan Mia, ia mulai mencari info tentang pulau yang di tonton nya itu.


Drrtttt.... Drrtttt...


Mia mengernyitkan kening nya saat melihat nomor yang tidak di kenal menelpon nya. "Ini nomor siapa?" gumam nya. Mia pun mengangkat telpon tersebut.


"Halo" sapa Mia


....


"Iya dengan saya sendiri." jawab Mia melirik Izam.


....


"APAA!..."teriak Mia berdiri, Izam menoleh saat melihat istri nya berteriak.


Mia menajatuh kan ponsel nya dan mulai terisak dan bergetar. Izam menghampiri istrinya tersebut.


"Ada apa?"tanya Izam, bukan nya menawab Mia malah tambah nangis.


"Siapa yang nelpon? Kamu kenapa nangis?"tanya Izam lagi. Karena tidak mendapat kan jawaban dari sang istri, Izam pun menarik Mia ke dalam pelukan nya.


"Tenang, ayo tenang dulu. Coba ceritain ke aku, apa yang terjadi? Siapa yang nelpo dan dia biang apa?"tanya Izam mencoba menenang kan sang Istri.


Mia mencoba mengatur napas nya, setelah merasa tenang Mia pun mengata kan kalau Sari mengalami kecelakaan mobil.


"Sari kecelakaan di jalan xxx dan dia sekarang sudah di lari kan ke rumah sakit xxx.... " kata Mia sambil sesegukan.


"Astagfirullah. Kaalu gitu ayo kita ke rumah sakit, kenapa malah kamu nangis gini?"tanya Izam.


"Aku takut mas, aku takut hal buruk menimpa anak kita."ucap Mia.


"Husstt... Kita doain aja semoga keadaannya baik - baik saja. Yuk kita susulin dia ke rumah sakit"kata Izam berusaha setenang mungkin. Karena kalau dia ikutan panik maka istri nya ini pasti akan lebih panik dan akan fatal pada ke sehatan nya.


Mereka pun bergegas pergi ke rumah sakit yang di sebut kan oleh polisi yang menghubungi Mia tadi.

__ADS_1


Izam juga tak lupa menyuruh sang istri untuk mengabar kan nya pada Vicky dan juga kepada keluarga Vicky.


Sesampai nya di rumah sakit, Izam langsung berlari dan Mia menyusul di belakang nya, mereka pergi ke resepsionis dan menanya kan keberadaan putri nya.


Setelah tau ke beradaan Sari, berdasar kan informasi nya saat ini Sari sedang di ruang operasi.


Izam dan Mia pun langsung ke ruangan tersebut. Mia saat mendengar putri nya berada di ruang operasi pun langsung gemetaran.


"Ya allah Mas, bagaiamana keadaan Ai? Kenapa di harus di operasi?"tanya Mia terisak.


Tak lama Vicky pun berlari menghampiri kedua mertua nya. " Ayah, Bunda... Bagaimana keadaan Sari?"tanya Vicky dengan napas yang tersengal - sengal.


Izam menggeleng kepalanya, Izam pun menepuk bahu menantu nya itu. "Kita juga belum tau, dia masih di ruang operasi."kata Izam.


Mia menatap menantu nya, "Vicky sebenar nya apa yang terjadi? Kenapa Sari sampai kecelakaan? Kamu di mana? Kenapa kamu nggak jagain dia?"tanya Mia pada menanti nya.


"Tenang sayang, tenang. Kamu nggak boleh kayak gini? Semua ini nggak ada yang salah, ini adalah cobaan dari allah dan kita harus sabar."kata Izam memeluk istri nya.


Vicky yang tidak bisa menjawab pertanyaan sang mertua hanya bisa diam, dan termenung. Benar kata bunda Mia, semua ini adalah kesalahan nya seandai nya tadi dia bisa menjelaskan semua nya pada Sari dan seandai nya di bisa mengejar Sari pasti semua ini tak akan terjadi.


Tubuh Vicky luruh seketika, dia rasa nya sangat hancur mendapat kan berita ini. Maya dan suami pun baru datang, kaget melihat putra mereka yang terlihat sangat lemah.


"Ky..."panggil Maya meraih tubuh putra nya.


"Kamu harus kuat nak, jangan lemah gini. Kamu seharus nya berdoa untuk ke selamatan istri mu bukan malah nangis dan lemah gini" kata Maya


Vicky menatap sang mama, Maya menghapus air mata nya. " mama benar, aku ke musholah dulu" kata Vicky. Berdiri dan berlalu pergi ke musholah rumah sakit.


Maya melihat kepergian putra nya, setelah nya di menoleh dan melihat keadaan sahabat sekaligus besan nya.


"Mia.."Maya berjalan menghampiri sahabat nya itu. Mia menangis terseduh di pelukan sang sahabat.


Tak lama lampu ruang operasi pun mati menanda kan operasi telah berhasil.


Seorang dokter keluar dan langsung di serbu oleh Mia.


"Dok, gimana keadaan putri saya?..."tanya Mia.


"Operasi nya berjalan dengan lancar, tapi..."


"Tapi apa dok?"potong Mia, yang tidak membiar kan dokter itu menyelesai kan ucapan nya.


"Tapi pasien masih dalam keadaan koma, saya saran kan, mohon doa nya agar pasien cepat sadar."kata dokter.


Mia semakin hancur mendengar ucapan dokter tersebut.


"Apa kah kita sudah boleh melihat anak kami Dok?"tanya Izam.


"Untuk 2 jam ke depan pasien tidak bisa di ganggu. Setelah 2 jam baru pasien bisa di besuk pasien dan itu pun hanya boleh 1 orang saja, karena pasien akan kita pindah kan ke ruang ICU." kata dokter menjelaskan.


"Baik dok, terima kasih."


"Kalau gitu, saya permisi." kata dokter dan berlalu pergi.


Maya menuntun Mia ke bangku yang tak jauh dari sana." Kamu tenang, Sari pasti akan baik - baik saja."kata Maya.


___


Setelah selesa sholat, Vicky berdiri di depan ruang ICU dan melihat keadaan istri nya melalui jendela ruangan yang sengaja di buka kan oleh suster, dan itu atas permohonan Vicky.

__ADS_1


"Ai, cepat sadar aku kangen sama kamu..." ucap Vicky mengusap kaca jendela. Diri nya begitu hancur saat melihat begitu banyak selang dan kabel yang terpasang pada tubuh mungil sang istri.


Di sini hanya Vicky sendiri, sementara mertua dan juga orang tua nya berada di ruangan yang sengaja di gunakan untuk bunda nya di rawat, semenjak Sari di nyatakan koma keadaan Mia tiba - tiba memburuk, Mia juga tak sadar kan diri.


1 jam sudah Vicky berdiri di depan ruang ICU itu, air mata nya seakan tak ada habis nya.


Tak lama Manda dan Wulan pun datang, mereka menghampiri Vicky.


"Vick..." panggil Wulan mendekati nya.


"Kalian datang."kata Vicky menghapus air mata nya.


"Sorry kita datang telat, tadi ada sedikit urusan."Kata Manda.


"Nggak apa - apa." balas Vicky lemah.


"Lo yang sabar Vick, jangan lemah karena..."


"Manda!" kata Wulan yang memotong perkataan Manda. Wulan memberi kode pada Manda agar gadis itu tetap diam.


"Karena apa?..."tanya Vicky curiga.


"Bukan apa - apa, lo nggak usah mikirn apa pun, lo fokus aja sama kesembuhan Sari. Oke.lkata Wulan.


Vicky mengangguk, untuk saat ini dia sedang tidak mau memikirkan apa pun selain ke selamatan istri nya.


FLASHBACK.


Di party sekolah.


Saat itu Wulan dan Manda sedang berusaha menghubungi Sari yang tak kunjung ada kabar. Mereka sangat khawatir bahkan saking kahwatir nya mereka mengabaikan acara From nigth tersebut.


Tak lama Bunda Mia pun menghungi mereka dan mengata kan kalau Sari mengalami kecelakaan. Mandan dan Wulan sangat shok.


Tanpa pikir panjang mereka pun menghubungi Daffa yang kebetulan sedang ada di Indonesia. Sambil menunggu Daffa yang kata nya akan menjemput mereka berdua di sekolah.


"Man, kita ke toilet dulu yuk, gue kebelet banget." kata Wulan mengajak Manda.


Mereka berdua pun bergegas ke toilet. Setelah selesai buang air Wulan dan Manda pun keluar dari toilet, saat melewati gudang lantai bawah, mereka mendengar suara seseorang yang sedang berbicara.


Manda menarik tangan Wulan, mereka berjalan lebih mendekati ke sumber suara.


"Apa semua nya sudah beres?" tanya nya.


....


"apa kau yakin kalau itu Sari?"tanya nya lagi


Wulan dan Manda saling pandang, mereka kaget saat mendengar orang itu menyebut nama Sari.


"Oke, gue akan kesana."kata nya.


Manda dan Wulan pun bersembunyi, mereka sangat kaget saat melihat siapa orang tersebut.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2