Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Mengaduh pada mertua


__ADS_3

Pukul 8 malam, Sari baru pulang. Diantarkan oleh Jepri dengan motor sportnya.


"Makasih ya, Prik. Udah ngantarin"


"Iya, sama - sama, Lo kalau butuh sesuatu nggak usah sungkan buat ngehubungin gue."


"Hmm... Yudah kalau gitu gue masuk dulu, ya. Lo hati - hati bawa motornya."


"Iya, bye ayang. Good night."Jepri pun mulai menyalakan motornya dan mulai melaju pergi meninggalkan Sari di depan pagar rumahnya.


Sari masih berdiri memperhatikan Jepri yng mulai tak terlihat.


"Kasihan lo, Prik. Cinta lo harus bertepuk sebelah tangan. "ucap Sari pelan.


"Pak buka pintunya!" seru Sari pada Satpam rumahnya.


"Non Sari?" dengan cepat pak Norman membuka kan pintu pagar.


"Dari mana aja, non? Kok baru pulang?"tanya pak Satpam


"Biasa pak, tadi saya mampir dulu nyari buku."jawab Sari memberi senyum ke pria paru baya itu.


"Oo." pak Norman hanya mengguk - mangguk mengerti.


"Kalau gitu, saya ke dalam dulu ya pak." pamit Sari berlalu pergi meninggalkan pak satpam.


Sari masuk ke dalam rumah, keadaan rumah tampak sepi. Lampu semua ruangan mati, Sari mengernyitkan dahinya.


"Tumben, si mbok matiin lampu jam segini."gumam Sari.


Sari berjalan menuju tangga dan naik ke kamarnya. Saat Sari membuka pintu dia di kaget kan dengan Vicky yang sedang duduk di sofa sambil menatapnya tajam.


"Astagfirullah." Sari memegang dadanya.


"Dari mana lo?!"tanya Vicky dengan nada dingin.


Sari diam dan memilih mengabaikan pertanyaan Vicky. Dia masuk ke dalam kamar mandi tanpa sepatah kata pun.


Blam!


Vicky menggeram kesal, bisa - bisanya gadis itu mengabaikannya.


Tak lama Sari keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya.


Sari berjalan menuju ke lemari, ia melirik Vicky yang sedang main ponsel di atas ranjang.


Setelah selesai memakai baju tidurnya, Sari memilih menonton acara reality show boyband ke sayangannya. Kali ini Sari malas keluar kamar untuk menonton di tv, jadi dia memilih nonton dari Ipad nya saja.


"Aduh aduh, si Tetet kok makin hari makin tampan aja. Jadi pengen nyulik deh." ucapnya saat melihat Kim taehyung di acara itu.


"Aelah, Kookie kamu kiyowok sekali. Jadi, gemes deh sama si bontot"


Karena Sari yang selalu berisik, membuat Vicky yang tidak bisa fokus dengan tugasnya.


"Brisik banget sih!" kesal Vicky.


Bugh!


Vicky melempar Sari dengan bantal.


"Aw.."Sari menatap tajam kearah Vicky.

__ADS_1


"Kecilin suaranya!"


"Bodo" Sari kembali fokus ke layar Ipadnya.


"Rese banget, gini amat gue punya bini." gumam Vicky pelan.


"Seharusnya gue yang marah, ini kenapa malah dia yang bersikap dingin ke gue.?"


"Awas aja, ntar gue bales lo." kata Vicky dalam hati.


____


Pukul 05.00 Sari terbangun, lagi - lagi dia di kagetkan dengan posisi tidurnya. Bagaimana bisa setiap bangun tidur ia selalu dalam keadaan memeluk Vicky. Perasaan tadi malam ia tidur di sofa, lalu kenapa pas bangun dia selalu ada di ranjang dan yang bikin dia makin kaget. Bagaimana bisa dirinya tidur sambil memeluk tubuh pria ini.


Sari diam dan memperhatikan wajah tidur Vicky yang terlihat sangat damai.


"Ganteng banget." Seketika Sari menggelengkan kepalanya.


"Hais gue ngomong apa sih." ucapnya.


Dengan pelan Sari memindahkan tangan Vicky.


Namun, Vicky kembali memeluk tubuhnya. "Dih, malah makin erat, dia tidur apa gimana sih?" Sari kembali mencoba untuk memindahkan tangan cowok itu.


"Hmm... Mau kemana? Masih terlalu pagi, tidur aja lagi." ucap Vicky dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


"Lo udah bangun? Yaudah lepasin ah!" Sari kembali menyingkirkan tangan Vicky.


"Nanti aja,"


"Lepasin nggak, ini masih pagi, gue lagi nggak mood brantem ini"


"Yaudah nggak usah brantem, "


"Morning kiss dulu." ucap Vicky, mempererat pelukannya dan bahkan sekarang dia meletakan kepalanya di ceruk leher Sari.


"Dih, ogah banget. Apaan sih masih pagi juga tu otak udah Fiktor aja. "dengus Sari


"Ya, nggak apa - apa kan sama istri sendiri." Vicky mencium leher Sari.


"Ihh.. Apaan sih lo cium - cium leher gue? Lepas nggak!"Sari kembali memberontak


Dengan sekuat tenaga, Sari mendorong Vicky hingga cowok itu terjatuh ke lantai.


"Aw..., bokong, gue." teriak Vicky.


"Rasain, makanya jangan cari masalah" Sari bergegas masuk ke dalam kamar mandi, sebelum kegilaan suaminya menjadi - jadi.


"Lumayan lah, dari pada sebelumnya."gumam Vicky beranjak berdiri.


_____


"Mbok, tolong bilangin sama pak Mamat buat siapin mobil. Bentar lagi aku berangkat."kata Sari. Vicky monoleh kearah Sari


"Non, pergi sendiri? Nggak barengan sama Den Vicky?"tanya mbok Darmi.


"Nggak mbok, Aku nggak pengen ntar anak sekolah yang lain pada tau tentang hubungan ini." Kata Sari sambil memakan sarapannya.


"Trus kenapa kalau mereka tau? Apa salahnya?"


Sari menoleh ke arah Vicky. " Yang bener aja, kalau sampai yang lain pada tau, pasti bakalan ribet dan lebih parahnya, kita bisa di keluarin dari sekolah." kata Sari.

__ADS_1


"Lo lupa, sekolah itu punya siapa?"tanya Vicky


"Ya punya yayasan lah, lo kira punya bapak lo apa." kata Saei acuh, ia kembali memakan makanannya.


"Tc, jadi lo belum tau ."


"Tau apaan?"


"Nggak ada ,lupain aja. Pokoknya lo harus berangkat bareng gue, kalau nggak gue telpon bunda." ancam Vicky.


"Tc, lo kira gue takut sama anceman lo itu." Vicky langsung mengeluar kan ponselnya dan menghubungi nomor mertuanya.


^^^"Halo, Assalamualaikum Bunda."^^^


"Waalaikumsalam, iya ada apa Vicky?"


^^^"Bunda, gimana kabarnya?"^^^


"Alhamdulillah baik, kalian gimana?"


Sari melirik kearah Vicky, ternyata pria itu beneran menghubungi bundanya.


^^^"Kita juga baik, kok bun. Gini bund, Vicky mau bilang kalau Sari itu nggak mau dengerin ucapan Vicky bund, doa selalu ngebantah ucapan ,Vicky bund"^^^


"Astgfirullah, mana Sari nya. Coba kasihin ke dia!"


"Hais apaan sih lo, pagi - pagi udah bikin orang kesel aja." gerutu Sari.


"Nah, bunda mau ngomong!" Vicky menyerahkan ponselnya dengan senyum penuh kemenangan.


"Nggak mau!"Tolak Sari.


"AIIII!" teriak bundanya dari dalam ponsel.


Vicky meloudspiker ponselnya dan meletakkannya di atas meja.


^^^"Iya bund, Ai denger kok. Iya iya, Ai bakal nurut."ucap sari, lebih dulu. dia tau kalau bundanya akan menceramahinnya, jadi sebelum itu terjadi dia lebih dulu mengantisipasi terlebih dahulu.^^^


"Awas ya, kalau bunda denger hal begini lagi!"


^^^"Iyaaa.."^^^


^^^"Yaudah bun, telponnya kita sambung nanti aja yan bund. Aku sama Sari mau ke sekolah dulu."^^^


"Iya, nak. Kalian yang akur ya. Bunda titip Sari ya Vic."


^^^"Iya, bund. Siap. Assalamualaikum, bunda."^^^


"Waalaikumsalam."


Vicky, tersenyum puas ."yuk berangkat."


"Ngeselin banget sih lo." geram Sari, beranjak dari meja makan.


Mbok Dari geleng - geleng melihat kelakuan majikannya itu.


"Dia gemesin ya, mbok" ucap Vicky tersenyum.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.

__ADS_1


Terimah kasih💜


__ADS_2