Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Posesive


__ADS_3

"Apa kalian bisa meninggal kan ruang ini sebentar?" kata Dokter itu.


"Nggak saya mau tetap di sini."kekeh Vicky yang terus berdiri di samping Sari.


"Kalau kamu di sinj, itu hanya memperlambat pekerjaan kami."kata Dokter.


Ulan mendekati Vicky. "Vick, mending kita tunggu di luar aja, yuk."kata Ulan, ia menarik tangan Vicky pelan dan membawa pria itu keluar.


"Kenapa ini bisa terjadi?"tanya Vicky pada Ulan dan Manda.


"Kita juga nggak tau, tapi tadi dia bilang ke gue kalau dia kebelet dan katanya cuma bentar. Makanya nggak gue temenin."jawab Ulan


"Lagi pula, tadi saat gue ke toile. Toiletnya juga nggak kenapa - kenapa, masih baik - baik aja."sambung Manda.


Vicky terdiam, " gue bersumpah nggak akan melepaskan siapa pun yabg telah melakukan ini" ucap Vicky geram


Setelah 2 jam tidak sadarkan diri, Sari mulai menggerakkan matanya. Cahaya lampu menyilau kan mata nya.


Sari melihat ke sekeliling nya, "Dimana ini? "gumam nya.


Ceklek.


Seseorang masuk keruangan Sari. Sari menoleh kearah pintu.


"Kamu sudah sadar?"tanya Vicky. berjalan menghampiri Sari yang sedang memperhati kan nya.


"Apa lo yang bawa gue kesini?"tanya Sari.


"Iya, tadi aku sama kedua sahabat mu itu."kata Vicky


"Terus, sekarang mereka di mana?"tanya Sari yang tidak melihat Ulan atau pun Manda.


"Mereka sudah kembali ke sekolah, karena mereka harus melanjut kan ujian tadi."balas Vicky.


"Terus ujian lo gimana?"tanya Sari


"Udah selesai, baru aja." kata Vicky


"Bagaimana, apa ada yang sakit?"tanya Vicky, memegang tangan Sari.


"Nggak gue udah nggak apa - apa."jawab Sari tersenyum


Vicky menarik gadis itu kedalam pelukan nya. " Jangan kaya gini lagi, aku sangat takut saat melihat kamu nggak sadarkan diri di dalam toilet tadi."Ujar Vicky.


"Terima kasih."ucap Sari tersenyum


"Untuk?"tanya Vicky


"Karena lo yang selalu ada buat gue."kata Sari, membalas pelukan suami nya itu.


"Udah tugas aku buat selalu lindungin kamu."kata Vicky.


____


"Kamu kenapa lagi sih, Ai?"tanya Vicky yang sangat gerogi di tatap seperti itu sama Sari.


"Nggak tau."jawab Sari jutek.


"Nggak baik lo ngomong dengan nada seperti itu sama suami."kata Vicky, menoel hidung Sari.


"Bodo'"ucap Sari kesal.


"Udah dong keselnya, nggak baik ngambek lama - lama sama suami."kata Vicky .


"Nggak peduli."jawab Sari ketus.


Bagaimana nggak kesal, coba kalian bayangin aja. Sari masuk kerumah sakit cuma gara - gara kehabisan oksigen, dan itu untuk pemulihan nya cuma butuh waktu 1 sampai 2 jam, dan dokter pun sudah memboleh kan Sari pulang.


Tapi suami tampan nya ini, malah tidak memperboleh kan nya pulang. Alasannya, dia takut nanti Sari akan mengeluarkan gejala - gejala lain.

__ADS_1


Sari sangat kesal dengan sikap kekanak - kanakan suami nya itu. Ia sangat bejuang selama 1 jam hanya untuk membujuk Vicky agar mau membawa nya pulang. Bukan Vicky nama nya jika tidak membuat Sari kesal, dia memboleh kan Sari pulang dengan syarat istrinya itu nggak boleh mijak lantai atau berjalan sendiri. Kemana - kemana Sari akan selalu di gendongnya.


Awal nya Sari sangat menolak syarat itu, tapi karena Vicky yang keras kepala, akhirnya Sari pun mengiya kan syatat tersebut.


Sari turun dari atas tempat tidur, ia hendak melangkah tapi langsung di cegah sama Vicky.


"Mau kemana?"tanya Vicky.


"Ke toilet. Kenapa mau ikut juga?"tanya Sari.


"Iya, ayo."Vicky langsung menggendong tubuh mungil itu.


"Ehhh... Ky, turunin gue! Lo jangan aneh - aneh deh, gue udah kebelet ini." kata Sari mencubit lengan Vicky.


"Iya ayo."Vicky langsung membawa Sari ke dalam kamar mandi, dan meletak kan Sari dengan pelan di atas closet nya.


"Udah ayo, pipis lah!"Seru Vicky, Sari menatap pria itu jengah.


"Apa lagi, apa mau aku bukain celananya sekalian?"tanya Vicky yang masih berdiri di depan nya.


"Apa lo udah kehilangan akal? Ayolah Vicky, lo itu terlalu lebay, gue nggak sakit apa - apa, gue sehat."ujar Sari.


"Siapa bilang, ntar ada gejaah susulan gimana? Aku nggak mau kamu kenapa - kenapa"ucap Vicky.


Sari menghela napas, " Baiklah, baik. Kalau gitu lo keluar dulu, ntar kalau gue udah siap, gue akan panggil lo"kata Sari.


Vicky tak bergeming dari posisi nya. "Apa lagi, ayolah gue udah kebelet banget ini"keluhnya.


"Pipis aja, kamu nggak usah malu. Kan aku juga udah pernah liat semua nya."ucap Vicky tanpa ada rasa malu sedikit pun.


"Tc, kalau lo nggak keluar juga, gue nggak akan pernah mau di sentuh sama lo lagi!"ancam Sari.


Vicky membesar kan kedua bola matanya, tanpa seepata kata pun Vicky berlalu pergi keluar dari kamar mandi dan berdiri di depan pintu.


"Gila! Kenapa dia bisa kayak gitu. Bener - bener menyebal kan"gerutu Sari.


___


"Ita ,mbok. Kita makan sekarang."kata Vicky. mbok Darmi pun pergi.


Vicky berjalan mendekati Sari yang sedang main ponsel di atas Sofa.


"Ayo makan!"ajak Vicky


"Duluan aja, gue belum lapar."jawab Sari acuh.


"Nggak boleh nanti - nanti, kmu makan nya sekarang. Kamu itu harus minum obat, biar cepat sembuh."Kata Vicky.


"Sembuh apa nya, orang gue nggak kenapa - kenapa, lo nya aja yang lebay "sungut Sari kesal.


"Kamu mau makan, atau aku yang makan kamu." kata Vicky sambil mengedipkan matanya pada Vicky.


Sari merinding melihat ekspresi suami nya itu." gue mau makan asal, gue boleh jalan sendiri."kata Sari.


Vicky menggeleng kan kepala nya, "Nggak, aku nggak setuju."jawab Vicky.


"Yaudah berarti gue nggak makan"kata Sari.


"Baik lah kalau kamu nggak mau makan, berarti aku yang akan makan kamu!"seru Vicky berjalan semakin mendekati Sari.


"Jangan gila. ya."teriak Sari.


"Ok , ok Ayo!"teriak Sari takut.


"Sok - sok takut, padahal waktu malam itu, kamu minta nambah terus."goda Vicky.


Bugh


Sari melempar Vicky dengan bantal sofa, " mulut lu ya, Haish... Yauda, ayo buruan gendong!" seru Sari kesal.

__ADS_1


Kalau bukan karena dia yang udah terlalu lapar, dia benar - benar malas untuk di gendong. Awal nya Sari sangat kagum dengan Vicky yang sangat perhatian kepada nya. Tapi lama kelamaan, Sari pun merasa sangat jengah dengan semua larangan yang diberi kan oleh Vicky.


___


Sari melangkah masuk kedalam kelas, di melihat ke sekeliling kelas, dia belum melihat ke beradaan para sahabat nya.


"Kalau bukan karena ujian susulan, malas banget datang ke sekolah."gumam Sari. Biasa nya dia tidak akan datang ke sekolah setelah selesai ujian, dia datang cuma pas pengambilan lapor saja.


"Ini para bocah gue kemana lagi, apa dia lupa kalau gue harus datang pagi."gerutu Sari. Ia menghubungi kedua sahabat nya, dan mengatakan kalau dia sudah ada di sekolah.


"Semoga saja, nggak ada yang gangguin gue. Lagian siapa sih yang gangguin gue, padahal nggak ada bikin salah sama siapa pun deh"gumam nya yang tak habis pikir dengan inseden kemaren.


Dan berdasarkan informasi yang di dapat nya dari Vicky . Katanya sangat susah nyari pelakunya karena CCTV yang ada di depan Toilet sedang rusak.


"DORRR" Manda memukul bahu Sari


"Masih pagi udah ngelamun aja lu!"seru Manda.


"Lo kapan datang nya?"tanya Sari.


"Baru aja, tadi gue ke kantin dulu"kata Manda.


"Ulan mana?"tanya Sari.


"Palingan bentar lagi juga datang." kata Manda duduk di samping Sari.


"Lo, lagi mikirin apaan sih, Sar?"tanya Manda lagi.


"Ntar gue ceritain, tunggu si Ulan dulu. Gue malas harus ngulang - ngulang cerita nya."kata Sari.


"Tinggal cerita lagi apa susahnya sih, Sar"kata Manda.


"Yuk, temenin gue ujian susulan dulu."kata Sari, berdiri dan menarik tangan Manda.


"Nggak tunggu ulan dulu?"tanya Manda.


"Nggak usag, paking tu bocah masih tidur. Lo kayak nggak tau dia aja." balas Sari


____


Sementara itu, Vicky dan Rian sedang bermain basket, Mereka berdua mengabaikan murid - murid yang sudah memenuhi area lapangan basket tersebut.


"Ky, ntar jadi nggak kita rapatnya?"tanya Rian.


"Nggak tau, tapi ntar gue nggak bisa."balas Vicky, memasuk kan bola ke ring nya.


"Gimana sih, lo kan ketuanya. Masa lo nggak hadir."


"Mau gimana lagi, gue benar - benar nggak bisa"balas Vicky.


"Kalau, ntar malam lo sibuk nggak?"tanya Rian lagi.


"kenapa?"


"Kita ngumpul yuk, udah lama banget kita nggak nongkrong!"ajak Rian.


Vicky menghenti kan gerakan nya yang sedang mendrible bola.


"Untuk saat ini gue benar - benar nggak bisa."ucap Vicky.


"Baik lah, tapi gue banyak pertanyaan buat lo. Tapi gue nggak akan nanya sebelum lo sendiri yang menceritakan nya sama gue"kata Rian.


"Thanks."ucap Vicky menepuk bahu Rian.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2