
Sari hanya diam dan meneliti semua perkataan Vicky , dia benar-benar tidak ingin berdebat untuk saat ini. yang ada di pikiran Sari sekarang adalah ranjang empuk milik suami nya itu .
Sesampai nya di apartemen Vicky, tari mengikuti langkah Vicky masuk. Terlihat apartemen mewah dengan ukuran yang sangat luas dan rapi , Sari duduk di sofa, dia benar-benar sudah merasa ngantuk, dan tak butuh waktu lama Sari Pun tertidur di sofa .
Vicky yang baru saja selesai mandi menghampiri Sari, dia berniat untuk menyuruh Sari membersih kan diri dan tidur di kamar. Tapi saat melihat cari yang sudah tertidur pulas di sofa membuat Kiki tersenyum. pemandangan yang begitu indah menurut nya ,meskipun tertidur dengan lelapnya tapi wajah Sari tetap terlihat cantik bahkan begitu menggoda menurut Vicky.
"Sorry.. Aku tadi benar - benar emosi... " gumam Vicky menggendong tubuh Sari kedalam kamar. Dilihat nya Sari yang sedang tertidur, dia mengelus pucuk kepala Sari dan mencim nya lalu merebahkan tubuh nya di samping Sari.
Vicky membaring kan tubuh nya di sebelah Sari. Dia menyelimuti Sari dan juga diri nya. Vicky memeluk Sari dengan posisi Sari yang telentang, wajah nya ia benam kan di leher istri cantik nya itu.
Sari yang menerima perlakuan Vicky melengus dari tidur ny, tapidia masih dalam keadaan tertidur, dan tak lama Sari terbangun karena hemusn hangat napas Vicky tepat di leher nya.
"Emmm.... Vicky, lu ngapain?" tanya Sari serak.
"Udah tidur aja lagi!!.." kata Vickky singkat yang masih dengan posisi yang sama
"Astaga gue kan nggak pake bra, dia ngh nggak ya." batin Sari.Jadi tadi tu keluar dari kafe mereka ganti baju nya di dalam mobil. Dan saa berganti pakaian, Ulan nggak sengaja menumpahkan air mineral nya dan mengenai Sari. Karena Sari tipe yang nggak nyaman dengan pakaian yang basah atau lembab, maka nya Sari mmutus kan untuk tidak mengguna kan Bra, dia hanya menggunakan ten top saja.
Tapi seperti nya Sari tidak bisa tidur lagi, terlebih Vicky membuat nya susah gerak leluasa dan itu membuat Sari tak nyamn, dia terus melakukan pergerakan keecil tapi tetap terasa oleh Vicky.
"Kamu nggak tidur lagi?..." tanya Vicky yang di anggukan oleh Sari.
"Kenapa?" tanya Vicky lagi.
"Udah nggak ngantuk lagi.." jawab Sari.
Entah kenapa kenapa sikap Sari sdikit berubah saat ini, tak secerewet atau senyebelin seperti biasa nya. Atau mungkin sari takut Vicky marah lagi pada nya, semoga ini tak hanya berlaku untuk sesaat saja, kalau bisa besok - besoknya juga seperti ini.
"Terus?..." tanya Vicky singkat.
"Lo tidur aja duluan." jawab Sari membuat Vicky kesal.
Baru juga bersikap manis dan baru juga Vicky memuji dan brharap, tapi semua itu hanya lah sesaat karna sifat nyebelinnya udah kembli lagi.
"Ya udah.." jawab Vicky kesal.
"Huftt, dasar cowok nggak peka." gumam Sari yang terdengar oleh Vicky.
"Mau begadang?? Tapi besok sekolah, mending tidur aja gih!.." sambung Vicky
__ADS_1
"Iya" jawab Sari laalu menarik selimutnya kembali dan membelakangi Vicky.
"Hadap sini dong, Ai." pinta Vicky
Tak ada jawaban dari Sari.
"Kamu mau nambah dosa ya nggak mau nurut sama suami, udah tadi bohongin suami, terus sekarang mau nambah dosa nggak mau nurut juga?" jelas Vicky lalu dia akan ikut berbalik membelakangi Sari juga. Tapi sebelum itu terjadi Sari sudah menghadap kearah Vicky.
"Iya, iya... Udah nih.." jawab Sari yang berganti posisi menjadi mnghadap Vicky.
Mereka tidur dengan posisi Vicky memeluk Sari, Sari yang tak mau di katain istri durhaka pun menurut, toh dia juga sebenarna nggak enak karena Vicky yang memang nggak pernah meminta hak nya. Kecuali malam itu.
"Duhhh jantung gue mualai meraton nih, Vicky dengar nggak ya.." batin Sari.
Vicky mengerat kan pelukan nya , teras ada sesuatu yang luman itu menempel di dada nya.
"Lumayan juga, tambah besar ya, pada hal baru sekali.." bisik Vicky di telinga Sari.
"Ha.. Maksud nya?.." tnya Sari polos.
"Maksud aku, punya kamu lumayan gede juga..." jawab Vicky kesal karena Sari yang tidak menyadari kalau sedari tadi Vicky sengaja menggesek - gesekkan dada nya di dua gunung kembar Sari.
Entah sejak kapan ttiba - tiba tangn Vicky sudah beradaa di dada Sari, dia sediki meremas membuat Sari kaget tapi juga merasa menikmati nya.
"Vicky, luuu.."ucap Sari terpotong karena sudah di bungkam bibir Vicky.
Kali ini Sari tidak memberontak lagi, dia menerima setiap cumbuan dan remasan tangan Vicky di dada nya, mungkin karena dia takut alau sampai melakukannya dengan cewek lain. Seperti yang di katakan oleh teman - teman nya tadi.
Jadi saat di kafe tadi, Sari menceritakan penolakan yang sering ia lakukan, dan mereka bilang kalau Vicky tidak mendapat kan nya dari nya makanya Vicky akan mencari wanita lain untuk memenuhi kebutuhan biologis nya iu.
Mereka terus beercumbu hingga membuat keduanya sampai pada puncak birahi, sesekali scara tak sadar Sari mengeluar kan ******* - ******* yang membuat Vicky semakin bernafsu.
Tampak nyaa Sari sudh mulai horny karena remasan - remasan Vicky yang juga menciumi leher sampai dada nya. Sampai pada akhir nya, tiba - tiba Vicky berhenti dari aksi nya.
Dilihatnya jam dinding nya, jam dinding yang ternyata sudah jam 02.05 dia begitu kaget.
"Akhhh.. Sial kenapa waktu na cepat banget sih..." gumam Vicky kesal.
Sedang kan Sari hana diam menatap suami nya, bingung.
__ADS_1
"idur lah, besok kita harus sekolah!" seru Vicky yang tak ingin Sari salah paham.
Sari menuruti Vicky, Sari tersipu malu kaena tadi dia terlihat sangat menikmati sentuhan dan cumbuan Vicky.
"Kita lanjutkan besok..." bisik Vicky di telinga Sari yang berhasil membuat Sari sangat malu, jika siang pasti muka nya sudah terlihat sangat merah.
___
Tak seperi pagi - pgi sebelumnya, biasa nya Sari lah yang menunggu kedua saabat nya, tapi pagi ini kedua sahabat nya lah yang menunggu nya.
"Cieee, yang pagi - pagi udh senyum - senyum..." ledek Ulan kepada Sari.
" apaan sih Lan? Biasa ajague.." elak Sari.
"EEh.. Tunggu, itu lher lo kenapa Sar??.." tanya Manda heran.
"Astaga, gue lupaa..." jawab Sari langsung mngambil kaca keci dari tangan Ulan, Ulan memang kemana mana selalu meembawa kaca juga peralatan make up seada nya seperti bedak, pondation dan lipstik entu nya.
"Duhh... Ln, lo bawa pondation nggak? Gue minta dong.." sambung Sari ke Ulan.
"nih.. pakai aja ." jawab Ulan memberi kan foundation nya kepada Sari.
" Tapi lo kenapa Sar? lu lagi alergi ya? Kok banyak banget sih?..." tanya Manda yang lagi lagi membuat bulan menahan tawa Begitu juga dengan Sari, biar pun dia cemas tapi mendengar pertanyaan dari Manda dia juga ingin tertawa .
" lu nggak tahu Ya dari kena penyakit apaan ?"Tanya Ulan yang pura-pura polos
"Iya gue nggak tahu LAN, ikhh... Kok bisa sih saru lo gatal-gatal gitu maunya di leher lagi ..." sambung Manda yang belum ngeh dengan keadaan Sari.
" Ya ampun Yana bener-bener polos atau pura-pura bego sih ." Jawab Ulan gemas
"Enak aja gue dikatain bego " jawab Manda yang tak terima .
"ya lu tau nggak Sari kenapa"tanya Ulan lagi dan Manda menggelengkan kepala nya.
"Itu tuh... Penyakit dari Vicky..."jelas Ulan setengah - setengah yang membuat Manda semakin bingung.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜