
Vicky yang melihat kedatangan para guru, dia menghampiri rombongannya itu.
"Maaf ya bu, tadi saya pergi duluan tanpa memmberi alasan yang jelas pada ibu." kata Vicky meminta maaf pada bu srik, ang selaku pembinanya.
"Iya, tidak apa - apa . Tapi,lain kali kamu nggak boleh kayak gini, ingat kamu itu pemimpin." kata bu srik yang memberi Vicky peringatan.
" Iya bu." Vicky pun membawa rombongan para panitia dan guru ke tenda yang sudah di siapkan.
"Vicky, lo kemana aja sih? Kok lo ninggain gue sih.." ujar Tiara mendekati Vicky
" Buka urusan lo, dan emangnya lo siapa?" tanya Vicky, menatap Tiara tak suka, dan berlalu pergi meninggalkan gadis itu.
" Gue pastiin lo akan bersujud di kaki gue, ihh jadi makin gemes." Tiara tersenyum melihat kepergia Vicky. Entalah, gadis itu bukannya takut dengan Vicky, semakin Vicky menggertaknya dia kan malah makin ingin mendekati cowok itu.
____
Vicky sedang berada dalam tenda nya.
" Vick, lo kenapa sih? Gue perhatiin dari tdi lo kesal gitu?" tanya Rian sambil menukar baju nya yang basa karena keringat mendiri kan tenda tadi.
"Maksudnya?" tanya Vicky menghentikan aktivitas nya bermain game di ponsellnya.
"Tc, pura - pura bego lagi, gue tau kalau lo itu sebenarnya paham dengan pertanyaan gue" kata nya.
"Gue lagi kesal aja sama tu cewek cupu. nempel mulu ..." ucap Vicky
"Tiara?" tanya Rian
" Ya, siapa lagi yang cupu di sekolah kita, selain dia?"
"Hahaha.... Nama nya jua cinta bro, makany dia kayak gitu, dia tu lagi ngeperjuangin cintanya ke elo.." ujar Rian, tersenyum geli.
"Kalau menurut gue ya, itu bukan cinta lagi nama nya, tapi udah ke obsesinya dia buat dapei lo Vick.." timpal Rafael yang baru datang.
"Nambung aja lo... Tapi bener juga tu apa kata Rafa." lanjut Rian.
"Cewek modelan kaya Tiara itu, nggak boleh di remehin bro, karena tipe - tipe seperti itu biasanya rela ngelakuin apa pun demi mencapai tujuan nya. Lo harus hati - hati" kata Rafael memperingati sahabat nya.
Vicky diam memperhatikan kedua teman nya yang sedang berbicara.
Vicky berdiri dan hendak melangkah pergi, " Mau kemana, bro?" tanya Rian
"Keluar cari angin.." jawab Vicky
__ADS_1
" Yaelah Vick, lo kebiasaan deh pergi saat kita berdua ngasih nasehat." sungut Rafael.
"Iya, udah gue dengerin kok. dan gue udah paham juga. Gue cabut dulu." kata Vicky berlalu pergi.
"Liat tu sahabat lu, gitu tu kallau di kasih nasehat main pergi gitu aa, di perkosa Tiara baru tau." sungut Rafael yang kesal di tinggall Vicky saat diri nya sedang berbicara.
"Lo kayak nggak tau dia aja," sambung Rian
"Udahlah, yuk kita keluar juga, sumpek gue lama - lama di tenda.
Vicky berjalan keluar, tujuanya hanya ingin mencari udara segara. Tapi nggak tau kaki nya malah melangka ke tempat nya Sari.
"Kenapa Gue mala ke sini?" gumam Vicky, ia melihat ke arah tende Sari. Entah kebetulan atau emang keberuntungan, Sari kelluar dari tenda, tapi gadis itu tidak melihat keberadaan Vicky.
" Mau kemana dia?" tanya Vicky mengikuti Sari dari belakang.
Sari pergi ke gerbang perkemahan, " Ngapain di kesini? Apa dia mau menemuin seseorang" Vick bersembunyi di balik pohon besar yang tak jauh dari tempat Sari berdiri.
"Dia mau menemuin siapa?" Vicky terus memperhatikan gadisna itu.
Tak lama Seseorang datang menghampiri Sari. " apa lo udah nunggu lama?" tanya orang itu, Vicky mencoba mellihat siapa orang iitu, tapi tidak bisa karena orang itu menggunakan hoodie dan menutup kepalanya.
"Lumayan, " jawab Sari.
Vicky mengepalkan tangannya, Vicky pergi dari sana. Dia tidak bisa berdiri di sana dan menyaksikan istrinya sedang berduaan dengan orang asing.
___
Setelah makan siang, semua orang di intruksikan untuk berkumpul.
"Perhatian semuanya!! Apa semuanya sudah berkumpul?" tanya Vicky selaku ketua panitia.
"SUDAH!!!" teriak yang lain bersama - sama.
"Baiklah, tuuan kita berkumpul, untuk mengawali kegitan kita in, sekarang kita akan mengadakan game." ujar Vicky.
"YEAAAAYYY!!" sorak semuanya dengan semangat.
" Kalian semangat banget ya" ucap Vicky tersenyum senang.
"Izin bicara!" seru Sari mengangkat tangannya tiba - tiba. semua orang melihat kearah Sari. Vicky mengerutkan keningnya.
"Iya, ada apa? " tanya Vicky.
__ADS_1
"Saya boleh ngajak teman nggak? Dia kebetulan ada di sini juga." kata Sari.
"Teman? Apa dia satu sekolah sama kita?" tanya Vicky.
"Hmm, nggak sih. Tapi dia pengen banget ikut" kata Sari.
" Baiklah dia boleh bergabung, asal jangan ngerusuh," kata Vicka, sari sangat senang mendengarnya.
Tiara menatap Sari, dia sangat kesal karena Vicky memperbolehkan Sari membawa orang asing untuk ikut game.
Sementara Sari sangat senang mendapatkan izin tersebut, dia akan menggunakan kesempatan ini untuk membuat Vicky cemburu. Dia mau lihat apakah Vicky sudah memiliki rasa padanya atau tidak.
Sari sengaja menyuruh Andre anaknya mang Ujang dan mbok Darmi untuk datang menyusulnya. Untung tadi malam mbok Darmi mengatakan kalau putra akan datang berkunjung.
"Andre, jangan lupa dengan yang gue bilang tadi." bisik Sari pada Andre ang berdiri tepat di belakangnya, pria itu masih menutupi wajahnya dengan hoodie, jadi wajahnya tidak terlihat di tambah lagi masker hitam yang menutupi wajahnya.
Beberapa perlombaan sudah berhasil terlaksana. Vicky sudah sedikit panas melihat kedekatan Sari dengan cowok yang tdak di kenalnya itu.
Anehnya setiap pembagian kelompok selalu dirinya dan Sari tidak mendapatkan kelompok yang sama, padahal Vicky sudah sangat berhraap bisa satu kellompok dengan Sari.
Andre terus sa menempelli Sari, kemana Sari pergi maka akan ada dia di sina. Andre sudah mendapatkan sinyal kecemburuan dari Vicky, dia pun tersenyum.
"Kayanya, kita menang deh kak." bisiknya pada sari. Sari tersenyum mendengarnya.
Kini tiba lah saatnya permaianan sandal bakiak yag di lakukan dengan berpasangan. Peserta akan di pilih dan di pasangkan secara acak. Semua peserta memasukan kertas nama mereka kedalam sebuah kotak.
Entah kebetulan atau apa, Sari terpilih lagi untuk satu kelompok dengan Andre. Dari tadi dia selalu satu kelompok dengan Andre. Keduanyana pun di minta untuk ke tengah lapangan untuk bersiap, membuat Vicky makin mengetatkan gerahamny dengan wajah menggelap. Sesaat kemudian namanya juga ikutt di panggil, Vicky terpillih untuk berpasangan dengan Tiara alam omba tersebut. Mau nggakmau Vicky harus sportif, dan akhirnya ia pun bangkit dari duduknya dan bersiap ke tengah lapangan.
"Akhirna dapat juga se tim dengan dia." ucap Tiara senang, dengan semangat dan sambil tersenyum dia datang ke tengah lapangan untuk menghampiri Vicky ang sudah berdiri id lapangan
Tiara mendekati Vicky yang sedang bersiap - siap. Sari juga sedang bersiap - siap bersama Andre, tiba - tiba teralihan karena melihat Vicky ynag juga sedang bersiap dengan Tiara.
Tiara berada di posisi depan dengan Vicky yang berada di belakang. Sama seperti hal nya dengan Andre yang ada di belakangnya.
Entah kenapa Sari merasa sangat tidak suka meliht kedua tangan Vicky yang berada di pinggang Tiara,
Seolah ada hawa panas yangan sengaja di hembuskan kepaddana, begitupun dengan Vicky yang melihat tangan Andre yang juga berada di pinggang sari, melihat tangan itu membuat rasa cemburunya makin membakar nyaris menghanguskan hatinya.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1