
jam menunjuk kan pukul 10.30, setelah sarapan mereka memutus kan untuk pulang. Karena sedari tadi Sari selalu saja merengek minta pulang. Sari takut kalau lama - lama berduaan dengan Vicky hidup nya pasti tidak akan tenang. Pria itu selalu saja mengganggu Sari, bayang kan saja mereka menghabis kan waktu dalam kamar mandi selama satu setengah jam, gila nggak tu.
" Mulai dari sekarang, gue harus hati - hati sama dia. dia ancaman banget." kata Sari dalam hati.
Setelah hampir setengah jam melaku kan perjalanan, akhir nya mereka sampai di pelataran rumah mewah keluarga Sari. Vicky memakir kan mobil nya, terlihat Sari yang tertidur di mobil, Sari terlihat sagat lelah, Vicky masuk sambil mengendong Sari
"Loh nak, kalian baru puulang?.." tanya Mia, yang juga baru pulang.
"Iya bun, Vicky langsung ke atas ya bund." pamit Vicky
"Sari tidur, Ky?" tanya Izam yang baru keluar dari kamar.
" Iya yah, aku ke kamar dulu ya yah." ucap Vicky berlalu menuju kamar.
Sampai di kamar Vicky menidur kan Sari di atas tempat tidur, Vicky berlalu ke kamar mandi karena mengendong Sari ke kamar cukup membuat nya berkeringat. Setelah selesai Vicky menghampiri Sari dan ikut tidur d sampinga sambil memeluk istri nya itu.
Sore hari hampir jam 5 sari bangun dari tidurnya, terlihat wajah suaminya yang tampan itu di depannya, dia menatap lekat wajah Vicky lalu mencium kening nya.
"Aish apaan sih gue.... Sari, Sari tolong kendali kan diri lo, jangan kegatelan. Ntar kalau dia bangun karena perbuatan lo,habis lo, keluar kamar ngesot" gumam Sari pelan
"Oiya siapa yang gendong gue ke kamar ya?.." tanya Sari.
"Aku.." sahut Vicky
Dengan suara khas orang bangun tidur, Sari kaget karena ternyata Vikcy sudah bangun.
"Mampus, dia tau nggak ya kalau tadi gue habis nyium dia, aishh... Sari bego banget sih lo.." rutuk Sari dalam hati.
Cup
Vicky mencium kening Sari. Sari tersentak kaget dengan perlakuan Vicky tapi dia berusaha untuk kembali bersikap biasa saja.
"Lah, gimana cara nya?" tanya Sari penasaran.
"Gendong lah, gimana lagi. Kamu pikir aku akan seret gitu, Mana mungkin aku melakukan itu sama bidadari ku ini." ucap Vicky kembali mencium kening Sari.
"Udah sana mandi, bau jigong ..." ucap Vicky mendorong kecil Sari.
Dengan kesal Sari menuju kamar mandi, sedang Vicky tersenyum melihat Sari yang cemberut.
Tok tok tok
Vicky beranjak dari tempat tidur, melihat siapa yang telah mengetuk pintu kamar.
"Iya, ada apa mbok?"tanya Vicky pada mbok Darmi yang berdiri di depan kamar.
"Itu Den, makan malam udah siap dan nyonya sama tuan udah menunggu di meja makan."kata Mbok Darmi.
"Baik lah, sebentar lagi kami turun"balas Vicky.
Vicky menutup kembali pintu kamar setelah mbok Darmi pergi.
"Siapa?"tanya Sari yang baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Mbok Darmi.."jawab Vicky.
"Udah selesai mandi?"tanya Vicky heran
"Hm." balas Sari berjalan ke arah kamar mandi.
"kau nggak mandi? Dasar jorok.."ujar Vicky tak habis pikir.
"Apa salah nya, gue nggak bau. Lagi pula gue nggak ada kerja yang mengeluar kan keringat, jadi buat apa mandi, buang - buang air. "Sahut Sari berjalan kembali ke kamar mandi untuk mengganti baju nya.
"Jorok sekali" menggeleng kan kepala nya.
___
" Mbooookkkkk, aku laparrr.." teriak Sari dari anak tangga.
"Ai, kamu kok teriak -teriak sih.." sanggah Mia menghampiri Sari.
" Bunda?" Sari berjalan cepat, memeluk bunda nya. Dia sangat merindu kan bunda nya itu.
"Kamu apa kabar nak?" tanya Mia
" Nggak baik - baik saja." balas Sari merengut.
" Kenapa? Apa kamu sakit Sakit apa? Ayo sini Bunda periksa." ujar Mia dengan penuh cemas.
Sari tersenyum, bunda nya sangat perhatian dengan nya. "Ai baik - baik aja kok bunda, Ai cuma bercanda." kata Sari.
"Bunda kapan pulang?"
"Itu..."
"Ada insiden yang tidak di ingin kan tadi bund, maka nya kita cepat pulang." sahut Vicky.
"Kedua wanita itu menatap kearah Vicky. "Maksud nya? Insiden apa?" tanya Mia bingung.
Vicky berjalan menghampiri Mia dan membisik kan sesuatu di telinga nya.
"Oooo... Jadi gitu kejadian nya"kata Mia menahan senyum.
"Apaan sih, main bisik - bisik." kata Sari.
" Nggak usah kepo deh.." kata Vicky
"Bodo' ah, mending aku makan." Sari berlalu pergi meninggal kan suami dan bunda nya.
"Gimana? Apa ada perkembangan" tanya Mia pada Vicky.
" Udah dong bund, udah ada kemajuan di hubungan kita, bund. dan Aku yakin kalau Ai juga mencintai aku."kata Vicky, mereka berjalan menyusul Sari.
___
Selesai makan, Mereka memilih untuk duduk berkumpul di ruang keluarga.
__ADS_1
"Ayah kemana, bund?" tanya Sari, yang fokus pada ponsel nya.
"Tadi kata nya ada pertemuan mendadak sama investor, nggak tau juga lah, bundah sudah bosan ngurusin kerjaan." kata Mia.
"Tumben, bukan nya cuma kerjaan yang bisa bikin bunda sama ayah itu merasa tenang dan damai." ucap Sari tampah mengalih kan fokus nya.
Mia menantap putri nya. " Maaf kan bunda ya, Ai. " ucap Mia mengelus pucuk kepala anak nya.
"Nggak apa - apa, Ai udah terbiasa kok. " balas Sari
Vicky menatap Sari, dia seolah memberi kode agar istri nya itu tidak usah melanjut kan topik pembicaraan nya.
"Bund..."
" Bunda, kita ke kamar duluan ya." pamit Vicky menarik tangan sari agar wanita itu mau mengikuti nya.
"Eh, eh,, Kenapa? Gue nggak mau kekamar, pergi aja sendiri."tolak Sari menepis tangan Vicky.
"Ayo!!"seru Vick.
"Nggak mau." tolak Sari. Mia memperhati kan anak - anak nya itu.
"Kalau kamu ngga mau, jangan salahin aku kalau aku akan melakuka nya disini." bisik Vicky . Sari menatap Vicky penuh tanya.
"Yuk,kemar. " kata Vicky
Dengan kesal Sari beranjak dari duduk nya dan berjalan sambil menghentak - hentak kan kaki nya naik kelantai dua dan masuk kedalam kamar.
Sesampai nya di kamar, Sari mengambil earphone dan juga Tablet nya, dia berencana ingin menonton konser malam ini.
Vicky menghampiri Sari yang duduk di sofa. " Kamu lagi ngapain?" tanya Vicky.
Sari hanya diam, malas menjawab pertnyaan pria itu. Dia kesal dengan nya, karena telah mengganggu nya yang sedang mengeluar kan semua uneg - uneg nya pada sang bunda.
"Ai, aku lagi ngomong sama kamu, loh." kata Vicky
Sari masih tak bergeming, Karena kesal Vicky merebut tablet tersebut dan melempar nya ke atas tempat tidur.
"Aishhh,,, Apa - apaan sih lo!"bentak Sari menatap Vicky tajam.
"Aku mau ngomong." kata vicky.
" ngomong nya besok aja, gue lagi nggak mood." kata Sari beranjak berdiri dari duduk nya.
Vicky menahan pergelangan tangan nya, " Kamu kenapa?" tanya Vicky
"Lepasih! Gue lagi nggak mood." Sari menepis tangan Vicky, lalu berbari di atas tempat tidur.
Vicky menatap Sari. " Gue tau kalau lo lagi kesal sama gue." batin Vicky.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜