
Setelah makan malam, seperti biasa Sari akan duduk manis depan Tv dan menonton serial drama korea kesukaannya.
Saat sedang asyik menonton, tiba - tiba Vicky datang. Ia duduk di samping Sari, dan ikut menonton serial drama korea tersebut.
"Alah apaan, itu pasti modusnya tu cowok aja. Biar dapat perhatian dari ceweknya. Sok sok demam lagi, alasan klasik banget." kata Vicky mengomentari scene dari drama tersebut.
Sari masih diam mengabaikannya, dia sedang malas ribut dengan cowok itu.
"Jadi cowok kok lembek gitu, tampang aja yang sok cool. Di tinggalin sama cewek gitu aja, udah mewek." ujarnya kembali mengomentari.
"Lo bisa diam, nggak?!"tanya Sari
"Apa? Gue kan nggak ganggui lo. Orang cuma nonton doang, lagian wajar kali komentar saat nonton itu"
"Iya, kalau mau nonton makanya diam!"seru Sari kesal.
"Marah - marah aja, ntar cepat tua baru tau."
"Bodo"Katus Sari.
Vicky memutar arah duduknya menjadi menghadap Sari. Menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Ia menatap Sari dalam diam. Menurutnya, wajah polos istrinya lebih menarik dari pada pemain drama di layar tv itu.
"Jangan natap gue kayak gitu." kata Sari tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kenapa emang?"
"Ntar lo jatuh cinta ke gue, kan repot."
Vicky tersenyum. "kok repot?"
"Ntar saat kita pisah, lo susah move on dari gue."
Deg!!
Vicky menegakkan tubuhnya. "Pisah?"
Sari menoleh, " Apa lo pikir hubungan ini akan bertahan lama?" tanya Sari.
Vicky menatap gadis itu, dia tak bisa menjawabnya.
Sari mengernyit, " Seriusan lo mau pertahanin hubungan ini?"
"Kenapa? Apa lo bener - bener nggak mengharapkan hal itu juga? "tanya Vicky.
"Ayolah, lo kan tau sendiri kalau gue nggak suka sama lo, dan kita nggak saling cinta. jangan kan cinta, kedamaian aja nggak ada dalam hubungan ini."ujar Sari.
"Yang ada hanya rasa benci gue ke elo!"lanjut Sari mengalihkan wajahnya.
Vicky terdiam." Benar kah? Kita liat aja kedepannya, yang jelas gue nggak akan pernah mengakhirinya."
"Kenapa? Apa alasanya? Jangan nyiksa diri sendiri deh. Gue tau kok kalau lo itu benci banget kam sama gue. Jadi, nggak usah sok baik. Gue tau siapa lo sebenarnya."ujar Sari.
Vicky memilih pergi meninggalkan Sari, dia tidak ingin bertengkar dengan gadisnya itu. Baru juga sehari umur pernikahan mereka, tapi kenapa sudah ada pertengkaran di dalamnya.
__ADS_1
Vicky masuk ke dalam kamar, ia memilih mendengarkan musik denga headphone nya. Beginilah cara Vicky untuk meluapkan amarahnya.
"Lo akan menyesal jika tau alasan kenapa gue melakukan hal itu Ai." gumam Vicky dengan dada yang bergemuruh.
___
Pukul 00.00 Sari mengakhiri acara ngedrakornya. Ia pergi ke kamar, membuka pintu dengan pelan, mengintip keadaan dalam kamar.
Sari merasa lega saat melihat lampu yang sudah mati, dan dia melihat kalau cowok itu sudah terlelap di atas ranjangnya.
"Kenapa dia tidur di sana?" decak kesal Sari.
"Terus gue, tidur di mana? Masa harus di sofa." ucapnya lagi.
Dengan berat hati, Sari pun mengambil bantal dan selimut. Membawanya ke sofa, dan membaringkan tubuhnya di sana. Tak membutukan waktu lama Sari sudah masuk ke dunia mimpinya.
Vicky yang memang belum tidur, hanya memperhatikan gerak gerik istrinya itu dalam diam.
Bugh!!!
Vicky kaget, dan dengan cepat mendekati istrinya. Vicky nggak habis pikir, bisa - bisa Sari terjatuh dari sofa. Padahal ini sofanya sangat lebar dan besar.
"Dia belum berubah ternyata."Vicky menggeleng. Dengan perlahan diangkatnya tubuh gadis itu dan di pindahkan ke atas tempat tidur.
Vicky juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Sari, di peluknya tubuh mungil itu.
"Good nigth my wife."bisin Farel, mengecup kening Sari singkat.
____
"Guys, kita ke kantin kuy.." ajak Ulan
"Yuk." jawab Sari dan manda bersamaan.
Ketiga cewek itu pun berjalan ke kantin, sepanjang perjalan ke kantin mereka tak hentinya tertawa. Ada aja tingkah Ulan yang dapat menimbulkan gelak tawa.
"Woi, liat tu sih Vicky. Astaga, kenapa makin hari dia makin ganteng aja sih." heboh Ulan saat melihat Vicky dan teman - temannya memasuki Kanti .
"Modelan begitu, dibilang ganteng." ketus Sari
"Yee, faktanya gitu. Sari sayang coba deh lo buka tu mata lebar - lebar. Dan lo perhatiin den tu si Vicky yang nggak ada kekuranganya sama sekali."
"Sempurna deh pokoknya." ujar Ulan .
"Tau nih, Sari. Kalau Vicky aja nggak ganteng menurut lo, jadi definisi ganteng menurut Sari Puspita tu gimana sih?"tanya Manda sambil merangkul bahu Sari.
"Oooo... Gue tau. Cowok yang paling ganteng di sekolah ini menurut Sari itu, ya cuma sih Jeprik doang. haha" tawa Ulan dan Manda pun pecah seketika.
"Sialan lo pada." Sari meninggalkan kedua sahabatnya dan memilih pergi memesan makanan.
"Ya ngambek."ledek Manda. Mereka berdua pun menyusul Sari.
Sari dan kedua sahabat sedang asik makan, tiba - tiba Jepri datang dan langsung duduk di sebelah Sari.
__ADS_1
"Hai, ayang."sapa Jepri.
"Apaan sih lo Prik, main nyelonong aja." sewot Ulan.
Jepri hanya cengengesan, " kok kalian nggak ngajak gue sih ke kantinnya?"
"Ngapain? Biasanya juga nggak di ajak."kata Sari.
"Ya makan bareng lah, Yang. Kamu gimana sih."
"Ih, sumpah gue geli banget liat lo Prik."kata Manda.
"Tau nih,bisa nggak biasa aja."timpal Ulan.
"Kenapa lo pada yang sewot, Ayang Sari aja nggak komen."
"Gue nggak komen, bukan berarti gue suka. Gue malas aja ngeladenin lo Prik."ucap Sari.
"Waw, mampus lo" ledeK Ulan.
"Ih Ayang, mulutnya pedes bener. Nggak takut mules tu perut." Sari memutar bola matanya.
"Guys, gimana kalau nanti pulang sekolah kita nonton dulu?" Ajak Jepri.
"Boleh, boleh." ucap manda dan Ulan semangat.
"Gimana yang?"tanya Jepri sambil merangkul bahu Sari. Ini memang sudah biasa dalam pertemanan mereka.
Dari ke jauhan Vicky menatap kearah Sari, dia tidak suka melihat kedekatan Sari dan Jepri. Vicky mengepal tangannya, dia cemburu.
Sari tak sengaja beradu pandang dengan Vicky, dia mengernyitkan dahinya saat melihat tatapan tajam yang di tujukkan Vicky padanya.
"Kenapa dia tatapannya tajam gitu?" gumam Sari.
"Oh apa dia cemburu liat aku sama si Prik"gumamnya lagi.
"Baiklah, Vicky Admaja kita lihat bagaimana reaksi lo dengan ini." Sari tersenyum smirk.
Dengan sengaja, Sari memegang tanga Jepri dan dia juga tersenyum ke arah cowok itu.
"Oke, gue juga ikut." jawabnya, sambil melihat ke arah Vicky.
Manda, Ulan dan Jepri kaget dengan reaksi Sari. Tidak biasanya, gadis itu besikap baik dan mau di rangkul oleh Jepri.
"Brengsek."Umpat Vicky berlalu pergi dari Kantin.
"Vic lo kenapa?" panggil teman - temannya yang menatap Vicky aneh.
Sari tersenyum puas saat melihat Vicky yang pergi dengan wajah kesal.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜