Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Saling mencintai


__ADS_3

"Ky..." Panggil Sari pelan


"Hmmm.." jawab Vicky singkat.


"Kita pulang ke rumah aja yuk ! Gue udah kangen rumah nih ." aja Sari .


" Kita udah pulang , jadi mau pulang ke mana lagi?"tanya Vicky


" Maksud gue kita pulang ke rumah Ayah Bunda aja " jawab Sari


"Hah.. Tadi gue bilang Kita? Astaga.. Tapi nggak papa kan emang kita nggak mungkin kami ya kan" gumam Sari lirih tapi terdengar oleh Vicky dan Vicky tersenyum jahil


"Ai..." Panggil Vicky


"I.. Iya kenapa?" tanya Sari gugup.


" Gue mau lanjutin yang tadi malam.."Ucap Vicky yang membuat sari melototkan matanya


Tanpa menunggu jawaban dari Sari, Vicky langsung mencium bibir Sari. Bukan nya menolak Sari malah menikmati semua cumbuan Vicky. Tidak bisa di cegah lagi, mereka pun kembali melakukan 'itu' untuk kedua kali nya.


____


Pukul 3 sore Vicky terbangun dari tidur nya, ia melihat Sari yang masih terlelap dalam tidur nya. Vicky tersenyum, di kecup nya pipi mulus Sari kemudian beranjak berlalu ke kamar mandi.


Setelah mandi Vicky memutus kan untuk memasak kan sesuatu untuk diri nya dan juga sang istri.


"Dia pasti sangat lapar."gumam Vicky, bagaimana tidak mereka telah melewat kan jam makan siang, dan itu cuma karena rasa cemburu Vicky.


Dengan lihai Vicky mengguna kan peralatan dapur, memasak bukan lah pekara sulit bagi Vicky, dia sudah terbiasa dengan semua peralatan dapur.


Meski pun di laki - laki, mama Maya tetap menyuruh nya untul belajar masak. Karena kata mama,' kamu nggak punya saudara perempuan, kalau semisal nya pelayan nggak ada terus kamu nggak bisa delivery makanan. Lalu kamu mau malan apa, sementara kamu nggak bisa masak.'


Kata - kata itu yang selalu di ingat Vicky. Dan semua nya terbukti, kalau dia nggak bisa masak. Mana mungkin sekarang dia bisa memasak kan makan untuk istri nya.


Setelah selesai masak Vicky menata semua makanan di atas meja makan. Kemudian dia kembali ke kamar.


Sesampai nya di kamar, Vicky tidak menemu kan Sari. "Kemana dia?"tanya Sari.


Vicky mencari Sari ke kamar mandi dan kamar mandi terlihat kosong. Vicky keluar dari kamar mandi kemudian mengamati keadaan tempat tidur itu.


Tempat tidur nya sangat beranta kan, bagaimana tidak. Tadi mereka habis bertempur di sana.


Vicky melihat ada yang aneh di sana, ia melangkah mendekati tempat tidur. Betapa kaget nya Vicky saat mendapati sang istri yang sedang tertidur di lantai dengan sebagian selimut menutupi tubuh polos nya.


"Astaga, ini cewek gimana cerita nya bisa sampai di lantai gini?"ucap Vicky lirih, menggeleng kan kepala nya.


Dengan pelan Vicky menggendong Sari kembali ke atas tempat tidur. Vicky ikut berbaring, di cium nya seluruh wajah Sari, di belain nya hingga sang empuh nya merasa terganggu.


"Kamu sudah bangun?"tanya Vicky.


"lu..."


Cup. Vicky mencium Sari


"Nggak boleh lagi pake lo - gue! Nggak sopan, mengerti?!"ucap Vicky dan Sari pun mengangguk.


Sari mengerat kan pelukan nya pada tubuh Vicky, dan kembali menutup mata.


"Ey... Jangan tidur lagi, bangun yuk!"kata Vicky, yang di balas dengan gelengan oleh Sari.


"Aku masih ngantuk." ucap wanita itu parau.


"Kalau kamu masih kaya gini terus, gimana kalau kita nmabah satu ronde lagi?..."tanya Vicky, tersenyum jahil.


Plak!


Sari memukul lengan Vicky. "Yang benar saja, kamu kira aku ini robot yang bisa kapan aja, nggak, nggak!" tolak Sari beranjak turun dari tempat tidur.


"Kamu mau kemana?"tanya Vicky menahan pergelangan Sari.

__ADS_1


"Minggir, aku mau mandi."kata Sari menepis tangan Vicky.


"Nanti saja..."


"Ogah.."balas Sari lari terbirit - birit sambil memegang kuat selimut nya.


Vicky tersenyum puas karena sudah berhasil mengerjain istri nya.


____


Mia yang baru pulang dari dinas luar kota nya pun bertanya pada mbok Darmi tentang keberadaan Putri dan menantu nya.


"Mbok, Sari sama Vicky mana? Kok jam segini belum pulang juga?"tanya Mia pada mbok Darmi.


"Mungkin mereka langsung ke apartement nya Den Vicky nyah.."jawab Mbok Darmi.


"Apart Vicky? Sejak kapan mereka tinggal di sana?"tanya Mia.


"Jadi kalau nyonya dan tuan nggak di rumah, nona sama suami nya lebih sering menghabis kan waktu nya di Apartement nya Den Vicky"jawab mbok Darmi lagi.


"Kenapa bisa gitu?"tanya Mia lagi, dia nggak nyangka kalau anak nya sudah mulai meninggal kan rumah nya.


"Kata nya, kerena lebih dekat dengan sekolah nyah."kata mbok Darmi.


"Udah lah Bund, mereka kan udah besar. Mungkin aja mereka ingin belajar mandiri"sahut Izam yang baru datang..


"Iya nyah, saya juga setuju dengan pendapat tuan."tambah mbok Darmi.


"Tapi, rumah jadi sepi mas."kata Mia, yang belum rela anak nya meninggal kan nya.


Mbok Darmi melihat Mia sambil menggeleng, Izam duduk di samping Mia.


"Kamu jangan ke kanak - kanakan deh, lagian mereka kan belum pindah dan mereka di sana juga pas kita nggak dirumah."kata Izam.


"Kalau gitu saya, ke belakang dulu nyah, tuan."kata Mbok Darmi berlalu pergi ke dapur.


____


"Apa kamu suka?"tanya Vicky.


"Iya, enak banget. Kamu pesan di mana?"tanya Sari


"Enak aja beli, ini aku yang masak."kata Vicky, Sari menelan makanan nya.


"Yang benar saja,"Ucap Sari tak percaya.


"Yaudah kalau nggak percaya"balas Vicky, menikmati makanan nya.


"Hmm.... Malam ini kita tidur di sini aja ya."ucap Vicky.


"Kenapa? Kita pulang aja, malam ini bunda sama ayah pulang, mereka pasti nyariin kita."kata Sari.


"Nanti biar aku yang hubungi mereka"sambung Vicky.


"Kenapa sih kamu suka banget tinggal di sini? Padahal kan di rumah juga bisa nggak terlalu jauh juga kan"tanya Sari.


"Sebenar nya, aku lebih suka tinggal sendiri. Kita kan udah menikah dan apa salah nya kita mulai hidup mandiri."ucap Vicky. Sari menatap Vicky, dia tidak menyangka kalau pemikiran Vicky sedewasa ini.


"Tapi bunda nggak akan mau melepas kan, dulu bunda pernah bilang, kalau aku nikah, nggak boleh pindah dan harus tinggal serumah dengan bunda dan ayah."kata Sari.


"Kenapa? Bukan nya mereka juga jarang di rumah? Jadi sama aja bohong ya kan?"tanya Vicky.


"Nggak tau lah, aku ngikut aja. Malas banget mikir - mikir yang begituan. Kita jalani aja lah dulu"ujar Sari.


Vicky tersenyum, ternyata begini rasa nya kalau berbincang berdua dengan istri. Tidak seperti biasa nya istri nya bisa di ajak dengan relax.


"Malam ini kamu sweet banget." ucap Vicky tersenyum.


Sari hanya membalas nya dengan senyuman.

__ADS_1


Setelah makan mereka memilih untuk duduk di ruang keluarga sambil menonton tv.


"Aku boleh nanya nggak?"tanya Vicky, memutar duduk nya menghadap kearah Sari.


"Apa?"tanya Sari menoleh kearah Vicky.


"Kenapa kamu suka banget sama kpop? Bukan nya dulu kamu paling nggak suka nonton - nonton kayak beginian."kata Vicky.


"Ya gimana lagi, gue nggak punya teman..."


Cup


"Jangan pake gue - gue an"kata Vicky


"Aish... Semenjak kamu khianati perteman kita, aku jadi nggak percaya sama siapa pun dan lebih memilih mengurung diri di kamar."Kata Sari.


"Kapan aku khianati kamu sih Ai,yang ada aku yang belain kamu." balas Vicky tak terima.


"Masa sih, tapi kata mereka kamu yang nyebar."ucap Sari.


"Demi allah aku nggak ada nyebar, kamu jangan souzon sama aku."ucap Vicky.


"Bahkan dulu saat kamu pergi, aku sangat sedih dan sempat down. Kalau nggak percaya kamu boleh tanya mama." lanjut nya.


Sari tersenyum, melihat ekspresi suami nya itu.


"Kenapa kamu senyum gitu?"tanya Vicky


Sari menggeleng," kamu lucu. Ya aku percaya, karna au sudah tau semua nya."ucap Sari.


"Maksud nya kamu tau semua nya?"tanya Vicky tak mengerti.


Sari mengangguk, " Karena aku sudah membaca nya di kotak surat kamu yang ada di rumah mama." jawab Sari.


"Kapan?"Vicky mengubah ekspresi.


"Saat kamu sibuk sama hiking."balas Sari.


"Tc, kamu curang"dengus Vicky.


"Itu kan privasi aku, kamu kok lancang baget sih"sambung nya, memutar duduk nya menghadap tv.


Sari tersenyum jahil, pindah tempat duduk ke pangkuan Vicky. Vicky sangat kaget dengan tindakan istri nya itu. Vicky menatap Sari dengan tatapan kaget.


"Apa kah kamu marah?"tanya Sari, mengalung kan tangan nya ke leher sang suami.


"Bukan kah aku ini istrimu, Bukankah di antara suami dan istri tidak ada rahasia. Lagian aku membaca surat yang berhubungan dengan diri ku. Dan aku sangat butuh bukti tentang kebenaran masa lalu kita..."ujar Sari


"Sekarang apa kamu sudah mendapatkan nya?"tanya Vicky menatap intens istri nya itu. Sari pun mengangguk.


"Apa?"tanya nya lagi.


"Dulu aku kira kamu itu membenci ku, tapi ternyata kamu mencintai ku sudah sejak lama..."kata Sari menunduk kan kepala nya.


"Hei kamu kenapa?"tanya Vicky mengangkat kepala Sari.


"Aku malu, karena selama ini aku sudah salah sangka sama kamu" ucap Sari. Vicky tersenyum dan memeluk tubuh mungil itu.


"Itu nggak penting, yang penting sekarang adalah kamu sudah tau bagaimana perasaan aku ke kamu. Apa kamu juga memiliki rasa yang sama terhadap diriku?"tanya Vicky.


Cup. Sari mengecup bibir Vicky.


"Aku juga mencintai mu."ucap Sari. Vicky tersenyum senang, ia mendekat kan wajah nya ke wajah Sari. Sekarang mereka melakukan nya bukan karena paksaan atau pun karena terbebani karena kewajiban. Mereka melakukan nya penuh dengan rasa cinta.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2