
FLASH BACK ON.
Di party sekolah.
Saat itu Wulan dan Manda sedang berusaha menghubungi Sari yang tak kunjung ada kabar. Mereka sangat khawatir bahkan saking kahwatir nya mereka mengabaikan acara From nigth tersebut.
Tak lama Bunda Mia pun menghungi mereka dan mengata kan kalau Sari mengalami kecelakaan. Mandan dan Wulan sangat shok.
Tanpa pikir panjang mereka pun menghubungi Daffa yang kebetulan sedang ada di Indonesia. Sambil menunggu Daffa yang kata nya akan menjemput mereka berdua di sekolah.
"Man, kita ke toilet dulu yuk, gue kebelet banget." kata Wulan mengajak Manda.
Mereka berdua pun bergegas ke toilet. Setelah selesai buang air Wulan dan Manda pun keluar dari toilet, saat melewati gudang lantai bawah, mereka mendengar suara seseorang yang sedang berbicara.
Manda menarik tangan Wulan, mereka berjalan lebih mendekati ke sumber suara.
"Apa semua nya sudah beres?" tanya nya.
....
"apa kau yakin kalau itu Sari?"tanya nya lagi
Wulan dan Manda saling pandang, mereka kaget saat mendengar orang itu menyebut nama Sari.
"Oke, gue akan kesana."kata nya.
Manda dan Wulan pun bersembunyi, mereka sangat kaget saat melihat siapa orang tersebut.
"Tiara?"kata Wulan menatap Manda.
"Kayak nya, kita harus ikutin dia aja deh. Setelah nya baru ke rumah sakit."ucap Wulan yang di angguki oleh Manda.
"Yuk, kak Daffa udah nunggu di depan" kata Manda yang kebetulan baru menerima pesan dari Daffa yang mengata kan kalau di sudah ada di depan sekolah.
Manda dan Wulan pun bergegas pergi menemui Daffa. Setiba nya di depan mereka langsung masuk dan menyuruh Daffa untuk mengikuti mobil Tiara yang juga baru keluar dari pekarangan sekolah.
"Kak, ikutin mobil itu!"perintah Manda.
"Kenapa? Bukan nya kita akan ke rumah sakit? Kenapa jadi nya ngikutin dia?"tanya Daffa bingung.
"Udah ikutin aja, ntar kakak juga bakalan tau, yang jelas kita curiga kalau kecelakaan Sari ada hubungan nya dengan dia."kata Wulan.
Tanpa bertanya lagi Daffa pun mengikuti mobil yang ada di depan nya, dia juga tidak lupa menyuruh anak buah nya untuk menyusul mereka, karena dia takut nanti akan terjadi hal yang tidak di ingin kan.
Mobil Tiara berhenti di sebuah rumah yang berada di pinggiran kota. Tanpa curiga Tiara masuk ke rumah itu, Wulan, Manda dan Daffa mengikuti nya secara diam - diam.
Di dalam rumah, Tiara menemui seorang pria bertubuh gembul, berkumis tebal dan berkulit hitam yang sedang duduk di sebuah kursi.
"Bagaimana?"terdengar suara Tiara yang bertanya pada pria itu.
Pria itu berdiri dan menyuruh Tiara untuk duduk. "Duduk lah dulu, buat apa kamu tergesah - gesah gitu semua nya juga sudah beres."kata pria itu.
Tiara pun duduk di kursi yang ada di depan pria itu. "Jangan bertele - teleh, langsung aja apa semua nya beres? Tidak meninggal kan jejak atau barang bukti apa pun kan?"tanya Tiara. Pria itu tersenyum.
__ADS_1
"Sesuai dengan perintah, semua nya bersih tanpa jejak." jawab pria itu.
"Bagus, dan ini bayaran nya." kata Tiara menyerah kan sebuah amplop coklat pada pria itu.
Semua nya tak luput dari pandangan dan pendengaran Manda, Wulan dan juga Daffa. Mereka bergegas pergi bersembunyi saat melihat Tiara yang akan keluar dari rumah itu.
Dengan angkuh nya Tiara masuk ke dalam mobil nya. Daffa, Wulan dan Manda pun bergegas untuk kembali mengikuti Tiara.
"Brengsek, jadi semua ini Tiara lah dalang nya"kata Wulan kesal.
"Kamu yang sabar dek, kita akan memberi hukuman yang pantas buat dia, kamu tenang aja. "kata Daffa yang sebenar nya juga geram dengan Tiara, tai untuk saat ini dia di tuntut untuk bersikap tenang.
Hampir 3 jam mereka mengikuti Tiara, dan mereka sangat kaget melihat Tiara yang datang ke rumah sakit Sari di rawat. Ya walau pun hanya melihat dari jarak jauh, tapi mereka bisa melihat sebuah senyum kelegaan pada wajah Tiara.
"Kak, apa bukti nya sudah cukup? Apa ini sudah bisa buat menjeblos kan dia ke penjara?."tanya Manda.
"Ini sudah lebih dari cukup"kata Daffa.
Saat ini mereka sedang duduk di sebuah kafe setelah melihat Tiara yang pulang ke rumah nya.
"Gue bener - benar nggak nyangka kalau si Tiara tega melakukan semua ini"kata Manda.
"Sama gue juga"balas Wulan.
Daffa melihat ponsel nya saat ada sebuah pesan masuk.
"Hmm... Kakak boleh nanya nggak?"tanya Daffa melihat ke arah Mandan dan Wulan yang duduk di depan nya
"Boleh kaka, tanya aja"kata Wulan.
"Iya kak, dulu Sari pernah terkunci di Toilet dan sampai sekarang nggak ada yang tau pelaku nya, karena CCTV yang ada di depan toilet rusak."kata Wulan, Daffa mengangguk - angguk kan kepala nya, kemudian mengetik kan sesuatu di ponsel nya, Manda dan Wulan saling pandang.
"Kenapa kakak bisa tau kalau Sari per ah terkunci di toilet?"tanya Wulan.
"Iya, informan kakak bilang kalau itu juga di lakukan oleh Tiara."kata Daffa.
"Apa? Yang bener kak?"kata Wulan dan Manda tak percaya.
"Iya " balas Daffa
"Brengsek banget sih tu anak, pengen gue bejek tau nggak"kata Wulan sangan geram.
"Hmm... Kak, apa kita boleh minta sesuatu?"tanya Manda pada Daffa. Daffa pun mengalih kan pandanga nya dari ponsel.
"Boleh, apa kalian lapar? Mau makan, yaudah pesan aja."kata Daffa.
"Bukan itu kak."saut Manda lagi.
"terus apa dong kalau gitu?"tabya Daffa.
"Bisa nggak sebelum di bawa ke rumah sakit, dia kita sekap dan kita dulu yang menghakimi nya!"pinta Manda.
"Iya kak, kita geram banget ini"sambung Wulan
__ADS_1
Daffa diam sejenak, kemudia pria itu tersenyum."Baiklah, besok kakak kaari kalian ya "kata Daffa.
FLASH BACK OFF
Ingin rasa nya Wulan dan Manda buat mencerita kan nya pada Vicky, tapi setelah melihat kondisi pria itu, seperti nya hal itu tidak lah memungkin kan.
Bukan nya menyelesaikan masalah, yang ada nanti malah masaah baru yang ada.
"Gimana keadaan Sari?"tanya Wulan.
"Dia masih koma"jawab Vicky.
"Lo yang sabar"kata Wulan lagi.
"Makasih ya kalian udah datang."kata Vicky
"Perkataan macam apa itu? Lo kiran kita ini siapa? Tante Mia mana?"tanya Manda.
"Bunda lagi di rawat di ruangan Mawar 165"kata Vicky.
"Kenapa bisa di rawat? Tante kenapa?"tanya Manda lagi.
"Bunda jadi down karena medengar keadaan Sari."Jawab Vicky
"Kalian ke ruangan Bunda aja, biar gue yang jaga Sari di sini"kata Vicky kembali menatap Sari yang masih dengan keadaan terbaring lemah
Manda dan Wulan pun meninggal kan Vicky sendiri, mereka tau kalau Vicky sedang membutuh kan waktu sendiri.
Di ruangan Mia sudah ada Daffa, Izam, Maya dan juga Mail.
Manda dan Wulan melihat kearah Daffa, kemudia Daffa memberi kode agar mereka melihat ponsel nya. Tapi hal itu nggam mereka lakukan karna, mereka belum menyapa Mia.
"Assalamualaikum" ucap kedua nya, mereka berjalan menghampiri Mia yang sedang duduk di temani Maya.
"Tante..." mereka pun memeluk Mia, Mia kembali menangis.
"Sari, Sari belum sadar Lan, Mand.... Tolong kalian doain dia ya."kata Mia.
"Iya, tante tenang aja. Kita pasti mendoain Sari."kata Wulan.
Mia melepaskan pelukan nya," kalian kok baru datang? Kalian kemana aja, kenapa Sari kalian biarin sendiri"kata Mia.
"Maaf tante, tadi kita nggak tau kalau Sari pergi,"kata Manda.
"Hmm... Tante ngerti"ucap Mia.
Manda dan Wulan mendengar ponsel nya berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk. Mereka pun membuka pesan tersebut.
Manda dan Wulan saling pandang, kemudian dengan serentak mereka melihat kearah Daffa sambil tersenyum smirk.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜