
Drrrttt.... Drrrttt
Sari melihat ponselnya yang bergetar." Siapa sih yang ganggu me time gue. Nggak tau apa, ini malam minggu"ujar Sari kesal.
"Pak Frans? Ngapain dia nelpon gue? "Sari mengernyitkan keningnya.
^^^"*Hallo"^^^
.....
^^^"Apa?!"^^^
....
^^^"Bagaimana bisa?"^^^
....
^^^"Baiklah, makasih infonya pak*."^^^
"Brengsek!" Sari melempar ponselnya ke sudut sofa.
Dadanya begitu sesak, dan air matanya seakan mendesak ini keluar.
"Kenapa mereka tega melakukan ini sama gue." gumam Sari tak habis pikir.
"Gue harus klarifikasi ini? Gue nggak mau berburuk sangka, siapa tau pak Frans salah mendapatkan info."
Sari mengambil kembali ponselnya dan pergi keluar, ia pergi ke kolom berenang.
Tanpa Sari sadari sedari tadi Vicky mendengar percakapannya. Dan dia bingung, apa penyebab yang membuat istrinya terlihat sangat murka.
Dari balko kamar, Vicky dapat melihat Sari yang sedang duduk si tepi kolom renang.
"Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa dia terlihat sangat marah?"
"Gue harus cari tau."
Memutuskan untuk menghampiri Sari. Saat menuruni tangga Vicky melihat mbok Darmi membawa kan semangkuk mi rebus untuk Sari.
"Mbok.."Mbok Darmi menghentikan langkahnya saat hendak keluar dari pintu.
"Iya Den, ada apa ?"
"Itu buat Sari?"tanya Vicky
"Iya Den, tadi Non Sari minta di bikinin mi rebus."
"Yaudah, sini biar aku aja yang bawakan." Tawar Vicky hendak mengambil nampan.
"Ehhh, nggak usah den. Untuk sekarang, lebih baik aden, nggak usah nemuin Nona dulu."kata mbok Darmi.
Vicky mengerutkan keningnya. " Lah, kenapa ?"
"Sekarang suasana hati nona lagi nggak baik ,Den. Nanti dari pada Aden Vicky kena semprot makanya saya wanti - wanti sekarang." jelas mboke Darmi.
"Ooo, nggak apa - apa mbok, saya udah biasa di semprot sama dia." balas Vicky tersenyum.
"Udah sini, biar saya aja yang mengantarkan ini. Mbok istirahat aja, udah malam juga kasihat pak Mamat udah nungguin di kamar" ucap Vicky sambil memamerkan gigi putihnya.
"Ya sudah ini. Tapi nanti kalau Non Sari ada apa - apa tolong panggil mbok ya."mbok menyerahkan nampan itu pada Vicky.
"Iya, tanpa mbok suruh pun saya juga akan melakukannya."
__ADS_1
Vicky pun berlalu meninggalkan mbok yang masih berdiri di tepi pintu.
"Semoga aja semuanya baik - baik saja." gumam mbok Darmi.
Vicky melangkah pelan."Mbok kok lama banget sih." ucap Sari.
"Tisuenya mana?" Sari mengulurkan tangannya kebelakang, tanpa menoleh.
Vicky melihat kearah nampan dan di sana ada kotak tisue, Vicky pun mengulurkan kotak tisue itu.
"Mie nya mana? Hisk hiks" kata Sari dengan sedikit sesegukan
"Dia menangis?" batin Vicky.
"Mbok kok diam aja sih?" Sari menoleh kebelakang, dia sangat kaget saat mendapati Vicky lah yang berdiri di belakangnya bukan mbok Darmi.
Dengan cepat Sari menghapus sisa air mata nya " Ngapai lo di sini?" tanya Sari dingin.
Vicky berjalan mendekati Sari, meletakkan nampannya kemudian berjongkok di samping istrinya itu.
"Kenapa nangis? Apa yang terjadi?"tanya Vicky
"Bukan urusan lo. Sekarang mending lo pergi aja dari sini! Gue lagi nggak mood liat muka lo."ujar Sari.
Vicky menghela napasnya. " Mau sampai kapan sih, Sar. Lo mendam semuanya?"kata Vicky.
Sari hanya dia tanpa mengubris pertanyaan Vicky.
"Gue ini suami lo ,Sar. Lo bisa kok berkeluh kesah ke gue. Gue siap dengerin semua keluhan lo."sambung Vicky.
"Nggak ada yang perlu di keluhkan, semuanya baik - baik aja kok. "kata Sari sambil menatap kakinya yang terendam dalam kolam
"Benarkh? Terus kenapa lo nangis?"
"Bohong!"seru Vicky.
Sari menoleh," Gue tau itu bukan karna drakor, karena lo barusan nggak nonton drakor melain kan konser Idol, iya kan."
"Lo nggak pandai berbohong Sar, dan gue nggak bisa lo bohongin."ucap Vicky.
"Jangan sok tau, udahlah. Lo masuk aja sana, jangan ganggu gue!" Sari mengambil mangkuk mi nya dan mulai mengaduk - ngaduknya dan memakannya.
Merasa di abaikan, Vicky pun merebut mangkuk mie Sari.
"Eh?"
"Apa, mau marah? Pelit amat, ini kita makan berdua!" Vicky mulai menyuapkan mi kedalam mulutnya.
"Tapi..."
"Huk, huk." Vicky tersedak.
"Itu pedas banget."ucap Sari melanjutkan ucapannya.
"Hm, nggak apa - apa gue suka pedas."balas Vicky.
Sari melihat wajah Vicky yang sudah mulai merah.
"Yakin?"tanya Sari ragu.
"Demi lo, gue rela Ai."batinnya.
"Tapi itu muka lo, memerah."ucap Sari.
__ADS_1
"Itu karna gue putih, makanya kaya gitu." Vicky kembali menyuapkan mi itu kedalam mulutnya.
Sari pun juga ikut memakan mi nya. Vicky senang karena Sari mau makan pakai sendok bekas nya.
"Aduh, gue udah nggak tahan." gumam Vicky yang sudah merasakan gejala - gejala, kambuhnya penyakitnya.
Nafas cowok itu mula tersengal - sengal dan semua kulitnya memerah.
"Vic, lo yakin baik - baik aja?"tanya Sari yang mulai khawatir melihat keadaan Vicky.
"Gue..."
Brukkk! Vicky jatuh pingsan
"VICKY!"
____
Ulan dan Manda sedang asyik berjoget di lantai dansa salah satu club malam yang ada di Jakarta.
"Lan, kita duduk yuk. Capek gue."kata Manda.
Mereka pun duduk di depan meja bartender.
"Seru banget tau nggak, coba aja ada Sari pasti makin seru."ujar Manda.
"Iya, kenapa sih dia nggak mau ikut?"
"Katanya tadi, ada keluarga yang datang kerumahnya."jawab Manda.
"Dan lo percaya gitu aja? Itu pasti cuma akal - akalan dia aja biar nggak kita ganggu acara me time dia sama ketujuh pangeran dia itu."ujar Ulan.
"O iya, gue lupa. Malam ini kan ada konser BTS di jepang. Pasti dia lagi liat itu." seru Manda.
"Yaudah lah, kita kasih dia hukuman besok. Sekarang kita nikmati me time kita dulu." kata Ulan memesan minuman ke bartendernya.
Ya beginilah Ulan dan Manda, mereka sangat suka pergi Clubing. Club dan minuman adalah hal yang sangat membahagiakan bagi mereka.
___
Sari menatap Vicky yang sedang terbaring di ranjang, dia benar - benar khawatir melihat keadaan Vicky barusan.
"Kenapa lo bego banget sih, udah jelas nggak bisa makan pedas masih aja kekeh pengen makan."
Ucapan dokter tadi masih terngiang di telinga Sari
" Tolong di perhatikan apa yang di makan oleh pasien, ini benar - bener kondisi serius. Jika sekali lagi ini terjadi saya tidak tau hal buruk apa yang akan terjadi."kata dokter.
"Non, sebaiknya baju Den Vickynya. Di ganti, supaya nggak masuk angin, itu bajunya udah masah sama keringat."kata mbok Darmi.
"Yaudah, mbok ganti aja."
"Lah lah, kok mbok sih disini kan yang istrinyanDen Vicky kan Nona. Nanti kalau mbok yang gantiin, pak Mamat bisa ngamuk,"ucap mbok Darmi dengan nada bercanda.
"Tapi ..."
"Udah nggak apa - apa kok Non, kan suami sendiri. Yaudah kalau gitu kita keluar dulu ya non."Mbok Darmi menarik tangan suaminya untuk keluar dari ruangan itu.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1