Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Aku atau dia


__ADS_3

Saat gue pindah sekolah, dia juga sangat sedih dan bahkan dia pernah di rawat di rumah sakit karena dia terlalu merindukan gue." kata Sari mencerita kan secara singkat.


"Astaga, jadi selama ini lo salah paham sama dia. Terus, apa lo udah menyatakan perasaan lo ke dia?"tanya Ulan. Sari menggeleng.


"Lah kenapa?"tanya Ulan lagi.


"Karena gue ragu, apa dia masih mencintai gue atau tidak. Kalian kan lihat sendiri dia lagi dekat banget sama Tiara."kata Sari.


"Lebih baik lo ungkap kan secepat nya deh Sar. Lo nggak usah pikirin perasaan orang lain, yang jelas sekarang dia itu suami lo. Dia milik lo, dan jangan biarin orang lain masuk ke kehidupan kalian."kata Manda.


"Bener tu kata Manda, lo harus gercep Sar."ucap Ulan


"Iya, Makasih ya guys. Kalian udah mau dengerin cerita gue"kata Sari memeluk kedua sahabat nya.


"Jadi mereka menikah karena paksaan. Lo harus jadi milik gue Sar, gue nggak akan biarin lo dengan dia."gumam seseorang memperhati kan Sari dari jauh


___


Pukul Enam tiga puluh Sari pulang ke rumah, sesampainya di rumah Sari langsung ke kamar. Dia merasa sangat lelah hari ini, rasa nta Sari ingin langsung tidur di ranjang kesayangannya.


"Kamu baru pulang? dari mana saja, kok pulang telat banget?"tanya Vicky yang baru keluar dari kamar mandi.


Sari menatap Vicky malas, tanpa menjawab pertanyaan Vicky, ia berjalan ke sofa untuk membuka sepatunya.


"Ai, aku ngomong sama kamu lo."kata Vicky menghampiri Sari di sofa.


"Iya gue tau."ucanya.


"Kalau kamu tau, lalu kenapa kamu nggak jawab pertanyaan aku?"tanya Vicky.


"Malas aja." jawab Sari jutek.


"Ai, nggak boleh loh bicara dengan nada seperti itu sama suami. Nanti kamu berdosa ." kata Vicky duduk di samping Sari.


"Besar mana dosanya, denga. selingkuh?"tanya Sari menatap Vicky.


"Ya besar selingkuh lah."balas Vicky.


"Yaudah."kata Sari, berdiri hendak menyompan sepatunya di rak sepatu.


"Tunggu! Maksud kamu apa?"tanya Vicky menahan lengan Sari.


"Bukan apa - apa, lepasin gue capek." Sari menepis tangan Vicky.


Vicky melepaskan tangan Sari. Sari pun berjalan ke rak sepatu, lalu ke lemari untuk mengambil pakaian ganti karena ia berencana ingin mandi.


"Maksudnya selingkuh, siapa yang selingkuh? Gue? sama siapa?"tanya Vicky yang tak mengerti.


Vicky menghela napasnya, kemudian dia turun ke bawah untuk makan malam.


"Vicky, ayo sini makan. "panggil Mia, Vicky pun menghampiri mertuanya itu.


"Sari Mana?"tanya Mia yang tidak melihat Sari turun .


"Dia lagi mandi bund. Ayah mana, bund?"ucap Vicky.


"Ayah di sini."sahut Izam yang baru pulang dari kantor.


Mia dan Vicky menoleh. Mia langsung menhampiri Izam mengambil tas kerja dan mencium tangan sang suami. Vicky tersenyum melihat ibu mertuanya yang sangat hormat sama suami.


"Gue harap suatu saat nanti, kamu bisa kaya bunda Ai."Ucap Vicky dalam hati.

__ADS_1


"Baru pulang yah?"tanya Vicky mencium tangan Izam.


"Iya, tadi ada sedikit kerjaan yang tidak bisa di tunda." jawab Izam. Vicky mengangguk mengerti.


"Ai mana? Kok dia nggak ada?"tanya Izam yang tidak melihat keberadaan putrinya di sana.


"Dia lagi mandi, yah."jawab Vicky.


"Mas mau langsung makan atau mandi dulu?"tanya Mia.


"Makan aja, aku udah lapar banget. Tadi juga aku nggak sempat makan siang."kata Izam.


"Tuh kan, kamu kebiasaan kalau nggak di ingetin pasti nggak makan, udah sakit baru tau."omel Mia.


"Iya iya, kmau emang yang terbaik. "ucap Izam menyanjung Mia.


"Kamu lihat kan Vicky, kamu jangan heran ya, kelak kamu pasti akan merasakannya juga karena, sifat Sari itu nggak jauh bedahnya dengan sifat bunda."kata Izam, Vicky hanya tersenyum.


"Hmm... Ayah, Bunda. Aku lihat Sari ke atas dulu ya, ."Vicky berdiri dan berlalu pergi ke kembali ke kamar.


Sampainya di kamar, ia melihat Sari sudah tertidur pulas.


"Astaga, pantesan dia nggak turun - turun. Sudah tidur ternyata." ucap Vicky.


Ia mendekatinya, kemudian membetulkan posisi tidur dan menselimuti istrinya itu.


"Apa sebenarnya yang kamu pikirkan tentang aku Ai?"gumam Vicky mengelus rambut Sari.


"Aku nggak tau, entah salahnya di mana."sambungnya lagi.


Vicky beranjak dan berlalu keluar untuk makan malam bersama kedua mertuannya.


"Dia sudah tidur bund, mungkin terlalu capek sama kegiatannya hari ini."kata Vicky duduk di samping Izam dan di depan Mia..


"Yaudah biarkan saja dia, kita makan aja dulu. Ntar kalau dia lapar pasti dia bangun dan nyari sendiri."kata Izam.


Malam ini mereka makan hanya bertiga, dan biasanya mereka juga bertiga karena sari sangat jarang mau ikut berkumpul dengan mereka.


____


Pagi harinya, Sari bangun lebih awal. Dia mendapati Vicky yang sedang memeluknya. Sari menatap wajah nan tampan itu.


"Kenapa dia selalu terlihat tampan bangun tidur."gumam Sari.


Sari merapikan rambut Vicky, kemudian menelusuri lekuk wajah pria itu dengan jari nya. Sari menghentikan Jarinya di bibir Vicky.


"Ini nih mulut yang suka bohong, yang suka menggoda."ucap Sari.


Sari tersenyum. "tapi gue suka.."lanjutnya tersenyum


Sari kembali memperhatikan wajah pria itu. " I love you, my hubby." ucap Sari kemudian


Cup! Sari mengecup bibir Vicky sekilas.


"Dosa nggak ya kalau nyuri cium kaya gini." gumam Sari tersenyum.


"Nggak dosa kok, bahkan yang lebih dari ini pun boleh kok."sahut Vicky tiba - tiba.


"Huh?"Sari kaget, ia memundurkan wajahnya.


"L- Lo udah bangun?"tanya Sari gugup.

__ADS_1


"Menurut kamu gimana?"tanya Vicky balik.


"Dari kapan?"tanya Sari


"Dari kamu bilang I love you, hubby."ucap Vicky.


"A apa?" Karena merasa malu Sari menarik selimut dan menutup dirinya.


"Eyy... Kok di tutup, buka dong."kata Vicky menarik selimutnya


Vicky menatap wajah cantik istrinya itu.


"Pipi kamu merah.."kata Vicky.


Sari memegang pipinya. " In semua salah lo!"kata Sari kesal.


"lah kok aku? Aku ngapain emangnya."ujar Vicky tak terima kalau dia di salahkan.


"Iyalah kamu, emang siapa yang lagi. Siapa suruh kamu bangun cepat."kata Sari.


"Hahaha "Vicky tertawa.


"Sayang, kamu lucu deh. Boleh gelut nggak?"tanya Vicky, mengedipkan sebelah matanya sengaja menggoda Sari.


"Udah, tidur aja lagi. Ini masih terlalu pagi buat mandi"kata Sari sengaja mengelak. Dia nggak akan mau, sebelum Vicky menentukan siapa yang layak jadi pendamping.


Vicky harus memilih salah satunya. Antara Dia dan sari. Sari nggak mau kalau nanti dia menyesal di kemudian hari.


"Nggak mau, kita main lagi yuk.."rengek Vicky


"Udah tidur aja, gue mau ke kamar mandi."kata Sari yang hendak turun dari tempat tidur. Namun baru saja satu kakinya yang turun, Vicky sudah menarik tangannya dan Sari pun terjatuh keatas tubuh Vicky.


"I love you" ucap Vicky. Sari tertegun mendengarnya. Apa yang di ucapkan Vicky kenapa pria itu bisa dengan mudahnya mengucapkan kata - kata cinta, apa segitu nggak berartinya kata itu bagi pria itu.


"Kenapa? Apa kamu kaget?"tanya Vicky.


"Bukan kaget tapi lebih tepatnya bingung."kata Sari.


"Kenapa?"tanya Vicky.


Sari menggeleng." Lepasin, gue kebelet."kata Sari.


"Jangan marah lagi ya..." pinta Vicky mempererat pelukannya.


"Aku mohon Ai, jangan marah lagi aku nggak sanggul liatnya."Sambung Vicky.


"Istri mana sih yang nggak marah kalau melihat suaminya berduaan sama cewek lain di tempat umum."kata Sari mengeluarkan uneg unegnya..


vicky menatap Sari tak percaya." Kapan? Kok aku nggak inget."kata Vicky.


"Ihhh masa kamu lupa sih... "rungut Sari.


Vicky mencoba mengingat - ingat kembali kejadian kemaren. " Pokoknya kamu harus bisa memilih antar aku dan dia."tegas Sari, mengadu kealanya hingga Vicky mengeluh sakit karena Sari mengadu kepalanya dengan bersamaan.


"Aww... Kamu bisa nggak sih pelan sikit, jadi sakitkan ni kepala."keluh Vicky.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2