
Awas lo kalau yang aneh - aneh!..."seru Ulan menwanti - wanti Manda.
"lo udah itu atau belum?"tanya Manda.
"Ikhhh Manda, pertanyaan lo kok itu mulu.."kata Ulan tak habis pikir.
Sari menggeleng." menurut lo gimana?"tanya Sari.
Manda menatap Sari intens, "jangan bilanggg..."ucapan Manda terpotong.
"Abai kan aja Sar."kata Ulan.
"Habis ini kita langsung ke perpustakaan ya."kata Sari.
"Ngapain?."tanya keduanga serentak.
"Gue kangen tidur di sana! "seru Sari enteng.
"Yang benar aja, lo kayak nggak ada tempat aja." ucap Ulan. Mereka bertiga pun tersenyum.
Mereka menikmati yang makan sambil mengobrol bersama dan tertawa bersama.
___
Sari sedang berperang dengan bahan makanan... Yup dia sedang memasak untuk makan malam mereka.
Sekarang mereka lebih banyak menghabis kan waktu di apartement dari pada di rumah. Karena Vicky yang kata nya lebih nyaman di apart, lebih bebas kata nya. Sari sih ngikut aja.
Awal nya Sari sangat ragu untuk masak, ya mau tak mau ya dia harus mu karena ini sebuah permintaan langsung dari suami nya, lagian ini juga sudah kewajiban dia kan sebagai seorang istri untuk memasak kan suami nya.
Setelah selesai dengan masak nya , dia segera memanggil Vicky yang sedang sibuk dengan laptop nya di kamar .
"Kiky..." Panggil Sari dengan lembut , Vicky yang mendengar nya pun menoleh kearah nya.
" Ayo makan , aku aku udah masak dan hidangin makanan nya nih ."
Setelah sampai di meja makan , Vicky melihat makanan yang cukup enak menurut nya , ayam goreng ,Sambel dan juga ada lalapan nya .
" Ini beneran kamu yang masak kan??" tanya Vicky yang tak yakin dengan apa yang dilihat nya.
"Ya iyalah aku , terus siapa lagi coba?" jawab Sari sambil mengambil kan nasi untuk Vicky .
" Aku nggak yakin ya, mana tahu kamu beli dulu tadi ." jelas Vicky membuat sari sedikit kesal.
" Enak aja di bilang beli, gini-gini aku tuh juga sportif kali , lagian aku tuh emang pandai masak pun ." jawab Sari yang di jawab Vicky dengan senyuman .
Setelah itu Vicky mulai menyuap kan makanan nya yang tadi di masak oleh Sari...
Sari terus melihat ke arah Vicky, kali aja Vicky bakal memuntah kan setelah memasuk kan makanan yang di buat oleh nya. Karena Sari juga tidak begitu yakin dengan rasa nya , meski pun dia juga sering masak dan sempat di ajar kan sama Mbok Darmi tapi entah kenapa tadi begitu ragu dengan hasil masakan nya kali ini .
Apakah Vicky akan menyukai nya atau tidak , suapan pertama sempat membuat jantung sari seperti akan meloncat , dia terluas mengamati ekspresi wajah Suami nya itu .
" Enak .." ucap Vicky membuat Sari begitu lega .
" Yes..." gumam Sari lirik sambil tersenyum
__ADS_1
" Ngapain kamu senyum-senyum, Ayo makan . masakan kamu nggak terlalu hancur banget kok , ya masih bisa lah untuk dimakan ." kata Vicky enteng sambil mengunyah makanan nya.
" Tadi bilang nya enak, lah sekarang kok bilang nya gitu ." kata Sari kesal .
" Kamu denger ya ? Ya udah berarti itu emang enak" sambung Vicky lagi, membuat hari senang tapi juga kesal dengan ungkapan sang suami
Setelah selesai makan dan beberes , Sari dan Vicky menuju kamar mereka , ketika masih berada di depan pintu kamar , tiba-tiba lampu apartemen mati ...
"Huaaaa.... Vicky lu di mana ?!!" teriak Sari yang sangat takut .
" Apaan sih Ai, teriak-teriak gitu aku di sini juga ." jawab Vicky yang memang berada di belakang tari tadi pas mati lampu.
"Aku takut ..." ucap Sari membalik kan badan nya .
Tanpa sengaja dia meraba wajah Vicky yang berada di depan nya sekarang .
" Vicky..Ini kamu kan ??" tanya Sari tapi tak ada jawaban dari Vicky, hal itu membuat sari bertambah takut.
" Please ya,, ini nggak lucu , ini beneran kamu apa nggak? Jangan bikin aku tambah takut deh ..." kata Sari yang sudah benar-benar ketakutan
"Hwahaha..." tawa Vicky pecah mendengar suara Sari yang sudah terdengar sangat ketakutan .
"Ikhhh.... Sumpah ya nggak lucu , Lagian ya apartemen mewah tapi bisa-bisanya mati lampu , aneh banget sih . Kamu udah bayar listrik apa belum sih ?" sungut Sari kesal .
"Udah ngomel nya ? Ayo..." aja Vicky ingin menarik tangan Sari untuk menuju kamar.
Tapi yang dia pegang ternyata dada Sari , entah gimana cerita nya bisa Salah megang gitu wkwk .
" Kok kenyal, empuk... Ini kok kayak ..." ucap Vicky terhenti karena tangan nya sudah di turun kan oleh Sari dengan kasar.
"Hah?... aku kurang ajar Kenapa coba?" tanya Vicky yang pura-pura bodoh, padahal dia sudah tahu kalau yang di pegang nya barusan memang lah dada istri nya .
" Udah stop nggak usah di bahas itu lagi." ucap Sari yang sudah berada di kamar
Sari dan Vicky mengambil ponsel nya masing-masing, karena nggak ada lilin jadi penerang nya hanya lewat senter ponsel mereka saja .
"Ky... Kita keluar aja yuk, atau kita pulang aja deh ke rumah Bunda , aku nggak nyaman banget kalau mati lampu gini ." ucap Sari meminta untuk pulang ke pada Vicky .
" Nggak usah kita di sini aja, aku tuh males banget harus nurunin tangga , gelap-gelap lagi ." jawab Vicky yang memang enggan untuk keluar.
"Ikhhh.. Kamu pemalas banget , itung itung olahraga, biar badan kamu tuh makin sehat semakin bugar ." kata Sari mencoba untuk membujuk Vicky .
"Olahraga apaan gelap-gelap gini .." kata Vicky males.
"Eh... Tapi bener kata kamu, olahraga aja yuk." lanjut Vicky lagi.
"Beneran kamu mau? Yaudah ayuk yuk..." jawab Sari yang senang karena akhir nya Vicky mau di ajak keluar.
"Olahraga di kamar maksud aku." bisik Vicky membuat Sari jadi salah tingkah , ya walau pun tak terlihat begitu jelas.
"Ikh... Mulai deh mesum nya.."kata Sari
"Ai..."ucap Vicky ang terdengar serius. Tapi Sari tak menkawab nya saking gugup nya.
"Akhhh pasti setelah ini adegan dewasa... Astaga di umur aku yang baru 18 tahun, aku udah...?" Batin Sari menjerit.
__ADS_1
"Sariii..."panggil Vicky kesal karena tak ada jawaban dari sang istri.
"Eh... I.. Iya.. Ke.. Kenapa?"tanya Sari gugup .
"Aku mau mint..."ucap Vicky terpotong karena suara Sari yang senang lampu sudah menyala lagi.
"Yeeee.... Alhamdulillah nyala lagi."teriak nya girang seperti anak kecil.
"Ky, muka kamu kok gitu? Kamu nggak senang ya kalau lampu nya hidup lagi?.."tanya Sari yang melihat muka Vicky masam.
"Gak.."jawab Vicky singkat
"Dasar aneh.."ucap Sari beranjak hendak turun dari ranjang, tapi Vicky langsung menarik tangan nya hingga Sari jatuh ke dalam pelukan nya.
Dengan posisi Vicky terlentang dan sari berada di atasnya, itu sangat sangat membuat jantung Sari seperti meloncat - loncat dari tempat nya.
"Ky, lepasin aku!"lirih Sari, Vicky hanya menggeleng...
"Ai... Aku pengen..." bisik Vicky yang langsung melancar kan aksi nya untum menyerang Sari.
Sari tak lagi memberontak, tentu saja sekarang dia menikmati setiap sentuhan dan permainan Vicky
Jam 10.45 mereka selesai dengan olahraga malam versi Vicky, Sari tiduran di dada Vicky, sedang kan Vicky memeluk Sari.
"Tidur Ai, besok sekolah.."ucap Vicky.
"Aku belum ngantuk.." jawab Sari.
"Belum puas? Mau lagi?"tanya Vicky yang langsung di jawab Sari dengan gelengan kepala.
"Akh... Nggak gitu maksud aku..."jawab Sari dengan cepat.
"Terus?"tanya Vicky singkat.
"Aku masih pengen kayak gini dulu sama kamu."jawab Sari membuat Vicky gemas dan mencubit hidung mancung Sari.
"Ky, aku boleh nanyak nggak?"tanya Sari kepada Vicky
"Tanya aja..."jawab Vicky datar.
"Sejak kapan kamu mulai mencintai ku?"tanya Sari mengangkat kepala nya melihat mata pria itu
"Sejak kita pertama bertemu, kalau nggak salah waktu itu di taman ya kan." jawab Vicky.
"Hah? Seriusan? Tapi bukan nya waktu itu kamu kesal banget sama aku? Karna aku nggak sengaja ngerusakin mainan kamu."tanya Sari lagi.
"Udah tidur.."ucap Vicky yang membuat Sari kesal.
"Kalau kamu nggak tidur, itu berarti kamu minta tambah 1 ronde lagi."kata Vicky tersenyum smirk.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1