Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Masa lalu Vicky


__ADS_3

Vicky mengambil ponselnya yang kala itu berada di dalam tas sekolahnya, vicky pun terkejut ketika melihat poselnya ada 100 panggilan tak tejawab dari Sari, karna ponsel Vicky memang dalam mode silent dan ponselnya itu berada di jok belakang mobil, makanya Vicky tidak tau kalau sari menghubunginya.


Vicky pun dengan cepat menghubngi sari, namun gadis itu tidak menerimanya.


"Apa dia bals dendam?Kenpa dia tidak menerimana?" gumam Vicky kesal.


"Pergi kemana dia? Arghhhhh..." teriak Vicky kesal.


"Sekarang mending gue mandi dulu, setelah itu baru gue cari dia." ucap vicky melempar ponselnya ke atas tempat tidur.


"Lo nggak akan bisa lari dari gue Sari puspita.."


____


*Dirumah mama Maya.


Sari penasaran dengan isi kamar Vicky, ia menghampiri kamar tersebut terlihat sebuah kunci yang melekat pada gagang pintu itu dan Sari pun mencoba membuka nya.


Ia masuk dan melihat begitu banyak barang di dalam nya, poster dan foto yang ada di kamar Vicky, Sari melihat seluruh isi kamar tersebut.


Di atas meja terdapat foto sepasang anak kembar laki - laki memakai baju yang sama, di foto satu nya ia melihat satu keluarga yang terlihat sangat bahagia.


Sari mengernyit kan dahi nya, ketika menyadari sepassang suami istri yang dalam foto itu bukah lah Maya dan suami nya. Lalu siapa itu, kenapa Vicky berfoto dengan orang lain dan siapa anak yang mirip dengan laki - laki itu?


Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Sari. Apakah itu kembara Vicky?Vicky punya kembaran? kenapa dia tidak mengetahui nya selama ini.


"Itu foto masa kecil Vicky dan adik kembaran nya Vian."Suara mama Maya mengaget kan Sari


"Mama...Bikin kaget saja." kata Sari seraya mengusap dada nya.


"Memang nya Vicky kembar , mah?" tanya Sari dengan penasaran.


"Iya, Vicky dan Vian memang anak kembar," Jawab Maya , ia duduk di tepi tempat tidur dan Sari pun mengikuti nya.


"Kenapa Vicky tidak pernah cerita kalau dia memiliki saudara kembar." gumam sari dalam hati.


"Terus sekarang kembran Vicky kemana, mah?" tanya Sari lagi.


"Sudah meninggal" ucap mama Maya lirih, beliau mengusap mata nya yang sedikit berair kala itu


"Dulu saat Vicky umur 4 tahun. Vicky, Vian, mama dan papa nya sedang liburan ke Yogya. Dan saat di perjalan pulang mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan, mama dan papa Vicky meninggal di lokasi kejadian. Sementara Vicky dan Vian wakktu itu masih selamat tetapi mengalami luka berat dan di rawat di rumah sakit. Namun, takdir berkata lain, Vian mengalami pendarahan di bagian otak nya hingga hanya beberapa hari dirawat di rumah sakit dan tidak bisa di selamat kan .Dan akhir nya yang selamat dari kecelakaan itu hanyalah Vicky" ucap Maya memberitahu Maya mengenai masa lalu Vicky.


Maya mengucek kedua mata nya kembali, terlihat jelas sekali kalau mama Maya begitu terluka saat menceritakan nya.


Beliau benar - benar merasa kehilangan. Berdasarkan penjelasan mama maya membuat SAri semakin terkejut menndengar nya. Karena yang sari tahu mama Maya adalah orang tua Vicky, tapi berdasarkan cerita mertua nya it Sari menangkap kalau Mama Maya bukan lah orang tua kandung Vicky. Lalu mama Maya siapa?

__ADS_1


"Mah, maaf sebelum nya, Sari tidak bermaksud membuat mama bersedih. Tapi sari tidak mengerti maksud mama bilang kalau kedua orang tua Vicky telah meninggal. Lalu..."


Maya mengusap matanya. " Hm.. Mama mengerti karena memang tidak banyak yang tau. Sebenar nya mama ini adalah Adik dari papa nya Vicky." jelas Maya memotong perkataan Sari.


"Tapi,,,"


"Iya, dari kecil memang Vicky dan Vian manggil mama dengan sebutan Mama bukan tante. Jadi dia tidak terlihat canggung karena sudah biasa." Maya kembali memotong perkataan Sari.


"Sekali lagi Sari minta maaf ya ma. Karena Sari mama jadi mengingat kejadian buruk itu," ucap Sari memeluk dan menenang kan mertua nya itu.


"Tidak apa - apa, nak." saut Maya.


"Dan semenjak kecelakaan itulah Vicky menjadi anak yang sangat pendiam dan semakin tidak banyak bicara, dia selalu mengurung dirinya di kamar dari pada brmain keluar.


Jika dia ada masalah, dia hanya akan diam dan menghindar sampai dirinya merasa tenang.


Dia bukan tipe orang yang bmudah terbuka dengan semua orang." kata Maya.


"Tapi kenapa sama gue dia nggak pediam. Malahan sangat cerewet "batin Sari


"Jadi, dari kecil jika dia marah, ingin bercerita atau mencurah kan isi hati nya, Vicky selalu menulis nya di buku dan jika buku nya sudah penuh maka dia akan memasuk kan kertas nya ke dalam kotak suratnya. " kata maya ertawa lirih sembari jari tangan nya menunjuk sebuah kotak yang berada 2 meter di depan nya.


"Mama, dulu pernah sekali membaca salah satu surat Vicky, karna mama sangat ingin tau sekali apa saja yang di tulis Vicky. Tetapi sialnya Vicky malah mengetahui nya dan memarahi mama habis - habisan ..Haha.."ujar Maya tertawa mengingat masa kecil Vicky yang sedang mencoba menghilang kan kesedihan nya.


"Pasti wanita itu adalah Tiara."batin Sari.


"Ehmm apa Tiara sering berkunjung kemari , mah?"tanya Sari.


"Tiara? Siapa itu Tiara?" tanya Maya menatap Sari bingung.


"Pacarnya, Vicky mah." ujar Sari dengan sedikit ragu.


"Setahu mama nya, Vicky nggak pernah punya pacar. Teman perempuan aja dia nggak punya. Teman Vicky laki - laki semua... Maka nya dulu mama khawatir banget sama dia jangan - jangan.... Kan bahaya hahaha...." saut mama Maya seraya tertawa.


"Jangan - jangan apa, mah?"tanya Sari, menahan tawa karena melihat Maya yang tertawa.


"Takut kalau Vicky doyan sesama jenis.. Haha...." tawa Maya lagi, kali ini Sari pun ikut tertawa di buat nya.


"Maka nya Mama berniat menjodohkan nya, dengan menikah dan memiliki sebuah keluarga baru mungkin bisa membuat Vicky melupakn rasa kesedihan nya di masa lalu. Mama sangat berharap sekali dengan hubungan kalian ini, semoga kalian segera di beri keturuna nya, nak.l ucap Maya sembari menggenggam tangan Sari.


Sari terdiam, dia melihat begitu besar pengharapan Maya kepadanya. " Iya mah, tapi untuk sekarang nggak dulu, kita kan masih sekolah." jawab Sari lembut.


"Iya, mama ngerti."balas Maya.


"Oiya apa kamu ingin melihat isi kotak itu?" tanya Maya pada Sari

__ADS_1


"Emannya. Boleh mah?"tanya Sari tersenyum


"Tentu saja boleh, mama tau dimana letak kuncinya. Ayo kmeari lah." ajak Maya ia berdri mendekati kotak tersebut.


"Apa mama sering membaca surat - surat Vicky?"tanya Sari.


"Tidak nak, semenjak Vicky memarahin mama, mama tidak pernah mencoba membaca sirat Vicky lagi, meskipun kunci nya sekarang mama yang simpan."ucap mama Maya.


Saat Sari dan mama Maya hendak membuka kotak nya, dering ponsel berbunyi dari atas tempat tidur. Sari yang melihat ponsel nya berbunyi pun meraih ponsel nya dan terlihat di layar ponsel tersebut ada panggialn masuk dari Vicky, Sari pun teriak kegirangan.


"Mah, Vicky me nelpon ku.."teriak Sari dengan senang.


"Cepat angkat lah, nak." pinta mama Maya, Sari pun mengangguk kan kepala nya.


"Hallo.." sapa Sari.


"Lo, dimana?"tanya Vicky to the poin.


"Di rumah mama Maya."jawab Sari


"Gue kesana sekarang, jangan ke mana - mana." ucap Vicky , Sari yang hendak berbicara namun Vivky sudah mengakhiri panggilan telpon nya.


"Lihat lah mama, betapa menyabal kan nya anak mama ini" ucap Sari kesal, maa tersenyum melihat tingkah menantu nya itu.


"Yang sabar aja ya, nak. Dia bilang apa?"tanya mama Maya.


"Dia akan kemari, kalau begitu kapan - kapan saja ya ma, kita buka kotak nya. Sari takut nanti Vicky akan marah kalau tau kita membuka kotak nya."pinta Sari


"Baiklah nak,."ucap mama Maya mengunci kembali kotak tersebut. Dan mengajak Sari untuk kembali duduk ke tempat tidur. Sembari menunggu Vicky, Sari dan mama Maya berbincang - bincang dan tertawa bersama.


Tak lama kemudian, Vicky pun datang ke rumah mamanya, ia membuka pintu rumah dan masuk ke dalam. Namun, ia melihat Mama dan istri nya sedang berasa di kamarnya sedang tertawa bersama. Vicky yang melihat nya oun menahan senyum nya, kemudian Sari melihat Vicky yang sedang berdiri di depan pintu kamar ia langsung menegurnur nya


"Vicky.."sapa Sari lirih, Vicky masuk menghampiri istri nya dan mama nya itu, ia langsung memeluk Maya.


"Anak nakal, dari mana saja kamu?... Sampai istri mu mencari mu kemari.." ucap mama Maya memukul kepala Vicky pelan..


"Mamaf kan Kiky mah, semalam Vicky ada di rumah Rian dan ponsel Kiky di silent."jawab Vicky sembari memperhati kan Sari yang menunduk mungkin karena merasa bersalah, fikir Vicky


"Ceat selesai kan masalah kalian berdua, mama mau makan dulu" ucap mama Maya menepuk bahu Vicky dan berlalu keluar dari kamar.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2