
Dengan bujuk dan rayu yang di lakukan oleh Vicky akhirnya Sari mau pulang dan meminta maaf kepada ayah dan bunda.
"Assalamualaikum" ucap Vicky saat memasuki rumah.
Mia dan Izam yang kala itu sedang duduk di ruang tamu, kaget saat melihat kahadiran putri dan menantu nya.
"Ai..." Sari berlari kearah Mia dan memeluk wanita paru baya itu.
"Maafin Ai, ya bund. Ai udah durhaka sama ayah dan bunda"ucap Sari.
Mia membalas pelukan putrinya itu tak kalah erat nya. "Bunda juga minta maaf sama kamu, Ai."
"Bunda nggak salah, ini semua salah Ai."ucap Sari menggeleng. Sari melepaskan peluka. Mia dan beralih memeluk Izam.
"Ai, ayah minta maaf" Sari mengangguk. Sari elepas pelukannya dan mengapus air mata yang menetes di pipi Izam.
"Ayah jangan nangis, Ai jadi makin merasa bersalah"ucap Sari.
Vicky tersenyum melihat Saru dan kedua orang tua nya yang kembali membaik.
"Apa kalian sudah makan?"tanya Mia.
"Udah, Bunda. Tadi Vicky bikin sarapan buat Ai."
Pluk!
"Aw sakit bunda." keluh Sari mengusap tangannya yang di pukul bunda nya.
"Biarin, kamu itu ya Ai. Seharusnya kamu yang masakin buat Vicky. Bukan sebaliknya." kata Bunda.
"Tu kan bunda, baru aja minta maaf tapi lihat, udah main KDRT aja."kata Sari cemberut.
"Biarin."ucap Bunda.
"Udah - udah, mending sekarang kita makan siang. Ayah udah laper banget." kata Izam.
"Iya yuk, bunda juga udah laper." Mereka pun berjalan menuju ke meja makan.
___
Selesai makan, Sari dan Vicky minta izin buat ke kamar karena mereka merasa sangat lelah.
"Lo tidur di sofa, gue di kasur."kata Sari.
"Enak aja, ogah banget. Lagian kenapa kita nggak berdua aja sih di sini, kasur sebesar ini juga." kata Vicky
"Idih ogah banget gue, ntar lo apa - apain gue lagi."balas Sari
"Nggak salah tu, semalam bukan nya lo yang apa - apain gue." kata Vicky mengungkit kejadian semalam.
"Maksudnya?"tanya Sari yang belum ingat tentang kejadian semalam.
"Nggak ada, lupain . Gue ngantuk" Ujar Vicky berbaring di atas tempat tidur.
"Apa yang terjadi semalam? Kok gue nggak ingat apa - apa?"Sari mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.
Flash back On
__ADS_1
Vicky kembali memperbaiki posisi tidur istrinya itu, ia sangat kesulitan karena Sari yang kembali berulah. Sekarang bukan lah sebuah racauan tapi sebuah rabahan.
Sari terus meraba - raba tubuh Vicky, "Lu jangan nyiksa gue dong, Ai." ujar Vicky yang berusaha menjauhkan tangan gadis itu dari tubuhnya.
"Ngggggg...."
"Malam ini, lu ganteng banget.."ucap Sari menatap Vicky genit.
"Baru sadar kalau gue ganteng"balas Vicky memakai kan selimut pada tubuh Sari.
"Mau kemana?"tanya Sari saat Vicky yang hendak pergi.
"Kenapa? "tanya Vicky singkat.
"Jangan pergi, disini aja sama gue."pinta Sari menarik tangan Vicky dan menyuruh cowok itu untuk berbaring di samping nya.
Vicky tidak menolak, ia menuruti semua permintaan istri nya itu. Sari tersenyum memandang wajah Vicky.
"Kenapa liatin gue kayak gitu?"tanya Vicky.
"Boleh cium nggak?"tanya Sari memperhatikan bibir Vicky.
"Hah?"
CUP
Tanpa aba - aba Sari sudah mengecup bibir Vicky singkat. Vicky Kaget, ia membulat kan mata nya.
Sementara Sari tersenyum setelah mengecup bibir Vicky.
Flash back off
Tiba - tiba potongan kejadian semalam muncul dalam ingatan Sari. Sari menggeleng, dia nggam percaya kalau dirinya akan berbuat hal senekat dan segenit itu.
"Kok gue merasa murahan banget ya " gumamnya pelan.
"Nggak - nggak, ini pasti ada yang salah."ucapnya pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Sari duduk di sofa, ia melihat ke arah ranjang dan memperhatikan Vicky yang sedang tertidur.
"Terus apa yang terjadi setelahnya, nggak mungkin kan gue sama .... dia... Nggak - nggak, nggak mungkin"
"Bagaimana ini bisa terjadi." lanjutnya. Sari berdiri dan berlari menuju kamar mandi.
"Kalau iya gue udah melakukannya, pasti ada jejak yang tertinggal" ucap Sari membuka seluruh pakaiannya.
Dia melihat setiap inci tubuhnya dan memastikan kalau dia masih dalam keadaan suci.
"Dia nggak boleh sampai nyentuh gue, nggak boleh. Gue harus pastiin kalau diri gue tetap aman, sampai hari di mana kita pisah."ujarnya.
Sari mengenakan seluruh pakaiannya kembali, "Gue harus bisa secepat mungkin terlepas dari dia."
____
Keesokan harinya, di sekolah.
Dimas dan Satria melihat Vicky memasuki kelas dengan membawa banya hadia. Mereka dapat pastikan kalau itu semua adalah hadia dari penggemar sahabatnya itu.
__ADS_1
Ya maklumlah, kalau cowok ganteng mah gitu banyak yang suka. Berbeda dengan mereka berdua yang bermodal tampang pas - pasan.
"Buset banyak bener nih kadonya, Vic." ujar Dimas, mencoba membantu Vicky membawakan kado tersebut.
"Nggak tau nih, tadi di ruang osis penuh." ucap Vicky meletakkan semua barang tersebut di atas meja.
"Kalian kalau mau ambil aja, kalau perlu bawa semuanya." lanjutnya.
Dimas dan Satria tersenyum sumriangah. "Seriusan?"tanya Satria memastikan.
"Kapan gue boOng sih." balas Vicky.
"Iya dah.."
"Eh kalian kalau ada yang mau, ambil aja ya." tawar Vicky pada teman sekelasnya.
"Beneran Vic?"tanya salah satu teman nya.
"Iya." semuanya pun bersorak khususnya para cowok berbeda dengan para cewek, mereka rata - rata pada cemberut.
'Kok di kasih - kasih sama mereka sih?'
'*Ihhh.. Ayang Vicky kok gitu sih, kan coklatnya khusus buat kamu'
' Sia - sia sudah uang tabungan gue selama ini, gue rela nabung selama 3 bulan buat beliin dia barang itu. Eh tau - tau nya malah di kasih ke orang lain*.'
"Eh Monic, lo nggak mau? Ambil aja, kalau kurang ntar gue ambil lagi di ruangan masih banyak." kata Vicky tersenyum.
"Nggak usah deh, Vic. Buat yang lain aja." kata Monic menahan tangis, karena melihat Jono mengambil hadia pemberiannya.
"Baiklah."balas Vicky.
"Guys kalian pilih apa yang kalian mau ya, gue maubke ruang osis dulu. Ada rapat ." pamit Vicky berlalu meninggalkan Kelas.
di ruang Osis.
Semua anggota Osis sudah memasuki ruang rapat, Raat di mulai dengan lancar.
"Jadi, sudah sepakat ya kalau minggu depan akan di ada kan perkemahan. "kata Vicky.
"Iya, dan kalau bisa harus di pastikan semua angkatan kelas 3 ikut semua tanpa terkecuali" kata Rere.
"Iya, bener banget. Karena mengingat ini adalah acara terakhir kita sebelum 2 bulan lagi kita bakal lulus." tambah anggota yang lain.
"Iya kalian tenang aja, nanti gue bakal bikin surat edar ke semua ketua kelas, meminta list siapa - siapa aja yang akan ikut " kata Bintang selaku wakil ketua osis.
"Baiklah kalau gitu, gue harap semua anggota harus bekerja sama dan kompak untuk menyiapkan acara ini." kata Vicky.
"Kalian tau kan, kalau gue nggak menerima kata ke gagalan "tambahnya.
"SIAP KAPTEN!"Seru semua anggota.
"Bagus, sekarang kalian boleh bubar!"
Semua anggota osis pun berhamburan keluar dari ruang rapat.
...****************...
__ADS_1