Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Hukuman buat Tiara


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap kedua nya, mereka berjalan menghampiri Mia yang sedang duduk di temani Maya.


"Tante..." mereka pun memeluk Mia, Mia kembali menangis.


"Sari, Sari belum sadar Lan, Mand.... Tolong kalian doain dia ya."kata Mia.


"Iya, tante tenang aja. Kita pasti mendoain Sari."kata Wulan.


Mia melepaskan pelukan nya," kalian kok baru datang? Kalian kemana aja, kenapa Sari kalian biarin sendiri"kata Mia.


"Maaf tante, tadi kita nggak tau kalau Sari pergi,"kata Manda.


"Hmm... Tante ngerti"ucap Mia.


Manda dan Wulan mendengar ponsel nya berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk. Mereka pun membuka pesan tersebut.


Manda dan Wulan saling pandang, kemudian dengan serentak mereka melihat kearah Daffa sambil tersenyum smirk.


"Hmm... Om, tante, semua nya, kita permisi dulu ya."pamit Wulan.


"Kok cepat banget nak, kalian tidak nginap di sini?"tanya Mia.


"Tidak bisa tan, mama sama papa udah nyariin, besok kita ke sini lagi ya tan."jawab Wulan lagi.


"Baik lah, tapi beneran ke sini ya besok"kata Mia. Manda dan Wulan menyalami semua orang dan memeluk Mia, memberi kan semangat pada ibu sahabat nya itu.


Manda dan Wulan pun berlalu pergi meninggal kan ruangan Mia. Dan tak lama di susul oleh Daffa.


"Kak Daffa yakin, melakukan itu?"tanya Manda.


"Iya, pokok nya malam ini kakak, bakal bawa dia ke markas kakak dan di sana kita kasih di pelajaran." kata Daffa.


"Hmm... Kak, jangan lupa antek - antek nya juga ya."kata Manda.


"Kamu tenang aja, anak buah kakak udah membawa mereka ke sana dan tinggal si cewek itu yang belum di bawa."kata Daffa.


"Bagus kak, gue nggak sabar buat kasih dia pelajaran."ucap Wulan.


___


Akhir nya Vicky di perboleh kan masuk ke dalam ruangan ICU, tidak lupa Vicky mengguna kan pakaian yang serba hijau dan juga mensterilkan semua pakaian tersebut.


Vicky menetes kan air mata saat melihat kondisi Sari yang bisa di bilang sangat hancur. Bagaimana tidak kalau di lihat dari kondisi mobil nya saja, bisa di prediksi kalau Sari tidak akan tertolong.


Vicky mendekati istri nya itu, ia melihat wajah Sari yang di perban tangan yang di gips dan kaki pun di gips. Berdasarkan prediksi dokter sangat besar ke mungkinan untuk Sari lumpuh. Tapi, meski begitu Vicky masih berharap ada ke ajaiban yang membuat istri nya baik - baik saja.


"A... Ai.."panggil Vicky dengan suara bergetar, ia memegang tangan Sari pelan.


"Kenapa bisa begini sih Ai..."ucap Vicky menetes kan air mata.


"Aku mohon Ai, bangun aku kangen sama kamu Ai..." ucap Vicky mengusap air mata nya.


Tidak pernah terpikir kan oleh Vicky kalau nasib istri nya akan jadi seperti ini.


Setelah capek menangis, Vicky memilih untuk diam sambil terus menggenggam tangan istrinya yang tidak di pasang gips.

__ADS_1


____


Daffa, Manda dan Wulan sampai di sebuah gedung besar, kalau di lihat dari luar gedung ini terlihat seperti gedung yang tak di huni. Pada hal gedung ini selalu di guna kan dm setiap ada orang atau rekan bisnis Izam yang telah melaku kan ke curangan, maka mereka akan di bawa Daffa ke gedung ini untuk di beri hukuman, karena Izam sangat tidak suka di bohongi.


"Kak, lo yakin kalau ini tempat nya?"tanya Wulan bergidik ngeri.


"Iya, yuk masuk. Di dalam nggak seburik yang lo pada bayangkan."kata Daffa berjalan duluan kemudian di ikuti oleh Manda dan Wulan.


Benar kata Daffa di luar nya aja yang seram, ternyata di dalam gedung sangat lah bersih dan nyaman.


Mereka terus berjalan hingga lantai 3, Daffa membuka salah satu ruang yang di dalam nya terdapat tiga orang pria kepala empat dan dua lagi wanita yang kelihatan nya baru SMA. Tapi setelah di lihat - lihat lagi ternyata mereka adalah teman sekolah mereka dan lebih tepat nya sahabat nya Tiara.


"Oh jadi kalian juga ikut? Bagus ya, bagus..."kata Wulan mengelilingi kedua gadis itu.


"Mau apa kalian? Kenapa kalian culik kami?..."tanya salah satu dari kedua gadis itu.


"Kenap lo tanya..."


PLAK!! Wulan langsung menampar wajah gadis yang bertanya tadi.


"Itu jawaban atas pertanyaan lo barusan"kata Wulan yang memang sudah mulai geram.


"Awww... Sakit anjing!"teriaak nya.


"Oh sakit, sakit ya... Itu belum seberapa sama yang di rasain sahabat gue."ujar Wulan.


Manda pun tak mau tinggal diam, dia mendekati cewek saru nya lagi. Tanpa ada bicara sepatah kata pun, Manda langsung menjambak rambut cewek itu.


"Awwww... Sakitttt!"teriak nya. Manda dan Wulan seolah tuli, dia tidak memperduli ka. Nya.


"Waw, Sari kayak nya lo harus lihat ini deh dek, karena lo bisa lihat bagaimana perjuangan kedua sahabat lo, buat pertahanin harga diri lo."gumam Vicky pelan. Ia juga tak lupa untuk merekam setiap ke giatan kedua sahabat adik nya itu.


Setelah selesai dan merasa puas memberi pelajara pada kelima pelaku, Mandan dan Wulan keluar dari ruangan dan menemui Daffa yang duduk di kursi yang ada di depan ruangan.


"Apa kalian sudah puas?"Tanya Daffa dan di jawab dengan anggukan serta senyuman sama mereka.


Wulan dan Manda mendekati Daffa. "Kak, apakah dia belum juga datang." tanya Manda.


"Udah, itu di ruangan sebela"kata Daffa menunjuk ruangan sebelah ruangan tadi.


Manda dan Wulan pun berlalu pergi dan masuk ke dalam. Di sana mereka melihat Tiara yang sedang terikat, mulut nya di tutup pakai lak ban dan mata di tutup pakak kain.


Manda dan Wulan mendekati nya, mereka membika penutup mata Tiara. Awal nya Tiara merasa silau kemudian dia kaget saat melihat Manda dan Wulan berada di depa nya.


Tiara melebar kan mata nya, melihat Manda dan Wulan . Dengankasar Manda menarik lak ban penutup mulut nya.


"Awwww!"teriak Tiara.


"Kalian? Ngapain kalian di sini?"tanya Tiara mengernyit kan dahi nya.


"Apa kalian yang udah nyulik gue? "tanya Tiara lagi. Bukan nya jawaban yang di dapat kan Tiara tapi malah sebah tamparan keras.


PLAK!!!!


"AWwww..."teriak Tiara.

__ADS_1


"Kenapa lo nampar gue?"tanya Tiara


PLAK!!


Lagi - lagi menampar pipi Tiara, mereka sudah benar - benar geram dengan sifat Tiara yang sudah sangat keterlaluan dengan Sari.


Tanpa memperdulikan, teriakan ke sakitan Tiara. Manda dan Wulan terus saja menyiksa nya.


"Pernah kah lu berpikir kalau semua yang lo lakuin itu membahaya kan nyawa sahabat gue" kata Manda dan kembali menyiksa Tiara dengan alat strum yang mereka dapat di dalam ruangan itu.


"Sebenar nya Sari, salah apa sama lo , hah?"tanya Wulan.


Tiara hanya diam, dia sudah tidak memiliki tenaga untuk menjawab pertanyaan mereka berdua. Wulan kembali menyentrum Tiara sampai cewek itu tidak sadar kan diri.


Tampa belas kasih, Manda dan Wulan meninggal kan ruangan itu. Dan menghampiri Daffa.


"Udah selesai?" tanya Daffa


"Udah kak, besok silah kan jeblos kan mereka"balas Wulan.


"Puas?"tanya Daffa lagi.


"Banget kak."jawab kedua nya, Daffa tersenyum melihat mereka.


"Baik lah kalau gitu yuk, kakak antar pulang. Ini udah subuh kalian pasti capek dan ngantuk"kata Daffa


"Kakak tau aja, gue udah ngantuk banget ..."kata Manda.


Mereka pun berlalu meninggal kan gedung tersebut, tidak lupa juga Daffa menyuruh pada anak buah nya untuk mengirim mereka semua ke dalam penjara.


Daffa mengantarkan kedua cewek itu sampai kerumah nya masing - masing. Setelah mengantar mereka , Daffa kembali ke rumah sakit untuk melapor kan semua nya pada Izam.


Izam sangat kaget saat mendengar kabar dari Daffa, dia kira kecelakaan putri nya itu murni hanya karna kecelakaan yang mana berdasar kan penjelasan polisi tadi, truk yang menabrak Sari itu di karena kan blong nya rem truk tersebut.


"Terus bagaimana, pelaku nya udah di tangkap?"tanya Izam pada Daffa.


"Udah Om, mereka di tangkap berkat bantuan kedua sahabat nya Sari."kata Daffa.


"Siapa maksud kamu? Nggak mungkin kan Wulan dan Manda itu?"tanya Izam


"Iya om, memang mereka lah, tadi sebelum ke rumah sakit mereka minta jemput sama Daffa dan saat kami akan pergi mereka mendengar dalang dari kecelakaan ini menelpon si supir truk. Sampai akhir nya kamj selidik dan semua nya terbukti"kata Daffa.


"Wah hebat kamu daffa, dalam waktu yang kurang dari dua puluh empat jam kmau udah bisa menangkap pelaku nya"kata Izam memuji kepiawayan sang keponan kan.


"ini semua juga berkat bantuan dari parah sahabat nya Sari Om, kalau tanpa mereka Daffa juga nggak ada apa - apa nya"kata Daffa.


Izam tersenyum, kemudian mengerutkan kening nya


" O iya, Sar kalu bisa masalah ini janga sampa di dengar oleh tante kamu. Nanti dia bisa tambah down"kata Izam.


"iya om, Om tenang aja"kata Daffa


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.

__ADS_1


Terimah kasih💜


__ADS_2