
Sari malas untuk menunggu meng ujang yang tadi sempat disuruhnya pulang , karena saya pikir dia akan pulang sangat lama dan kasihan Mang Ujang jika harus menunggunya terlalu lama di depan gerbang .
tujuan Sari berjalan kaki ialah untuk meluapkan segala emosi yang ia pendam .Sari bukanlah tipe orang yang suka mengadu sama orang tua ataupun sama orang lain . dia lebih memilih untuk memandang masalahnya sendiri dan mencari solusinya pun sendiri .
dan semenjak kejadian itu sehari sangat tidak menyukai Vicky, ia tidak pernah mau Bertemu ataupun berdekatan dengan Vicky. sebisa mungkin seri selalu menghindari Vicky , namun seolah tak gentar Vicky selalu saja mencari cari cara agar gak bisa bertemu dan membuat Sari kesal .
Karena menurut Vicky semakin sehari menghindarinya maka semakin pula ia tertarik dengan cewek itu.
" Kenapa kamu jadi sangat berubah Ky. Makin ke sini aku makin yakin kalau memang kamu itu sangat tidak menyukaiku . dan aku juga semakin yakin kalau kamu sengaja menyebar aibku dulu."batin Sari
Pergerak kan Sari ternyata mengusik tidur lelap Vicky, kelopak mata nya bergerak - gerak sebelum kemudian terbuka. Ia tersenyum merekah, ketika mendapati Sari ag tengah mengamati wajah nya.
"Tatap lah sepuas mu, aku adalah milik mu Sayang." ucap Vicky mengecup kening Sari.
Sari kembali merasa kan desiran di seluruh tubuh nya ketka Vick mencium kening nya tadi. Ia menyembunyi kan wajah nya yang makin memerah dan bertanya - tanya dalam hati. Jadi, seperti ini rasanya jatuh cinta?
Pria itu melirik ke arah jam dinding , dan melihat waktu massih pukul 4 dini hri.
" Emh... Kenapa kamu sudah bangun? Tidur lah lagi, langit masih gelap"Kata Vicky.
Vicky kembali mengerat kan pelukan nya dan menenggelam kan Sari ke dalam dekapan hangat nya. Sari membetul kan posisi nya berbaring, tetapi tubuh nya terasa sangat remuk redam dan ada suatu rasa yang tidak nyaman di bagian bawah diri nya.
"Aww.." rintih nya pelan.
Vicky langsung membuka mata nya saat mendengr suara rintihan Sari, ia melonggar kan pelukan nya.
"Kenapa? Apa aku memeluk mu terlalu erat?"tanya Vicky cemas.
"Bu- bukan itu, tapi itu... Itu nya masih terasa... Sakit.."jawab Sari dengan malu - malu.
Vicky terkekeh ketika paham apa yang di maksud Sari, ia pun mengecup puncak kepala Sari dengan penuh sayang.
"Maafkan aku ya... Besok aku akan menghilang kan rasa sakit nya, tapi nanti, tidak sekarang. Aku tahu cara mengobati nya." ujar nya menyakin kan Sari. Padahal hati nya tersenyum menyeringai, andai Sari tau dengan maksud kata mengobati yang di kata kan Vicky. Mungkin dia pasti sudah kena amuk.
"Benarkah?" tanya Sari dengan tatapan polos.
Sari kebali memejam kan mata nya, tapi kini posisi tidur nya berbantal sebelah dada Vicky dan tangan nya memeluk pria itu. Vicky pun balas melingkar kan lengan nya dan merengkuh nya kembali , walaupun sejujur nya, karena pergeran kan Sari mencipta kan gesekk an antar kulit mereka yang menyullut sesuatu dalam dirinya kebali bangkit merayap naik.
Vicky berusaha untuk menahan hasrat nya, tidak mungkin ia melakukan nya lagi. Sari pasti sangat kelelahan, da tidak mau Sari sakit hanya karena birahi nya yang sangat keji ini.
"I Love you" Bisik Vicky.
Entah sudah berapa kali dia mengucap kan kata itu pada Sari. dia sungguh ingin istri nya itu tau bagaimana perasaan nya.
Vicky mengusap - usap punggung Sari hingga wanita itu kembali ke alam mimpi nya. Vicky pun menyusul sang istri yang sudah terlelap.
___
__ADS_1
Andre yang masih berada di lokasi hiking pun, mendatangi tenda Ulan dan Manda.
" Permisi, kak." kata Andre pada Manda.
"Iya, kamu bukan nya teman nya sari itu ya?" tanya Manda.
"Iya, tapi lebih tepata. Saya ini anak nya mang ujang dan non Sari adalah maji kan ayah saya." kata Andre menjelas kan.
"Apa? Jadi kamu itu anak nya mang ujang? Wah nggak nyagka kalau mag ujang bakal punya anak bening gini." ujar Manda tanpa sadar telah memuji Andre di depan nya sendiri.
Andre yag mendengar hana tertawa.
"Terus kamu ngapai kesini"?" tanya Ulan yang baru keluar.
"saya, di suruh sama kak Sari untuk membawa koper nya pulang." jawab Andre.
"Kenapa dia nggak nyuruh kita aja?"tanya Ulan lagi.
"Saya nggak tau kak, tapi tadi saya di telpon untuk mengambil nya dan membawa nya pulang."balas Andre.
"Baiklah tunggu sebentar."kata Ulan, kembali masuk kedala. dan mebgambil kan koper milik Sari.
"ini."Ulang menyerah kan koper milik Sari pada Andre.
"Makasih kak."ucap Andre, hendak berlalu meninggal kan kedua gadis itu.
"Andre!..."
___
"Aku kira semua nya hanyalah mimpi, ternyata beneran terjadi."kata Vicky .
Vicky melihat jm dinding. " udah jam 08.00 ternyata."
"Good morning My wife." bisiknya, mengecup kening sang istri.
Dengan pelan Vicky memindah kan kepala dan tangan Sari, dia tidak mau menganggu tidur Sari yang terlihat sangat lelap.
Vicky pergi ke kamar mandi, untuk membersih kan tubuh nya.
Tak lama Sari pun bangun, ia meraba - raba tempat di sebelah nya. " kenama dia, apa yang tadi malam itu mimpi?"ucap Sari pelan.
"Gak ada yang mimpi, apa kamu lupa? Jahat sekali moment indah kita kamu lupakan."sahut Vicky yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
Sari menoleh, menutup wajah nya dengan selimut. Vicky mengernyit melihat tingkah istri nya.
"Kenapa?"tanya Vicky menghampiri Sari di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Sayang, buka dong selimut nya." pinta Vicky mencoba menarik selimut yang menutup wajah Sari.
"Nggak mau!"tolak Sari yang memegang selimut itu dengan erat.
"Lah kenapa? Aku pengen lihat wajah kamu." kata Vicky.
"Nggak mau, Lo belum pake baju." teriak Sari dari dalam selimut.
"Lalu kenapa kalau aku nggak pake baju? Bukan nya kamu suka lihat aku nggak pake baju?"tanya Vicky dengan sengaja menggoda Sari.
"Kapan gue ngomong gitu, jangan asal deh."kata Sari tak terima.
"Tadi malam aja kamu, yang nyuruh aku buka baju dan parah nya kamu yang bukain."kata Vicky.
Sari terdiam tak bisa menjawab lagi, karena apa yang di kata kan pria itu memang benar. Entah lah, entah kerasakan apa Sari semalam sampai berani melaku kan hal itu.
"Ayo bangun, mandi, sarapan." kata Vicky.
"kamu mau kita kembali ke camp atau pulang?"lanjut pria itu.
"Hmmm.... Bisa nggak kalau kita nggak kembali ke sana? Kita langsung pulang saja."kata Sari mengeluar kan kepala nya dari dalam selimut.
"Baik lah, kalau gitu kamu mandi dulu!"suruh Vicky.
"Ok"sahut Sari, duduk.
"Awas, selimut nya jangan di tahan!"kata Sari menarik selimut dan melilit kan nya ketubuh nya.
"Untuk apa di tutup - tutup, toh aku juga udah melihat semua nya "kata Vicky
Bugh! Sari melempar Batal ke wajah Vicky.
"Aww... Dasar istri durhaka."umpat Vicky mengelus wajah nya.
"Bodoh" Sari turun dari tempat tempat tidur, hendak melangkah.
"Awhhhh..."ringis nya.
"Kenapa?"tanya Vicky cemas.
"Apa masih sakit?"tanya Vicky, Sari mengangguk.
"Aaaa.... Vicky lepas..." teriak Sari saat , tubuh nya melayang.
Vicky menggendong Sari dan membawa nya ke kamar mandi. Dan disana terjadilah pertarungan yang terputus semalam
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜