Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Terpuruk


__ADS_3

"Udah Om, mereka di tangkap berkat bantuan kedua sahabat nya Sari."kata Daffa.


"Siapa maksud kamu? Nggak mungkin kan Wulan dan Manda itu?"tanya Izam


"Iya om, memang mereka lah, tadi sebelum ke rumah sakit mereka minta jemput sama Daffa dan saat kami akan pergi mereka mendengar dalang dari kecelakaan ini menelpon si supir truk. Sampai akhir nya kamj selidik dan semua nya terbukti"kata Daffa.


"Wah hebat kamu daffa, dalam waktu yang kurang dari dua puluh empat jam kmau udah bisa menangkap pelaku nya"kata Izam memuji kepiawayan sang keponan kan.


"ini semua juga berkat bantuan dari parah sahabat nya Sari Om, kalau tanpa mereka Daffa juga nggak ada apa - apa nya"kata Daffa.


Izam tersenyum, kemudian mengerutkan kening nya


" O iya, Sar kalu bisa masalah ini janga sampa di dengar oleh tante kamu. Nanti dia bisa tambah down"kata Izam.


"iya om, Om tenang aja"kata Daffa


___


Sudah dua minggu Sari belum juga bangun dari tidur cantik nya, Vicky sudah seperti orang yang kehilang semangat untuk hidup. Cuma dengan waktu dua minggu Vicky ke hilangan berat badan sepuluh kilo, badannya sekarang sangat kurus, rambut - rambut halus sudah memenuhi dagu nya.


Rian dan juga Rafael sangat prihatin melihat kondisi sahabat nya itu. Awal nya Rafael ingin marah sama Vicky karena hanya diri nya yang tidak tau mengenai pernikahan sahabat nya itu. Tapi setelah melihat kondisi Vicky yang sedang rapuh itu, yang awal nya marah sekarang menjadi rasa prihatin.


Rian dan Rafael sering mengunjungi Vicky, mereka sengaja datang karena ingin menghibur sahabat nya yang sedang terpuruk itu. Mereka tidak menyangka kalau pria cuek seperti Vicky akan sehancur ini saat melihat orang yang di cintai nya sedang sakit. Apa ini yang di nama kan kalau es batu akan cair jika di tangan yang tepat.


Apa pun dan bagaimana pun keadaan nya, Vicky tidak mau meninggal kan Sari barang sedetik pun. Bahkan Maya pun sudah berusaha membujuk putra nya itu untuk istirahat. Tapi yang di kata kan Vicky selalu kata - kata penolak kan yang keluar dari mulut nya.


Vicky sangat takut kehilang Sari, dia tidak mau kehilangan orang yang di sayang nya lagi. Sudah cukup dia ke hilangan kedua orang tua dan juga saudarah kembar nya. Luka kejadian naas yang menimpa nya saat itu, seakan ternganga kembali. Kenapa semua nya harus terjadi kepada orang yang sangat ia sayangi dan kenapa harus kecelakaan mobil.


Vicky sangat merutuki diri nya karena tidak bisa melindungi Sari, sebagai suami dia sudah gaga melindungi istri nya. Vicky tidak pernah putus asa untuk perkembangan ke sehatan Sari, bahkan hanya perkembangan yang kecil saja dia sudah sangat bahagia.


Luka goresan pada tubuh Sari sudah sembuh dan kata dokter, keadaan fisik Sari sudah kembali normal hanya saja Sari yang menolak untuk sadar. Bahkan Dokter sempat bertanya pada Vicky. Apakah ada suatu hal atau masalah yang membuat pasien enggan untuk menghadapi nya. Karena hal itu juga dapat menjadi pemicu yang membuat Sari tidak sadar - sadar.


Vicky tidak bisa menjawab pertanyaan dokter tersebut, tapi dari raut wajah nya saja dokter sudah tau kalau memang ada sebuah konflik di antara mereka. Dokter menyaran kan kepada Vicky agar terus mengajak Sari ngobrol dan mencoba menjelas kan alasan konflik itu terjadi. Karena dalam keadaan ini Sari dapat mendengar suara - suara yang ada di sekeliling nya hanya saja jiwa nya yang sedang di alam bawah sadar.


"Ai, apa benar kamu marah sama aku? Kamu marah ya sama aku karena masalah Tiara malam itu. Tapi serius Ai, kamu salah paham. Aku nggak pernah menyuruh Tiara buat naik, yang aku maksud itu kamu Ai..."Vicky menggenggam tangan istri nya itu.

__ADS_1


"Ai, demi Allah nggak ada wanita lain selain kamu Ai. Kamu satu - satu nya wanita yang aku cintai, Ai..." Vicky menghenti kan ucapan nya, dia menghapus air mata nya.


"Ai, ayo bangun... Aku nggak mau lihat kamu kayak gini terus..." Vicky kembali terisak, entalah entah sudah ke berapa kali Vicky menetes kan air mata nya dan itu semua demi wanita yang terbaring di depan nya itu.


"Aku mohon jangan tinggalin aku Ai, aku nggak bisa hidup tanpa kamu Ai..." raung nya.


Maya menangis melihat anak nya yang terlihat sangat hancur, dia tidak menyangka kalau putra nya itu sangat mencintai istri nya. Maya pergi dari sana, dia sudah tidak sanggup lagi melihat keadaan putra nya yang semakin hari semakin hancur.


"Aku harus cari cara agar, Sari bisa segera sadar."gumam Maya yang berjalan keluar dari rumah sakit. Dia memutus kan untuk menemui suami nya yang sedang bekerja.


Saat di pakiran rumah sakit dia bertemu dengan Mia yang seperti nya juga akan menjenguk anak nya.


"Mia?.." Maya berjalan ke arah sahabat nya.


"May, kamu sudah datang? Yuk kita masuk nya bareng."kata Mia, tapi Maya menggeleng.


"Kenapa? Bukan nya kamu juga baru datang?" tanya Mia yang melihat Maya masih menenteng paper bag.


"Aku sudah nggak sanggup Mia, kita harus segera mendapat kan cara agar Sari segera sadar, kalau begini terus bukan hanya Sari yang di rawat tapi Vicky juga akan di rawat."kata Maya kembali menangis.


"Jangan bicara seperti itu, sekarang tidak ada anak kamu anak aku yang jelas mereka adalah anak kita"kata Maya, Mia pun mengangguk setuju.


"Terus sekarang kamu mau ke mana?"tanya Mia.


"Tadi aku habis ke ruangan Sari, tapi saat melihat Vicky menangis, aku jadi nggak sanggup menemui nya. Maka nya aku putus kan untuk balik dan menemui Mas Mail."kata Maya.


"Jangan kamu jangan kayak gitu, sekarang Vicky sangat membutuh kan dukungan dari kita. Ayo kita temui dia dan menyuruh nya untuk ber istirahat"kata Mia mengandeng tangan Maya.


"Tapi..."


"Nggak ada tapi , tapian yuk."Mia menggandeng Maya untuk kembali keruangan anak nya. Akhir nya mereka sampai di depan ruangan Sari. Mia sedikit menarik tangan Maya untum masuk kedalam


Di dalam mereka melihat di dalam ruangan itu begitu banyak bunga, sehingga ruangan itu sangat wangi. Mia tersenyum karena Vicky begitu menyayangi putri nya, hingga pria itu selalu memperhati kan hal kecil untuk Sari. Baru saja Mia berencana menyuru mang ujang buat membawakan bungan dan menyusun nya di ruangan ini. Tapi lihat semua nya sudah di lakukan oleh Vicky.


Maya mendekati putra nya yang terlihat sedang tertidur di samping Sari. Maya sangat prihatin melihat nya, bahkan Vicky sampai tertidur sambil duduk di samping istri nya dan tangan nya tidak pernah terlepas menggenggam tangan sang istri.

__ADS_1


"Ky..." panggil Maya menyentuh bahu Vicky.


"Ky lebih baik pindah ke ranjang deh nak, kalau kayak gini nanti badan kamu jadi sakit."kata Maya, yang menyaran kan agar Vicky pindah ke ranjang nya. Jadi di ruangan ini memang sengaja ada dua ranjang. Jadi kalau ada yang jaga mereka bisa tidur di ranjang dan tidak perlu tidur di sofa. sebenar nya ranjang itu lebih tepat nya memang khusus buat Vicky yang selalu ada di sini.


"Ky..."Maya tidak mendapat kan sautan, dia pun jadi curiga. Dia mencoba untuk menarik tubuh Vicky pelan dan benar saja putra nya ternyata tidak sedang tidur melain kan pingsan.


Maya begitu kaget, dan dengan cepat ia memanggil dokter. Mia tak jauh beda dengan Maya dia juga sangat kaget.


Vicky di bawah ke ruangan sebelah ruangan Sari, Mia terus memeluk Maya yang terlihat shok.


"Kamu yang sabar, May dan maaf."ucap Mia. Dia tidak bisa berbuat apa - apa. Mia kembali masuk ke ruangan anak nya dan meninggal kan Maya yang masih setia berdiri di depan ruangan anak nya.


"Ai, kamu lihat.. Vicky jatuh sakit. Ayo bangun nak, apa kamu nggak kasihat melihat nya seperti itu?"kata Mia di samping Sari.


"Bunda mohon Ai, ayo bangun nak. Jangan tidur terus, kamu harus lihat keadaan suami kamu."Mia tidak bisa menahan tangis nya.


Drrrtttt.... Drrtttt....


Mia mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas. Dia melihat Daffa menghubungi nya dan tanpa pikir panjang Mia menerima panggilan itu.


"Daffa..." panggil Mia sambil menangis, bahkan dia lupa menjawab salam dari keponakan nya itu


"Tante kenapa?"tanya Daffa panik saat mendengar suara tante nya yang terdengar sedang menangis.


"Vicky drop nak, dia barusan pingsan... Apa kamu belum juga menemukan dokter untuk Sari?"tanya Mia.


"Apa Vicky pingsan, udah tan ini aku sedang ada di bandara untuk penerbangn pulang bersama seorang dokter" jawab Vicky.


"Syukur lah, kamu hati - hati Daff."Mia memutus kan sambungan telpon nya.


"Ai, kamu dengar, kak Daffa udah dapat dokter buat kamu. Bunda harap kamu akan segera sadar nak, sudahi lah acara tidur mu ini. Kamu nggak bosan ya tidur terus,." ucap Mia mengelus wajah anak nya dengan sayang.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.

__ADS_1


Terimah kasih💜


__ADS_2