Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Bukan urusan lo!!


__ADS_3

Tiara terdiam, itu hal yang nggak akan mungkin bisa gue lakukan meskipun ia sangat ingin. syarat yang dengan arti lain adalah memang nggak akan ada kesempatan untuknya bisa dekat dengan Vicky kayak dulu dia pun membiarkan Vicky pergi, ia menatapnya dari kejauhan dengan putus asa yang sangat mendalam.


"Udah ah, lo harus sabar, batu sekalipun masih bisa dipecahin kok. tenang aja lu Percaya deh sama gue."


sahabatnya memberikan dorongan dan semangat pada Tiara. Dia mengajak Tiara keluar dari kantin sebelum mereka jadi buah bibir di sana.


Setiap sepak terjang senior di sekolah itu, akan menjadi bahan omongan yang paling mengasyikkan untuk para Junior tentunya.


Setidaknya itu cara mereka untuk balas dendam dari penindasan yang selama ini diterimanya saat Ospek kemarin.


Sesampai nya di perkemahan di sebuah gunung yang tidak terlalu jauh, semua siswa mulai bersiap mendiri kan tenda sesuai kelompok masing-masing. Satu kelompok, terdiri dari 3 sampai 4 anggota. kebetulan, Sari, Ulan, dan Manda satu tenda. Bukan kebetulan sih, tapi emang mereka bertiga meminta khusus pada Vicky dan di izinkan. Ya lah di izinkan, kalau sampai ngga di izinkan habis la dia di amuk sang istri.


"Sar, lo ngerti nggak bikin ini gimana?" tanya Ulan. Dia mulai ke bingungan harus diapakan semua peralatan yang digunakan untuk mendirikan tenda itu.


Sari menggeleng," lo Man?" tanyanya balik pada Manda.


"Dih, Apa


lagi gue" Manda pun angkat tangan


mereka bertiga celingak-celinguk memperhatikan yang lain, tapi sepertinya semua cewek di situ pada nggak bisa deh.


Buktinya, semua pada celingukan juga, ada yang minta bantuan siswa cowok, dan ada juga yang sibuk selfie selfie malah.


"Fahdy! Vano!"Mira memanggil dua orang cowok yang merupakan sahabatnya Jepri. Entalah, semenjak kejadian di rooftop waktu itu, jepri seperti menghindari Sari. jangan kan menegurnya, memandang pun dia nggak mau.


Fahdy dan Vano melihat kearah Jepri, seolah minta izin pada Jepri. Jepri mengangguk mengiyakan.


Fahdy dan Vano pun mendekati mereka, mereka berdua cengengesan karena tahu pasti tiga cewek ini pasti mau minta bantuan mereka untuk mendirikan tenda.


"Fah, No, bantuin kita dong" ucap Sari dengan wajah memelas yang dibuat se imut mungkin.


Vano menggaruk-garuk rambut kribonya sambil terus cenge - ngesan.


" Tapi ada syaratnya" katanya kemudian.


"Ih, sama teman sendiri Masa gitu, apa syaratnya coba?" tanya Manda langsung protes.


" Cium kita dulu!!" Fahdy langsung menjawab dengan penuh semangat.

__ADS_1


" Ihhhhhh" Sari, Ulan dan Mnada langsung memasang wajah jijik. Tapi lalu mereka berlima tertawa terbahak-bahak lantaran udah sama-sama tahu kalau bagian dari syarat yang diajukan 2 cowok itu hanyalah gurauan saja.


" Sini kita bantuin" Vano langsung bergerak begitupun Fahdy.


"Walau tenda kita sendiri belum jadi, tapi bagi kita menolong orang itu lebih utama. Apalagi kalau yang ditolong cewek-cewek cantik kayak kalian"


Fahdy dan Vano emang cowok yang unik, saking uniknya nggak ada cewek yang mau sama mereka. Tapi kalau urusan untuk berteman, mereka nggak ada tandingannya.


Dua manusia dengan karakter yang sama, yaitu sama-sama suka bikin orang lain ketawa dan nguyonannya nggak ada yang garing.


"Van, tipe cewek idaman lo kayak gimana?"tanya Ulan


Vano langsung tertarik dengan pertanyaan itu." kayak Sari dong!" katanya sambil tersenyum dibuat-buat pada Sari.


Sari langsung mendelik." Kenapa kayak gue?" kata Sari protes.


"Sari...Oh sari..." Vano membentangkan tangannya berpura-pura mau memeluk Sari. cewek yang mau dikerjain jelas menghindar, terjadilah kejar-kejaran dan Penuh tawa di situ.


"Hahaha peluk aja Van, nggak apa - apa " seru Manda mengompori.


"Ogahhhh!" teriak Sari sambil terus berlari.


"Hahahahhabaha,,,,"


"Ehmm..."Vicky datang dengan berkacak pinggang di belakang Vano.


Ulan langsung mupeng begitu melihat Vicky. baginya, Ya udah ini udah kayak Algazali. tinggi, putih, cool dan ganteng. Apalagi senyumannya, bikin dia meleleh.


Enggak cuman Ulan sih yang berpikir kayak gitu, rata-rata cewek yang ngeliat Vicky pasti juga bakalan klepek-klepek.


Pesona cowok cool emang lebih membuat penasaran, ketimbang cowok yang terlalu mudah untuk dideketin.


Sari dan Vano berhenti kejar-kejaran begitu melihat Yoga. Dengan nafas ngos-ngosan dan sedikit tertawa, mereka mendekati ketua OSIS itu.


"Ada apa ?" tanya Vano


"Gue yang harusnya nanya, Kenapa kalian nggak bikin tenda ?" tanya Vicky , dia memasang wajah ke pemimpinan nya di depan semua siswa , saat ini .


"Hmm, itu Sari dari tadi ngajakn gue becanda mulu, makanya tendanya nggak siap - siap." jawab Vano sambil menunjuk karah Sari

__ADS_1


"Diihhh, kok gue? Kan elo yang mulai duluan" saut Sari yang nggak mau di salahain gitu aja.


"Gue tunggu lima menit, semua sudah harus selesai" Vicky berbicara dengan keras semua langsung bergerak dengan cepat membangun tenda. yang nggak bisa cuma bisa meringis sambil ketar-ketir minta bantuan.


"Van, Fah buruan. Tenda da lo pada juga belum jadi, kan?" suruh Sari begitu Vicky pergi.


"Tenang, masang ginian gampang kok, Sar. Apalagi tenda ini instan." Fahdy berlenggok dengan sangat pelan. Seolah-olah menentang waktu, sementara Sari Gregetan ngelihatnya, tapi pengen ketawa juga karena ulahnya itu lucu.


Sari menoleh ke belakang, melihat kearah Vicky yang sedang mengatur semua murid.


"Kenapa dia bisa ada di sini? Bukannya para panitia dan guru datangnya nanti siang?" gumam Sari pelan.


___


Bus para panitia dan para guru sampai di tempat hiking. Tiara keluar dari bus dengan wajah yang cemberut. Bagaimana tidak, dia sudah membayngkan , akan duduk berduaan dengan Vicky sepanjang perjalanan.


Tapi kenyataannya, Vicky malah pergi duluan dengan menggunakan Moge nya. Entah apa yang membuat cowok itu, sampai nekat mengendarai motor ke tempat sejauh ini.


"Pokoknya, gue haruus bisa mendapatkan perhatian Vicky selama disini." tekad Tiara. Mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Vicky.


"Tia, kamu mau kemana? Sini sama - sama dengan rombongan." ujar Bu Srik, yang melihat Tiara yang akn pergi begitu saja.


"Eh, iya buk." balas Tiara.


Vicky yang melihat kedatangan para guru, dia menghampiri rombongannya itu.


"Maaf ya bu, tadi saya pergi duluan tanpa memmberi alasan yang jelas pada ibu." kata Vicky meminta maaf pada bu srik, ang selaku pembinanya.


"Iya, tidak apa - apa . Tapi,lain kali kamu nggak boleh kayak gini, ingat kamu itu pemimpin." kata bu srik yang memberi Vicky peringatan.


" Iya bu." Vicky pun membawa rombongan para panitia dan guru ke tenda yang sudah di siapkan.


"Vicky, lo kemana aja sih? Kok lo ninggain gue sih.." ujar Tiara mendekati Vicky


" Buka urusan lo, dan emangnya lo siapa?" tanya Vicky, menatap Tiara tak suka, dan berlalu pergi meninggalkan gadis itu.


" Gue pastiin lo akan bersujud di kaki gue, ihh jadi makin gemes." Tiara tersenyum melihat kepergia Vicky. Entalah, gadis itu bukannya takut dengan Vicky, semakin Vicky menggertaknya dia kan malah makin ingin mendekati cowok itu.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2