Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Kucing - Kucingan


__ADS_3

Sementara Vicky, diri nya masih geram. Terlihat sekali ia melaju kan mobil nya sangat kencang sekali tangan nya memukul stir mobil yang sedang di kendarai nya.


"Fuckkkkk! Apa yang salah sama diri gue , kenapa dia nggak nyadar juga! Argghhh..."teriak Vicky dalam mobil.


"Gue sebenar nya mau kemana sih, dari tadi gue muter - muter nggak jelas."


"Malam ini gue tidur di mana ya? Apa gue nginap di apart nya Rian aja.." gumam nya.


"Iya, mending kesana dari pada pulang dan gue pasti tambah kesal melihat wajah nya." gumam nya lagi. Vicky melaju kan mobil nya menuju apartement nya Rian.


Setibanya di apart nya Rian ia mengetuk pintu apart nya hingga berulang - ulang kali, Rian baru membukan pintu nya.


"Vicky?... Sedang apa lo ke sini malam - malam?" tanya Rian, namun Vicky hanya diam dan menerobos masuk ke dalam apartement Rian. Ia langsung menjath kan diri nya di atas tempat tidur.


"Gue malam ini tidur di sini,lo tidur lah di sofa." ujar Vicky santai


"Enak banget tu mulut kalau ngomong ya, cepat turun dari kasur gue!!!" teriak Rian menari kaki Vicky, namun tidak bisa karna Vicky memegang erat tepi tempat tidur daan akhir nya Rian pun menyerah.


"Lo itu tuan rumah macam apa? Gue ini tamu disin!! " seru Vicky


"Terus hubungan nya apa Bambang? Karna lo tamu, maka nya jangan lancang!!" balas Rian tak mau kalah.


"Tc, tamu itu adalah raja, jadi lo tidur di sofa gue disini. Mana ada raja tidur di sofa sementara prajurit nya tidur di tempat tidur yang empuk ini." ujar Vicky sembari memejam kan mata nya.


"Sialan lo, kampret agak kesana sedikit, gue benar - benar mengantuk ini, dan gue nggak akan mau tidur di sofa itu!" kata Rian seraya menguap, Vicky pun akhir nya memberi tempat untuk Rian tidur.


"Kenapa lo tidur di sini Ada masalah dengan siapa?" tanya Rian dengan tidur tengkurap di samping Vicky.


"Nggak ada." saut Vicky.


"Apa lo masih tinggal di rumah Sari?" tanya Rian penasaran.


"Tidak tahu.." saut Vicky seakan malas membahas Sari.

__ADS_1


"Lah kenapa bisa nggak tahu?" tanya Rian kembali, tapi Vicky hanya diam saja.


"Vickyyyy??" panggil Rian, tak mendengar sautan dari Vicky ia pun menengok nya.


"Ah sialan, sudah tidur.." gumam Rian lirih, ia pun langsung ikut tidur juga.


Keesokan hari nya


Sari bangun namun ia tidak menem ukan Vicky di samping nya, ia langsng beranjak mencari Vicky hingga ke seluruh ruangan.


" Mbok apa Vicky pulang semalam?" tanya Sari.


"Tidak nona." jawab mbok Darmi menggeleng kan kepala nya, Sari pum langsung bersedih kembali.


"Vicky, lo kemana sih?" gumam Sari lirih bersedih, ia kembali ke kamar nya dan mandi kemudian bersiap - siap seperti nya ia hendak pergi. Melihat Sari yang sudah rapi mbok Darmi pun menegur nya.


"Nona mau kemana? Ayo sarapan dulu nona, Mbok udah bikinin makanan kesukaan nona. Tadi malam mbok lihat nona juga nggak makan."kata Mbok Darmi.


"Tidak usah mbok, aku makan nya nanti saja.. Aku mau keluar sebentar mbok." jawab Sari menyngging kan senyum nya.


Setiba nya disana ia sampai di depan rumah mewah. Sari pun langsung masuk dan membunyi kan bell yang ada di depan rumah itu.


Waktu pintu terbuka ternyata yang membuka rumah ialah Maya, mama nya Vicky. Maya berdiri di depan nya, sari pun langsung menyalim tangan mertua nya itu.


"Menantu ku...Tumben sekali kamu datang kemari pagi - pagi begini, ada apa?" tanya Maya seraya mengajak Sari masuk dan mempersilah kan nya duduk.


"Ehmm iya maaf Sari menggangg mama pagi - pagi begini. Sari sedang mencari Vicky... Apa semlam dia kemari, mah?"tanya Sari sambil melih ke sekeliling rumah.


"Vicky tidak ada kemari nak, Kenapa? Kalian pasti bertengkar?" Tanya Maya namun Sari menggeleng kan kepala nya.


"Nggak tahu mah, Vicky tiba - tiba bersikap seperti ini. Sari nggak tahu salah nya dimana. Padahal pagi nya kami itu baik - baik saja." kata sari menjelas kan.


"Sudah tidak perlu dipikirkan dia memang seerti itu, Sekarang dia pasti ada di tempat nya Rian." sambung Maya seraya mengusap tangan menantu nya itu

__ADS_1


"Benarkah mah?" tanya Sari, Maya pun mengangguk kan kepala nya.


"Oiya sebentar ya Sari, Mama lupa mau ke tetangga sebelah... Kamu tungguh lah disini sebentar ya atau kamu bisa menunggu di kamar nya Vicky." ucap Maya menunjuk satu kamar yang sedang tertutup.


"Mama akan kembali.." ujar Maya beranjak dari duduk nya dan meninggal kan Sari.


Sementara Vicky, ia berpamitan kepada Rian untuk pulang


Sesampai nya di rumah, ia langsung masuk ke dalam kamar namun Sari tidak terlihat dalam kamar nya, ia mencari nya ke seluruh ruangan dan di dapur tetapi ia juga tidak menemu kan nya dan hanya menemu kan Mbok Darmi yang sedang memasak.


" Mbok,apa Mbak Melihat Sari?" tanya Vicky .


" Nona Sari tadi pergi pagi-pagi sekali, Den" jawab Mbok darmi."


"Pergi kemana? Apa mbok tahu?" tanya vicky


"Saya kurang tau Den, tapi seperti nya sedang mencari Aden . Karena semalam Nona menangis dan mau keluar mencari Aden, tapi saya larang karna sudah malam." jawab mbok Darmi apa ada nya, mbok Darmi tidak mengatakan kalau yang mengantar Sari ialah suaminya mang ujang. Mbok Darmi sengaja ingin mengerjai Vicky, dia sangat kesal saat melihat nona kesayang nya menangis malam - malam hanya karna mengkhawatir kan pria yang ada di depan nya ini.


Vicky langsung terduduk di meja makan dengan raut wajah yang menyesal sembari meletakkan kedua tanganya di atas kepala.


"Kenapa kemari gue kebawa emosi seperti ini."" gumam Vicky dalam hati.


Vicky mengambil ponselnya yang kala itu berada di dalam tas sekolahnya, vicky pun terkejut ketika melihat poselnya ada 100 panggilan tak tejawab dari Sari, karna ponsel Vicky memang dalam mode silent dan ponselnya itu berada di jok belakang mobil, makanya Vicky tidak tau kalau sari menghubunginya.


Vicky pun dengan cepat menghubngi sari, namun gadis itu tidak menerimanya.


"Apa dia bals dendam?Kenpa dia tidak menerimana?" gumam Vicky kesal.


"Pergi kemana dia? Arghhhhh..." teriak Vicky kesal.


"Sekarang mending gue mandi dulu, setelah itu baru gue cari dia." ucap vicky melempar ponselnya ke atas tempat tidur.


"Lo nggak akan bisa lari dari gue Sari puspita.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2