
Sari Pov
"Aaaaa" teriakku membahana memenuhi ruangan itu, mataku mengerjap beberapa kali.
Sial
Kepalaku sangat pusing, kenapa aku bisa tidur denganya. Dan dimana ini? Kalian jangan salah paham ya, kita cuma tidur aja.
"Brisik" gerutunya, ia pun berbalik memunggungi ku. Seolah enggan untuk beranjak dari tidur nyenyak nya.
Bruk!
"Akh.." keluhku kesakitan saat terjatuh dari tempat tidur dengan tidak elegan .
" Lo Bisa diam gak sih! Kalau bangun tidur itu nggak usah berisik, ini masih pagi, gue baru tidur 3 jam yang lalu. Lagian bukannya ini hal yang biasa, kayak pertama kali tidur bareng gue aja lo!." bentak Vicky yang terlihat sangat kesal.
"Santai aja dong, nggak usah bentak juga. Ini kamar siapa? Kok gue bisa ada di sini?"tanya Sari.
Cowok itu hanya diam, dengan kesal aku berdiri sambil mengusap bokongku yang terasa sedikit sakit. Aku melihat ke sekelili kamar itu, dan melihat ada sebuah pintu, bisa di pastikan kalau itu adalah pintu kamar mandinya. Aku pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, namun saat hendak melangkah, tiba - tiba dia menarik tangan ku, hingga aku pun terjatuh di atas tubuh nya.
Brukk
"Aaaaa"teriak ku lagi, bagaimana tidak. Kali ini posisinya berbeda dari yang biasa. Ini adalah posisi paling brengsek bagi ku.
Tangan besar cowok brengsek itu mendarat dengan sempurna di bagian tertentuku. " Kenapa sih, suka banget teriak - teriak gitu. Ini kuping gue lama - lama bisa budeg." dengus Vicky.
"Lagian dada datar gitu malah buat tangan gue pegal, nggak minat gue. "Sewot Vicky, sambil menggeserkan tubuh Sari ke samping.
Buhg - bugh - bugh
"What?" dengan kesal aku ambil bantal dan memukulnya dengan brutal.
"Aww... Stop! Sakittt..."teriaknya, aku pun mengabaikan perintahnya. Aku tak terima saat dia mengatakan barangku datar, itu merupakan sebuah penghinaan loh.
ya walaupun kecil tapi yang nggak sedatar seperti yang ia bilang tadi.
Vicky yang sudah merasa kewalahan pun menahan tanganku agar tidak memukulnya lagi.
mata Vicky tak berkedip ke arahku dia juga menelan ludahnya beberapa kali . melihat aku yang masih ngos-ngosan dan dengan penampilanku Ya sudah sangat acak-acakan, tanpa sadar ternyata baju kaosyang sedang aku gunakan Kedodoran hampir memperlihatkan seluruh tubuh bagian atas.
Kurapikan pakaianku, wajahku merah padam karena merasa malu." Lihat apa lo?" Tanya aku sambil membesarkan mataku kepadanya.
Tanpa menjawab Vicky menarik tubuhku ke dalam dekapannya .
Jantungku berpacu lebih kencang dari biasanya biasanya. ' Astaga jangan tunggu saya mau meleduk ' batinku. kusembunyikan wajahku di dadanya tingginya lebih beberapa jengkal dariku Aku hanya setinggi kuping bawahnya dan itu sangat menyebalkan Iya bisa dengan leluasa menjepitku dengan ketiaknya yang mulus itu .
__ADS_1
Mulus? Iya Bagaimana tidak mulus, aku pernah beberapa kali memergokinya sedang mencabut bulu ketiaknya di kamar mandi
Vicky terus menatapku seolah ingin memakanku, aku ikut Vicky yang ada di sampingku Jujur aku sedikit tak nyaman walau aku sering dipeluknya kayak gini.
" Jangan lihatnya kayak gitu Ih ngeri banget, tolong ya matanya dijaga" ucap ku kesal.
" emang salah ya lihat Tubuh Istri sendiri? " ujarnya enteng
Deg!.
" Malahan ya bukannya sekedar melihat gue punya hak lebih atas itu loh" ucap Vicky sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Dasar mesum!" teriak Sari berlari masuk ke kamar mandi
Di dalam kamar mandi.
"Huft... Gila dia makin hari kok makin gila aja sih." gumam Sari sambil mengatur napasnya yang masih ngos - ngosan.
"Ini kenapa sih, kok bosa aku sampai di sini?"
"Ini apart siapa?" tanya Sari bingung.
"Dan ini, kenapa gue bisa pake baju ini? Siapa yang ganti baju gue?"Sari melihat baju kaos kebesaran yang sedang di pakai nya.
"VICKYYYYYYYY!!"
Vicky yang mendengar teriakan Sari pun tersenyum. " Dia pasti baru sadar." gumamnya. Vicky menggelengkan kepalanya.
"Bukan gue yang gila tapi elo." ucap nya.
"Untung semalam gue cepat sadar, kalau enggak habis deh lu, munggu depan bisa bunting lo."lanjutnya.
___
"Gak enak banget tu muka, "celetuk Vicky. Sari menatap cowok itu tajam.
"Udah di bilang juga, serius gue nggak lihat apa - apa." ujar Vicky.
"Bohong! Masa iya lo nggak lihat, trus gimana lo ganti nya?" tanya Sari dengan nada kesal.
Vicky diam dan menatap Sari, "Gue cuma lihat dikit." kata Vicky.
"Tuh kan. lo lihat."
"Ya kan cuma sikit, itu pun nggak seberapa dari perbuata lo sama gue."ujar Vicky.
__ADS_1
"Udah, nggak usah memutar balikkan kenyataan deh lo. Dasar mesum"
"Asal lo tau aja, Sar. Gara - gara lo semalam gue harus mandi air dingin malam - malam" batin Vicky.
"Udah nggak usah di pikirin lagi. Lagian, meski pun gue lihat sedikit atau banyak pun itu nggak akan jadi masalah atau pun dosa, karena gue ini suami lo." ujar Vicky.
"Ayo cepat habiskan sarapannya, setelah ini kita pulang." ujar Vicky
Sari diam, ia malas menanggapi ucapan suaminya yang selalu membuatnya kesal.
Setelah selesai makan, Vicky duduk di ruang keluarga sambil menunggu Sari membereskan meja makan dan juga membersihkan peralatan yang kotor.
Selesai dengan pekerjaannya, Sari pun menghampiri Vicky. Dia mendudukkan bokongnya di sebelah Vicky.
"Udah selesai, yuk balik!"ajak Vicky beranjak berdiri, Namun gadis itu tak bergeming.
"Tc, Ayo! Kenapa masih diam?" tanya Vicky menatap Sari bingung.
"Hmm, bisa nggak kita tinggalnya di sini aja?"Tanya Sari menundukkan wajahnya. Vicky duduk kembali.
"Kenapa?"tanya Cowok itu.
"Gue malas pulang, di rumah masih ada ayah dan bunda." jawab Sari.
"Lah terus kenapa? Bukannya lebih bagus ada mereka, bukannya selama ini, lo selalu meminta kepulangan mereka. Dan selalu berharap mereka bisa ada di rumah. Terus sekarang kenapa lu jadi kayak gini?"tanya Vicky mengerutkan keningnya.
"Pokoknya gue nggak mau pulang!!" ujar Sari kekeh.
"Lu ada masalah apa sih sama mereka? Nggak baik marahan sama orang tua. Lu mau jadi anak yang durhaka?" Sari menggeleng.
"Makanya, jangan kayak gini. Meski pun mereka bersalah dan sebesar apa pun salahnya. Kita sebagai anak nggak berhak untuk membenci mereka, karena apa pun yang di lakukan orang tua pasti itu semua demi kebaikan dan ke bahagiaan anaknya "Vicky mengambil tangan Sari dan menggenggamnya.
"Maafkan lah mereka, lu coba deh cari niat positif sari kesalahan mereka." lanjut Vicky.
Sari menoleh melihat kearah Vicky. " termasuk, di paksa menikah dengan lo?"tanya Sari.
Deg!
"Apa dia sudah tau alasan dari semuanya?" batin Vicky
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1