
Vicky melihat Sari yang berbaring di atas tempat tidur. Dia benar- benar nggak tau kenapa istri nya bisa seperti ini.
" apa aku hanya mimpi bisa baikan sama dia?" ucap Vicky dalam hati. Vicky ikut berbaring di samping Sari.
Saat Vicky ingin mendekat, Sari menggeser menjauh, hingga Sari terpojok kan tak bisa geser lagi, karena kalau dia masih geser dia bisa jatuh.
"Lo bisa diam nggak? nggak usah geser - geser!" seru sari kesal.
"Maka nya lo juga nggak usah ikut geser, biar nggak jatuh." balas Vicky, menarik tangan Sari hingga sekarang gadis itu berada dalam dekapan nya.
" Lepas!!" Sari meronta minta di lepasin.
" Gue ngantuk, bisa diam aja ngga?!" pinta Vicky
"Nggak bisa, lepasin!!"
" Lo diam, atau gue unboxing sekarang!!" ancam Vicky. Akhir nya mereka tidur dengan saling berpelu kan
___
Pagi hari nya, Sari bangun lebih pagi. Dia sengaja ingin berangkat lebih awal dari pada Vicky. Dia masih kesal dengan laki - laki itu, bisa - bisa nya dia mempermain kan perasaan Sari.
"Apa cuma gue yang berharap sama pengakuan dia di rumah mama kemaren." gumam Sari menelusuri koridor sekolah.
"Eh , tapi kenapa gue jadi kesel gini sih? Ada apa sama gue? Ayo dong Sari lo itu jangan mudah baper sama cowok kayak dia." ujar Sari menyemangati diri nya.
"Seharus nya bagus dong kalau dia punya cewek, jadi gue bisa dengan mudah minta isah sama dia. dengan alasan dia selingkuh." lanjut nya.
"Siapa yang selingkuh?" Sari menoleh kebelakan saat mendengar suara yang menyahui ucapan nya.
"Kok malah diam?" tanya orang itu.
"Lo ko disini?" pertanyaan itu keluar dari mulut Sari.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu?" tanya Vicky berkacak pinggang.
Vicky berjalan mendekati Sari, " Siapa yang Selingku? ' tanya Vicky lagi.
"Aaa... Ng- nggak ada, emang siapa yang bilang kata selingkuh." elak Sari.
Vicky memicing kan mata nya menatap Sari. " Awas aja kalau lo sampai selingkuh.." ancam Vicky
"Lo pikir gue semurah itu,,, gue nggak sama kali kaya lo!" sindir Sari, setelah mengucap kan kata itu, Sari pun berlalu pergi meninggal kan Vicky yang masih mencerna perkataan Sari.
"Gue? Emang kapan gue selingkuh? Bukan nya dia yang selingkuh di belakang gue ama sih kutu kupret itu." ujar Vicky.
__ADS_1
"Eh tungguin gue!!" teriak Vicky berlari menyusul Sari.
___
"PERHATIAN SEMUA NYA, KHUSUS NYA SELURUH KELAS 12. UNTUK SEGERA DATANG KE AULA!! SEGERAH, TANPA TERKECUALI!!
"Yuk Sar, ke aula" ajak Ulan dan manda.
"Kalian aja, itu palingan mengenai camping itu. Gue lagi mager banget nih." ucap Sari.
"Odeng, lo nggak lihat gc Wa?" tanya Ulan.
dengan polos nya Sari pun menggeleng kan kepala nya." emang ada apa di sana?" tanya Sari.
"Coba lo buka deh, dan baca sendiri!!" seru Manda.
Sari mengeluar kan ponsel yang di simpan nya di saku roknya. Sari membelalak kan mata nya saat membaca pesan yang di kirim ke gc sekolah nya itu. "Apa - apaan ini?! Gue nggak pernah nyetujuin nya." kata Sari tak terima.
"Kalau lo nggak menyetujuin nya, terus kenapa nama lo bis ada di list?"tanya Ulan, Sari menggeleng kan kepala nya, karena ia juga tidak tahu.
"Yaudah, itu ntar aja kita pikirin. Yang pentig sekarang kita ayo buruan ke Aula sebelum pak Bambam ngamuk" ucap Manda menarik tangan kedua sahabat nya itu.
___
Sari dan kedua sahabat nya duduk di kursi yang paling depan. Di saat kedua sahabat nya sedang sibuk dengan perbincangan para cowok tampan dari kelas sebelah. Sementtara Sari sibuk melihat ke kanan ke kiri, ia sedang mencari keberadaan Vicky. Dia yakin seratus persen kalau laki - laki itu lah yang telah menciptakan masalah ini.
"Mana sih tu orang, kok dia nggak ada ya?" gumam Sari pelan.
"Lo lagi cari siapa sih, Sari? Gue perhatiin dari tadi gelisah gitu?" tanya Manda.
" Ngg... Nggak, gue nggak nyari - nyari siapa - siapa kok. Gue cuma kagum aja anak cowok kelas sebelah pada bening banget yak." ucap sari mengelak.
"Gawat, jangan sampai mereka curiga" gumam Sari dalam hati.
" Iya ganteng banget,,," ucap mereka mereka berdua, tersenyum dengan mata berbinar.
"Dasar genit.." ucap Sari dalam hati, ia kembali mencari keberadaan Vicky.
Sari melihat Vicky memasuki ruang aula dengan para sahabat sahabat nya. Sari menatap Vicky tajam saat mata mereka saling temu. Vicky membalas tatapan tajam Sari dengan sebuah kedipan, dan berkat kedipan nya itu berhasil membuat para cewek yang ada di aula berteriak.
*Gila, itu Vicky ngedip ke siapa? Ya ampun beruntung banget.....
Itu pasti kedipan buat gue...
Aduuuuhhhh babang Vicky, jangan gitu dong.. Jantung aku jadi nggak normal nihhhh*.....
__ADS_1
Begitu lah beberapa jeritan hati parah fans Vicky. Dengan sengaja Vicky end the genk duduk di dekat kursi Sari dan para sahabat nya.
"Hai istri ku..." bisik Vicky di telingan Sari
Sari membelalak kan matanya saat mendengar perkataan cowok itu. Vicky membalas tatapan Sari hanya dengan senyuman maut nya.
"Gila tu Vicky, makin tampan aja dia kalau senyum kaya gitu." ujar Ulan dan Manda yang selalu memperhati kan Vicky yang duduk di samping Sari.
"Sar,kita tukar tempat duduk yuk!.."pinta Marta yang di belakang Sari.
Sari tak bergeming, dia makin kesel dengan Vicky yang jadi pusat perhatian. Tak lama Tiara pun daang mendekati mereka, lebih tepat nya mendekati Vicky.
"Hai, vicky.."Sapa Tiara pada Vicky.
"Hmm..." balas Vicky malas.
"Rian, lo geser sana dong. gue pengen duduk di samping Vicky!" seru Tiara menyuruh Rian Pindah ke bangku lain.
"Ribet amat sih lo mak lampir.." ujar Rian, Tiara menarik tangan Rian dan mendorong nya ke bangku kosong di sebelah Vano.
Sepanjang acara Sari terus saja menekuk wajah nya, bagaimana tidak. Suami nya sedang bermesraan dengan wanita lain di sebelah nya. Ingin sekali rasa nya Sari melemar dua manusia ini ke laut .
Tanpa sepata kata pun Sari berdiri beranjak dari duduknya, menghampiri pak bambang dan meminta izin untuk ke toilet. Percayalah kalau alasan itu hanyalah alasan nya saja agar bisa keluardari ruangan itu.
Ia sungguh sudah nggak tahan dengan semuana, entahlah, rasanya egitu sesak saat melihat Vicky yang di dekati seperti itu sama cewek lain.
Sari kembali ke kelas dan mengambil tas nya, dia memutus kan untuk pulang lebih awal. Masa bodoh dengan hukuman yang akan dia dapatkan nanti. Lagi pula ini adalah jam terakhir, toh habis ini juga jam pulang. pikir Sari.
SARI POV ON
Kenapa rasa nya sangat menyakit kan, gue tahan dengan semua pemandangan yang ada di sebelah . Dari pada gue mati karena jantungan di sini, mending gue keluar aja deh..
Tanpa Ba Bi Bu Be Bo, gue langsung minta izin pada pak bambang selaku guru kesiswaan. Awal nya gue berniat menyendiri di kelas, tapi saat gue melihat jam, jadi gue putuskan untuk pilang saja sekalian. Palingan besok cuma di suruh hormat bendera.
Gue berjalan ke pakirn, kebetulan hari ini gue bawa mobil jadi nggak perlu nunggu mang ujang dulu. Saat sampai di pakiran , tanpa engan gue melewati mobil Vicky.
"Rasain lo!!'
SARI POV OFF
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1