
Sari yang melihat Vicky sedang menutup kotak surat nya sontak ia langsung menghampiri Vicky dan menegur nya.
"Kenapa di tutup dengan kain?"tanya Sari dengan penasaran.
"Ehmm.. Iya biar nggak berdebu." jawab Vicky, Sari pun langsung tersenyum.
"Emang nya itu apa? " tanya Sari pura - pura seolah tidak tau kalau itu adalah kotak surat. Sari beranjak dari duduk nya dan berjalan menghmapiri Vicky
"Bukan apa - apa? Pergi menonton lah konser oppa - oppa lo itu." ujar Vicky mengalih kan pertanyaan Sari.
"Itu kotak surat kan?"tanya Sari tersenyum usil, Vicky langsung terkejut.
"Bagaimana lo bisa tau?" tanya Vicky menajam kan alis nya.
"Iya, tadi mama yang memberitahu kan nya."jawab Sari.
"Apa lo melihat nya?"tanya Vicky kembali dengan mata terbelalak lebar dan wajah yang begitu takut .
"Belum, tapi gue pengen banget melihat nya." ucap Sari, Vicky bernapas lega.
"Apa gue boleh melihat nya?" tanya Sari, dengan penuh harap.
"Tidak, tidak boleh!." jawab Vicky dengan cepat dan tegas.
"Tapi kenapa?"tanya Sari,
"Tidak boleh ya tidak boleh. Itu kan privasi gue." saut Vicky ketus, ia langsung merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur, Sari pun tertawa dengan keras melihat reaksi suami nya itu.
"Kenapa lo ketawa? Apa ada yang lucu?"tanya Vicky.
"Iya lo yang lucu, seperti anak perempuan saja." kata Sari meledek namun Vicky tak mengubris ledek kan sang istri.
Sari mengikuti Vicky, duduk di samping nya dan menyandar kan punggung nya di tempat tidur. Sari pun mulai membuka tap yang Vicky pinjam kan pada nya, ia mulai mencari link untuk menonton konser idol favorit nya itu.
Tiba - tiba Vicky meletak kan kepala nya di pangkuan Sari. Ia memperhati kan wajah Sari dari bawah, sembari menahan senyum nya karena melihat istri nya yang sedang fokus menonton
Vicky melingkar kan tangan nya ke pinggang Sari dan menenggelam kan wajah nya di perut istri nya itu, hingga membuat Sari merasa geli.
"Vicky, jangan seperti itu."tegur Sari, mencoba menyingkir kan tangan Vicky dari pinggang nya.
"Tapi, seperti ini nyaman banget. Biarkan lah seperti ini sebentar" ucap Vicky sembari memejam kan mata nya.
"Vicky!" panggil Sari.
"Gue ngantuk, jangan panggil - panggil!!!" seru Vicky sembari memejam kan mata nya.
__ADS_1
Dengan terpaksa Sari pun membiar kan Vicky memeluk nya. Ia pun kembali fokus dengan Tap nya.
Vicky tertidur pulas di pangkuan Sari hingga sore hari.
Kala itu Sari selesai menonton konser Idol nya dan meletak kan Tap tersebut di meja samping tempat tidur, Sari ingin sekali pergi ke dapur membantu pembatu mama Maya memasak untuk makan malam, namun ia enggan beranjak karena tidak tega membangun kan Vicky yang sedang tertidur sambil memeluk nya di pakuan nya.
"Kenapa gue sangat nyaman bersama nya? Kenapa gue merasa takut akan kehilangan nya?" gumam Sari dalam hati sembari memperhati kan wajah Vicky yang begitu dekat dengan nya.
"Gue bahkan tidak menyangka sama sekali kalau akan menikah dengan nya. Dia adalah laki - laki yang selalu mengganggu gue, laki - laki yang sangat mneyebal kan, tapi sekarang?"sambung Sari dalam hati. Sari tersenyum kecil sembari mebelai kepala Vicky.
Namun tiba - tiba raut wajah nya berubah menjadi sedih, entah apa yang membuat diri nya begitu bersedih.
Sari mencoba dengan perlahan mengangkat kepala Vicky dari pangkuan nya dan memindah kan nya di atas bantal. Kemudian ia pun dengan pelan - pelan beranjak dari tempat tidur tersebut, ia hendak pergi ke dapur . Ia ingin menjalan kan tugas nya sebagai menantu dan istri yang baik di rumah mertuan nya itu.
Namun, baru beberapa langkah Sari beranjak, suara Vicky seketika menghentikan nya.
"Lo mau kemana?" tanya Vicky dengan mata yang masih terpejam, Sari langsung menoleh.
"Apa dia bangun?" gumam Sari dalam hati, sembari menghela napas.
"Gue mau ke dapur untuk memasak makan malam "ucap Sari
"Sudah ada pembantu, nggak usah repot - repot. Lo di sini aja temanin gue!."pinta Vicky.
"Yasudah pergi lah sana, pergi lah!" ucap Vicky dengan kesal, Sari yang masa bodo langsung berlalu meninggal kan Vicky keluar dari kamar nya.
Vicky membuka mata nya dan melihat Sari yang benar - benar sudah keluar kamar dan meninggal kan nya. Ia meng hela napas dan berdecak kesal.
"Semoga ini berlaku untuk selama nya, gue nggak mau lagi ada perdebatan di hubungan kami. Tapi dia... Sudah lah yang itu besok aja gue pikir kan. Yang jelas dia nggak akan pernah gue lepas kan apa lagi sampai di ambil orang..." ucap Vicky yakin.
Sari pergi ke dapur, di lihat nya ada seorang wanita yang tengah berdiri sibuh sedang meniris kan sayuran dan bahan makanan mentah lain nya.
"Bibi, bibi lagi masak apa? Biar saya bantu." suara Sari mengejut kan wanita itu, dia adalah bibi Maimun pembantu mama Maya.
"Eh nona Sari.... Tidak usah nona ini pekerjaan saya." ucap Bibi Maimun,
"Tidak apa - apa bi, kan pekerjaan saya juga sebagai istri dan menantu di rumah ini."jawab Sari sembari menepisbkan senyum nya.
"Baikblah nona" ucap bi Maimun dengan tersenyum, ia pun mengiya kan permintaan Sari.
Sari pin akhir nya membantu bi Maimun memasak, seusai memasak ia juga menata makanan di atas meja makan. Tak terasa waktu makan malam pun tiba.
Tak lama kemudian mama Maya pun pulang, ia langsung pergi ke dapur dan menyapa Sari.
"Wah masakan menantu ku seperti nya sangat enak." puji mama Maya, sembari mencium aroma masakan yang berada di dapur itu.
__ADS_1
"Sari masak nya bersama bi Maimun kok mah." ucap Sari tersenyum.
"Sama saja nak, ini tetap masakan kamu." puji mama Maya kembali sembari tertawa.
Sari sangat senang mendengar pujian yang di berikan oleh mertua nya itu, kalimat itu lah yang selama ini ingin ia dengar dari mulut kedua orang tua nya.
"Mama... Ayo duduk dan makan lah, mah! Sari akan panggil kan Vicky ." ujar Sari tersenyum, mama Maya pun duduk dan mengiya kan nya permintaan menantu nya itu.
Sari pun berlalu meninggal kan mama mertua nya itu, dan menghampiri Vicky yang sedang berada di kamar untuk menyuruh nya turun ke bawah dan makan bersama dengan mama Maya.
"Vicky, bangun lah!" seru Sari menggoyang kan lengan cowok itu.
"Vicky, ayo bangun! Mama udah nungguin kita di meja makan!"seru nya lagi.
"Aish, dia kok susah sih di bangun kan." gerutu Sari.
Sari diam memperhati kan wajah tidur suami nya itu. Tiba - tiba ide gila melintas di benak nya.
Sari jongkok di tepi tempat tidur, kemudian ia mendekat ke telingan Vicky. Sari meniup, niup kuping Vicky hingga dia merasa ke gelian.
Vicky membuka kan mata nya dan menoleh ke arah Sari.
"Mulai nakal lo ya..." ucap nya,
Karena sudah berhasil membangun kan Vicky, Sari pun beranjak hendak pergi namun pergelangan tangan nya di tarik Vicky terjatuh ke atas dada bidang nya.
"Mau kemana?" tanya Vicky mendekap tubuh ramping istri nya.
"Ayo turun, mama udah nungguin kita."balas Sari yang tidak berani menatap Vicky.
"Lepasin ih!" pinta Sari.
"Cium dulu! "seru Vicky.
"Nanti malam"jawab Sari asal.
Vicky kaget mendengar jawaban Sari, tapi dirinya juga merasa senang. Dengan cepat Vicky meepas kan tubuh Sari dan mengandeng nya kebawa bergabung dengan Maya di meja makan.
Mereka bertiga pun makan malam bersama, sesekali mereka bertiga menyelip kan beberapa perbincangan ringan di sela - sela makan nya.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1