
Sari pun selesai dengan urusan nya dengan toilet. Sebelum keluar Sari melihat penampilan nya terlebih dahulu di cermin yang ada di toilet itu.
"Ini ujian terakhir dan setelah nya gue akan menerima ajakan suami tercinta untuk bulan madu." kata Sari
"Gue sangat merindukan nya... Apa dia juga merindukan gue?...Jawabannya pasti iya dong, masa enggak."kata Sari asik berbicara sendiri sambil merapikan pakaian dan juga dandanan nya.
Ia tersenyum membayangkan bagaimana raut bahagian Vicky saat mendegar perkataannya.
"Ok, semua nya udah perfect, sekarang kita kembali ke kelas..." Sari pun berjalan ke pintu.
Ceklek... Ceklek... Ceklek...
"Loh, kok nggak bisa di buka?" kata Sari mulai panik.
"Perasaan tadi baik - baik aja." Sari terus mencoba membuka kunci pintu.
"Tok... Tok... Tok.."
"Tolong... Apa ada orang di luar?" teriak Sari keras.
"Tolong!!!"
"Tok... Tok... Tok.."
"Tolong... Apa ada orang di luar?" teriak Sari keras.
"Tolong!!!" teriak Sari Lagi.
Keadaan di koridor yang tadi nya ramai, sekarang sudah kembali senyap, karena lonceng masuk sudah berbunyi dan semua murid sudah masuk ke kelas untuk melaksanakan ujian.
"Tolong!!!!"teriak Sari kencang. Dia mulai panik, dan takut. Bagaimana tidak, lampu yang semula nya menyala tiba - tiba mati.
"Ini kenapa lagi sih? Kok bisa gini?" gumam Sari
Tok ... Tok... Tok...
"GUE TAHU ADA ORANG DI LUAR, JADI TOLONG BUKAIN PINTUNYA!!!" teriak Sari
"GUE SALAH APA SAMA LO! BUKAAAA!" teriak Sari keras.
"Ponsel?.."Sari meraba - raba sakunya dan tidak mendapati ponselnya.
"Sial, ponselnya kan ada di tas. Gimana ini, gue takut banget."ucap Sari yang mulai berkeringat dingin.
Sementara di kelas Manda dan Ulan sudah mulai gelisa. "Kenapa Sari lama banget?"gumam Ulan.
"Man, Sari belum kembali?"tanya Ulan ke Manda.
"Iya nih, dia kenapa ya?"Tanya Manda yang juga mulai khawatir.
"Apa kita susulin ke toilet aja."kata Manda.
"Boleh deh, takutnya dia kenapa - kenapa."akta Ulan
Mereka pun beranjak dari duduk, dan hendak keluar. Saat di pintu keluar mereka berpapasan dengan guru pengawas.
"Kalian mau kemana?"tanya Guru.
"ke Toilet bu."jawab Ulan.
"Berdua?"tanya pengawas itu.
"Iya bu. "
"Kenapa harus berdua? Satu - satu aja."kata pengawas itu.
"Nggak bisa buk. Kita harus berdua karena yang satu jaga pintu biar selamat sentosa"balas ulan.
"Jaga pintu? Emang pintunya kenapa? sampai harus di jagain segala"kata guru pengawas itu.
__ADS_1
"Takut ada yang ngusilin bu, ibu kan tau sendiri kalau murid - murid di sini banyak yang usil."kata Manda.
"Ibu, biarin aja mereka. Ini kapan kita mulai ujiannya?"ujar seorang siswa yang lainnya.
"Iya bu, biarin aja kita. Palingan bentaran dong kok, kan cuma buang air kecil doang."ucap Manda.
"Baiklah, tapi ingat kalian harus cepat dan jangan keluyuran ke mana - mana! "pesan guru pengawas.
"Baik bu." Manda dan Ulan pin bergegas keluar kelas.
"Huft, minta izin ke toilet aja harus seribet ini."gerutu Ulan.
Ulan dan Manda pun berlalu pergi, keluar dari kelas. Ulan sedikit berlari karena perasaannya benar - benar nggak enak.
"Man, buru."teriak nya.
Ulan sampai di depan toilet, mmebuka pintu toilet. "Lah kok di kunci?"ucap Ulan, megerutkan keningnya.
"Ada apa?"tanya Manda yang baru sampai.
"Ini toiletnya di kunci, kalau yang ini di kunci terus Sari le toilet yang mana? Nggak mungkin dia ke toilet yang ada di lantai 1 atau 2, karena di sana toiletnya gelap banget " kata Ulan.
"Lo udah coba panggil dia ? Kali aja di kekonci."ucap Manda.
"Bener juga." Ulan pun mengedor - ngedor pintu toilet.
"Sari. Tok... Tok...." panggil Ulan. Mereka menempelkan telinganya ke pintu. Manda menggeleng ke arah Ulan.
"Dia kemana ya? Mana ujian udah di mulai."kata Manda.
"Kita coba cari ke toilet lantai 1 dan 2 deh siapa tau di ke sana makanya lama."kata Ulan.
"Ok, yuk." Mereka pun hendak beranjak pergi dari sana. namun langkah mereka terhenti saat mendengar suara dari dalam toilet.
Tuk... Tukk... Tukkk...
"Iya gue dengar. "Ulan kembali mendekati pintu.
"Sar, apa itu lo?"tanya Ulan.
Tuk... Tuk..
"Tolonggggg..." Sahut Sari terdengar lemah.
"Manda, Sari di dalam!"seru Ulan panik
"Sari lo tenang aja, kita bakal ngeluarin lo dari sana." kata ulan.
Ulan dan Manda berusaha membuka pintu itu, namun mereka nggak sanggup melakukannya karena pintu itu di kunci dengan gembok ganda.
"Lan, gimana ini? Sari lo yang sabar ya."kata Manda menangis.
Tanpa pikir panjang, Ulan berlari kearah kelas Vicky. Dia seakan kehilangan akal, hanya pria itu yang terlintas di benaknya.
Sesampainya di kelas Vicky. Ulan minta izin ke pengawas untuk berbicara dengan Vicky.
"Ada apa?"tanya Vicky
"Sari, dia terkunci di toilet." ucap Ulan.
"Apaa?"Kaget Vicky.
Tanpa ba bi bu be bo, Vicky langsung berlari kearah toilet.
"Brengsek, kenapa mereka merusak rencana gue sih."
Sesampainya di Toilet Vicky mendekati Pintu." Ai? Tok .. Tok" panggil Vicky.
"Ky.. Ky.."respon Sari lemah, dia begitu lemah karena sudah kehabisan oksigen.
__ADS_1
"Kalian minggir!" seru Vicky pada Manda dan Ulan.
BRAK... BRAK... BRAK
Vicky mendobrak pintu toilet hingga ensel pintu itu rusak. Vicky dan kedua sahabat Sari berlari masuk kedalam toilet. Mereka sangat kaget melihat kondisi Sari yang sudah tergeletak tak berdaya di sudut toilet.
"AIII!"teriak Vicky.
"Vicky."Ucap Sari tersenyum lemah, saat Vicky memeluknya Sari pin kehilangan kesadarannya.
"Ai, bangun Ai?!"panggil Vicky membangunkan istrinya itu.
"Vick, mending di bawa ke UKS aja deh." kata Ulan.
"Nggak kita akan bawa dia kerumah sakit, Lo berdua ikut gue." kata Vicky.
Semua murid dan guru pengawas kaget saat melihat Vicky membawa Sari yang tak sadarkan diri.
"Ini kenapa?"tanya salah satu guru.
"Sari di kunci di toilet bu."jawab Ulan.
"Kok bisa?"tanya guru itu lagi.
"Bu introgasinya, nanti aja ya. Keadaan Sari lebih penting."sahut Vicky.
Tanpa memperdulikan guru tersebut mereka bertiga berlalu pergi keluar dari sekolah.
Jepri yang menyaksikan itu semua hanya bisa diam, tidak mungkin di mengikuti Vicky bisa ngamuk si ketos kulkas itu dan bisa - bisa Jepri mendapatkan masalah.
"Gue harus cari tau, siapa dalang dari semuanya. Siapa pun yang mengganggu Sari berarti dia juga mengganggu gue dan itu nggak akan gue biarin gitu aja."Gumam Jepri.
___
Sesampai nya di rumah Sakit, Vicky langsung berlari membawa Sari ke IGD. "DOKTER!"teriak Vicky.
Seorang dokter menghampiri mereka. "Dia kenapa?"tanya dokter itu.
"Dia terkurung di toilet."jawab Vicky.
"Berapa lama?"tanya Dokter itu lagi.
"Bisa langsung periksa aja nggak? Tanya - tanya nya nanti saja, nyawa istri saya lebih penting sekarang dari pada jawaban pertanyaan anda itu"kata Vicky kesal.
Manda dan Ulang saling pandang, kemudian mereka menggelengkan kepalanya. Mereka hanya bisa diam melihat Vicky yang seperti sedang kesetanan.
Lebih baik diam dari pada mereka akan kena semprot kuah pedas oleh pria itu.
"Apa kalian bisa meninggalkan ruang ini sebentar?"kata Dokter itu.
"Nggak saya mau tetap di sini."kekeh Vicky yang terus berdiri di samping Sari.
"Kalau kamu di sinj, itu hanya memperlambat pekerjaan kami."kata Dokter.
Ulan mendekati Vicky. "Vick, mending kita tunggu di luar aja, yuk."kata Ulan, ia menarik tangan Vicky pelan dan membawa pria itu keluar.
"Kenapa ini bisa terjadi?"tanya Vicky pada Ulan dan Manda.
"Kita juga nggak tau, tapi tadi dia bilang ke gue kalau dia kebelet dan katanya cuma bentar. Makanya nggak gue temenin."jawab Ulan
"Lagi pula, tadi saat gue ke toile. Toiletnya juga nggak kenapa - kenapa, masih baik - baik aja."sambung Manda.
Vicky terdiam, " gue bersumpah nggak akan melepaskan siapa pun yabg telah melakukan ini" ucap Vicky geram
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1