
Pulang sekolah Sari langsung pulang kerumahnya, tanpa menunggu atau pun mengabari Vicky.
"Sore, non"sapa mbok Darmi.
"Mbok, udah masak?"
"Udah, apa non mau langsung makan?"
"Boleh deh mbok, Ai laper banget. Tapi Ai ganti baju dulu ya."Sari langsung berlalu ke kamarnya.
Mbok Darmi tidak langsung ke dapur, ia melihat kearah pintu. Tidak menemukan keberadaan Vicky.
"Apa mereka, tidak pulang bersama?" gumam mbok Darmi.
Setelah selesai ganti pakaian, Sari langsung menuju meja makan.
"Wah, kayaknya enak nih mbok" Sari manatap makanan yang di meja makan dengan mata yang berbinar.
"Iya, non. Monggoh dimakan."kata mbok.
"Mbok temenin, Ai makan ya." Sari mengambilkan piring untuk mbok Darmi.
"Ai, tu. Sebenarnya nggak suka makan sendiri. Makanya kadang Ai makan - makan dulu sama teman sebelum pulang."ucap Sari di sambil mengisi piringnya.
"Iya, sekarang kan. Non Ai, nggak akan kesepian lagi. Kan udah ada Den Vicky." kata mbok Darmi.
Sari terdiam dan menatap mbok. "Ai nggak suka sama, dia mbok"
"Kenapa Non? Den Vicky kan tampan dan baik pula."
"Dia baik sama orang lain aja, mbok. Sama Ai dia sangat jahat."
Mbok Darmi mengernyitkan dahinya. " Apa non, belum bisa memaafkan Den Vicky?"tanya mbok, sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Belum mbok, dan kayaknya Ai nggak akan bisa memaafkan dia."
"Nggak baik lo, non. Memendam dendam gitu."
"Ai nggak dendam mbok, tapi Ai benci aja liat dia."
"Apa lagi membenci seseorang non. Kalau menurut mbok, mending non maafkan aja Den Vicky dan mulai lembaran baru, bersama." kata Mbok Darmi memberi nasehat.
Sari diam tanpa merespon, "Ayo mbok makan yang banyak! "seru Sari.
___
Di tempat lain, Vicky sedang menunggu Sari di pakiran. Sudah hampir setengah jam dia menunggu tapi, istrinya itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Kemana sih, dia?"
tok tok
Seseorang mengetuk kaca mobilnya, Vicky menurunkan kaca mobil dan mendapati pak Bowo.
"Ada apa pak?"
"Kamu lagi nungguin siapa?"
"Temen pak."
"Temen? Sekolah udah kosong loh, semua murid udah pulang. Jadi, temen mana yang kamu tunggu?"
__ADS_1
"Bapak serius?"tanya Vicky kaget
"Iya, kamu lihat aja pakiran udah kosong semua." Vicky melihat ke sekelingnya dan benar saja, tak ada satu pun kendaraan selain mobilnya di sana.
"Iya, ya pak. Kalau gitu, saya pergi dulu pak."pamit Vicky.
"Iya hati - hati."
Vicky melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah.
"Kurang asem tu cewek, berani - berani nya dia pulang tanpa ngabarin gue. Awas aja ntar gue kasih pelajaran."gumam Vicky kesel.
Vicky tak perlu pusing untuk mencari keberadaan istrinya itu, dia tau kalau istrinya pasti pulang ke rumah mertuanya.
"Selamat sore, den."sapa pak Mamat, yang sedang membersihkan mobil.
"Sore, pak. Apa Sari udah pulang?"tanya Vicky.
"Ada den, non Sari bau juga pulang."jawab pak mamat.
"Kalau gitu, aku kedalam dulu ya pak." ucap Vicky pamit.
Tanpa menunggu jawaban dari pak mamat, ia berlalu pergi. Masuk kedalam rumah dengan langkah panjangnya.
Saat Vicky hendak naik ke lantai atas menuju kamar Sari. Vicky mendengar suara orang ngobrol dari ruang makan. Dengan langkah pelan, Vicky mendekati ruang makan.
"Dia baik sama orang lain aja, mbok. Sama Ai dia sangat jahat."
"Apa mereka lagi ngomongin gue?"ucap Vicky pelan. Ia jadi penasaran , Vicky memilih untuk berdiri di tempatnya, ia ingin mendengar curhatan istrinya itu
" Apa non, belum bisa memaafkan Den Vicky?"
"Belum mbok, dan kayaknya Ai nggak akan bisa memaafkan dia."
"Nggak baik lo, non. Memendam dendam gitu."
"Ai nggak dendam mbok, tapi Ai benci aja liat dia."
"Apa lagi membenci seseorang non. Kalau menurut mbok, mending non maafkan aja Den Vicky dan mulai lembaran baru, bersama." kata Mbok Darmi memberi nasehat.
Sari diam tanpa merespon, "Ayo mbok makan yang banyak! "seru Sari.
"Jadi, dia belum bisa melupakan masalah itu " Vicky memilih untuk pergi dari situ. Dan berjalan menuju kamar Sari.
____
"Wah, Ai kenyang banget. Masakan mbok emang selalu the best."puji Sari.
"Ah non bisa aja, ngomong - ngomong. Den Vicky kok belum pulang ya non?"tanya mbok Darmi.
"Bukan urusan Ai mbok. Yaudah, Ai mau ke kamar dulu ya mbom."Sari pun berlalu ke kamar.
Betapa kagetnya Sari saat mendapati Vicky yang sedang tiduran di atas ranjang ke sayangannya.
"Di sudah pulang?"batin Sari.
Sari berjalan mendekati Vicky. "Apa dia tidur?"
Sari melambai lambaikan tangannya di depan wajah Vicky. Tidak ada respon dari cowok itu.
"Syukurlah kalau dia tidur, jadi gue nggak harus buang tenaga buat berantem."Sari hendak pergi, namun tiba - tiba tangannya di tahan oleh Vicky.
__ADS_1
"Eh! Aaaa"Vicky menari Sari hingga gadis itu jatuh ke atas tubuhnya.
"Mau kemana?"tanya Vicky membuka matanya.
"Lepasin!" Sari meronta.
Vicky memutar tubunya, hingga Sari berada di bawah kungkungannya.
"Gue lagi nanya, Mau kemana?"
"Bukan urusan lo, lepasin gue!" Sari terus meronta ronta.
Bukannya melepaskan Vicky malah semakin erat mencekram tangan Sari.
"Dosa lo, nggak jawab omongan suami."
"Bodo amat, siapa juga yang mau istri lo!"
"Diem nggak! Atau cium nih." ancam Vicky, Sari mengabaikan ancaman itu. Dia terus saja meronta minta di lepaskan.
"Lepa..."
Cup
Vicky mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum Sari. Sari seketika terdiam, dia sangat kaget dengan perlakuan Vicky.
Karna melihat Sari yang diam, Vicky pun mulai menggerakkan bibirnya. Dia benar - benar sudah gila.
Sari tersentak kaget, saat merasakan lidah Vicky yang mendesak ingin masuk ke mulutnya. Dengan cepat Sari menggigit lidah suaminya itu.
"Aw." ringis Vicky.
"Lepas!" Sari mendorong tubuh Vicky hingga cowok itu terjungkal ke belakang.
"Aw..."
"Apaan sih lo, main dorong aja. Sakit ni badan gue." ujar Vicky mengelus bokongnya.
"Syukurin, siapa suruh main sosor ."dengus Sari.
"Ihh... Ini kalau bibir gue kena tetanus gimana?." kata Sari menggosok - gosok bibirnya dengan tangan.
"Njir, lo kira bibir gue punya virus apa?" Vicky tak terima.
"Haish... Lagian kenapa sih, lo main sosor - sosor aja?!" Sari sangat kesal. Bagaimana tidak, ciuman pertamanya diambil gitu aja sama orang sangat di bencinya.
"Itu hukuman buat mulut lo, yang suka ngomong ketus ke gue."balas Vicky.
"Hukuman, apa hak lo ngehukum gue?" Sari menatap Vicky tajam
"Mata lo tolong di kondisi kan, atau lo mau gue cium lagi?" ancam Vicky.
"Gila lo!" bentak Sari melempar bantal ke wajah Vicky, kemudian ia berlalu masuk ke kamar mandi.
Vicky tersenyum sambil mengusap bibirnya, " Akan gue ubah rasa benci lo, jadi Cinta Ai." ucap Vicky .
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1