
Vicky membawa Sari ke sepeda motornya." kita naik ini?"tanya Sari ragu.
"Iya, kenapa?"tanya Vicky
"Lo yakin, sejauh ini mau naik motor?"tanya Sari memandang Vicky masih tak percaya.
"Iyalah, udah ayo. Kita harus cepat kerumah sakit sebelum kaki lo tambah parah." kata Vicky memasangkan helm di kepala Sari.
"KAK VICKY!!!" teriak seseorang. Vicky menoleh ke sumber suara, dia menatap seorang pria yang sedang berlari kearahnya.
"Andre?" ucap Sari, Vicky menatap Sari jengah.
"Kak tunggu!" ucap Andre
"Ada apa?"tanya Vicky dingin
"Ini, pake mobil gue aja. Biar gue yang pake motor lo."kata Andre menyerahkan kunci mobilnya.
"Nggak perlu, kita naik motor aja." tolak Vicky.
"Tapi kak, apa kakak nggak kasihan sama kak Sari dia sedang terluka loh"kata Andre.
Vicky menoleh kearah Sari, dia seperti sedang mempertimbangkan tawaran Andre.
"Hmm... Baiklah." Vicky mengambil kunci mobil Andre dan memberi kan kunci motor nya
Didalam mobil Sari hanya diam, di asik memikirkan alasan yang akan diberikan nya untuk menjawab ketika Vicky tau kalau dia hanya berpura - pura.
"Kenapa diam?"tanya Vicky memecahkan kesunyian yang melingkupi mereka.
"Kita pulang aja ya, gue nggak apa - apa kok. Jadi lo nggak usah bawa gue ke rumah sakit."kata Sari.
"Nggak apa - apa gimana, orang tadi lo teriaknya keras gitu. Dari pada ntar lo kenapa - kenapa mending kita cek aja ke dokter." ucap Vicky.
"Tapi gue benaran nggak apa - apa." kata Sari menunduk. Vicky menepikan mobilnya.
"Maksudnya?"tanya Vicky menoleh kearah Sari.
Sari diam tak berkutik, dia benar - benar tak tau apa yang akan di ucapkannya.
"Jangan diam aja, jawab gue!"desak Vicky.
"Gue..."
"Lo apa?"potong Vicky
"Lo diam dulu lah, gimana gu mau jawabnya kalau lo sela - sela gitu."kata Sari.
"Yaudah buruan."
"Sebenarnya gue, gue.... Gue.."
"Lo bisa bicara dengan bener nggak sih, dari tadi gagok mulu." sela Vicky lagi
"Jadi lo apa?"tanya Vicky, Sari diam.
"Yaudah kalau gitu kita kerumah sakit aja, biar semuanya jelas."kata Vicky, hendak menyalakan mobilnya kembali.
"Gue cuma pura - pura"ucap Sari cepat
__ADS_1
Vicky kaget dan menoleh dengan cepat pada Sari." Apa?"
"Iya, gue cuma pura - pura jatuh tadi dan kaki gue juga nggak kenapa - kenapa, semuanya baik - baik saja."ujarnya
"Tapi kenapa? Kenapa lo harus kayak gitu?"tanya Vicky.
"Karena gue nggak suka liat lo dekat dengan Tiara."jawab nya cepat
Vicky tersenyum mendengar perkataan Sari. "Aiii..."
"Udah diam!"seru Sari menutup wajahnya denga kedua tangannya.
Vicky menarik tangan Sari pelan dan memutar tubuh gadisnya itu hingga Sari menghadap kearahnya.
"Buka mata!" seru Vicky, Sari menggeleng.
"Ayolah, buka mata lo dan tatap mata gue!"kata Vicky.
"Nggak mau."tolak Sari yang masih menutup matanya.
"Kalau lo nggak mau buka mata, gue cium !"ancam Vicky menyeringai jahil.
"O jadi, beneran ni lo mau cium dari gue." Vicky pun mendekatkan wajahnya.
"Vicky.."Sari membuka matanya, Vicky tersenyum.
"Sekarang katakan, kenapa lo pura - pura jatuh tadi?"tanya Vicky tampa menjauhkan wajahnya.
"Menjauhlah dulu.."ucap Sari, sedikit mendorong bahu Vicky.
"Jawab saja apa susahnya?"tanya Vicky menatap Mata Sari.
"Hm.. Gue nggak suka lihat lo berdekatan dengan Tiara, rasanya sangat sesak saat melihat lo sedekat itu dengannya."ucap Sari jujur.
Cup
Vicky mencium Sari, dia sangat gemes dengan istrinya itu. " Kenapa lo merasakan hal itu, bukankah seharysnya lo senang kalau gue dekat sama Tiara dan dengan begitu lo bisa jadiin itu alasan buat minta pisah dari gue?"ujar Vicky masih menatap mata Sari, seolah mencari sesuatu di manik mata itu.
Sari menggeleng, "Entalah, tapi gue benar nggak suka."kata Sari.
"Tapi gue suka."ucap Vicky, sengaja ingin memancing Sari.
"Apa? Lo suka? Maksudnya Lo suka sama Tiara?"tanya Sari kaget. Dia mendorong bahu Vicky kuat.
"Kalau lo suka, ya sudah pergilah bersama nya! Kenapa lo malah disini, kenaa lo masih peduli sama gue?! Kalau tau kayak gini mending gue di antar sama Jepri tadi." ucap Sari kesal. Dia benar - benar marah saat mendengar kata suka dari mulut Vicky.
Seandainya kata suka itu di untukkan padanya, betapa bahagiannya Sari saat ini.
Sari membuka sabuk pengamannya, dan hendak membuka pintu mobil.
"Mau kemana?"tanya Vicky menahan pergelangan tangan Sari.
"Bukan urusan lo, lepas dan pergilah ke Tiara lo itu."ucap Sari sinis.
"Hey, lo cemburu?"tanya Vicky tersenyum.
Sari hanya diam membuang mukanya, dia tidak mau melihat cowok di sebelahnya.
"Hahaha... Jadi beneran lo cemburu?" Vicky tertawa senang. Dengan sekali tarikan Sari sudah jatuh ke dalam dekapannya.
__ADS_1
"Jangan cemburu lo jelek kalau lagi cemburu."kata Vicky.
"Siapa yang cemburu, lepasin! Jangan peluk - peluk gue, peluk aja tu Tiara."kata Sari yang masih kesal.
"Hahaha"
"Kenapa lo malah ketawa? Seneng ya lo liat gue menderita gini."Sari memukul dada Vicky.
"Gue tadi cuma becanda, udah jangan marah lagi. Sekarang kita pulang ya."kata Vicky
"Seriusan?"tanya Sari, Vicky pun mengangguk.
___
Di tempat hiking, Tiara menemui bu Srik dan berusaha untuk meminta izin pulang.
"Tia, kamu mengerti tidak dengan perkataan ibu. Sekali tidak ya tidak! Kalau kamu pergi, terus yang memimpin kegiatan ini siapa? Kamu itu wakil panitia lo."kata Bu Srik yang sudah marah dengan Tiara yang dari tadi merengek minta pulang.
"Tapi bu.."
"Keputusan ibu sudah bulat Tia. Ibu harap kamu bosa profesional, ini kita kegiatan yang tidak main - main loh. Kalau kalian cuma berencana untuk bermain di sini tidak serius dengan kegiatan ini. Lebih baik kemaren tidak usah di adakan, percuma kalau hasilnya hanya kekecewaan dan rasa capek."kata bu srik.
"Buang - buang waktu saya aja, pokoknya saya nggak mau tau, kamu harus lanjutkan kegiatan ini seperti yang sudah kita susun di agenda."tegas bu Sri berlalu meninggalkan Tiara.
"SIAL!!!"teriak Tiara kesal.
"Lagian kenapa sih, tu cewek pake jatu segala, caper banget jadi cewek."ucapnya
"Ada hubungan apa Vicky dengannya, kenapa tadi Vicky mengatakan kalau dia adalah walinya Sari?"Tanyanya tak mengerti.
"Gue harus selidiki ini semua. Gue nggak akan ngebiarin siapa pun yang miliki lo Vick. Lo itu hanya milik gue" ucapnya tersenyum licik.
Manda dan Ulan masuk kedalam tenda, mereka duduk saling membahu.
"Gue masih belum percaya dengan semua ini."kata Ulan.
"Sama gue juga, kenapa Sari nggak pernah cerita sama kita? Sebenarnya kita ini siapa? Kenapa Sari merahasiakan semua ini dari kita."ujar Manda yang merasa kecewa banget sama Sari.
Mereka memaklumi kalau Sari itu terlalu tertutup dengan hal pribadinya. Tapi setidaknya hal semacam ini, Sari tidak harus merahasiakannya juga.
"Gue antara kasihan dan kecewa." ucap Ulan.
"Kenapa lo kasihan? Kalau gue kecewa banget sama Sari, dia kayak nggak nganggap kita sebagai sahabatnya"kata Manda.
"Gimana nggak kasihan. Di usianya dia harus menikah dan coba deh lo pikir gimana perasaan Sari yang harus menikah dengan musuhnya sendiri."terang Ulan.
"Apa lo beneran yakin, kalau mereka saling musuhan. Atau jangan - jangan mereka itu sebenarnya saling cinta. Kita nggak tau kebenarannya Ulan"kata Manda yang mulai meragukan Sari.
"Ngebadut banget njir."kesal Manda.
Ulan terdiam, benar juga kata Manda. Sebenarnya mereka tidak tau apa - apa tentang Sari. Karna cewek itu benar - benar sangat tertutup.
"Kayaknya kita harus cari tau semuanya deh Man, kita harus cari tau alasan dibalik semua nya."kata Ulan.
"Lo bener"balas Manda menoleh ke arah Ulan.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜