Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Lo Istri gue


__ADS_3

Vicky membersihkan waja Sari hampir setengah jam. Sekarang coretan yang ada di wajah Sari sudah hilang tak tersisa, tidak ada noda sedikit pun di sana. Vicky menahan tawa nya saat melihat ekspresi Sari yang seperti menahan napas.


Vicky memandangi wajah cantik yang selama ini begitu di kaguminya. Ia tersenyum, mengelus lembut wajah mulus Sari.


Sari membuka mata nya saat merasakan sentuhan tangan Vicky. Untuk sesaat mereka saling bertatapan.


Vicky memajukan wajahnya, mengikis jarak antara mereka. Sari menahan napas saat wajah Vicky berjarak hanya beberapa senti dari wajahnay, bahkan Sari bisa merasakan hembusan napas cowok itu.


Karena terbawa suasana, Sari pun menutup matanya. Vicky tersenyum melihat reaksi Sari. Vicky membisikan sesuatu di telinga Sari.


"Apa yang Lu harapkan? Dasar piktor!" Sari membuka matanya dan mendorong bahu Vicky.


"Brengsek!" Sari sangat malu, ia berlari masuk ke kamar mandi. Dari dalam kamar mandi Sari daapt mendengar tawa Vicky.


"Dasar Sari bodoh, bodoh... Bisa - bisa nya gue kayak itu." rutuk Sari menepuk jidatnya.


____


Pagi - pagi sekali Sari sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Bahkan Vicky saja belum bangun saat ia berangkat. Sari masih merasa malu dengan kejadiam tadi malam.


Bahkan semalam, ia berusaha untuk terus menghindari cowok itu. Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi. Sari merasa udah nggak punya muka di depan cowom itu.


"Gue mau kemana ini? Sekolah pasti belum buka." ucap Sari pada dirinya.


"Apa gue ke rumah Ulan atau Manda aja."


"Tapi mereka pasti belum bangun.." Sari bingung kemana ia akan pergi. Bagaimana tidak, ini masih pukul 06.30 waktu setempat.


"Semua ini, gara - gara si Vicky brengsek itu."


"Gue keliling sambil nyati sarapan aja deh." putusnya.


Untung pagi ini Sari membawa mobil sendiri, jadi dia bebas mau kemana.


___


"Man, lu liat Ayang Sari nggak?"tanya Jepri kepada Manda yang sedang memainkan ponselnya.


"Nggak? Belum datang kali."balas Manda.


"Gue heran sama ayang Sari, kenapa ya akhir - akhir ini dia kayak aneh gitu. Lo ngerasa gitu juga nggak?"tanya Jepri.


"Aneh gimana?"Manda menyimpan ponselnya dan melihat Jepri serius.


"Akhir - akhir ini dia keliatannya, kayak nyembunyiin sesuatu deh sama kita. Dan yang parahnya dia kayak jaga jarak gitu sama kita. Apa lagi sama gue." jelas Jepri.


"Ah itu perasaan lu aja, Sari tu emang kayak gitu orangnya. Dan gue liat dia biasa - biasa aja sama lo." kata Manda.


"Udah ah, gue mau ke toilet dulu."Manda berdiri dan hendak melangkah


"Lah trus lo ngapain ngikutin gue?"tanya Manda saat melihat Jepri yang ikutan berdiri di belakangnya.


"Apaan, siapa juga yang ngikutin lo, orang gue mau ke kantin"ujar Jepri.


"Ge er banget si, Lo." kata Jepri berlalu meninggalkan Manda.


Manda jadi malu sendiri.


___

__ADS_1


Sari datang ke sekolah berbarengan dengan Vicky. Ia sengaja memakirkan mobilnya pling ujung, agar ia bisa menghindar dari cowok itu.


"Mau kemana?"tanya Vicky saat Sari yang baru keluar mobil den hendak pergi dari pakiran.


Sari hanya diam, dan melangkah pergi. Namun, dengan cepat Vicky menahan pergelangan tangannya.


"Apa lu nggak dengar, gue lagi nanya sama lo!"seru Vicky dengan nada kesal.


"Lepasin, gue mau ke kelas."Sari mencoba melepaskan cekalan Vicky.


"Kemana aja lo tadi?"tanya Vicky.


"Bukan urusan lo! Lepasin, ntar ada yang liat"Sari meronta.


"Gue nggak peduli, sebelum lo jawab pertanyaan gue, gue nggak akan lepasin."


"Pak Didi. Selamat pagi pak."ucap Sari tersenyum ramah.


Vicky pun menoleh kebelakang dan melinggarkan cekalannya. Merasa dirinya dapat peluang, Sari pun menepis tangan Vicky.


Sari berlari menjauh dari Cowok itu, dia tidak memperdulikan teriakn Vicky yang memanggilnya.


___


"Woi Sar, lu kemana aja sih? "tanya Ulan saat melihat Sari baru memasuki ruang kelas.


"Nggak kemana - mana, disini aja."jawab Sari berjalan ke bangku nya.


"Ayaaang, akhirnya lo dateng juga, gue kangen tau.."ujar Jepri hendak memeluk Sari.


"Sentuh sedikit aja, gue tonjok lo!"seru Sari memperinati Jepri.


Sari mengabaikan ucapan Jepri, ia berjalan ke babgkunya yang bersebelahan dengan Manda.


"Good morning, Sari cuantiiiik"Sapa Manda.


"Iya."balas Sari singkat..


"Apa lu udah sembuh?"tanya Manda.


"Udah, gue udah agak baikan." ucap Sari.


"Lu sakit apa sih, Sari?"tanya Ulan.


"Cuma demam aja."jawab Sari singkat.


"Ayang, demam kok nggak kasih tau sih?"


"Ngapain gue ngasih tau lo, Prik. "


"Ya seenggaknya, gue kan bisa mengurangi rasa sakit yang kamu rasa."kata Jepri


Bueeeek.... Bueeek...


"Guys ada kresek nggak?"tanya Ulan.


"Buat apaan?"


"Pengen muntahhh, haha" Ujar Ualn dan di susul dengan tawa dari Manda dan Sari.

__ADS_1


____


Pulang sekolah Sari dengan cepat - cepat pergi, ia malas jika harus bertemu dengan suami itu. Hari inisangat melelahkan, sudah cukup drama petak upetnya dengan Vicky.


Entalah, di sengaja atau tidak. Tapi Sari merasa kalau Vicky seperti sengaja selalu cara gara - gara dengannya.


Sampainya di rumah, Sari di kagetkan dengan kehadiran kedua orang tuanya. Dulu dia sangat senang jika melihat ayah dan bundanya berada di rumah. Tapi kali ini, ia sangat malas melihat mereka.


"Ai...."panggil Mia.


"Assalamualaikum, bunda, Ayah" Sari menghampiri kedua orang tuanya dan mencium tangannya.


Saat Mia hendak memeluk Sari, seperti biasanya. Sari mengelak, dan mengatakan ia ingin ke kamar mengganti pakaian.


"Yah, bun.. Ai ke kamar dulu ya, mau ganti baju."ucap Sari, berlalu meninggalkan Mia dan Izam.


"Mas, kayaknya Ai bener - bener marah deh sama kita."ujar Mia


"Biarin aja, nanti juga baik sendiri." balas Izam


Malam harinya.


Vicky menatap Sari aneh.


"Hoi... Kenapa lu di kamar terus, padahal sekarang ada bunda sama ayah di rumah?"tanya Vicky heran melihat Sari yang terlihat cuek.


"Lagi malas aja."jawab Sari, yang masih fokus pada ponselnya.


"Lo ada problem ya sama mereka?"


"Jangan sok tau"


"Kebawah yuk, gue lapar nih.."ajak Vicky.


"Pergi aja ndiri, ngapain ngajak - ngajak gue? Punya kaki kan."kata Sari.


"Yaelah, kalau gue turun sendiri. ntar mereka curiga kalau hubungan kita nggak baik - baik aja."


"Bodo ah, mending gue ngumpul bareng teman aja adeh." Sari beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah lemari.


"Mau kemana?"tanya Vicky.


"Ngumpul bareng Manda dan Ulan"jawab Sari.


"Dimana? Jangan bilang kalau kalian pengen dugem?"tebak Vicky.


"Apa urusan lo sih, urusa aja hidup lo." saut Sari.


Vicky berdiri dan mendekatj Sari, " Jelas itu urusan gue, Karena lo ISTRI gue!"seru Vicky yang dengan sengaja memperjelas kata istri.


Deg!!


Sari menoleh, menatap Vicky.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2