Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Sahabat


__ADS_3

Sari masih tak bergeming, Karena kesal Vicky merebut tablet tersebut dan melempar nya ke atas tempat tidur.


"Aishhh,,, Apa - apaan sih lo!"bentak Sari menatap Vicky tajam.


"Aku mau ngomong." kata vicky.


" ngomong nya besok aja, gue lagi nggak mood." kata Sari beranjak berdiri dari duduk nya.


Vicky menahan pergelangan tangan nya, " Kamu kenapa?" tanya Vicky


"Lepasih! Gue lagi nggak mood." Sari menepis tangan Vicky, lalu berbari di atas tempat tidur.


Vicky menatap Sari. " Gue tau kalau lo lagi kesal sama gue." batin Vicky.


____


Dua hari kemudian, Sari dan Vicky sudah mulai sekolah kembali.


Pagi ini Sari berangkat ke sekolah bareng dengan sang suami. Itu pun karena di paksa sama bunda nya. Sari masih marah dengan Vicky.


"Ai, udah dong ngambek nya, lagian kamu ngambek kenapa sih?" tanya Vicky.


"Pikir aja ndiri." sahut Sari.


"Kalau kamu nggak bilang mana mungkin aku tahu." balas Vicky.


"Berhenti di depan, gue nggak mau kalau yang lain pada tahu kalau kita ada hubungan." kata Sari.


"Kenapa memang nya kalau mereka tahu?" tanya Vicky.


"Udah deh nggak usah banyak tanya, lo tinggal berhenti aja apa susah nya sih, pake banyak tanya segala." kata Sari.


Vicky tak mengindah kan perintah Sari dia terus melaju kan mobil nya menuju sekolah.


"Eh... Eh.. Berhenti, itu halte nya udah lewat. "kata Sari. Vicky hanya diam, dia memakir kan mobil nya di pakiran. Tanpa bicara sepatah kata pun Vicky keluar dari mobil, lalu berjalan ke sisi mobil lain nya membuka kan pintu untuk Sari.


"Silah kan keluar,, Istriku." ucap Vicky yang sukses membuat mata Sari ingin keluar dari tempat nya.


"Lo apa - apaan sih nanti kalau ada yang dengar gimana?" tanya Sari melihat sekeliling.


Vicky hanya tersenyum, " Nggak usah peduliin sama yang lain, emang mreka bisa apa kalau tahu kita ini suami istri? Kamu tenang aja, oke." kata Vicky


"Dasar aneh.."ucap Sari keluar dari mobil.


"Lah kok aneh sih, kan emang benar yang aku bilang." kata Vicky.


"Terserah." kata Sari berlalu pergi meninggal kan Vicky.


"Ai, tunggu!" teriak Vicky mengejar Sari.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhati kan mereka sedari tadi. "Lo itu hanya milik gue, Vicky. Kalau gue nggak bisa dapatin lo, maka tidak ada seorang pun yang bisa memiliki lo."


___


"Selamat pagi, nyonya Vicky saputra." Ucap Ulan saat Sari memasuki kelas. Sari menoleh dan melihat Ulan dan Manda yang sedang duduk di bangku nya, dan memandang kearah Sari dengan tatapan yang sangat sulit untuk di jelasin.


Sari kaget dengan kata sambutan yang di ucap kan oleh sahabatnya itu." Apa maksud nya ini , Lan?"tanya Sari


"Lo punya hutang penjelasan sama kita , Sar." kata Manda.


Sari berjalan menghampiri kedua Sahabat nya, " Kalian tenang aja, nanti sepulang sekolah gue bakal jelasin semua nya." kata Sari


"Tanpa ada ke bohongan lagi.." tuntut Ulan, Sari mengangguk.


" Baik lah, gue tunggu. Tapi kita berdua benar - benar kecewa sama lo, Sar." kata Ulan lagi.


"Iya, gue ngerti." balas Sari. Ia meletak kan tas nya dan duduk di samping Ulan.


Tak lama semua murid pun berdatangan. Sari melihat kearah pintu dan melihat Jepri yang baru memasuki kelas.


"Hai, Ayang." Sapa Jepri. Sari kaget dengan sapaan Jepri, sudah lama cowok itu tidak memanggil nya dengan panggilan itu.


Jepri berjalan menghampiri bangku Sari, "Apa kabar? Gimana keadaan kaki lo?" tanya Jepri.


" Hmm... Udah sembuh kok." jawab Sari menggaruk tengkuknya.


"Syukur lah, oiya ini tadi mama nitipin sarapan buat lo," kata Jepri menyerah kan sekotak bekal yang di keluar kan Jepri dari tas ransel nya.

__ADS_1


"Sampein ya, ucapan makasih gue ke tante." kata Sari. Ini lah yang palig di sukainya dari


Jepri, bukan cuma anaknya saja yang perhatian dengan Sari tapi mama nya juga sangat perhatian.


Ini bukan kali pertama mama Jepri mengirimi nya sarapan .


"Oke," Jepri pun pergi ke bangku nya.


"Sar, lo merasa ada yang aneh nggak sama Jepri." kata Ulan.


"Apa? " tanya Sari,


"Nanti deh kita bahas, sekalian sama penjelasan lo." kata Ulan.


"******, bikin penasaran gue aja lo. " umpat Sari Kesal.


"Rasain, itu belum seberapa sama apaang gue rasain. " kata Ulan menjulur kan lidah nya pada Sari.


"Ooo, jadi cerita nya ini balas dendam?" tanya Sari


" Kurang lebih" Sahuut Manda tersenyum.


___


Vicky duduk di bangku nya sambil melihat foto - foto di galeri nya. " dia lucu sekali, gemes.." kata Vicky yang sedang melihat foto Sari sedang tidur.


"Lihat foto nya aja, udah bikin gue panas dingin gini." gumam nya.


"Hei bro, ngapain lo senyum - senyum gitu? Masih sehat kan?" tanya Rafael.


Dengan cepat - cepat Vicky menyimpan ponsel nya ke bawa laci.


"Hayooo... Lihat apa lo? " tanya Rian menatap Vicky penuh curiga.


"Jangan bilang kalau lo lagi nonton..."tuduh Rian.


"Njir nonton pagi - pagi gini, benar - benar deh lo Vick"sambung Rafael.


Bugh! bugh!


"Kalian kira gue nggak waras apa, masa nonton di tempat yang terbuka gini."kata Vicky.


"Ya kali." ucap Rafael.


"Kalian dari mana aja, gue cari juga dari tadi?" tanya Vicky.


" Kita tadi habis rapat panitian hiking kemaren. Lo nyari kita sementara ita juga nyari lo. mana di telpon nggak bisa lgi." kata Rian kesal.


"Rapat? Kok nggak ada yang kasih info sama gue??' tanya Vicky


"Pala lu nggak ada info, lo nya aja yang nggak cek grup. Padahal tadi malam udah dibahas juga." kata Rian.


"Trus gimana ceritanya?"tanya Vicky


"Gue lupa, lo tunggu aja sekretaris lo yang akan kasih tau."kata Rian.


Vicky kembali mengeluarkan ponselnya dan mengecek grup Osis dan benear kata temannya kalau grupnya sudah memebahas nya.


___


Jam istirahan , Sari dan kedua teman nya pergi ke kantin dengan semangat, apa lagi Manda yang sedari tadi mengeluh sedang kepalaran.


Kantin terlihat sangat Sepi, ya karena belum semua kelas yang keluar, hanya kelas Sari yang di izinkan keluar.


"Bang, bakso jumbo nya satu dan yang biasa dua. " kaa Manda memesan makanan.


"Jumbo buat siapa?" tanya Ulan


" Untuk gue lah, emang buat siapa lagi." jawab Manda.


"Es teh nya 3, ya bu." kata Ulan.


"Oke, neng cantik.Silahkan tunggu di meja biasa, mumpung sepi nanti biar ibu antarkan ke meja makanannya" kata ibu Lastri, sang ibu kantin yan baik hati.


Mereka bertiga pun berjalan ke meja yang biasa mereka duduki.


"Sumpah gue laper banget.." Keluh Manda.

__ADS_1


"Nggak heran kita mah, " Sahut Ulan.


Mereka tertawa bersama, sembari menunggu pesanan nya datang. Mereka asik mengobrol. Manda dan Ulan menceritakan bagaimana serunya pengalaman mereka saat hiking kemaren.


"Ini Neng, makanan nya. Selamat menikmati." ucap bu Lastri


"Makasih, ibu" ucap ke tiganya.


Tanpa menuggu mereka mulai memakan makanannya, saat minum es teh nya mengedarka pandanganya, dan tanpa sengaja dia melihat Vicky yang sedang duduk berdua dengan Tiara di meja pojok belakang. Meskipun sekarang posisinya Vicky sedang membelakangi nya, tapi Sari tetap tahu kalau itu adalah suaminya.


Deg!


"Kenapa lo dengan mudah nya hancurin kepercayaan yang gue berikan. Sekali lagi lo buat gue kecewa ky." ucap Sari dalam hati.


Tanpa bicara Sari beranjak berdiri dan berlalu pergi. Manda dan Ulan kaget, dengan kepergian sari yang tiba - tiba


"Sar, lo mau kemana?!" teriak Ulan.


"Dia kenapa?" tanya Manda


"Nggak tau, ayo kita susulin." ajak Ulan


" Makanannya?" tanya Manda.


"Lo lebih milih makanan atau sahabat lo sendiri, tc.." Tanpa menunggu Manda Ulan berlari menyusul Sari.


"Aish.. " Manda pun menyusul kedua sahabat nya.


Vicky yang merasa mengenal suara - suara itu pun menoleh kebelakang, tapi dia tidak menemukan siapa pun.


"Ada apa?" tanya Tiara


"Bukan apa - apa." jawab Vicky


"Mungkin cuma perasaan gue aja kali." batin Vicky, dia pun kembali melanjutkan diskusi nya dengan Tiara.


"Gue tahu kalau Sari melihat kita, dan gue rasa dia salah paham dengan ini. " ucap Tiara dalam hati, dia pun tersenyum senang.


"Lo kenapa tersenyum? apa ada yang lucu dengan ucap gue barusan? "tanya Vicky


" Bukan apa - apa." ucap Tiara.


___


Sari pergi ke perpustakaan, dia duduk di meja yang biasa ia duduki. Hanya perpustakaan tempat yang selalu terlintas di benak nya jika dia sedang kacau.


Ulan dan Manda datang, Mereka duduk di sisi kanan dan kiri Sari.


"Sar, lo kenapa?" tanya Ulan


"Nggak apa - apa. Kalian kenapa malah nyusulin gue kesini? Makana nya gimana?" tanya Sari


" Nggak apa - apa gimana, Kalau nggak apa - apa terus kenapa lo pergi?" Tanya Ulan. Sari hanya diam.


"Sar, Kalau ada masalah lo bisa cerita ke kita. Jangan di pendam sendiri" kata Ulan, memegang bahu Sari


"Lo nggak sendiri Sar, lo ada kita. Kita akan selalu ada buat lo. Ingat kita ini sahabat." sambung Manda.


Sari terdiam " Gue bakal cerita kalau gue udah siap. tolong kasih gue waktu, Nggak semudah itu gue bisa cerita semuanya" kata Sari


"Lo nggak percaya sama kita?" tanya Manda


" Bukan gitu Man, Tapi..."


"Husttt... Udah gue ngerti" potong Ulan memeluk Sari, dia mencoba untuk memberi kan ketenangan pada sahabat nya itu.


Manda yang melihat Ulan dan Sari berpeluk kan, dia pun ikut memeluk mereka berdua.


Sari merasa sangat terharu dengan ke pedulian para sahabat nya pada nya.


"Makasih"


...****************...


Jangan lupa Like dan komen nya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2