Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Kebenaran


__ADS_3

"Ci- Cinta?"sahut Sari pelan dengan tatapam mata polosnya. gadis itu terlihat kaku masih mencerna dengan apa yang di ucapkan Vicky


"Iya itu adalah cinta, itu adalah rasa yang selama ini aku rasakan pada mu. Dan aku sangat senang akhirnya kamu juga menyadari dan merasakan hal yang sama terhadapku." ucap Vicky.


Deg!


"Dia mencintaiku sejak lama?"batin Sari kaget mendengarnya.


Sari menggeleng kan kepala nya tak percaya. "Nggak mungkin... Nggak mungkin lo suka sama gue dari lama." kata Sari.


" Apa maksudmu tak mungkin?"tanya Vicky.


"Bukankah dari dulu, lo sangat membenci gue?"tanya Sari.


"Siapa yang bilang, kamu itu cuma salah paham, Ai. Apa yang kamu dengar dulu itu tidak benar."kata Vicky.


Sari kembali menggeleng, " Bagaimana mungkin gue salah dengar sementara gue dengar semuanya dari mulut lo sendiri."Kata Sari menatap mata Vicky mencoba mencari kebenaran di sana.


FLASHBACK ON.


Saat Sari dan Vicky Sekolah Dasar.


Sari pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam kemaren dan setelah mengembalikan buku kemaren. Sari kembali ingin meminjam buku yang lainnya.


Saat Sari sedang asik mencari buku, ia mendengar teman - temannya sedang bercerita. Awalnya Sari mencoba mengabaikan nya, saat hendak pergi tiba - tiba Sari menghentikan langkahnya.


"Apa kamu tau kalau Sari itu, anaknya cengeng banget dan parahnya lagi dia masih suka pipis celana." Sari keget, bagaimana mereka bisa tau kalau Sari masih pipis di celana.


"Yang benar saja, masa sudah kelas 2 SD masih pipis sih." sahut temannya satu lagi.


lItulah, aku aja nggak nyangka mendengarnya" kata Salsa.


"Eh tapi kamu dapat info ini dari mana? Aku nggak mau dapat info yang nggak jelas dan aku bisa di amuk sama si pawangnya Sari."kata Sisil


"Kamu tenang saja, ini infonya jelas dan aku dengernya daei Vicky langsung" balas Salsa.


"Apa? Benarkah?"


"Ky, kamu kok tega sih?" gumam Sari kecewa.


"Tapi nggak mungkin Kiki tega, bocorin aib aku sama orang lain." lanjut Sari tak percaya.


Sari memutuskan keluar dari Perpustakaan, niatnya untuk membaca buka hilang seketika. Mood nya sudah hancur mendengar perkataan teman - temannya.


Sari berjalan keluar, ia hendak menuju taman. Sepanjang koridor, smeua murid melihat nya dengan tatapan tajam. Seolah ia telah melakukan kesalahan .


Sari mempercepat jalannya, ia mengurungkan niatnya untuk pergi ketaman dan berbelok masuk kedalam kelas.


"Ai, bukannya kamu mau ke perpus? Kenapa malah kesini? Dan mana buku yang mau kamu pinjam?"tanya Vicky yang sedang duduk berkumpul dengan teman - temanya di meja guru.


Sari menoleh melihat Vicky, tiba - tiba perkataan Salsa dan Sisil tadi kembali terngiang di telinganya.Sari mengabaikan Vicky dan berlalu berjalan ke bangkunya.


Vicky mengernyit heran, ia berdiri. " Aku ke sana dulu ya.l pami Vicky berjalan menuju ke meja Sari.

__ADS_1


"Kamu kenapa?"tanya Vicky pada Sari yang menelungkupkan wajahnya di lipatan tangannya. Sari hanya diam.


"Ai kamu kok diam aja? Kamu kenapa?"tanya Vicky lagi.


"Aku pengen sendiri." ujar Sari.


Vicky mengerti, mungki Sari sedang baper dengan alur cerita yang dibacanya tadi. Itulah tanggapan Vicky.


___


Seminggu sudah dari kejadian itu, setiap hari Sari selalu saja mendengar kata - kata hinaan dan cemoOhan dari teman - temannya di sekolah.


Sari sudah tidak tahan dengan semua itu, kadang ia merasa tidak ingin pergi ke sekolah. Bahkan semenjak kejadian itu, Sari pun sudah tidak mau lagi bertemu dengan Vicky.


Mia yang melihat keanehan dari anaknya itu pun datang menghampiri kamar putrinya itu.


Took Tok Tok...


"Ai! Apa boleh binda masuk?"tanya Mia.


"Ai.." panggilnya lagi.


"Iya bund, masuk aja Ai malas gerak." sahut Sari dari dalam kamar.


Mia masuk kedalam kamar, dia sangat kaget saat melihat kondisi putrinya.


"Ai, kamu kenapa nak?"tanya Mia.


"Hei kamu kenapa Sayang?"tanya Mia kaget dengan keadaan putinya itu. Mia mengelus punggung Sari.


"Kamu kenapa, Ai? Nggak biasanya kamu kayak gini?"tanya Mia


"Bundaa, Ai mau pindah sekolah aja." rengek Sari


"Lah kenapa, nak? "tanya Mia kaget dengan permintaan Putri kesayangnya.


"Ai nggak suka sama semuanya, Ai udah nggam sanggup Bund. Semua orang jahat sama Ai." ucap Sari.


"Terus, kalau Ai pindah, Vicky gimana? Apa Ai mau meninggalkan Vicky?"tanya Mia.


"Biar aja, dia juga jahat, hiks" tangis Sari dalam pelukan bundanya.


"Jahat gimana?"tanya Mia.


"Dia udah nyebari berita tentang aku yang suka ngompol" aduh Sari.


"Terus salahnya di mana, Ai?"


"Karena dia, satu sekolah mengolok -olok ku bund."kata Sari.


"Udah biarin aja. Ya, kamu yang sabar aja."kata Mia.


"Pokoknya, Ai nggak mau sekolah lagi. Kalau bunda sama ayah nggak mau pindahin Ai dari sekolah itu." kata Sari.

__ADS_1


Mia diam, sambil mengelus rambut anaknya.


"Iya - iya nanti kita tanya sama ayah, yakata Mia. Sari mengangguk.


FLASHBACK OFF


"Astaga, Ai kamu salah paham."kata Vicky


"Maksudnya?"tanya Sari.


"Kenapa kamu nggak nanya dulu ke aku?"Vicky semakin mengeratkan rengkuhannya di pinggang Sari.


"Untuk apa gue nanya, kalau semuanya sudah jelas."jawab Sari.


"Kamu tau, aku sangat kehilangmu waktu itu Ai" kata Vicky.


"Bacot..."


Cup.


Vicky mengecup bibir Sari. "Itu hukuman atas perkataanmu. Nggak boleh ngomong gitu sama suami, mau jadi istri durhaka? Mau masuk neraka?"tanya Vicky, Sari pun menggeleng.


"Ai, kamu dengerin aku ya. Kamu itu salah paham sama aku Ai. Aku nggak pernah membocorkan aib kamu sama siapa pun..."


"Bohong." potong Sari.


"aku nggak bohong, lagi pula untuk apa aku bohong sama kamu?"ujar Vicky


"Lalu kalau bukan dari lo, mereka tau dari siapa? Yang tau mengenai itu semua hanya lo? Jadi nggak usah bohong, lo kira enak jadi bahan CemoOhan satu sekolah?"kata Sari


Vicky memeluk tubuh Sari," Maaf kan aku, kalau menurutmu aku yang salah, ya sudah . Aku mohon maafkan lah aku." pinta Vicky.


"Tapi aku mohon Ai, apa pun yang terjadi. Tetap lah disisiku, aku sangat membutuhkan mu sebagai penenangku dan juga sebagai istriku."ucap Vicky dengan suara serak.


"Aku nggak tau, entah jadi apa hidupku tanpamu di sisiku Ai" lanjutnya.


"I- istri, bukannya lo udah punya Tiara dan lo juga menginginkan perceraian ?"tanya Sari terbata.


"Tidak, tidak - tidak aku tidak ada hubungan apa - apa dengan Tiara dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan mu!" Ucap Vicky tegas.


Vicky menguraikan pelukannya dan menatap wajah cantik gadis polos yang duduk di pangkuannya itu.


"I love you, My Wife" ucap Vicky disusul dengan sebuah kecupan ringan di bibir Sari. Gadis itu memejamkan matanya ketika bibir panas Vicky mendarat di bibirnya. Kemudian Vicky menempelkan kening mereka satu sama lain dengan dada naik turun Karena deru napas yang tak beraturan.


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku. Sari Puspita hanya milik Vicky Saputra selamanya."bisik Vicky.


Tanpa menunggu lagi Vicky meraih tengkukbSari dan mencium bibir ranum yang sudah menggodanya sejak tafi, mengeratkan pelukannya sehingga kini tubuh mereka merapat satu sama lain. Sari tidak menolak, ia memejamkan matanya, meresapi rasa yang menuntunnya untuk merasakan cinta yang mulai bergelora.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2