Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Salah Tingkah


__ADS_3

Di sebuah Cafe terlihat Ulan dan Manda sedang asik ngobrol sambil makan.


"Lan, lu tau nggak kenapa Sari nggak masuk?"tanya Manda.


"Nggak tau, sejak kemaren gue udah coba ngehubungin dia, tapi nggak pernah di angkat nya."


"Gue heran sama tu anak, susah banget buat berbagi"kata Manda.


"Lu kayak nggak tau dia aja, berdasarkan info yang gue dapat dari tante Mia. Sari trauma percaya sama orang lain, sejak kejadian saat dia Sd dulu."ujar Ulan.


"Tapi gue kasihan sama dia, "


"Sama gue juga. Dia selalu terlihat kesepian."


"Gimana kalau kita Vc dia sekarang, siapa tau di angkat."usul Ulan yang di angguki olegmh Manda.


Ulan mengambil ponsel nya dan mencari kontak Sari.


Tut... Tut... Tut...


Sari yang kala itu masih tertidur langsung membuka mata nya ketika mendengar suara ponselnya berdering.


"Ulan?" gumam Sari melihat layar ponsel nya. Ia terlihat masih mengantuk dan menguap berulang kali, Vicky pun memperhatikan gerak gerik Sari daei ke jauhan.


^^^"What? Tumben kalian video call? Ada apa ? Jangan bilang kalau kalian kangen sama gue." ucap Sari tersenyum sambil menguap. Sari belum Sari, karena dia tidak terlalu memperhatikan layar ponsel nya.^^^


"Kangen banget kita, apa lagi sama traktiran lo, hehe" kata Manda cengengesan.


^^^"Njir, matre banget lo jadi temen" Sari mengucek matanya.^^^


^^^"Kenapa kalian, kayak nahan tawa gitu?"tanya Sari dengan mengernyitkan dahinya.^^^


"Sar, itu muka lu kenapa?"tanya Manda


^^^"Kenapa memang nya?"tanya Sari.^^^


Sembari melihat gambar diri nya yang terpampang di pojok layar ponsel nya, Ia pun langsung terkejut dan beranjak mendekati cermin. Ia melihat wajah nya yang sudah penuh dengan coretan spidol, tiba-tiba mata Sari melirik dan melotot tajam ke arah Vicky. Namun Vicky menahan tawa dan seolah tak melihat nya, rasanya Sari ingin sekali memaki suaminya itu. Namun ia masih melakukan panggilan video dengan para sahabat nya Jadi ia terpaksa menahan kegeramannya pada cowok itu.

__ADS_1


"Sar..." suara Ulan dan Manda terdengar memanggilnya dari spiker ponselnya.


^^^"Iya, apaan?"Saut Sari memposisikan wajah nya kembali ke layar ponsel nya.^^^


"Wajah lu kenapa banyak coretan gitu? Lo habis ngapain sih?" tanya Ulan penasaran.


^^^"Hehe, biasa tadi gue habis main kartu sama si mbok dan pak Mamat. Dan seperti yang kalian lihat ini adalah hukuman kalau gue kalah."elak Sari dengan memaksakan senyumnya dengan lebar, biar para sahabatnya tidak banyak melontarkan pertanyaan lainnya.^^^


"Akur banget lu ya, sama mereka. Sama kita aja lu nggak mau di ajak main kayak gitu."sungut Ulan.


^^^"Kalian nelpon gue, ada apa?"tanya Sari.^^^


"Itu kita mau nanya, elu kenapa nggak masuk tadi?"tanya Ulan


^^^"Gue lagi nggak enak badan.."^^^


"Lu sakit, Sar? Kita ke rumah lu sekarang ya."ujar Manda khawatir.


^^^"Eh eh nggak perlu, gue udah baikan kok. Gue lagi nggak mau di ganggu."balas Sari cepat.^^^


"Iya, cepat sembuh ya, Sar."


^^^"Iya, makasih ya ciwi - ciwi gue." ucap Sari tersenyum, lalu mengakhiri panggilan video tersebut.^^^


Sari langsung melempar ponsel nya dengan keras ke atas tempat tidur.


"VICKYYYYY!!! Lo keterlaluan banget sih coret - coret wajah gue kayak gini."teriak Sari kesal, ia menghampiri Vicky.


"Bisa nggak sih kalau ngomong tu nggak usah teriak - teriak, suara lo itu sangat - sangat nggak enak di denger. Lo jangan sembarang nuduh, emang lu ada bukti kalau itu gue yang lakyin, mana gue tau siapa yang coret wajah lu."balas Vicky, sembari membuang muka.


"Kalau bukan lo, siapa lagi coba. Nggak mungkin setan yang coret - coret wajah gue. Hais, ngeselin banget sih lo!"teriak Sari, ia pun berlalu meninggalkan Vicky dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang penuh dengan coretan itu. Vicky pun menahan tawanya melihat Sari yang sangat menggemaskan ketika sedabg marah seperti itu.


"Dia makin sexy, jika marah marah gitu. Gue suka" ucap Vicky menggelengkan kepalanya.


Di dalam kamar mandi, Sari membersihkan wajah nya dengan air sambil melihat wajah nya di cermin yang ada di depan nya.


Ia kaget saat melihat bahwa coretan itu tidak mau hilang dengan air, ia langsung bergegas keluar menghampiri Vicky yang sedang mengerjakan tugas di sofa.

__ADS_1


"Vicky, ini kenapa nggak mau hilang?"teriak Sari panik sambil terus menggosok - gosok wajah nya.


Vicky pun sontak beranjak dari duduk nya dan menghampiri Sari. Ia pun mencoba menghilangkan coretan yang ada di wajah Sari dengan menggunakan tangan nya namun tidak bisa juga.


Vicky mengambil spidol itu lagi, dan membaca tulisan yang ada di spidol tersebut. Sontok Vicky pun kaget .


"Aiss, sialll.." gumam Vicky sembari menepuk dahi nya dengan sangat keras, ia langsung menghampiri Sari.


"Sari, sorry ternyata spidol ini permanen marker" ucap Vicky cengengesan.


"Vicky, brengsekkk. Lu ngeselin banget sih, kenapa nggak baca dulu sebelum di gunain!! Pokoknya gue nggak mau tau, pokok nya lo harus bersihin ini semua coretan yang ada di muka gue. Harus sampai bersih, seperti sebelum lo coret tadi!!" tegas Sari


"Iihhh, ngeselin banget sih lo,"geram Sari menatap Vicky tajam.


"Kemarilah!"ajak Vicky mengandeng tangan Sari membawa gadis itu untuk duduk di tepi tempat tidur.


"Tunggulah di sini!"Pinta Vicky, ia pun berlalu meninggalkan Sari, keluar dari kamar.


Kemudian Vicky kembali dengan membawa semangkuk air hangat, kapas dan juga bby oil. Vicky pun mendekati Sari dan membantu menghapus coretan yang ada di wajah Sari dengan menggunakan kapas yang telah di campur nya dengan baby oil. Kemudian ia membersihkannya dengan air hangat, kedua mata Vicky tak hentinya memandang wajah Sari, hingga membuatbnya menjadi salah tingkah, apalagi duduk Vicky yang semakin dekat dengan Sari, membuat jantung Sari tak karuan berdetak sangat cepat, secara spontan Sari sedikit menggeser dudukvnya dari Vicky.


"Lu bisa diam nggak sih, dari tadi gerak - gerak mulu!."seru Vicky.


"Lo duduk nya terlalu dekat sama gue, menjauh lah sedikit.." suruh Sari sambil memejamkan mata nya.


Vicky tersenyum, dia tau kalau gadis itu sedang salah tingkah.


"Kalau jauhan, gimana gue bersihin nya? Lo mau gue bantu nggak sih?"


"Tc, iya - iya cerewet banget sih lo! Udah cepetan bersihin!"seru Sari.


Vicky membersihkan waja Sari hampir setengah jam. Sekarang coretan yang ada di wajah Sari sudah hilang tak tersisa, tidak ada noda sedikit pun di sana. Vicky tak menahan tawa nya saat melihat ekspresi Sari yang seperti menahan napas.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2