
9 bulan kemudian.
Sari sedang duduk diruang keluarga bersama bundanya. Mereka sedang nonton tv, Bunda Mia memeluk sambil mengusap perut besar anaknya.
"Akhir - akhir ini gimana, apa masih sering keram?"tanya Mia.
Sari mengangguk. "Masih bunda, tambah parah malah. Ai kadang suka nangis sendiri malam - malam ."balas Sari.
"Kenapa sendiri? Vicky kemana, apa dia nggak mau membantu?"tanya Mia menatap anaknya dengan penuh tanda tanya.
"Mau bund, tapi Ai suka kasihan sama dia. Secara dia kan udah capek kerja seharian."ucap Sari. Mia tersenyum.
"Anak bunda udah besar ternyata"ucapnya.
Sari tersenyum, dia sangat bahagia sekarang. Karena sekarang ayah dan bundanya sudah memiliki waktu lebih untuk dirinya. Dan entah kenapa selama dia hamil, Sari lebih manja sama kedua orang tuanya dari pada sama suaminya sendiri.
Kadang Vicky suka protes sama Sari, karena Sari seperti tidak menganggapnya lagi.
"Bund, malam ini aku tidur sama ayah dan bunda lagi ya.."ucap Sari menengadah melihat wajah bundanya.
"Boleh asal, suami kamu mengizinkan."jawab Mia.
Mia ingin menolak, tapi dia takut anaknya akan sedih dan itu akan sangat berpengaruh sama kandungannya. Setiap Sari tidur dengan mereka, tengah malam menantunya itu akan datang ke kamarnya dan minta izin mebawa Sari kembali ke kamar.
Mia tahu Vicky sangat lelah, tapi demi tidur bersama sang istri dia harus rela menahan kantuknya hingga istrinya benar - benar tidur.
"Akh... Bund perut aku sakit banget."keluh Sari tiba - tiba memegang perutnya.
"Apa?"Mia duduk dan melihat keadaan anaknya, Mia melihat bagian bawah daster Sari basa.
"Astaga sayang, kamu kayaknya udah mau melahirkan"ucap Mia yang mulai panik.
__ADS_1
"Aduhhhh... Bundahhh sakit bangettt"teriak Sari.
Mbok Darmi pun datang saat mendengar teriakan Sari
"Nyonyah, Nona kenapa?"tanya Mbok Darmi.
"Mbok, cepat panggil Vicky, bilang sari mau melahirkan"suruh Mia.
"Baiknya" Mbok Darmi pun dengan segerah menghubungi tuan mudanya itu, dan menyuruhnya segera pulang.
Sementara Mia menghubungi suaminya, dan juga besannya.
"Nyah, den Vicky udah ada di dekat rumah dan sebentar lagi sampai."ucap Mbok Darmi.
Tak lama, tersengar suara mobil berhenti di depan rumah.
"Sariii..."Teriak Vicky yang baru datang dan melihat istrinya itu sedang kesakitan. Vicky langsung menggendong membawa Sari ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit Vicky menyuruh perawat membawa hospital bed ke mobil. Vicky mengangkat tubuh istrinya itu dan meletakkannya di atas pembaringan itu. Dan para perawat itu segera membawa Saei masuk ke dalam salah satu ruangan, diikuti oleh Vicky dan juga seorang dokter yang akan menangani Sari.
Tadi setelah mendapatkan panggilan dari mbok Darmi, Vicky langsung menghubungi rumah sakit tempat istrinya biasa konsultasi dan menyuruh agar dokter bersiap.
Sari seharusnya melakukan proses persalinan dengan normal, Namun karena tekanan darahnya yang tidak memungkinkan, ia terpaksa melakukan persalinan melalui operasi caesar . namun keputusan yang mendadak ini membuat sehari-hari harus menunggu berjam-jam menahan rasa sakit untuk menunggu dokter siap melakukan operasi tersebut .
"Vicky..."Sari berucap lirih menahan rasa sakit, kedua matanya yang dipenuhi air mata itu menatap lekat wajah suaminya yang saat ini berdiri di sampingnya. menyiratkan betapa sakitnya apa yang istrinya itu rasakan saat ini , Sari meremas kuat lengan suaminya saat rasa sakit yang ia rasakan semakin menjadi-jadi , rasa sakit yang seakan mengaduk-aduk perutnya , mematahkan satu persatu tulang berlubangnya , meremas dan mencabik-cabik dinding dan otot rahimnya ,
saat anak yang ada di dalam perutnya itu sedang berusaha ingin mencoba mencari jalan keluar. Namun, seri dengan sekuat tenaga menahannya agar tidak mengeluh akan rasa sakit yang ingin dirasakan oleh sebagian wanita yang ingin sekali merasakan bagaimana rasanya melahirkan dan memiliki anak
Sari hanya merintih dan menangis,berusaha menahan rasa sakit itu.
" Vicky , Ini sakit sekali , Apa masih lama?" tanyanya sambil matanya terpejam . Vicky mengusap air mata yang jatuh mengalir dari kedua sudut mata istrinya itu
" sebentar lagi ya Sayang, tahanlah ... kalau kamu merasa sakit kamu boleh kok gigit tangan aku ."Vicky menyodorkan tangannya itu kepada Sari , namun sari hanya merintih dan menggelengkan kepalanya, memilih tak bersuara saat rasa sakit itu menyerangnya kembali .
__ADS_1
" sakit Vicky..." hanya air mata dan perkataan itu yang terus terlontar dari mulut sari.
Vicky bisa melihat dengan jelas istrinya itu merasa kesakitan membuat tubuh tegapnya melemas gemetar tak karuan . ya begitu tersiksa dan tak tega melihat wanita yang sangat ia cintai itu menderita karena rasa sakitnya . namun Vicky berusaha menenangkan dan memberikan bisikan penyemangat , Seraya mengusap-usap punggung istrinya tersebut .
____
Ini dokter sedang melakukan tindakan operasi kepada Sari. sementara Vicky, ia menunggu di luar ruangan, karena entah Sejak kapan dokter tidak mengizinkan siapapun termasuk suaminya masuk ke dalam ruang operasi selama operasi berlangsung . dan Hal itu membuat Islam sangat kesal , karena seingatnya dulu waktu istrinya melahirkan Sari, ia diperbolehkan masuk ke ruang operasi . Terus sekarang giliran anaknya yang operasi menantunya tidak boleh masuk ke dalam untuk memberikan semangat kepada anaknya.
Vicky terlihat mondar-mandir di depan ruangan operasi itu , wajahnya terlihat sangat cemas. tak henti menatap pintu ruang itu, rasanya ia ingin sekali mendobrak pintu itu ,lalu masuk dan memeluk istrinya yang tengah berjuang di dalam sana .
" Vicky ..." suara itu mengalihkan perhatian Vicky . terlihat Manda, dan Wulan berjalan cepat melewati lorong rumah sakit itu. kedua sahabat istrinya terlihat baru saja pulang kuliah .
" Vicky Bagaimana keadaan Sari?"tanya Manda Yang Tak sabar . Vicky hanya diam dan tak ingin bicara apapun .
" Mia .." Izam memanggil istrinya itu. seketika itu Mia mengerti akan maksud suaminya
Mia menghampiri Manda dan juga Wulan . menarik tangan kedua teman anaknya tersebut ." Ayah sayang Duduk dulu . sari sekarang sedang melakukan operasi di dalam." Keduanya pun menurut mereka mendudukkan tubuhnya bersama Mia dan juga Maya di kursi tunggu yang ada di depan ruang itu.
mulut mereka tak henti saling melontarkan doa untuk Sari.
setengah jam berlalu , tak lama kemudian lampu indikator operasi yang semulanya menyala kini tiba-tiba mati menandakan operasi itu telah selesai ,disusul oleh suara tangisan bayi yang memecah dari dalam . membuat siapapun mendengarnya begitu bersyukur terutama Vicky.
"Mama itu suara anakku..."Vicky beranjak dengan penuh semangat. ia berucap dengan begitu haru. Seakan suara tangisan bayi itu membuat bulu - bulu halus di sekitar tubuhnya itu berdiri daat mendengarnya.
Pintu ruang operasi seketika terbuka, seorang dokter yang masih mengenakan pakaian operasi lengkap bdrdiri di ambang pintu tersebut, membuat vicky dan yang lainnya segera menghampiri dokter itu.
"Tuan, selamat anak anda sudah lahir dan berjenis kelamin perempuan..."tutur dokter itu. Senyuman Vicky mengembang, dengan kedua mata yang berkaca - kaca.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya?"tanya Vicky
"Nona, Sari kehilangan kesadaran, karena tubuhnyabkehilangan banyak darh, kita membutuhkan golongan darah rhesus A negative, dan stok di bank darah kamibsedang kehabisan dan hanya terasisa satu kantong saja, sementara kami membutuhkan 2 kantong darah. "Ujar dokter. Penuturan dokter itu seketika menghenyakan rasa bahagia Vicky dan keluarganya, mereka seketika khawatir. Sebab golongan darah itu terbilang sangatlah langkah.
__ADS_1
"Kenapa harus golongan darah itu?"dada Vicky tiba - tiba sesak akan ketakutannya yang berlebihan.
...****************...