Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Kecewa


__ADS_3

Karena sudah berhasil membangun kan Vicky, Sari pun beranjak hendak pergi namun pergelangan tangan nya di tarik Vicky terjatuh ke atas dada bidang nya.


"Mau kemana?" tanya Vicky mendekap tubuh ramping istri nya.


"Ayo turun, mama udah nungguin kita."balas Sari yang tidak berani menatap Vicky.


"Lepasin ih!" pinta Sari.


"Cium dulu! "seru Vicky.


"Nanti malam"jawab Sari asal.


Vicky kaget mendengar jawaban Sari, tapi dirinya juga merasa senang. Dengan cepat Vicky meepas kan tubuh Sari dan mengandeng nya kebawa bergabung dengan Maya di meja makan.


Mereka bertiga pun makan malam bersama, sesekali mereka bertiga menyelip kan beberapa perbincangan ringan di sela - sela makan nya.


Tiba - tiba Sari merasa kan nyeri di bagian bawah perutnya.


"Ai, lo kenapa?"tanya Vicky yang dari tadi memperhati kan raut wajah Sari, seperti merasa kesakitan.


"Tidak apa - apa." jawab Sari memaksa kan senyum nya.


"Apa kamu sakit, nak?"tanya Maya khawatir.


"Nggak kok mah, aku baik - baik aja." balas Sari


"Yasudah kalau gitu, mama kembali ke kamar ya. Biasa mau telponan dulu sama papa." ucap Maya tersenyum.


"Ky, kamu ajak lah Sari istirahat. Mungkin dia kecapean"suruh Maya.


"Iya mah." balas Vicky. Maya pun beranjak berlalu meninggal kan Vicky dan sari yang masih duduk di meja makan.


"Ai, beneran lo baik - baik aja? Apa kita periksa ke dokter aja?" tanya Vicky yang bener - bener khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Haha... Lebay banget sih lo, beneran gue baik - baik aja." kata Sari tertawa melihat reaksi dari suaminya itu.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita istirahat."ajak Vicky, Sari pun mengiya kan mereka berdua pun mulai beranjak menuju ke kamar.


Setiba nya di kamar, Sari mendekat ke arah lemari sementara Vicky duduk di tepi tempat tidur sembari melihat gerak gerik Sari.


"Ky, gue boleh minjam baju lo nggak? Gue udah nggak nyaman banget make ini seharian." ujar Sari sembari melihat isi lemari suami nya itu.


Vicky pun mendekat dan melingkar kan tangan nya di pinggang Sari


"Pakai lah, tapi baju gue cuma ada yang ini saja. Karena semua baju udah gue pindah kan ke rumah."ucap Vicky dengan menatap kedua mata Sari, Sari pun mengiya kan dan mengambil salah satu sweater Vicky yang ada di dalam lemari. Ia beranjak ke kamar mandi, melepas baju dress yang ia kenakan dan mengganti kan nya dengan sweater tersebut, kemudian ia keluar.


"Sweater ini sungguh besar banget." gumam Sari sembari mengaja di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandi itu. Sweater Vicjy yang Sari kenakan memang terlihat besar di tubuh mungil Sari layaknya ia sedang mengena kan mini dress beejarak 5 cm di atas lutut nya.


Vicky yang melihat Sari mengaca di depan cermin ia langsung menghampiri nya dan memeluk tubuh istri nya dari belakang.


"Ky, ini beneran baju lo nggak sih?"tanya Sari sembari melwbar kan baju itu.


"Ya bener lah, emang baju siapa lagi? Badan lo aja yang kecil, coba lihat sini!" pinta Vicky membalik kan tubuh sari, hingga menghadap kearah nya, kemudian Vicky menahan tawa nya.

__ADS_1


"Kenapa ketawa? Apa lo ngeledek gue?" celetuk Sari kesal dengan menyatu kan kedua alis nya.


"Lo sunggu menggemas kan." ucap Vicky, ia langsung mengecup dahi Saei, Sari pun tersenyum senang.


Vicky memenangi wajah Sari dan menyentuh kedua pipi nya dan ia menaik kan wajah Sari lebih dekat , dan merasa kan jantung nya berdetak dengan cepat , ya menatap kedua mata.


Vicky mendekat kan bibir tari dengan perlahan ya langsung mencium nya dengan lembut , Jantung Sari berdetak tak karuan dengan cepat seakan ia sedang menaiki rolling coaster rasanya begitu campur aduk.


Entah kenapa Sari merasa kan hal yang berbeda pada ciuman Vicky kali ini.


Sari pun memejam kan matanya hingga keringat menguyur deras dahinya. Vicky tak segan mengiring tubuh Sari ke atas tempat tidur dan menindih nya. Namun, tiba - tiba Sari mendorong nya.


"Kenapa?"tanya Vicky.


Sari mengatur napas nya." Gue belum siap."ucap Sari. Vicky tersenyum, ia mengecup dahi istri nya lembut.


"Nggak apa - apa. Yuk tidur." ucap Vicky memeluk tubuh gadis itu


"Gimana gue bisa tidur kalau posisi nya kayak gini."ujar Sari.


"Diamlah, atau lo mau gue melakukan nya sekarang juga."ancam Vicky.


"Tc." decak Sari.


____


Keesok kan pagi nya, seperti biasa Sari dan Vicky berangkat ke sekolah dengan mobil yang terpisah.


Tadi subuh - subuh mereka sudah pamit ke mama Maya untuk pulang, karena mereka tidak membawa seragam sekolah.


"Nggak ada, biasa aja." jawab Sari.


"Ulan mana?" tanya sari, tidak melihat keberdaan gadis itu.


"Nggak tau kata nya tadi, dia agak telat karena baru pulang dari Bogor." jawab Manda.


"Ngapain , dia ke Bogor?" tanya Sari lagi.


"Kata nya sih, nikahan sepupu nya." balas Manda, duduk di bangku nya dan menyimpan tas di samping meja.


"Sar, lo udah Sarapan belum?" tanya Manda.


"Udah tadi, gue sarapa bareng Vic... Mang ujang dan mbok Darmi." jawab Sari yang hampir keceplosan menyebut nama Vicky.


"Ohh,,, temenin gue makan yuk! Gue laper banget.." pinta Manda, menggoyang - goyang kan lengan Sari sambil mengeluar kan jurus andalan nya aitu memelas.


"Yaudah, ayo tapi cepetan ya, gue nggak mau telat dn di hukum." ujar Sari.


Di kantin


Manda memesan makanan untuknya sendiri , sementara Sari sibuk dengan ponsel nya.


"Vic, lo beneran nggak mau ikutan makan?" Sari menghentikan game nya dan menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Gue kira, lo beneran nggak ada hubungan sama Tiara, ternyata semua nya hanya bohong. Ternyata lo belum berubah, " gumam Sari berdiri dan berlalu pergi meninggal kan kantin.


Sari kembali ke kelas dan mengirimi Manda pesan. yang berisi kalau dia harus kembali ke kelas karena ada tugas rumah yang belum selesai.


Sari yang awalnya sangat ceria dan bersemangat , sekarang menjadi badmood. Sedikit saja orang yang membuat masalah dengan nya, dia akan melibas orang itu tanpa ampun.


Selama di sekolah, Sari selalu saja menghindari pertemuan nya dengan Vicky. Dia benar benar merasa kesal dan marah pada cowok iyu


Bahkan sampai dirumah pun, Sari enggan untuk menyapa Vicky.


Vicky yang merasa tidak tahan di cuekin seperti itu oleh istri nya pun memilih untuk menanya kan, apa alasan Sari mengabai kan nya. Bukan kah, tadi pagi sebelum ke sekolah mereka baik - baik saja?.


Vicky mendekati sari yang tengah memain kan ponsel nya di atas sofa.


"Ai..." panggil Vicky. Sari pura - pura tidak mendengarya.


"Aii... " panggilnya lagi. Namun hasil nya tetap sama.


Karena merasa kesal di abaikan Vicky merebut ponsel itu dan melempar nya ke atas kasur.


Sari menoleh dan menatap cowok itu kesal.


"Apa - apaan sih lo?! Siniin Hp gu!!" pinta Sari menatap tajam kearah Vicky.


"Lo kenapa sih , Ai?" tanya Vicky


"Nggak kenapa - kenapa, emang gue kenapa" ucap Sari bertanya balik.


"Tapi..."


"Udahlah, nggak usah cari masalah deh. Gue ngantuk, minggir..."ucap Sari memotong perkataan Vicky, dengan sengaja Sari menyenggol bahu cowok itu.


Vicky melihat Sari yang berbaring di atas tempat tidur. Dia benar- benar nggak tau kenapa istri nya bisa seperti ini.


" apa aku hanya mimpi bisa baikan sama dia?" ucap Vicky dalam hati. Vicky ikut berbaring di samping Sari.


Saat Vicky ingin mendekat, Sari menggeser menjauh, hingga Sari terpojok kan tak bisa geser lagi, karena kalau dia masih geser dia bisa jatuh.


"Lo bisa diam nggak? nggak usah geser - geser!" seru sari kesal.


"Maka nya lo juga nggak usah ikut geser, biar nggak jatuh." balas Vicky, menarik tangan Sari hingga sekarang gadis itu berada dalam dekapan nya.


" Lepas!!" Sari meronta minta di lepasin.


" Gue ngantuk, bisa diam aja ngga?!" pinta Vicky


"Nggak bisa, lepasin!!"


" Lo diam, atau gue unboxing sekarang!!" ancam Vicky.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.

__ADS_1


Terimah kasih💜


__ADS_2