Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Udah berani ya sekarang....


__ADS_3

Manda dan Wulan yang sedang berada di sebuah cafe mereka sedang makan malam bersama. Hari ini mereka sangat lelah karena seharian mereka sibuk mengurus pendaftaran masuk ke universitas. Tidak hanya satu kampus yang mereka datangi tapi lima kampus. Untuk mewanti - wanti ketidak terima nya mereka, maka ny memereka memutus kan untuk mengajukan pendaftaran di beberapa kampus.


"Sumpah gue capek banget, gini amat ya pengen kulia."kata Manda sambil menyeruput jus alpukat nya.


"Iya, bener banget, semoga aja kita bisa ke terima di salah satu kampus. Karena kalau nggak keterima papi gue akan mengirim gue ke luar negeri dan gie nggak mau itu." kata Wulan.


"Lo mnding di kirim ke luar negeri. Lah gue, kalau nggak di terima, bokap gue akan jodohin gue sama anak rekan bisnis nya dan gue nggak mau itu terjadi."kata Manda frustasi.


"Ngeri banget bokap lo."kata Wulan bergidik ngeri.


"Itu maka nya gue, berusaha banget untuk daftar kuliah. Nggak kebayang kalau gue harus nikah sama orang yang nggak gue sukai."lanjut Manda.


"Bener banget, dan gue masih nggak kebayang bagai mana nasib nya Sari yang harus menikah dengan orang yang sangat di benci nya." tambah Wulan


"Lo bener, Sari sabsr banget ya dan dia nurut aja gitu sama orang tua nya"Kata Manda.


"Eh btw, tu anak gimana kabar nya ya? Kita udah dua hari lo nggak jenguk dia."kata Wulan.


"Iya ya, tapi mau gimana lagi kita kan nggak jenguk karena kita sibuk ya kan bukan karena sengaja nggak jenguk."kata Manda.


"Gimana kalau kita tanya sama tante Mia aja."usul Manda.


"Boleh, kalau gitu ayo cepat telpon tante Mia"kata Wulan.


Manda pun mengambil ponsel nya kemudian mencari nomor kontak bunda Mia.


^^^"Halo, Assalamualaikum tante...." sapa Manda saat Mia menerima telpon nya.^^^


"Waalaikumsalam, Iya Man."jawab Mia


^^^"Tan, Manda mau nanyain gimana keadaan Sari? Kita nggak bisa ke sana karena lagi sibuk daftar kuliah"ucap Manda.^^^


"Iya nggak apa - apa Mand, tante ngerti kok. O iya, tante lupa ngabari sama kalian kalau Sari udah siuman."kata Mia.


^^^"Apa tan, Sari udah siuman? Kapan Tan? Alhamdulillah"ucap Manda senang, Wulan yang ikut mendengar kan nya pun ikut senang, bahkan Wulan sampai menetes kan air mata nya.^^^

__ADS_1


"Tadi nak, sekitar jam depalanan, kalian nggak ke sini?"tanya Mia.


^^^"Iya tan, kita akan ke sana. Tapi nggak malam ini, biar kan Sari nya istirahat dulu besok baru ke sana."kata Manda yang di angguki oleh Wulan tanda setuju.^^^


"O iya, memang sebaik nya gitu. Malam ini kita boar kan saja Vicky yang menemani Sari. Kalau gitu tante mati kan dulu ya,assalamualaikum"ucap Mia.


"Waalaikumsalam"jawab Manda.


Manda meletak kan kembali ponsel nya di dalam tas, Manda tersenyum ke arah Wulan yang sedang menghapus air mata nya.


"Gue seneng banget denger nya."kata Wulan, Manda mengangguk kemudian memeluk Wulan.


"Besok kita jenguk dia ya."kata Manda. Mereka senang akhir nya sahabat mereka sadar juga dari koma nya.


Tak jauh dari tempat duduk Manda dan Wulan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka.


"Syukur lah kalau, lo udah sadar Sar. Gue nggak sabar bisa ketemu sama lo lagi"ucap orang itu.


___


Daffa berlari di sepanjang koridor rumah sakit, dia sangat senang mendapat kabar kalau adik sepupu nya itu sudah sadar kan diri.


Daffa mendapatkan panggilan dari tante nya Mia, Mia memberi tahukan kalau Sari sudah sadar kan diri. Tanpa pikir panjang, Sari langsung menancap gas mobil nya ke rumah sakit dan berlari ke rumah sakit.


Di depan ruangan Sari, Daffa melihat ada dua orang pria bertubuh tegap menjaga kamar sepupu nya itu.


Tanpa bertanya Daffa langsung membuka pintu, tapi baru saja terbuka ketika sebuah tangan menarik nya. Dan mendorong pria itu.


"Apa - apaan ini?"tanya Daffa tak terima


"Maaf tuan, kami hanya menjalan kan tugas."kata salah satu pria itu.


"Saya ini sepupu nya Sari,jadi minggir, saya mau melihat adik saya. Jadi minggir."kata Daffa yang mencoba untuk masuk. Namun, lagi - lagi dia di hadang oleh pria itu.


"Maaf tuan, untuk saat ini nona tidak bisa di ganggu karena dia harus istirahat."kata salah satu pria itu.

__ADS_1


"Baik lah, lalu di mana tante saya?"tanya Daffa yang menyerah, walau pun dia memaksa mereka tidak akan membiar kan nya masuk karena dan yang ada diri nya lah yang akan menderita. Jadi dari pada cari masalah lebih baik dia mengalah dan bertemu dengan tante nya saja.


"Nyonya ada di ruangan sebelah."jawab nya lagi, kemudian membuka kna pintu kamar rawat yang di guna kan Vicky sebelum nya.


Di sana Daffa melihat semua orang yang berada di sana. Daffa masuk dan menghampiri merek. Terlihat Izam dan Mail menahan tawa saat melihat ekspresi kesal Daffa.


"kamu kenapa Daf?"tanya Izam.


"Nggak usah sok polos deh Om."jawab Daffa.


"Siapa sih yang nyuruh mereka buat jaga pintu kamar Sari?"tanya Daffa kesal.


"Tanya aja tu sama om kamu"kata Mia menunjuk Izam


"Kenapa pakai pengawal segala om?"tanya Daffa.


"Biar mastiin semua nya baik - baik aja Daf, Om nggak mau kayak kemaren anak om jadi korban"jawab Izam.


"Tapi setidak nya, anggota keluarga bolehin masum. Ini nggak, mereka juga melarang Daffa buat masuk. Padahal Daffa ini kakak nya lo Om"ucap Daffa


"Hmm.. Maffa Daf, itu atas perintah Om. Karena Sari baru sadar dan Vicky juga baru sadar, jadi apa salah nya kita kasih mereka waktu buat istirahat bareng."kata Izam.


Daffa terdiam kemudian mengangguk, dia menghela napas nya. Jadi buat apa dia capek - capek kemari kalau gitu. Ruruk Daffa dalam Hati.


___


Pagi hari nya Sari bangun lebih dulu, dia tersenyum karna melihat wajah suami nya pertama kali. Sari menulusuri wajah suami yang sudah dua minggu tak di temui nya. Perasaan dulu sebelum nya wajah ini sangat bersih dan berisih. Kenapa sekarang jadi banyak rambut - rambut halus dan wajah nya juga keliatan sangat kurus.


"Apa sebegitu menderi tanya diri mu, ky. Maaf karena harus menjaga aku, sampai - sampai tubuh kamu nggak ke rawat gini."ucap Sari yang mengelus jambang Vicky.


"Mata ini yang awal nya indah, kini kenapa jadi hitam dan cekuk. "ucap Sari mengecup mata Vicky.


"Udah berani ya sekarang..."ucap Vicky serak


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2