Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Akur


__ADS_3

Tak lama kemudian, Vicky pun datang ke rumah mamanya, ia membuka pintu rumah dan masuk ke dalam. Namun, ia melihat Mama dan istri nya sedang berasa di kamarnya sedang tertawa bersama. Vicky yang melihat nya oun menahan senyum nya, kemudian Sari melihat Vicky yang sedang berdiri di depan pintu kamar ia langsung menegurnur nya


"Vicky.."sapa Sari lirih, Vicky masuk menghampiri istri nya dan mama nya itu, ia langsung memeluk Maya.


"Anak nakal, dari mana saja kamu?... Sampai istri mu mencari mu kemari.." ucap mama Maya memukul kepala Vicky pelan..


"Maaf kan Kiky mah, semalam Vicky ada di rumah Rian dan ponsel Kiky di silent."jawab Vicky sembari memperhati kan Sari yang menunduk mungkin karena merasa bersalah, fikir Vicky


"Ceat selesai kan masalah kalian berdua, mama mau makan dulu" ucap mama Maya menepuk bahu Vicky dan berlalu keluar dari kamar.


"Vicky.."sapa Sari lirih, Vicky masuk menghampiri istri nya dan mama nya itu, ia langsung memeluk Maya.


"Anak nakal, dari mana saja kamu?... Sampai istri mu mencari mu kemari.." ucap mama Maya memukul kepala Vicky pelan..


"Mamaf kan Kiky mah, semalam Vicky ada di rumah Rian dan ponsel Kiky di silent."jawab Vicky sembari memperhati kan Sari yang menunduk mungkin karena merasa bersalah, fikir Vicky


"Cepat selesai kan masalah kalian berdua, mama mau makan dulu" ucap mama Maya menepuk bahu Vicky dan berlalu keluar dari kamar.


Beberapa saat mereka berdua masih terdiam namun Sari mendekat, ia langsung memeluk tubuh Vicky, ia memejam kan mata nya dan menenggelam kan kepala nya di atas pada bidang Vicky, seakan ia menyimpan begitu banyak Kerinduan terhadap suami nya tersebut .


"Kenapa lo pergi gitu aja? Kenapa nggak ngabarin gue? Lo kenapa sih, apa gue ada salah sama lo?" tanya Sari dengan suarah lirih. Namun Vicky hanya diam saja. Diri nya tidak mebalas pelukan Sari, Sari melepas kan pelukan nya, ia memegang lengan Vicky dan menatap kedua mata Vicky.


"Kenapa lo diam aja? Kalau gue ada salah tolong bilang jangan hanya diam saja!" seru Sari yang merasa nggak tenang dengan ke diaman suami nya itu. Vicky masih tetap diam menatap Sari.


"Kiky bicara lah.." ujar Sari dengan panggilan yang biasa ia panggil waktu kecil. Suara sari terdengar sangat lirih, ia menggoyang - goyang kan lengan Vicky, melihat Vicky yang masih mendiam kan nya, air mata Sari menetes sekatika.


"Kenapa menangis?"tanya Vicky menghapus lembut air mata Sari dengan kedua tangan nya.


"Gue nggak marah, gue hanya kecewa saja sama lo, sudah jangan nangis lagi."sambung Vicky kemudian ia menarik sari dalam dekapan nya, ia mendekap Sari dengan begitu erat.


"Semalam lo kemana saja? Gue khawatir dan kenapa lo kecewa sama gue? Apa yang udah gue perbuat?"tanya Sari


"Semalam gue hanya ingin menenang kan diri dan gue tidur di apart nya Rian... Ponsel gue juga ada dalam tas dalam kondisi silent, jadi gue nggak tau kalau lo menelpon berulang kali." ucap Vicky seraya mempererat pelukan nya.


"Apa lo udah makan?"tanya Sari melepas pelukan nya.


"Belum..."jawab vicky seraya menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Kalau gitu ayo kita makan bersama mama."ajak Sari menarik tangan Vicky keluar kamar, Vicky pun mengiya kan permintaan Sari. Mereka hendak pergi ke dapur tapi melihat mama Maya sedang duduk dan membaca majalah di ruang keluarga.


"Mama... Tadi buka nya, kata mama mau makan? Tapi kok malah baca majalah?" tanya Sari.


"Eh.... Oh iya mama lupa kalau tadi mau makan." saut mama Maya. Seperti nya mama Maya sengaja pura - pura untuk makan, agar bisa meninggal kan Vicky dan Sari berdua dan menyelesai kan masalah nya.


"Ayo kita makan bersama mah, bukan nya kita belum pernah makan bersama kayak gini." ucap Sari, Maya mengiya kan ajak kan menantu nya itu. Sari menghampiri mama mertuan nya itu, dan mengandeng tangan nya menuju ke dapur dengan semangat.


"Kenapa hanya mengandeng tangan mama saja, disini ada suami mu juga." ucap Vicky tersenyum menggoda


"Kamu kan punya kaki, jalan sendiri nggak usa manja." celetuk Sari tersenyum, Maya pun tertawa melihat tingkah Sari dan Vicky.


Sari mengambil kan makanan untuk mama mertua dan suami nya, kala itu makanan sudah di siap kan oleh semua pembantu mama Maya, jadi Sari tidak perlu memasak di rumah mertua nya itu. Mereka bertiga makan dengan sangat lahap.


"Ky... Kalau kita tinggal di sini beberapa hari bagaimana?... Aku merasa sangat nyaman disini." pinta Sari dengan penuh harap.


"Baik lah..." saut Vicky sembari menyungging kan senyum nya.


"Boleh kan mah, kalau kita tidur di sini?"tanya Sari kepada mama Maya.


"Tentu saja boleh, malahan mama sangat senang kalau kalian mau menginap di sini." ucap Maya tersenyum senang.


"Apa kamu nggak pergi ke sekolah Ky? Bukan nya hari ini ada rapat OSIS." tanya Sari yang kala itu sedang bersandar di bahu Vicky.


"Tidak, tidak ada hal yang terlalu penting yang di bahas.. Jadi sekretaris ku masih bisa mengatasinya."jawab Vicky.


Tiba - tiba ponsel mama Maya bedering, ia pun mengangkat nya. Setelah mengangkat nya mama Maya berpamitan kepada Vicky dan Sari untuk pergi ke luar sebentar.


"Vicky, Sari... Mama ada urusan di luar sebentar, jadi mama tinggal ya."pamit Maya.


"Biar aku antar mah."tawar Vicky.


"Tidak usah, biar supir yang mengantar mama. Kamu temani saja Sari di sini." ucap mama Maya, ia pun berlalu meninggal kan Sari dan Vicky.


"Ky, apa lo punya Tap ? Gue pengen nonton konser bts." tanya Sari.


"Ada di kamar, lo ya benar - benar dah.. Bisa nggak sih lo lupain tu oppa - oppa lo itu sebentar saja." ujar Vicky kesal.

__ADS_1


"Gue bosan, apa boleh gue pinjam?"tanya Sari.


"Tentu saja boleh, kalau gitu ayo ke kamar." ajak Vicky mengandeng tangan Sari dan beranjak pergi ke kamar nya.


Vicky memberi kan sebuah tap berwarna hitam kepada Sari, ia juga memberi kan sebuah earphone agar istri nya itu bisa menikmati acara nya.


Kemudian Vicky melirik ke arah kotak surat nya, ia mengambil kain berwarna putih dan langsung menutup kotak surat tersebut.


Sari yang melihat Vicky sedang menutup kotak surat nya sontak ia langsung menghampiri Vicky dan menegur nya.


"Kenapa di tutup dengan kain?"tanya Sari dengan penasaran.


"Ehmm.. Iya biar nggak berdebu." jawab Vicky, Sari pun langsung tersenyum.


"Emang nya itu apa? " tanya Sari pura - pura seolah tidak tau kalau itu adalah kotak surat. Sari beranjak dari duduk nya dan berjalan menghmapiri Vicky


"Bukan apa - apa? Pergi menonton lah konser oppa - oppa lo itu." ujar Vicky mengalih kan pertanyaan Sari.


"Itu kotak surat kan?"tanya Sari tersenyum usil, Vicky langsung terkejut.


"Bagaimana lo bisa tau?" tanya Vicky menajam kan alis nya.


"Iya, tadi mama yang memberitahu kan nya."jawab Sari.


"Apa lo melihat nya?"tanya Vicky kembali dengan mata terbelalak lebar dan wajah yang begitu takut .


"Belum, tapi gue pengen banget melihat nya." ucap Sari, Vicky bernapas lega.


"Apa gue boleh melihat nya?" tanya Sari, dengan penuh harap.


"Tidak, tidak boleh!." jawab Vicky dengan cepat dan tegas.


"Tapi kenapa?"tanya Sari,


"Tidak boleh ya tidak boleh. Itu kan privasi gue." saut Vicky ketus, ia langsung merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur, Sari pun tertawa dengan keras melihat reaksi suami nya itu.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2