Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Rian yang malang


__ADS_3

Pagi hari nya Sari bangun lebih dulu, dia tersenyum karna melihat wajah suami nya pertama kali. Sari menulusuri wajah suami yang sudah dua minggu tak di temui nya. Perasaan dulu sebelum nya wajah ini sangat bersih dan berisih. Kenapa sekarang jadi banyak rambut - rambut halus dan wajah nya juga keliatan sangat kurus.


"Apa sebegitu menderita nya diri mu, ky. Maaf karena harus menjaga aku, sampai - sampai tubuh kamu9 nggak ke rawat gini."ucap Sari yang mengelus jambang Vicky.


"Mata ini yang awal nya indah, kini kenapa jadi hitam dan cekuk. "ucap Sari mengecup mata Vicky.


"Udah berani ya sekarang..."ucap Vicky serak dan mulai membuka mata nya. Sari jadi salah tingkah dan menutup wajah nya dengan telapak tangan nya.


"Kenapa di tutup..."kata Vicky mengeratkan pelukan nya.


"Kamu udah bangun? Sejak kapan?"tanya Sari membuka telapak tangan nya.


"Hmm... Sejak kamu mengelus wajah aku."kata Vicky.


"Mampus, berarti dia dengar dong semua nya?"batin Sari yang sangat malu.


Vicky tersenyum, dia tau kalau Sari sedang malu karena terlihat dari rona merah di pipi wanita nya itu.


"Udah nggak usah malu, masa sama aku aja kamu malu" ucap Vicky mencium pipi istri nya itu.


Saei tersenyum. "Kamu kok jadi kurus gini Ky?"tanya Sari.


"Mau gimana lagi, aku nggak nafsu makan semenjak kamu koma dan aku juga jarang tidurlkata Vicky. Sari terdiam, dia tidak menyangka kalau suami nya akan seperti itu karena diri nya.


"Sekarang aku udah sehat dan aku akan pastiin kamu akan kembali gendut seperti dulu lagi."kata Sari.


"Aku gendut? Wah Sayang cuma kamu lo yang bilang aku gendut."kata Vicky yang tak percaya dengan perkataan istri nya itu.


"Emang gendut, udah gendut jelek pula tu."tambah Sari.


"What? Berani ya kamu bilang aku jelek." kata Vicky


"Tunggu hukuman dari aku, karena sekarang kamu masih sakit jadi hukuman nya aku tunda dulu.lujar Vicky, Sari mencibir mendengar ucapan suami nya itu.


"Ky, kita keluar yuk, aku bosan dalam kamar dan baring di atas kasur terus."kata Sari.


"Besok aja ya sayang, kamu masih belum pulih, aku nggak mau kalau kamu sampai kenapa - kenapa cukup kemaren aja aku yang lalai menjaga mu, dan sebagai hukuman nya kamu siksa aku semalam dua minggu, kamu itu jahat banget tau nggak." kata Vicky merengut.


"Maaf..." Ucap Sari, mengecup bibir suami nya sekilas sebagai bentuk ucapan maaf.


"Sayang jangan pancing aku." kata Vicky


Sari tersenyum, " Baiklah, kalau gitu kita ngapain dong, kan keluar nggak boleh aku bosan."rengek Sari.


"Kita akan tetap seperti inj sampai siang, karena hari inj khusus buat kita untuk beristirahat. Yuk tidur lagi."Kata Vicky sambil menepuk - nepuk lengan Sari.


Vicky dan Sari enak ber mesra - mesraan di dalam ruangan nya. Berbanding terbalik dengan Daffa yang berada di luar ruangan, dia masih menvoba untuk menemui Sari. Saat dia bangun tadi dia tidak menemu kan siapa pun di sana, hanya diri nya yang tertidur di sofa.


"Kenapa lagi? Ini sudah pagi malahan sudah hampir siang"kata Daffa.


"Maaf tuan, tadi den Vicky bilang kalau mereka tak ingin di ganggu karena masih tidur."kata salah satu pengawal.


"Wahhh benar - benar inj, baik lah kalau gitu akau tidak akan mengganggu lagi." kata Daffa berlalu pergi, seperti nya dia sudah menyerah, melawan penjaga kamar adik nya itu.


____


Siang hari nya Wulan dan Manda pun datang mengunjungi Saridan kebetulan saat itu juga Rian dan Rafael juga datang membesuk.


"Kalian juga di sini?"tanya Rian yang melihat Manda di lobi

__ADS_1


"Iya, ih kok bisa kebetulan gini ya."kata Manda.


"Kalau gitu yuk kita bareng aja."sambung Wulan mengandeng tangan Manda untuk berlalu pergi.


Sampai nya di ruang Sari mereka kaget karena kamar Sari sangat di jaga dengan ketat.


Mereka di persilah kan masuk saat sampai di deoan pintu,


"Sariiiii..."Teriak Wulan dan Manda berlari kecil menghampiri Sari yang sedang duduk di atas ranjang dengan Vicky.


Wulan dan Manda memeluk Sari." syukur lah kalau lo udah sadar Sar.."ucap Wulan,


Rian dan Rafael menggeleng melihat kelakuan para cewek - cewek itu.


"Udah belum?"tanya Rafael pada Manda dan Wulan. Mereka bersua menoleh melihat ke arah Rian dan Rafael.


"Kenapa memang nya?"tanya Manda.


"Ya kita juga mau peluk sari kali, bukan lo doang "kata Rafael.


Suasana seketika hening, Rafael menoleh ke semua orang dan di melihat ke arah Vicky. Rafael menelan ludah nya dengan susah paya.


"Hehe... Maksud gue, bukan gitu Vick. G-gue cuma becanda doang."kata Rafael yang bergidik ngeri melihat tatapan Vicky yang seolah ingin menelan Rafa bulat - bulat.


Semua orang yang ada di ruangan pun seketika tertawa melihat ekspresi Rafael.


"Maka nya, kalau ngomong tu lihat sekitar. Kena mental kan lo..."ledek Rian.


"Ya elah kan becanda doan.."ucap Rafa lagi.


"Dasar Buaya gagal."tambah Rian


"Gimana, apa semua nya baik - baik saja? Kita cemas banget tau nggak Sae."kata Wulan


Wulan mencubit lengan Manda dengan cepat.


"Maksud nya menyelidiki?"tanya Rian


"Hah... Bukan apa - apa gue cuma asal bicara aja, abaikan saja."balas Manda.


"Udah lah Mand, kalian nggak usah tutupi lagi, gue udah tau kok semua nya "saut Vicky.


Manda dan Wulan saling pandang." Tau dari mana?"tanya Wulan.


"Kak Daffa udah kasih tau ke gue semua nya."kata Vicky.


"Kalian ngomongin apaan sih? Apa sih yang kalian sembunyiin?"tanya Sari.


"Jadi gini sayang, malam kanu kecelakaan itu.... Wulan yang akan jelasin semua nya, ayo Lan ceritain.."kata Vicky sengaja melempar nya pada Wulan.


"****** lu..."ujar Wulan pada Vicky.


"Udah buruan gue jadi kepo nih."kata Rafael.


Jadi pas lo kecelakaan itu, kita minta jemput sama kak Daffa buat ke rumah sakit bareng dan sambil nunggu kak Daffa kita ke toilet dulu, sehabis dari toilet, kita denger orang nelpon dan dia nyebut - nyebut nama lo, karena penasaran jadi kami pun menguping pembicaraan dia. Dan saat dia keluar sehabis nelpon kita sangat kaget ternyata orang itu adalah TIARAAA.


Kami pin curiga dengan gelagat nya, jadi kami memutus kan untuk mengikuti nya kemana pun malam itu. Ya walau pun karena hal itu kami jadi telat datang jengukin lo tapi kami puas kami mendapat kan semua bukti - bukti kejahatan Tiara. Dan kami juga udah menjeblos kan nya ke penjara." kata Wulan yang menjelas kan nya dengan singkat.


"Buset, suhu juga tu cupu.."kata Rafael.

__ADS_1


"Njir, gue kira selama ini dia adalah cewek yang paling biak di sekolah, tapi ternyata case nya doang yang baik produk nya busuk"tambah Rian tak habis pikir.


"Maka nya kalau nilai orang tu yang jeli, jangan nilai luaran nya doang. Kadang yang bar - bar itu belum tentu jaha atau nggak baik, malahan kebanya kan yang sok kalem itu lah yang busuk."sambung Manda.


"Bener banget" tambah Vicky.


Mereka pun mengobrol bersama, berbagai macam topik yang mereka bicara kan. Bahkan saking asik nya mengobrol tak terasa sekarang sudah masuk waktu mahgrib. Mereka mengada kan sholat berjamaah dengan Sari yang sholat dari ranjang nya.


"Seru juga ya, kalau sholat berjamaah gini."kata Manda.


"Ya seru lah, makanya buruan nikah biar ada imam buat sholat nya."saut Rafael.


"Idih apaan sih lo sambung aja tu mulut. Lo aja sana nikah, kalau gue mah pengen kulih dulu"kata Manda.


"Gue mah siap kalau lo nya juga siap."kata Rafael dengan suara pelan.


Bugh...


Manda mukul Rafael dengan mukena nya, dia sangat kesal dengan perkataan cowok itu.


"Ehem..." Rian tersenyum usil pada Rafa


"Kayak nya ada yang bakalan nyusul lo deh Vick."ucap Rian


Vicky menoleh, saat ini dia sedang merapi kan rambut Sari yang barusan di pasang mukena.


"Siapa?"tanya Sari.


"Itu tu."kata Rian memberi kode lewat mata nya.


Semua mata mentap kearah Rafael dan Manda yang masih terlihat sedang berdebat.


Wulan tersenyum, dia kembali merapi kan dandanan nya.


"Udah biarin aja, "bisik Sari. Vicky tersenyum pada istri nya.


"Ah nggak asik lo pada"kta Vicky, niat hati ingin mencari kawan buat membuly Manda dan Rafael. Tapi semua nya gagal totol karena dia lupa kalau mereka berdua juga sedang di mabuk cinta.


"Huft begini amat nasib jomblo"ujar Rian berjalan ke sofa, ia menduduk kan diri nya di samping Wulan yang sedang memoles make up di wajah nya


"Maka nya cari cewek dong biar nggak jomblo."saut Wulan.


"Sama lo aja gimana?"bisik Rian. Wulan menoleh pada Rian.


Wulan menyuruh Rian buat mendekat kearah nya, " OGAH"teriak Wulan pada kuping Rian.


Rian menjauh dan mengusap telinga nya, telinga nya terasa berdengung. Semua orang melihat kearah mereka berdua. "Hati - hati , Yan. Dia suka gigit tu..."ledek Rafa tertawa.


"Gila lo ya jadi cewek nggak ada lembut - lembut nya"sungut Rian.


"bodoh"balas Wulan yang masa bodoh dengan Rian.


Begitulah kalau mereka sudah berkumpul, ada yang bucin dan ada juga yang jomblo. Tapi kalau yang jomblo emang harus tahan - tahan melihat ke uwuan dari pasang suami istri atau pun dari yang sedang PDKT an.


Rian adalah korban yang sering di bully, karena sikap nya yang polos dan tingkah nya yang lucu dan tak tau malu itu.


Rafael terus saja berusaha untuk mendekati Manda yang notabe nya adalah orang yang selama ini di incar nya. Selama ini Rafael mendekati banyak cewek cuma buat Manda cemburu dan membuat menyadari keberadaan nya. Tapi sayang nya cewek itu bukan lah tipe cewek yang peka an terhadap lingkungan jadi gimana pun Rafael berusaha membuat nya menyadari keberadaan keberadaan nya. Maka Manda tetap tidak akan menyadari nya.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2