
Entah kebetulan atau apa, Sari terpilih lagi untuk satu kelompok dengan Andre. Dari tadi dia selalu satu kelompok dengan Andre. Keduanyana pun di minta untuk ke tengah lapangan untuk bersiap, membuat Vicky makin mengetatkan gerahamnya dengan wajah menggelap. Sesaat kemudian namanya juga ikutt di panggil, Vicky terpillih untuk berpasangan dengan Tiara dalam lomba tersebut. Mau nggak mau Vicky harus sportif, dan akhirnya ia pun bangkit dari duduk nya dan bersiap ke tengah lapangan.
"Akhirna dapat juga se tim dengan dia." ucap Tiara senang, dengan semangat dan sambil tersenyum dia datang ke tengah lapangan untuk menghampiri Vicky ang sudah berdiri id lapangan
Tiara mendekati Vicky yang sedang bersiap - siap. Sari juga sedang bersiap - siap bersama Andre, tiba - tiba teralihan karena melihat Vicky yang juga sedang bersiap dengan Tiara.
Tiara berada di posisi depan dengan Vicky yang berada di belakang. Sama seperti hal nya dengan Andre yang ada di belakang nya.
Entah kenapa Sari merasa sangat tidak suka meliht kedua tangan Vicky yang berada di pinggang Tiara,
Seolah ada hawa panas yangan sengaja di hembus kan kepaddana, begitupun dengan Vicky yang melihat tangan Andre yang juga berada di pinggang sari, melihat tangan itu membuat rasa cemburunya makin membakar nyaris menghanguskan hatinya.
Keduanya sama - sama di landa kecemburuan, yang satu tak mau mengakui, sedangkan yang satunya lagi masih polos untuk memahami, bahwa rasa tidak menyenangkan atau rasa tidak suka yang mengganggunya dari kemaren - kemaren itu adalah bernama cemburu.
Sebelum perlombaan di mulai, panitia memberikan waktu lima menit untuk berlatih sebentar. Sari melihat kearah vicky dan begitupun sebaliknya hingga mata mereka bersirobok. Air muka Sari ketara sekali kalau dirinya sedang cemburu saat ini. Vicky yang tau arti dari ekspresi itu, gadisnya itu kelihatan tak suka melihat dirinya berdekatan dengan Tiara. Cowok tampan itu pun menyeringai, kemungkinan Sari juga merasakan hal yang sama dengannya.
Seolah sengaja, Vicky hampir merapatkan tubuhnya kepada Tiara, karena ia ingin membuat Sari mengakui perasaannya pada dirinya. Walau pun nanti setelah ini, ada masalah yang harus ia selesaikan dengan Tiara, dia tau kalau gadis itu pasti akan salah paham dengan sikapnya ini.
Tiara yang seperti mendapatkan kesempatan, menyambut apa yang di lakukan Vicky dan malah menyandarkan punggungnya kepada cowok yang di belakangnya itu.
Sari menggigit bibir nya yang hampir cemberut dan melempar tatapan mautnya karena melihat pemandangan yang semakin membuatnya terbakar.Andre yang berada di belakang Sari tidak menyadari, bahwa raut wajah gadis itu sudah berubah seperti induk ayam yang siap menakarnya. Vicky tersenyum senang, karena merasa apa yang di lakukannya telah berhasil membuat Sari semakin kesal
Sari merasa tidak rela, melihat Vicky yang terlalu dekat dengan Tiara, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang meremas jantungnya hingga terasa begitu ngilu dan mwncekik dirinya. Otaknya terus memberi komando supaya mencari cara untuk menghentikan apa yang sedang terjadi di depan matanya, agar dirinya bisa terbebas dari rasa yang mencekik yang semakin menyiksanya.
"Kenapa malah gue yang sakit sendiri? Kenapa gue merasa seperti ini." batin Sari berteriak.
Karena merasa sudah tak tahan dengan apa yang di rasakannya. Akhirnya sari berpura - pura terjatuh dan menghempaskan dirinya ke tanah , Sari memeki keras hingga menarik perhatian Vicky.
Andre yang berada di belakang Sari, terkejut mellihat Sari yang tiba - tiba jatuh, begitu pulla dengan Vicky. Dia langsung melepaskan tangannya dari pinggang Tiara dan menghambur mendekati Sari.
Bukan hanya Vicky yang mendekati Sari, tapi Jepri jug ikut berlari mendekati gadis itu.
"Sar, lo nggak apa - apa?" tanya Jepri khawatir.
Sari menoleh melihat Jepri, kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Kok, bisa jatuh, sih?" tanya Vicky, mengecek tubuh Sari apakah ada yang lecet atau tidak.
"Hey, lo kok lancang sih menggang - mengang tubuh sari gitu!!" sanggah Jepri yang tak suka dengan perlakuan Vicky, yang dianggapnya terlalu lancang.
Vicky tidak mengubris perkataan Jepri, dia terus menatap istrinya ng keliatan sedang menahan sakit,
"Gue, baik - baik aja kok." ucap Sari, mencoba untuk bangkit, namun baru saja ia menggerakkan kakinya rasa sakit langsung menyerangnya.
"Issss.."
__ADS_1
"Kenapa ceroboh banget sih,! Kok bisa lo jatuh di tanah lapang kayak gini? Dan lo bilang baik - baik aja, tapi lo dari tadi meringis.!" ujar Vicky yang sangat cemas dengan keadaan Sari.
Waah sari memerah menahan tangis, sebenaryadia ingin menangis bukan karena tubuhnya yang sakit, melainkan karena segumpal daging yang bersemanyam dalam tubuhnya terasa nyeri mendengarkan perkataan Vicky.
Vicky semakin terkejut melihat Sari yang sudah hampir menangis dengan bibir mencebik.
"Yang mana yang sakit?" tanya nya, matanya kembali mengecek keseluruh tubuh Sari.
" Ini, kaki gue yang sakit." sahut Sari sambil mengusap - ngusap pergelangan kakina, padahall kakina baik - baik saja.
"Sini, biar gue lihat1' seru Vicky yang hendak memegang kaki Sari.
"Tidak usah, lo nggak usah repot - repot ngurusin Sari. biar gue aja yang bawa dia ke tenda panitia. Lo, silahkan lanjutkan kembali perlombaannya." ujar Jepri. Dia tidak tahu situasi yan sedang terjadi di antara kedua orang itu.
"Maaf buk, pak. Saya tidak bisa melanjutkan kegiatan ini lagi. Saya akan membawa Sari ke rumah sakit." ucap Vick pada para guru
"Tapi..."bu Srik hendak menolaknya, namun Vicky memotongnya cepat.
" Saya sekarang adalah walinya Sari buk, jadi saya sangat khawatir dengan keadaannya. Saya tidak ingin menanggung resiko, kalau sari tidak segera di bawa ke rumah sakit." potong Vicky saat bu Srik hendak berbicara, Vicky tau kalau bu Srik tidak akan memberikan izin pulang dengan alasan harus minta izin dulu dari walinya Sari.
"Kalau gitu, saya prmisi." ucap Vicky meraup Sari ke dalam gendongannya, apa pun yang terjadi dia tidak akan membiarkan Sari berdekatan dengan pria mana pun apa lagi Jepri.
Jepri hanya menghela napasnya berat, sebenarnya dia agak heran dengan sikap Vicky yag mengaku sebagai walinya Sari . Seingat dia selama masa SMA Vicky dan Sari sellalu berantam dan dia pun masih ingat kalau Sari pernah cerita kallau dia dan Vicky itu udah musuhan sedari kecil.
"Apa sebenarnya yang terjadi?" gumam Jepri melihat kepergian Sari dan Vicky.
"Apaan?" tanya Vicky, menoleh ke belakang,
"Lo,mau bawa Sari kemana?" tana Manda
"Ke rumah sakit lah kemana llagi?" jawab Vicky
" Sini, biar kita aja yang bawa.!" kata Ulan, hendak meraih tangan Sari yang berada dalam gendongan Vicky.
"Kenapa? apa kalian nggak percaya sama gue?" tanya Vicky menatap mereka tajam.
"Bukan gitu, tapi... Udah sini biar kita aja yang bawa, Sari ke rumah sakit. Turunin Dia!" Vicky tak memperdullikan perintah Ulan, dia melanjutkan langkahnya.
"Vicky!" teriak Ulan kesal
" Turunin gue, nanti mereka curiga" bisik Sari pada Vick.
Vicky menatap tajam sari," Diam! Biar gue yang urus mereka." ucap Vicky.
"Vicky!" bentk Ulan mengejar Vicky. Vicky mendudukkan Sari di tanah. kemudian mendekati para sahabat Sari.
__ADS_1
"Kenapa, emangnya kalau gue yang bawa?"tanya Vicky.
"Karena kita nggak percaya sama lo, dan apa maksud lo barusan mengatakan kalau lo itu walinya Sari. Kita tau, lo itu musuhnya Sari dan gimana ceritanya lo bisa ngaku - ngaku sebagai walinya?" tanya Ulan menatap Vicky sengit.
"Udah lo balik lagi aja tu sama cewek lo si Tiara, lo nggak lihat tadi di cemburu banget." tambah Manda.
Vicky tambah kesal saat Manda menyebutkan kalau Tiara adalah pacarnya.
Vicky melangkah lebih dekat dengan kedua cewek itu.
"Kalian percaya nggak percaya, gue beneran walinya Sari karena gue adalah suaminya." ucap Vicky pelan, dia takut nanti ada yang mendengarnya.
Manda dan Ulan membelalakkan matanya tak percaya. Mereka berdua saling pandang kemudian mereka pun tertawa keras. "Bwahahahaha... Becandaan lo garing banget sumpah, " ucap mereka.
"Tc, terserah yang penting gue udah berkata yng sebenarnya. Dan gue minta kalian bisa merahasiakannya." kata Vicky, berbalik dan kembali menggendong Sari.
Vicky membawa Sari ke sepeda motornya." kita naik ini?"tanya Sari ragu.
"Iya, kenapa?"tanya Vicky
"Lo yakin, sejauh ini mau naik motor?"tanya Sari memandang Vicky masih tak percaya.
"Iyalah, udah ayo. Kita harus cepat kerumah sakit sebelum kaki lo tambah parah." kata Vicky memasangkan helm di kepala Sari.
"KAK VICKY!!!" teriak seseorang. Vicky menoleh ke sumber suara, dia menatap seorang pria yang sedang berlari kearahnya.
"Andre?" ucap Sari, Vicky menatap Sari jengah.
"Kak tunggu!" ucap Andre
"Ada apa?"tanya Vicky dingin
"Ini, pake mobil gue aja. Biar gue yang pake motor lo."kata Andre menyerahkan kunci mobilnya.
"Nggak perlu, kita naik motor aja." tolak Vicky.
"Tapi kak, apa kakak nggak kasihan sama kak Sari dia sedang terluka loh"kata Andre.
Vicky menoleh kearah Sari, dia seperti sedang mempertimbangkan tawaran Andre.
"Hmm... Baiklah."
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜