Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!

Kenapa Harus Elo Yang Jadi Suami Gue!!!
Trauma Vicky


__ADS_3

Mereka memaklumi kalau Sari itu terlalu tertutup dengan hal pribadinya. Tapi setidaknya hal semacam ini, Sari tidak harus merahasiakannya juga.


"Gue antara kasihan dan kecewa." ucap Ulan.


"Kenapa lo kasihan? Kalau gue kecewa banget sama Sari, dia kayak nggak nganggap kita sebagai sahabatnya"kata Manda.


"Gimana nggak kasihan. Di usianya dia harus menikah dan coba deh lo pikir gimana perasaan Sari yang harus menikah dengan musuhnya sendiri."terang Ulan.


"Apa lo beneran yakin, kalau mereka saling musuhan. Atau jangan - jangan mereka itu sebenarnya saling cinta. Kita nggak tau kebenarannya Ulan"kata Manda yang mulai meragukan Sari.


"Ngebadut banget njir."kesal Manda.


Ulan terdiam, benar juga kata Manda. Sebenarnya mereka tidak tau apa - apa tentang Sari. Karna cewek itu benar - benar sangat tertutup.


"Kayaknya kita harus cari tau semuanya deh Man, kita harus cari tau alasan dibalik semua nya."kata Ulan.


"Lo bener"balas Manda menoleh ke arah Ulan.


Sementara di mobil


Sejak tadi, tak ada obrolan apa pun di antara kedua nya. Sari terdiam sambil sesekali menggigit kukunya pertanda kalau dia sedang resah, gadis itu takut kalau Vicky akan marah pada nya karena dia telah mengganggu nya waktu berduaan nya dengan Tiara dan di tambah lagi. Vicky adalah ketua panitia, jadi dia pasti marah karena acara nya kacau tak sesuai dengan harapan nya.


" Dasar bodoh." umpat nya dalam hati.


Kira - kira sudah sekitar 1 jam setengah kendaraan melaju, turun lah hujan di tengah - tengah perjalanan mereka. Awal nya hanya hujan ingan, tetapi lama kelamaan air yang turun semakin deras da tumpah ruah.


Vicky menepikan mobil, Sari yang sejak tadi terdiam melirik ke sebelah nya dan di buat kaget melihat Vicky ang sedang tidak baik - baik saja. Vicky menelungkup kan wajah nya di atas stir mobil, sementara tangan nya gemetara menggenggam erat sisi kemudi ang berbentuk bulat itu.


Sari membuka sabuk pengaman dan membenar kan posisi duduk nya, kemudian menepuk bahu Vicky.

__ADS_1


"Vicky, lo kenapa?" tanya Sari, ia memiringkan wajahnya sedikit menunduk ingin mengintip ekpresi Vicky.


Perlahan cowok itu mengangkat wajah nya, kemudian duduk menyandar kan diri nya, wajah nya terlihat pucat pasih, peluh bercucuran di dahi nya dengan tangan ang gemetaran.


"Vic- Vicky, lo kenapa" sari terkesiap dan panik melihat keadaan Vicky yang seperti itu. Dia menangkup kan kedua telapak tangannya di sisi wajah tampan yang semakin memucat seperti tidak di aliri darah.


"Gu-gue... Tak bisa mengemudi jika hujan turun." ucap Vicky lemah.


" Apa? Sejak kapan, sejak kapan ini terjadi? Bukan kah dulu lo sangat suka dengan hujan dan tidak ada masalah dengan itu." ucap sari, mengingat dulu saat mereka kecil, mereka sering main hujan.


"Se-sejak kecelakaan itu, bayangan kecelakaan mobil itu terjadi di bawah guyuran hujan waktu itu, bayangan itu akan selalu muncul menghantui gue setiap hujan turun di perjalanan." jawab nya lemah.


"Dan untuk moment kita mandi hujan itu, gue sengaja, menahan semuanya. Karena lo suka hujan." tambah nya pelan.


Vicky menjawab dengan bibir ang ikut gemetaran. Entah kenapa telapak tangan Sari yang menyentuh wajah nya seolah menyuruh nya untuk berkata jujur mengenai kelemahan nya.


Sari semakin panik, kemudian tangannya turun memegang tangan Vicky yang gemetar sejak tadi da ternyata terasa begitu dingin sedingin es. Gadis itu melihat kesekitar, mereka berhenti masih di sekitar hutan belantara sementara malam sudah mulai datang menghampiri. Hujan turun dengan lebatna entah kapan akan reda, jika tetap berdiam di tempat sepi itu. Sari juga ketakutan anak perampok atau pun orang jahat lainnya yang bisa saja melintas, di tambah lagi keadaan Vicky yang semakin mengkhawatir kan.


"Vick, biar gue yang mengemudi, Disini terlalusepi, bahkan kendaraan yang melintas pun sangat jarang gue takut tempat ini tidak aman sementara har sudah mulai gelap. Lagi pula kita juga harus mencara tempat untuk lo istirahat dan agar bisa memulihkan kondisi lo ini." kata Sari menepuk - menepuk pipi Vicky dan pria itu pun hanya mengangguk lemah.


Sari turun dari mobil dan miminta Vicky berpindah tempat duduk, kemudian dia berjalan memutar membuat sebagian tubuh nya basah terkena tetasan hujan.


Sari kembali masuk ke dalam mobil, menduduk kan diri nya di belakang kemudi, lalu menyala kan mobil tersebut dan melajukannya perlahan dengan hati - hati karena ini adalah pengalaman pertama nya mengemudi saat hujan - hujan. Sari terusa saja merampal kan doa dalam hati, agar perjalanan nya lancar tak ada hambatan.


Sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di jalan yang agak ramai, Sari menyalakan aplikasi Map di ponselnya untuk mencari penginapan terdekat . hanya ide itu yang saat ini terlintas di pikirannya , karena jika ia memaksa untuk mengemudi sudah pulang sampai ke rumah , dia akan memakan waktu tempuh sekitar 2 sampai 3 jam lagi dan ditambah kondisi jalan yang sangat licin , dan rincian pun belum juga reda .mungkin sangat memakan waktu yang cukup lama.


beruntung Map di ponselnya menunjukkan sebuah penginapan terdekat dan tempatnya juga Tidaklah terlalu buruk , walaupun dalam keadaan darurat tari tetap memilih tempat yang akan ia menginap .


tari memarkirkan mobil di hotel yang dimaksud oleh aplikasi , kemudian turun dan masuk ke dalam untuk memesan kamar dengan cepat . Setelah selesai ia kembali ke parkiran , membuka kan pintu untuk Vicky dan menambah nya keluar dari sana .

__ADS_1


Vicky masih tambah pucat dan lemah , tubuh tinggi kokohnya bersandar di tubuh mungil sari, kemudian pelayan Hotel membantu memapah masuk ke dalam lift berikut mengantarkannya hingga sampai ke depan pintu kamar yang sudah dipesan .


" Terima kasih " ucap Sari pada pelayan hotel , kemudian pelayan Hotel itu pun pamit undur diri .


Sari masuk ke dalam kamar,dengan sisa payah memapa dan membantu Viking untuk berbaring di atas keranjang besar yang terdapat di tanah kemudian membuka sweater dan juga melonggarkan kancing kemejanya , sementara Vicky memejamkan matanya mati dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya .


Gadis itu ke kamar mandi dan mengambil handuk kecil yang tersedia di sana, kemudian membantainya dengan air hangat dan kembali ke kamar. ia menyesal wajah Vicky beserta kalimat dinginnya dengan lembut , lalu terdengar gemuruh dari perutnya dan juga Vicky.


Cowok itu memang melewati waktu makan siangnya ,, karena siang tadi Iya sedang terbakar habis cemburu saat melihat tari sedang berpelukan dengan seorang pria yang tidak dikenalnya dan ternyata yaitu adalah Andre anaknya mbok Darmi.


Setelah menyeka keringet Vicky, dicari menelpon layanan kamar memesan makan malam, Iya memesan dua porsi sup ayam , dua porsi sate daging , kemudian nya juga memesan salad buah .


Sementara menunggu pesenannya , Sari pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. tubuhnya terasa sangat lengket , ditambah lagi tadi ya sebar terkena air hujan yang mengenai baju serta rambutnya membuatnya merasa tidak nyaman. gadis itu mandi dengan cepat karena khawatir layanan kamar akan segera datang .


selesai mandi sehari kebingungan , iya lupa kalau pakaian gantinya masih ada di dalam koper yang mati ada di tenda , sedangkan baju yang digunakan yang tadi kotor Dan bau keringat .Matanya menjelajah, beruntung ada dua buah bathrobe yang bergantung di dekat wastafel, Iya segera mengambilnya kemudian memakainya lalu mengencangkan tali pelingkarnya dan membiarkan rambutnya ke kayu basah tercerai begitu saja .


Sari keluar dari kamar mandi bertepatan dengan kedatangan selain kamar yang mengantarkan menu pesanannya . termasuk gerak yang mendorong meja penuh makanan tersebut Ke sisi tempat tidur di mana Vicky yang saat ini sedang terbaring lemah .


"Vick, Ayo bangunlah . kita makan dulu ya, gue tahu sejak tadi perut lo selalu bergemuruh ." sari menepuk-nepuk Sisi wajah Vicky dengan lembut.


Cowok itu mendudukkan dirinya,lalu netranya terbuka. Vicky terkesiap melihat Sari yang duduk di tepian tempat tidur hanya dengan menggunakan bathrobe dengan rambut setengaj basah yang dibiarkan tergerai. Aromah wangi sabun dan shampo dari tubuh sari, mneguar menggoda indera penciumannya.


"Gu- gue ngga laper" jawabnya sambil megalihkam pandangannya dari makhluk ranum nan menggoda di depannya ini.


"Gue nggak mau tau, pokoknya lo harus makan , biar cepat sehat dan pulih, cepat buka mulut lo, bair gue suapin... Aaa.."


...***********...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.

__ADS_1


Terimah kasih💜


__ADS_2