
Setelah menikahkan Sari dengan Vicky, kini Mia di sibukkan dengan proses pemberangkatan suaminya ke Singapura.
"Vicky, kalian pulang aja. Kalian pasti capekkan."ucap Mia.
"Ai, nggak akan pulang Bund. Ai mau tetap disini nemenin Ayah. Kalau dia mau pulang, yaudah pulang aja."Kata Sari yang kekeh ingin tetap berada di rumah sakit.
"Ai, kamu nggak boleh gitu ngomong sama suami!"tegur Mia.
Sari tidak mengubris ucapan bundanya, ia tetap menatap ayahnya yang sedang terbaring lemah.
"Nggak apa - apa kok bund, kita malam ini nginap disini. Gimana, kalau bunda aja yang pulang. Kan bisa istirahat, bunda pasti capek mengurus semuanya " kata Vicky.
"Dasar tukang cari muka." dengus Sari pelan. Namun, masih bisa di dengar oleh Vicky.
"Nggak, sayang. Bunda di sini aja, besok baru bunda pulang buat packing"
"Bund, sebagai menatu, Vicky harap bunda mau dengerin ucapan Vicky. Bunda pulang ,ya." kata Vicky pelan
Mia menatap Vicky, "Tapi kalian juga butuh istirahat,nak."
"Kita nggak apa - apa kok bund."
"Ai, beneran nggak apa - apa bunda tinggal?"tanya Mia.
Sari menoleh ke arah Bundanya. "Iya, nggak apa - apa kok bund."balas nya.
"Yaudah kalau gitu bunda pergi dulu ya. Kalian hati - hati disini." ucap Mia mulai mengambil tasnya.
Benar kata Vicky, dia benar - benar lelah jiwa dan raga. Selain mengurus keperluan ini itu untuk proses pengobatan suaminya, Mia juga harus menyiapkan pernikahan putri semata wayangnya dan itu dalam kurung waktu 1 jam.
Sebenarnya, Mia nggak tega melakukan ini kepada Sari. Tapi ini ada keinginan suaminya. Sebenarnya, Sari dan Vicky sudah di jodohkan sedari mereka dalam Kandungan.
Izam suaminya, sangat ingin menjalin hubungan yang tak bisa di putuskan dengan sahabatnya Alex, yaitu ayah nya Vicky.
Perjodohan ini sempat ingin di batalkan , karena mereka lose kontak dengan keluarga Alex. Tapi, takdir berkata lain, bulan lalu Alex kembali menemui Izam dan membahas perjodohan itu kembali.
____
"Mending lo, tidur di sofa. Biar gue yang jaga ayah."kata Vicky, berdiri di samping Sari.
"Nggak usah, sok perhatian. Gue nggak butuh" balas Sari dingin
"Kenapa sih, lo nggak pernah ngomong baik - baik ke gue?" tanya Vicky.
"Pikir aja sendiri!" seru Sari, merebahkan kepalanya diatas tempat tidur sambil menggenggam tangan ayahnya.
"Tc" Vicky pun berjalan ke sofa dan membaringkan tubuhnya di sana.
"Dasar keras kepala!" ucapnya kesal.
____
"Ai, kamu yang nurut ya, sama Vicky. Jangan ngelawan terus sama dia. Ingat sekarang dia adalah suami kamu."Kata Mia menasehati anaknya.
"Iya bunda. Bunda hati - hati ya di sana, sering - sering kabari Ai." ucap Sari.
"Sini peluk dulu." Mia menarik putrinya itu kedalam dekapannya.
__ADS_1
"Bunda, titip Sari ya, Ky."
"Iya, bund."jawab Vicky.
Mia melepaskan pelukannya, "Bunda pergi dulu ,ya." Mia pun berlalu pergi.
Sari menatap kepergian bundanya, dia sangat sedih karena lagi - lagi dia di tinggal sendiri. Eh, sekarang dia tidak bisa di bilang sendiri lagi, karena dia sudah memiliki suami yang akan menemaninya.
"Benarkah, dia bisa dibilang menemani. Atau sebaliknya," pikir Sari.
"Mau sampai kapan lo, berdiri diam di sana?!" Sari menoleh.
"Bukan urusan ,lo juga kan."balas Sari
Sari berlalu meninggalkan Vicky yang diam memperhatikannya.
"Huft, butuh kerja keras buat jinakan dia."kata Vicky.
Vicky pun menyusul Sari yang berjalan dengan buru - buru. Saat sampai di luar bandara, Vicky melihat Sari yang hendak menghentikan taxy.
"Mau ngapain?"tanya Vicky
"Ya, nyari taxy lah. Mau apa lagi coba."jawab Sari ketus.
"Tc!" tanpa meminta izin, Vicky menarik tangan Sari begitu saja dan membawanya ke pakiran.
"Eh eh lepasin!" Sari memberontak minta di lepasin.
"Lepas!" Vicky menghentikan langkahnga dan menatap Sari tajam.
"Bisa diam nggak! Atau lo mau gue lempar ke jalan raya sana!"ancam Vicky.
"Masuk!" Vicky membuka kan pintu mobilnya. Sari menatap Vicky.
"Apa?"
"Gue bisa pulang sendiri"
"Masuk!"
"Gue.."
"Mau masuk sendiri atau gue yang masukin?"
"Hais.."Sari pun masuk kedalam mobil dengan wajah yang di tekuk. Melihat Sari yang sudah masuk Vicky pun berjalan ke pintu sampingnya.
___
Tit Tit.
Pak Bowo pun membuka kan pintu gerbang sekolahnya.
"Makasih ya pak."ucap Vicky.
"Iya,"balas pak Bowo tersenyum
Yup, Vicky membawa Sari kembali ke sekolah. Meskipun mereka telat tapi Vicky tidak mau mereka ketinggalan banyak pelajaran.
__ADS_1
"Kenapa harus kesini sih, kan bisa izin sehari."kata Sari kesal, Vicky tersenyum.
"Kita udah kelas 12, nggak baik banyan libur. Emang lo mau kita ketinggalan banyak pelajaran?"
"Sok, rajin." Sari berlalu keluar dari mobil.
"Bukannya sok rajin, tapi gue nggak pengen lo terus menyendiri di rumah Ai."kata Vicky. Di tau kebiasaan Sari yang suka diam di kamar dan tidak keluar seharian kalau dia sedang ada masalah.
____
"Ayang, Sari kok telat?"tanya Jepri, saat Sari masuk ke kelas.
"Tadi, gue ngantar nyokap ke bandara dulu."awab Sari, berjalan ke bangkunya.
"Nyokap lo, pergi lagi?"tanya Ulan, Sari mengangguk.
"Jadi, malam ini kita bisa ke club dong?" kata Manda seneng.
"Nggak."
"Lah, kenapa? Biasanya kita juga gitu." kata Ulan mengernyit.
"Gue lagi malas keluar, kalian dua aja yang pergi."
"Ya mana seru. kalau tanpa lo, Sar."
"Bener tu, Club tanpa Ayang Sari bagaikan goyang tanpa musik"ujar Jepri yang ikut nimbrung.
"Aelah, lu mah. Ada nggak nya si Sari tetap aja goyang" saut Ulan.
"Tau ni sih Jeprik."
Jepri hanya bisa cengengesan, benar - benar deh ni cewek 2 nggak bisa apa biarkan babang Jepri meraya Sari bentar.
"Lo, ada masalah apa sih Sar? Nggak biasanya deh lo, keliatan murung gini."tanya Ulan
"Siapa yang murung, perasaan lu aja kali." kila Sari.
"Gue juga merasa aneh sama lo deh Sar, sejak kemaren lu aneh banget. Apa lagi, semalam ponsel lu nggak bisa di hubungi. Kenapa tu coba?" Manda ikut menimpali.
"Itu, ponsel gue lagi di charger."bohong Sari
"Kalau ada masalah, cerita aja ke kita , beb. Kalau, lu nggak percaya sama mulut mereka, yaudah lu boleh kok cerita ke gue." ujar Jepri. Ulan dan Manda serentak menjitak kepala Jepri.
"Maksud lu, kita nggak bisa di percaya? Lo kira kita berdua ini teman macam apa, huh." Manda sangat kesal mendengar penuturan Jepri.
"Ya kali aja,." Manda dan Ulan menatap Jepri tajam.
"Wisss, santai aja tu mata. Tajam bener."
Sari menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga sahabatnya.
Seenggaknya, ini bisa menghilangkan beban yang ada dipikirannya.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜