
Yesica membuka matanya saat merasakan ada tangan yang mengusap wajahnya lembut.
“Apakah aku membangunkanmu?” tanya Devano lembut, pria berwajah dingin yang biasanya bicara hanya beberapa kata dan dengan nada ketus pada orang lain itu kini berbicara dengan lembut dengan istri kecilnya, Devano memang menyukai Yesica sejak ia mengikatnya disisinya.
“Mas.” Yesica yang terkejut tak memakai apa pun langsung bangun dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga leher membuat Devano terkekek tipis.
“Mengapa harus ditutupi segala? Aku sudah melihatnya dan menik*atinya, apa yang membuatmu malu lagi? Lagi pula aku suamimu, meski kita menikah secara siri pernikahan kita tetap sah dimata agama,” tanya Devano meraih salah satu tangan Yesica.
“A-aku masih belum terbiasa saja saat bangun dalam keadaan seperti ini. Rasanya begitu canggung dan malu,” ucapnya gugup.
“Biasakanlah agar kau tak merasa canggung setiap hari, biasakan pula dengan perlakuanku yang berubah padamu.” Devano meletakkan kepalanya didada Yesica dan meletakan tangan Yesica di atas kepalanya, tangannya memeluk perut Yesica erat persis seperti seorang anak yang sedang bermanja pada Ibunya.
“Apakah Anda menyukai saya, Tuan muda?” tiba-tiba saja pertanyaan konyol itu terlontar dari bibir Yesica, tangannya yang tadi diam kini mengusap rambut Devano yang hitam lebat. Kepala Devano mendongak menatap wajah polos nan ayu itu.
“Vano, panggil aku Vano,” pintanya dengan tatapan tajam tak suka saat Yesica terkadang kelepasan memanggilnya Tuan muda.
“Ma-maaf,” ucapnya tergagap.
“Bukan suka, melainkan cinta. Cinta yang tumbuh karena kepolosanmu yang tak memanfaatkan kedekatannya denganku untuk hidup enak dan terjamin. Cinta yang tumbuh karena keprofesionalanmu kala melayaniku di bar tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih. Dan cinta itu tiba-tiba saja ingin mengikatmu kala melihat kau hampir dilecehkan oleh pria hidung belang. Saat itu hatiku begitu terbakar dan marah melihat apa yang dilakukan Surya padamu hingga aku ingin membun*hnya andai saja tak mengingat kau harus segera diselamatkan. Bisakah cintaku berbalas dan mendapatkan kesetiaan hingga akhir hayat? Aku tak meminta apa pun. Harta dan takhta aku memilikinya, hanya cinta wanita saja yang tak kumiliki. Maukah kau menjadi pemilik hati yang telah lama beku ini? Maukah kau menjadi Ibu dari anak-anakku kelak?” ucap Devano panjang lebar membuat Yesica tak bisa berkata-kata lagi, ia bingung harus menjawab apa.
“Tuan, aku-”
Devano membungkam bibir Yesica dengan bibirnya sebelum Yesica menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
“Jangan panggil aku dengan sebutan itu,” pintanya.
“Maaf, aku belum terbiasa. Bisakah Anda membantuku untuk menjadi terbiasa dengan semua ini? Anda tahu, saya bukanlah wanita dari kalangan kelas atas. Saya hanya anak yatim piatu yang sudah tak memiliki keluarga, tidakkah Anda ingin mencari wanita yang bisa Anda banggakan dan pamerkan? Apa yang Anda lihat dari diri saya yang tak memiliki apa-apa ini? Saya hanya memiliki mahkota yang sudah kuberikan pada Anda, tak ada lagi yang bisa kuberikan,” ucapnya lirih.
“Cinta, kau bisa berikan cintamu padaku. Mahkota tanpa cinta pemiliknya akan terasa hambar seiring berjalannya waktu. Aku menginginkan cintamu. Aku tak peduli dengan status sosialmu itu, aku tak butuh istri untuk dipamerkan pada siapa pun. Cukup aku saja yang melihatnya, jangan orang lain melihat milikku karena aku tak ingin milikku dinikmati oleh orang lain meski itu hanya kecantikan semata. Bukankah kau sudah mengetahui kalau keluargaku menerimamu? Itu sudah cukup untuk meyakinkanmu kalau aku dan keluargaku tak memandang status. Apakah kau tahu siapa Adik iparku itu? Dia adalah sopir taksi online langganan Adikku saat berkuliah dulu. Jadi kau tak perlu minder akan statusmu oke, kau hanya perlu menjadi dirimu dan tunjukan pada dunia kalau kamu adalah Nyonya dari Devano Hanoraga.”
Yesica terkejut mendengar pengakuan Devano tentang siapa suami dari Davina, tapi ia harus meredam rasa terkejutnya itu karena Devano yang menatapnya penuh harap.
“Aku akan berusaha mencintai Anda. Toh bukannya cinta akan datang seiring berjalannya waktu kita saling bersama? Terima kasih sudah mencintai gadis biasa sepertiku ini. Dicintai oleh seorang pengusaha sukses yang terkenal dan menjadi rebutan para wanita kelas atas tak pernah ter bayangkan olehku,” ucapnya.
“Setialah padaku, jangan pernah melirik pria lain di luar sana meski kau belum merasakan cinta padaku,” pinta Devano.
“Aku janji, aku harus bersyukur dicintai olehmu di saat wanita lain berlomba ingin naik ke atas kasurmu tapi kau malah menjadi milikku, jika mereka tahu mereka pasti akan mengeroyokku beramai-ramai.” Yesica terkekek dengan pemikirannya itu.
“Apakah ada yang berani? Jika mereka berani, Kris akan membuat mereka membayarnya karena Nyonyanya telah dicelakai,” ucapnya.
“Karena aku adalah separuh nyawanya Kris. Dia akan membalaskan apa pun yang membuatku tak senang. Dan juga karena kau bagian dari hidupku saat ini maka dia akan membuatmu sama pentingnya denganku,” sahut Devano, terdengar seperti tak masuk akal memang, tapi itu hanya Devano saja yang mengerti.
“Aku mau mandi,” ucap Yesica mengalihkan pembicaraan, ia sudah tak sanggup membicarakan hal yang membuat jantungnya terus berdegup.
“Mari kita mandi bersama.” Devano bangkit dan menggendong tubuh Yesica sebelum Yesica sempat menolaknya.
Satu jam lebih lamanya mereka berada dalam kamar mandi karena keduanya pada akhirnya melakukan olah raga sambil mandi.
__ADS_1
...
“Makanlah, kamu pasti lapar. Aku harus mengerjakan pekerjaan dulu dengan Kris, malam ini kita tidur dikantor soalnya aku masih ada kerjaan.” Devano memberikan kantong berisi dua kotak makanan pada Yesica.
“Kamu tidak makan?” Yesica malah bertanya.
“Nanti aku nyusul.”
“Bisakah makan bersama denganku? Jika aku terlalu menuntut maka lupakan saja, aku akan makan sendiri,” pintanya dengan nada lirih tapi Devano masih bisa mendengarnya.
Devano duduk di samping Yesica dan membuka kotak makannya. “Baiklah, aku akan menemanimu makan,” ucapnya pada akhirnya.
Yesica tersenyum membuat Devano merasa senang dengan senyuman istri kecilnya, ia kini mulai menjadi bucin setelah menikah.
Keduanya makan bersama sambil sesekali Devano menyuapkan makanannya pada istri kecilnya itu.
“Kau harus makan banyak agar badanmu sedikit berisi. Aku tak ingin diprotes oleh Mamah kalau aku tak mengurusmu dengan baik,” ucap Devano masih sesekali menyuapi istri kecilnya.
“Kau putranya, mengapa Mamah harus memprotes dirimu jika aku yang langsing?” tanya Yesica bingung.
“Karena dia menyayangi anak dan menantunya. Mamah adalah orang yang lembut yang menyayangi keluarganya. Jika kau bisa menjadi lebih dekat dengannya kau pasti akan mengetahui seberapa sayangnya dia pada anak dan menantunya. Kunjungilah Mamah sesekali agar kau bisa mengenal mertuamu itu dengan lebih baik lagi. Mamah pasti senang mendapatkan kunjungan dari menantu yang sudah lama diharapkannya,” titahnya.
“Aku akan mengunjunginya saat tak ada mata kuliah,” sahutnya membuat Devano bahagia.
__ADS_1
“Beritahu aku jika kau ingin mengunjunginya. Aku akan meminta Kris mengantarmu,” titahnya.
“Baiklah.”